Share

Jujur

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-04-05 22:22:23

Rosella mengikuti langkah Leon ke kamarnya dengan jarak setengah langkah di belakang, tidak seperti biasanya.

Leon membuka pintu, mempersilakan Rosella masuk, lalu menutupnya pelan.

Rosella berdiri di tengah kamar, menunggu.

Leon berbalik, menatapnya, lalu melangkah maju dan melingkarkan tangannya di punggung Rosella sebelum perempuan itu sempat bergerak.

Rosella kaku sedetik namun perlahan dia mengendurkan bahunya.

"Aku minta maaf." Suara Leon keluar di atas kepalanya, rendah dan tidak dihias.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
luna siapa kak
goodnovel comment avatar
CitraAurora
sabar kak Sarri
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kkkkkkkkkkkkkkk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Boleh Menjenguk

    Selama dua hari penuh, mansion mewah keluarga Toretto di London dipenuhi dengan suasana kecemburuan yang menggemaskan sekaligus menyesakkan.Ketiga Tuan Muda benar-benar tidak mau lepas atau berada jauh dari Rosella sedetik pun. Mereka mengikuti gadis itu layaknya bayangan, sampai Rosella mandi mereka jaga diluar. Hal ini membuat Rosella kesal, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. ​Dua malam hari, dibagi antara Leon dan Lucas sementara, Adrian dilarang keras untuk berebut waktu dengan mereka mengingat Adrian sudah mencuri start di gunung. Adrian hanya bisa mendengus frustrasi dan terpaksa mengalah dengan menahan dendam dalam diam.​Tak terasa, waktu dua hari libur yang singkat itu berlalu begitu cepat. Hari Senin pagi pun tiba, menandakan waktu bagi Rosella untuk kembali ke wilayah perkebunan bawah Toretto Agro-Corp demi melanjutkan sisa masa magangnya.​Saat mobil jemputan resmi perusahaan sudah terparkir di halaman depan mansion, ketiga pria Toretto itu berdiri berjejer di lobi uta

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gara-Gara Rosella Pulang

    Beberapa hari berlalu setelah insiden menegangkan di hutan timur, seluruh rangkaian penelitian lapangan di area pegunungan akhirnya resmi berakhir. Rombongan anak magang beserta para staf pengawas bergerak turun dan kembali ke wilayah perkebunan utama Toretto Agro-Corp.​Rosella tidak pulang dengan tangan kosong. Dia membawa beberapa sampel varietas tanaman merambat dan semak liar unik yang ia temukan di dekat tebing. Selama hari-hari pertama kembali di perkebunan bawah, Rosella mendedikasikan seluruh waktu dan fokusnya di dalam laboratorium botani khusus. Dengan ketelatenan yang luar biasa, ia mengatur kadar kelembaban, komposisi tanah, hingga nutrisi buatan agar tumbuhan gunung tersebut bisa beradaptasi di lingkungan dataran rendah.​Hasilnya sangat mengagumkan. Sementara sampel milik anak magang lain layu atau membusuk karena perbedaan suhu yang ekstrim, tanaman yang dirawat oleh Rosella justru mulai mengeluarkan tunas-tunas hijau baru yang segar. Tumbuhan itu hidup dan berkembang

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Marah

    Mendengar suara perdebatan yang semakin lama semakin jelas, Rosella tidak bisa lagi menahan rasa pening di kepalanya. Fokusnya untuk meneliti urat daun tanaman rambat itu buyar seketika. Dengan gerakan tegas, dia menutup buku catatannya dengan bunyi plak yang cukup keras, lalu meletakkan lensa pembesarnya ke dalam tas selempang.​Maya, teman magangnya yang berada beberapa meter di sampingnya, menoleh bingung. "Ada apa, Rose? Kamu menemukan sesuatu?"​"Maya, kamu duluan saja ikuti rombongan di depan. Ada beberapa sampel tanaman di belakang yang sepertinya terlewat olehku. Aku akan menyusul sebentar lagi," ujar Rosella, mencoba menyunggingkan senyum senormal mungkin.​"Oh, oke. Jangan lama-lama ya, Rose. Udara gunung masih agak rawan," sahut Maya tanpa curiga, lalu berjalan menyusul rombongan anak magang yang mulai menjauh.​Begitu sosok Maya menghilang di balik tikungan jalur timur, senyum di wajah Rosella langsung luntur. Dia membalikkan badannya, melipat kedua tangan di depan dada, d

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Debat Merebutkan Posisi Suami Pertama

    Keesokan harinya, kabut tipis perlahan terangkat dari tempat itu. Sinar matahari pagi yang menerobos celah-celah pepohonan membawa kesegaran baru bagi seluruh perkemahan. Namun, bagi Pak Jason, pagi itu justru diawali dengan kejutan yang hampir membuat jantungnya copot.​Di dalam pos koordinasi darurat, pria paruh baya itu berdiri kaku dengan mata melotot. Di depannya, berdiri tiga orang pria jangkung dengan postur tegap yang luar biasa berwibawa. Leon dan Lucas kini telah mengenakan seragam lapangan resmi Toretto Agro-Corp, lengkap dengan atribut penyamaran masing-masing.​"Sama seperti Adrian, mulai hari ini kami akan memantau jalannya penelitian lapangan. Saya akan mengambil alih posisi sebagai Kepala Keamanan Pusat, dan Lucas akan menjadi Kepala Tim Kesehatan Lapangan," ujar Leon dengan nada bariton yang mutlak dan tidak menerima bantahan. "Jangan bocorkan kedatangan dan identitas asli kami kepada siapa pun di perkemahan ini, Pak Jason."​"T-Tentu... tentu, Tuan," sahut Pak Jason

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gagal Semua

    ​Di dalam tenda komando yang hangat, Adrian sedang memeluk Rosella. Udara di luar sangat dingin namun di dalam tenda justru memanas."Apa sudah lebih hangat?" tanya Adrian. "Sudah Tuan." Jawab Rosella yang semakin menenggelamkan wajahnya ke bidang datar Adrian. Entah dia harus senang apa tidak dengan semua ini, meski magangnya bisa dibilang sedikit hancur tapi dia tidak harus takut menghadapi senior-senior yang memiliki rencana busuk terhadapnya. "Rose." Panggil Adrian. Rosella mendongak, dan bibir manis gadis itu membuat Adrian tak tahan. Tangannya tergerak menyentuh bibir mungil yang menjadi candu buatnya. Tanpa basa basi, Adrian langsung menjatuhkan ciuman ke bibir Rosella, dia melumat habis bibir itu, dan memaksa lidah Rosella bertarung dengan lidahnya di dalam.Dia terus menciumi Rosella, dan tangannya mulai bergerak nakal, membuat Rosella tak berdaya melawan sentuhannya.​"Tuan, jangan... nanti ada yang masuk," bisik Rosella sambil menahan tangan Adrian. ​Adrian hanya ter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Menyusul

    Belum sempat Sarah melancarkan kecurigaannya lebih jauh, tiba-tiba angin kencang berembus menyapu membawa hawa dingin yang luar biasa pekat. Dalam hitungan detik, kabut putih tebal turun dari puncak gunung, bergulung-gulung menutup jarak pandang hingga tersisa kurang dari tiga meter.​Suasana santai di tempat peristirahatan itu seketika berubah menjadi kepanikan. Suara gemuruh guntur mulai terdengar bersahut-bersahutan di langit yang mendadak menggelap.​Pak Jason yang beberapa waktu lalu baru sampai, berlari ke tengah area landai menggunakan pengeras suara darurat. "Semuanya perhatian! Cuaca memburuk secara ekstrem di atas! kita batalkan penelitian, karena rawan longsor! Kita terpaksa bermalam di tempat ini! Segera dirikan tenda darurat sekarang juga!"​Kekacauan tidak dapat dihindarkan, semua orang mulai sibuk membongkar logistik dan mendirikan tenda di tengah terpaan angin yang semakin kencang.​Di tengah situasi darurat itu, Sarah yang masih menyimpan dendam atas kegagalannya tad

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Aku Sudah Gila!

    Rosella terdiam, wajahnya memerah mendengar pertanyaan Adrian yang begitu blak-blakan.Mulutnya ingin menolak, dan mengatakan tidakTapi tubuhnya menginginkan hal lain, tanpa sadar, kepalanya mengangguk pelan nyaris tak terlihat. Senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang penuh kemenangan sekal

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Trauma

    "Lucas, tidak perlu. Kamu yang memeriksa Rosella," ucap Leon sambil menyeka bibirnya dengan serbet dengan tatapan yang tetap datar.Lucas terkejut mendengar penuturan Leon, "Kenapa? Aku dokter, Kak. Sudah tugas ku memeriksa…""Aku sudah meminta kepala pelayan memanggil dokter," potong Leon dengan n

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status