Home / Romansa / Tawanan Tiga Tuan Muda / Kedatangan Toretto

Share

Kedatangan Toretto

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-05-28 12:12:47

Mendengar ucapan Rosella, tawa Sarah dan komplotannya justru semakin meledak keras. Mereka saling berpandangan dan memegangi perut masing-masing, menganggap pernyataan Rosella sebagai lelucon paling konyol yang pernah mereka dengar.

​"Hahaha! Calon istri Tuan Muda Toretto? Hebat sekali khayalanmu, Rose!" ejek keponakan ketua pengelola dengan ekspresi meremehkan. "Mana ada calon istri dari penguasa Toretto Group yang sudi capek-capek menjadi anak magang di perkebunan! Ada ada saja nih anak!

​R
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
ayusriwahyuni2012
Lanjut kakkkk
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kkk gantung 1 bab lg kkk biar gk gantung sarah n semua yg ganggu rose hrs di pecat kk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kedatangan Toretto

    Mendengar ucapan Rosella, tawa Sarah dan komplotannya justru semakin meledak keras. Mereka saling berpandangan dan memegangi perut masing-masing, menganggap pernyataan Rosella sebagai lelucon paling konyol yang pernah mereka dengar. ​"Hahaha! Calon istri Tuan Muda Toretto? Hebat sekali khayalanmu, Rose!" ejek keponakan ketua pengelola dengan ekspresi meremehkan. "Mana ada calon istri dari penguasa Toretto Group yang sudi capek-capek menjadi anak magang di perkebunan! Ada ada saja nih anak! ​Rosella tidak membalas makian itu dengan kata-kata. Wajahnya mendadak berubah sangat datar dan tenang, sebuah ketenangan yang justru menyimpan badai mematikan. Dengan gerakan anggun, dia merogoh saku bajunya, lalu mengeluarkan ponsel, dan langsung menekan sebuah nomor panggilan cepat. ​Hanya dalam dua kali nada sambung, panggilan itu langsung diangkat di seberang sana.​"Tuan... bisakah Anda ke perkebunan sekarang juga? Tolong…" ujar Rosella, suaranya terdengar bergetar namun sarat akan penekana

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Debat

    Dengan air mata yang masih mengalir di pipinya, Rosella menghapus jejak basah itu dengan kasar. Rasa sedihnya kini perlahan menguap, digantikan oleh kobaran amarah yang menuntut keadilan. Tanpa membuang waktu, Rosella melangkah lebar keluar dari rumah kaca menuju ruang administrasi untuk menemui staf senior yang mendapatkan jadwal piket jaga pada hari Sabtu dan Minggu kemarin.​Begitu pintu ruang administrasi didorong terbuka, Rosella langsung berdiri di depan meja mereka. "Mbak, kenapa dengan sistem kelembapan dan nutrisi di meja kompartemen? Tanaman varietas gunung saya mati semua!" protes Rosella dengan suara bergetar.​Mendengar protes tersebut, salah satu senior yang sedang asyik bermain ponsel hanya melirik malas, lalu mendengus kasar. Bukannya merasa bersalah, mereka justru balik memarahi Rosella.​"Hey, anak magang! Tugas kami di perkebunan ini sangat banyak, bukan hanya untuk mengawasi dan mengurus tanamanmu saja! Jangan egois dan manja!" bentak senior itu dengan nada ketus.

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Boleh Menjenguk

    Selama dua hari penuh, mansion mewah keluarga Toretto di London dipenuhi dengan suasana kecemburuan yang menggemaskan sekaligus menyesakkan.Ketiga Tuan Muda benar-benar tidak mau lepas atau berada jauh dari Rosella sedetik pun. Mereka mengikuti gadis itu layaknya bayangan, sampai Rosella mandi mereka jaga diluar. Hal ini membuat Rosella kesal, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. ​Dua malam hari, dibagi antara Leon dan Lucas sementara, Adrian dilarang keras untuk berebut waktu dengan mereka mengingat Adrian sudah mencuri start di gunung. Adrian hanya bisa mendengus frustrasi dan terpaksa mengalah dengan menahan dendam dalam diam.​Tak terasa, waktu dua hari libur yang singkat itu berlalu begitu cepat. Hari Senin pagi pun tiba, menandakan waktu bagi Rosella untuk kembali ke wilayah perkebunan bawah Toretto Agro-Corp demi melanjutkan sisa masa magangnya.​Saat mobil jemputan resmi perusahaan sudah terparkir di halaman depan mansion, ketiga pria Toretto itu berdiri berjejer di lobi uta

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gara-Gara Rosella Pulang

    Beberapa hari berlalu setelah insiden menegangkan di hutan timur, seluruh rangkaian penelitian lapangan di area pegunungan akhirnya resmi berakhir. Rombongan anak magang beserta para staf pengawas bergerak turun dan kembali ke wilayah perkebunan utama Toretto Agro-Corp.​Rosella tidak pulang dengan tangan kosong. Dia membawa beberapa sampel varietas tanaman merambat dan semak liar unik yang ia temukan di dekat tebing. Selama hari-hari pertama kembali di perkebunan bawah, Rosella mendedikasikan seluruh waktu dan fokusnya di dalam laboratorium botani khusus. Dengan ketelatenan yang luar biasa, ia mengatur kadar kelembaban, komposisi tanah, hingga nutrisi buatan agar tumbuhan gunung tersebut bisa beradaptasi di lingkungan dataran rendah.​Hasilnya sangat mengagumkan. Sementara sampel milik anak magang lain layu atau membusuk karena perbedaan suhu yang ekstrim, tanaman yang dirawat oleh Rosella justru mulai mengeluarkan tunas-tunas hijau baru yang segar. Tumbuhan itu hidup dan berkembang

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Marah

    Mendengar suara perdebatan yang semakin lama semakin jelas, Rosella tidak bisa lagi menahan rasa pening di kepalanya. Fokusnya untuk meneliti urat daun tanaman rambat itu buyar seketika. Dengan gerakan tegas, dia menutup buku catatannya dengan bunyi plak yang cukup keras, lalu meletakkan lensa pembesarnya ke dalam tas selempang.​Maya, teman magangnya yang berada beberapa meter di sampingnya, menoleh bingung. "Ada apa, Rose? Kamu menemukan sesuatu?"​"Maya, kamu duluan saja ikuti rombongan di depan. Ada beberapa sampel tanaman di belakang yang sepertinya terlewat olehku. Aku akan menyusul sebentar lagi," ujar Rosella, mencoba menyunggingkan senyum senormal mungkin.​"Oh, oke. Jangan lama-lama ya, Rose. Udara gunung masih agak rawan," sahut Maya tanpa curiga, lalu berjalan menyusul rombongan anak magang yang mulai menjauh.​Begitu sosok Maya menghilang di balik tikungan jalur timur, senyum di wajah Rosella langsung luntur. Dia membalikkan badannya, melipat kedua tangan di depan dada, d

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Debat Merebutkan Posisi Suami Pertama

    Keesokan harinya, kabut tipis perlahan terangkat dari tempat itu. Sinar matahari pagi yang menerobos celah-celah pepohonan membawa kesegaran baru bagi seluruh perkemahan. Namun, bagi Pak Jason, pagi itu justru diawali dengan kejutan yang hampir membuat jantungnya copot.​Di dalam pos koordinasi darurat, pria paruh baya itu berdiri kaku dengan mata melotot. Di depannya, berdiri tiga orang pria jangkung dengan postur tegap yang luar biasa berwibawa. Leon dan Lucas kini telah mengenakan seragam lapangan resmi Toretto Agro-Corp, lengkap dengan atribut penyamaran masing-masing.​"Sama seperti Adrian, mulai hari ini kami akan memantau jalannya penelitian lapangan. Saya akan mengambil alih posisi sebagai Kepala Keamanan Pusat, dan Lucas akan menjadi Kepala Tim Kesehatan Lapangan," ujar Leon dengan nada bariton yang mutlak dan tidak menerima bantahan. "Jangan bocorkan kedatangan dan identitas asli kami kepada siapa pun di perkemahan ini, Pak Jason."​"T-Tentu... tentu, Tuan," sahut Pak Jason

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status