Terjebak dengan Sahabat Ayahku: Balas Dendam

Terjebak dengan Sahabat Ayahku: Balas Dendam

last updateآخر تحديث : 2026-07-23
بواسطة:  Ma Ryمستمر
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
لا يكفي التصنيفات
5فصول
8وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

"Aku mencintaimu dengan segenap hatiku... tapi yang kau pilih justru saudara tiriku sendiri?" Suara Vionne Wallace bergetar menahan kepedihan. Suaminya hanya tertawa dingin. "Tandatangani surat cerainya. Nora adalah wanita yang kucintai. Lagipula, kau bahkan tidak bisa memberiku seorang anak." Dalam satu hari yang menghancurkan hidupnya, Vionne kehilangan segalanya. Suaminya memilih saudara tirinya. Ayahnya membuangnya. Keluarga yang selama ini ia bela dan korbankan justru menyingkirkannya seolah keberadaannya tak pernah berarti. Patah hati dan dipermalukan, Vionne menenggelamkan rasa sakitnya dalam alkohol... lalu terbangun di pelukan seorang miliarder yang sangat tampan setelah satu malam penuh kecerobohan yang nyaris tak bisa ia ingat. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu pria itu lagi. Sampai pria itu melangkah masuk ke rumah besar ayahnya. Satu-satunya pria yang tak pernah bisa dikendalikan oleh ayahnya. Sahabat terbaik ayahnya. Darien. Ketikaorang-orang yangtelah menghancurkan hidup Vionne kembali mencoba mempermalukannya, Darien melakukan sesuatu yang tak pernah disangka siapa pun. Ia mengumumkan bahwa Vionne adalah miliknya. Apa yang bermula sebagai sebuah kerja sama demi balas dendam perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Di balik sikap dingin Darien, tersembunyi seorang pria yang rela melindungi Vionne dengan segala cara. Sementara di balik hati Vionne yang telah hancur, tumbuh seorang wanita yang bertekad bangkit lebih kuat daripada mereka yang pernah mengkhianatinya. Namun balas dendam selalu menuntut harga. Saat rahasia-rahasialama mulai terungkap dan musuh-musuh dari masa lalu kembali menyerang,Vionne menyadari bahwa pria yang mulai ia cintai ternyata juga menyimpan sebuah kebenaranyang mampu menghancurkan segalanya. Akankah cinta mereka mampu bertahan di tengah kebohongan yangmemisahkan mereka? Ataukah mantan suaminya yang berselingkuh baru menyadari semuanya ketika sudah terlambatbahwa wanita yang pernah ia buang kini telah menjadi satu-satunya wanita yang akan ia kejar dan mohon untuk kembali selama sisa hidupnya? Terkadang karma tidak datang mengetuk pintu. Terkadang... karma justru menikahi sahabat terbaik ayahmu.

عرض المزيد

الفصل الأول

Pengkhianatan yang Menghancurkan Segalanya

POV Vionne

Aku berdiri di sudut kamar kami, kedua tangan terlipat erat di depan dada sambil menatapnya. Jantungku berdebar kencang, tetapi bukan lagi seperti dulu saat aku memandangnya. Bukan karena cinta, kehangatan, ataupun harapan.

Detak itu terasa berat.

Dingin.

Seolah setiap denyutnya berusaha mendorong rasa sakit keluar dari tubuhku.

Harrison Worthington.

Pria yang dulu kukira akan menjadi selamanya.

Pria yang kini sedang menutup ritsleting kopernya, seakan tak sabar meninggalkanku.

Suamiku.

Sebentar lagi... mantan suamiku.

Aku bahkan merasa seperti tidak benar-benar berada di dalam tubuhku sendiri. Rasanya seperti sedang menyaksikan sebuah film, seolah hidup orang lain yang sedang hancur berkeping-keping.

Namun nyeri yang mencengkeram dadaku terus mengingatkanku.

Ini hidupku.

Semua ini benar-benar terjadi padaku.

Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun saat melipat pakaian-pakaiannya dengan rapi ke dalam koper. Setiap gerakannya tenang, terukur, tanpa sedikit pun keraguan atau penyesalan.

Yang ada hanya keheningan.

Keheningan yang dingin dan menusuk.

Udara di antara kami terasa begitu mencekik.

"Aku mencintaimu dengan segenap yang kumiliki," ucapku dengan suara serak dan pahit. Suaraku bergetar hebat karena susah payah menahan diri agar tidak runtuh. Bahkan aku hampir tak mengenali suaraku sendiri.

Retak.

Hancur.

Lelah.

"Tapi kau mengkhianatiku. Kau berselingkuh dariku... dengan dia? Dengan Nora?"

Aku tidak berniat mengucapkan namanya dengan kebencian sebesar itu.

Namun aku tak mampu menahannya.

Saudara tiriku.

Wanita yang dulu berbagi kue ulang tahun dan makan malam Natal bersamaku.

Wanita yang berdiri di sampingku pada hari pernikahanku, mengangkat gelas dan memberi selamat atas cinta kami.

Kini...

Dialah alasan pernikahanku berakhir.

Harrison tetap tidak menoleh.

Tangannya bergerak seperti mesin, melipat satu demi satu kemeja sebelum memasukkannya ke dalam koper dengan begitu rapi.

Seolah-olah duniaku tidak sedang runtuh hanya dua langkah darinya.

"Kau sebaiknya menandatangani surat-surat itu, Vionne," katanya akhirnya.

Suaranya dingin.

Hampa.

"Aku sudah meletakkannya di atas tempat tidur."

Pandanganku beralih ke amplop cokelat yang tergeletak di atas ranjang yang tertata rapi. Aku bahkan tidak menyadari keberadaannya sejak tadi.

Tulisan PERJANJIAN PERCERAIAN tercetak jelas di sana.

Seperti sebuah vonis mati.

"Aku sudah membuat keputusan," lanjutnya sambil merapikan kerah salah satu kemejanya sebelum memasukkannya ke koper. "Nora adalah wanita yang kuinginkan. Dia membuatku merasa hidup kembali."

Ucapan itu menghantamku jauh lebih keras daripada yang kubayangkan.

Seolah seseorang menarik tanah dari bawah kakiku.

Lututku melemas.

Aku buru-buru mencengkeram tepi meja rias agar tidak roboh.

Dia memilih Nora.

Bukan aku.

Bukan wanita yang pernah ia sumpahi untuk dicintai dan dilindungi seumur hidup.

Tenggorokanku terasa sesak.

Pandanganku mulai kabur.

Namun aku menolak menangis di depannya.

Aku tidak akan memberinya kepuasan itu.

"Jadi... kau mencintai saudara tiriku?" bisikku.

Kata-kata itu terasa seperti abu di lidahku.

Barulah saat itu ia menoleh.

Dan apa yang kulihat di matanya membuat seluruh tubuhku membeku.

Tidak ada apa-apa.

Tak ada kesedihan.

Tak ada rasa bersalah.

Bahkan kemarahan pun tidak.

Hanya kehampaan.

"Ya," jawabnya pelan sambil mengedipkan mata. "Aku mencintainya."

Aku tak bisa bernapas.

Dadaku terasa sesak.

Paru-paruku seakan menolak bekerja.

Namun aku tetap berdiri di tempatku.

"Kau benar-benar menjijikkan," kataku di sela gigi yang terkatup rapat. "Aku memberikan hatiku. Tubuhku. Masa depanku. Dan beginikah caramu membalas semuanya?"

Ia bahkan tidak bergeming.

"Kau sudah lama berhenti menjadi seorang istri, Vionne."

Kalimat itu...

Menghancurkan segalanya.

"Kau benar-benar keterlaluan," bisikku. "Menurutmu aku berhenti menjadi istri hanya karena aku belum bisa memberimu seorang anak?"

Ia memiringkan kepalanya sedikit.

Seolah kata-kataku sama sekali tidak berarti.

Seolah aku hanya sedang membuat keributan tanpa alasan.

"Kau mandul, Vionne," katanya terus terang.

Nada suaranya datar.

Tidak meninggi.

Tidak pula melembut.

Hanya dingin.

"Kita sudah mencoba selama tiga tahun. Tidak ada hasil. Nora memberiku harapan. Dia menginginkan keluarga. Dan dia bisa memberikannya kepadaku."

Mandul.

Kata itu terus bergema di telingaku.

Seperti jeritan yang tak kunjung berhenti.

Aku ingin melempar sesuatu.

Menghancurkan setiap bingkai foto.

Menghancurkan setiap kenangan yang pernah kami bangun bersama.

Namun aku tetap membeku di tempat.

Bertahan hanya dengan sisa harga diri yang masih kumiliki.

"Menurutmu aku memilih semua ini?" bisikku lirih. "Menurutmu aku ingin terus diperiksa, disuntik hormon, duduk berjam-jam di ruang rumah sakit yang dingin sambil mendengar mereka mengatakan bahwa akulah masalahnya?"

Tetap saja...

Tak ada penyesalan.

Tak ada belas kasihan.

"Kau tidak perlu menjelaskan apa pun," katanya datar. "Semuanya sudah selesai. Aku sudah melanjutkan hidupku."

Aku mundur selangkah dengan tubuh gemetar.

Seolah menjauh darinya bisa mengurangi rasa sakit yang kurasakan.

"Aku harap Nora menghancurkan hidupmu," kataku dengan suara bergetar namun penuh keyakinan. "Aku harap dia mencabik-cabikmu seperti kau mencabik-cabikku."

Rahangnya mengeras sesaat.

Itulah satu-satunya emosi yang berhasil kulihat darinya.

"Kau berselingkuh dengan satu-satunya orang yang kau tahu bisa paling menyakitiku," lanjutku. "Kau bukan hanya mengakhiri pernikahan kita."

"Kau menghancurkannya."

"Kau menginjak-injaknya."

"Kau menghancurkan dirimu sendiri ketika kau berhenti berusaha," bentaknya. "Aku membutuhkan seseorang. Nora ada untukku. Dia mau mendengarkan. Dia peduli. Dia tidak membuatku merasa seperti sedang tenggelam setiap hari."

Saat itulah tanganku bergerak.

Plak!

Tamparan itu menggema keras memenuhi kamar yang sunyi.

Telapak tanganku terasa perih.

Namun aku tidak peduli.

Dia pantas mendapatkannya.

Sepenuhnya.

Ia tidak membalas.

Bahkan tidak bergeming.

Ia hanya menatapku dengan mata yang sama kosongnya.

"Pergi," ucapku tercekat.

"Sekarang."

"Dengan senang hati."

Ia menutup ritsleting koper dalam satu gerakan cepat lalu mengangkatnya.

"Kirim surat yang sudah kau tandatangani kepada pengacaraku."

Dan begitu saja...

Ia pergi.

Tanpa kata perpisahan.

Tanpa menoleh untuk terakhir kalinya.

Pintu tertutup di belakangnya.

Keheningan yang tersisa terasa seperti kematian.

Aku jatuh terduduk di lantai.

Semua beban itu akhirnya menghimpitku hingga tak mampu bernapas.

Aku memeluk diriku sendiri, berusaha menyatukan kembali kepingan-kepingan hatiku.

Namun percuma.

Aku sudah benar-benar hancur.

Kamar itu masih dipenuhi aroma dirinya.

Parfum.

Aftershave.

Aroma pengkhianatan.

Aku duduk di sana selama berjam-jam tanpa mampu bergerak.

Mataku memang kering.

Namun hatiku menangis jauh lebih keras daripada air mata mana pun.

Aku terus menatap kosong ke depan, sementara pikiranku memutar kembali setiap kenangan indah yang pernah kami miliki.

Kini semuanya telah ternoda.

Akhirnya pandanganku jatuh pada foto pernikahan kami yang berada di atas nakas.

Dengan tangan gemetar, aku meraihnya.

Di foto itu kami terlihat begitu bahagia.

Begitu saling mencintai.

Aku masih ingat pernah berpikir bahwa tatapan Harrison saat itu seolah mengatakan akulah seluruh dunianya.

Kini aku tahu...

Semua itu hanyalah kebohongan.

Aku menatap foto itu hingga pandanganku mulai kabur.

Lalu...

Tanpa sempat berpikir lagi,

aku melemparkannya ke seberang ruangan.

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
5 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status