Share

Keterlaluan!

Author: CitraAurora
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-08 10:08:36

"Tuan Leon, bangun! Hiks... kumohon bangun! Jangan tinggalkan aku!" jerit Rosella semakin histeris. Dia menjatuhkan wajahnya di atas dada Leon, menangis tersedu-sedu hingga air matanya membasahi kain baju pasien yang dikenakan pria itu.

​"Maafkan aku, Tuan... maaf karena aku sudah bodoh dan meragukanmu. Aku tidak akan pernah mengabaikanmu lagi. Aku berjanji! Jadi kumohon, buka matamu..." bisik Rosella di sela isak tangisnya yang memilukan. Dia mendekap tubuh kaku itu dengan erat, merasa duniany
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
iya ya kak
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
tp kkk akhirnya dia yg menang banyak
goodnovel comment avatar
CitraAurora
kasian tpi kak dia hajar habis habisan
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Berebutnya Dimulai Lagi

    Proses hukum untuk Kian berjalan tanpa hambatan. Dengan bukti-bukti berlapis yang dikumpulkan oleh anak buah Toretto, pria itu resmi diserahkan ke pihak berwajib untuk mendekam di balik jeruji besi dalam waktu yang sangat lama.​Namun, sebelum berkas kasus itu benar-benar ditutup, Rosella menemui Lucas di ruangan dokternya. Dengan pandangan mata yang penuh permohonan, Rosella meminta Lucas untuk memindahkan dan merawat kakak Kian, Victor, di bawah fasilitas medis terbaik milik Toretto bersaudara.​"Kian memang bersalah dan harus dihukum, Tuan Lucas. Tapi kakaknya tidak tahu apa-apa. Kian melakukan semua ini karena dia putus asa dan dibutakan oleh dendam," ujar Rosella lembut saat itu.Beberapa waktu berpikir Rosella memutuskan untuk menghilangkan dendam terhadap Kian, toh pria itu sudah menerima atas perbuatannya. ​Lucas tidak bisa menolak permintaan kekasihnya. Demi menyenangkan hati Rosella, sang dokter Toretto itu langsung memerintahkan tim psikiater terbaik untuk menangani dan me

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Bertemu Kian

    ​Rosella setengah berlari menuju toilet sambil memegangi perutnya, meninggalkan Adrian dan Lucas yang kini kompak menyentuh pipi mereka masing-masing dengan senyuman bodoh yang menghiasi wajah tampan mereka. Kecupan singkat dari Rosella sukses membuat dua pria dewasa yang biasanya dihormati di kampus dan rumah sakit itu mendadak salah tingkah sendiri.“Manis sekali.” ​Sekitar sepuluh menit kemudian, Rosella keluar dari toilet dengan nafs lega. Namun, begitu dia melangkah kembali ke area utama kamar, suasana hangat yang ditinggalkannya tadi telah menguap tanpa sisa.​Adrian dan Lucas sudah berdiri tegak di dekat sofa, tidak ada lagi senyuman manja di wajah mereka. Tatapan mata kedua Tuan Muda itu telah berubah menjadi teramat serius dan dingin. ​Di depan pintu kamar, sosok Rama baru saja melangkah masuk dengan wajah serius. Dia membawa sebuah map jinjing hitam di tangannya, memancarkan aura formal yang menandakan adanya urusan yang mendesak.​Melihat kedatangan Rama dengan ekspresi s

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Posesif Banget

    Mendengar celetukan Lucas, Leon yang kelopak matanya sudah mulai terasa berat akibat efek obat dosis tinggi langsung membelalakkan matanya kembali. Dia menatap Lucas dengan pandangan membunuh. ​"Jangan bermimpi, Lucas," desis Leon dengan suara baritonnya. "Berani kamu membuat drama cium mencium, aku akan mengakuisisi rumah sakit ini dan memecatmu, biar saja kamu menganggur."​Lucas seketika mengerucutkan bibirnya, sementara Adrian hanya mendengus geli melihat bagaimana seorang CEO Toretto Group yang biasanya ditakuti seantero London, kini mendadak berubah menjadi macan yang kekanak-kanakan di atas brankar rumah sakit.​Meskipun rasa kantuk yang teramat hebat mulai menyerang kesadarannya tanpa ampun, Leon sekuat tenaga menolak untuk memejamkan mata. Tangan besarnya bergerak posesif, mencengkram erat pergelangan tangan Rosella lalu menariknya hingga menempel di atas dadanya. Dia mengunci pergerakan Rosella, memastikan gadis itu tidak akan bisa bergeser barang satu jengkel pun untuk me

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Cara Minum obat Yang Mengejutkan

    Setelah Adrian Lucas pergi, ​Rosella masih memalingkan wajah, dia melipat kedua tangannya di dada dengan bibir yang maju ke depan.Dia mati-matian menyembunyikan rona merah di pipinya yang belum sepenuhnya pudar akibat rasa malu.​Leon menatap samping wajah Rosella dengan tatapan yang teramat dalam. Perlahan, tangan besarnya yang terpasang selang infus bergerak pelan, menyentuh tangan Rosella dan menggenggamnya, kali ini dengan usapan yang lembut.​"Rose lihat aku," bisik Leon, suaranya terdengar lemah. ​Rosella sempat mendengus kecil, namun magnet dari suara itu perlahan membuatnya menoleh. Begitu pandangan mereka bertemu, Rosella tertegun. Tidak ada lagi binar jenaka atau seringai menyebalkan yang tadi Leon tunjukkan saat mengerjainya.Sepasang mata milik Leon kini memancarkan rasa bersalah. ​"Kemarilah." ucap Leon lirih.Leon menggeser posisi duduk Rosella agar semakin merapat ke sisi brankarnya. Tangan hangatnya beralih menyentuh punggung Rosella dengan gerakan pelan. ​"Punggun

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Keterlaluan!

    "Tuan Leon, bangun! Hiks... kumohon bangun! Jangan tinggalkan aku!" jerit Rosella semakin histeris. Dia menjatuhkan wajahnya di atas dada Leon, menangis tersedu-sedu hingga air matanya membasahi kain baju pasien yang dikenakan pria itu.​"Maafkan aku, Tuan... maaf karena aku sudah bodoh dan meragukanmu. Aku tidak akan pernah mengabaikanmu lagi. Aku berjanji! Jadi kumohon, buka matamu..." bisik Rosella di sela isak tangisnya yang memilukan. Dia mendekap tubuh kaku itu dengan erat, merasa dunianya benar-benar runtuh jika Leon pergi selamanya.​Namun, di tengah-tengah tangisan histeris Rosella yang memilukan itu, suara grafik monitor jantung di samping brankar yang semula berbunyi lemah secara konstan, tiba-tiba berubah ritme menjadi detak yang sangat normal dan stabil.​Bersamaan dengan itu, Rosella merasakan sebuah tangan besar yang terasa hangat perlahan bergerak, lalu mendarat lembut di atas kepalanya, mengelus rambutnya yang berantakan dengan sangat pelan.​"Janji, ya? Jangan mengab

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Diambang Kematian

    “Kak Leon.” Teriak Adrian.“Lucas kita harus segera ke rumah sakit.” Tanpa membuang waktu, Adrian dan Lucas langsung membawa Leon dan Rosella ke rumah sakit. ​Kian dan sisa anak buahnya yang sudah tak berdaya diseret kasar oleh anak buah Toretto untuk diinterogasi lebih lanjut, namun fokus utama Toretto bersaudara saat ini hanyalah keselamatan dua nyawa yang paling berharga bagi mereka.​Setibanya di rumah sakit, lampu koridor ruang operasi menyala merah. Tim dokter terbaik dikerahkan secara penuh. ​Setelah pemeriksaan intensif, Lucas bisa sedikit bernafas lega mengenai kondisi Rosella. Beruntung, kursi kayu yang dihantamkan Kian ternyata sudah lapuk dimakan usia, sehingga tidak menyebabkan cedera fatal pada tulang punggungnya. Rosella tidak sadarkan diri murni karena hantaman keras dan rasa syok. ​Namun, kondisi Leon jauh dari kata baik. Sang penguasa London itu menerima luka yang sangat serius akibat menahan pukulan bertubi-tubi tanpa perlawanan. Ada pendarahan dalam di perutnya,

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Trauma

    "Lucas, tidak perlu. Kamu yang memeriksa Rosella," ucap Leon sambil menyeka bibirnya dengan serbet dengan tatapan yang tetap datar.Lucas terkejut mendengar penuturan Leon, "Kenapa? Aku dokter, Kak. Sudah tugas ku memeriksa…""Aku sudah meminta kepala pelayan memanggil dokter," potong Leon dengan n

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status