Teilen

Robin Datang

last update Veröffentlichungsdatum: 15.05.2026 16:42:08

“Tuan Robin, Nona Rose sakit di mansion Toretto.” Lapor asisten Robin.

Robin yang sedang memegang berkas langsung meletakkannya.

“Adikku sakit apa?” Tanya Robin dengan raut wajah yang mulai panik.”

"Saya dengar Nona Rosella sakit cukup parah hingga dokter spesialis harus datang."

​Tanpa sepatah kata lagi Robin bangkit dari tempat duduknya.

“Siapkan jet pribadi malam ini kita ke London.” Katanya lalu berjalan keluar.

Di sisi lain di kamar Rosella, suasananya lebih tenang. Leon duduk di tepi
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (3)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
gak kebayang endingnya ini bakal dinikahin semua nya atau cuma sama lukaa wkwkwk.
goodnovel comment avatar
CitraAurora
hehe iya kak
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
leon terang2 ngan ahh bilang bercinta di bab ni sanga2 hangat
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kencan Buta

    Setelah memastikan Rosella dalam keadaan aman di bawah pengawasan ketat trio Toretto di London, Robin Anderson akhirnya kembali ke Liverpool. Namun, kepulangannya tidak disambut dengan ketenangan. Begitu menginjakkan kaki di mansion, ia langsung disambut oleh perintah negara dari Mommy dan Daddy Anderson. Sebuah kencan buta dengan Clarissa, putri tunggal seorang pengusaha berlian. “Kalau kamu menurut tidak perlu kami adakan kencan buta seperti ini Robin, besok kamu harus berpakaian pantas, dan ajak di pulang ke mansion.” Kata Daddy. “Baik Dad.” Sahut Robin lemas. Di ruang kerjanya, ​Robin menghela nafas panjang. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut. "Mereka benar-benar tidak sabar ingin punya menantu," gumamnya.​Jeremy, asisten setianya, masuk dengan tablet di tangan. "Tuan, kencan buta dijadwalkan lusa di Grand Diamond Restaurant. Nona Clarissa meminta Anda menjemputnya dengan mobil koleksi terbaru."​Robin menyeringai tipis, sebuah seringai yang membuat Jeremy merasa ada sesuat

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Robin Datang

    “Tuan Robin, Nona Rose sakit di mansion Toretto.” Lapor asisten Robin. Robin yang sedang memegang berkas langsung meletakkannya. “Adikku sakit apa?” Tanya Robin dengan raut wajah yang mulai panik.” "Saya dengar Nona Rosella sakit cukup parah hingga dokter spesialis harus datang."​Tanpa sepatah kata lagi Robin bangkit dari tempat duduknya.“Siapkan jet pribadi malam ini kita ke London.” Katanya lalu berjalan keluar. Di sisi lain di kamar Rosella, suasananya lebih tenang. Leon duduk di tepi ranjang sembari menyuapi Rosella potongan buah pir. Adrian duduk di sofa ujung ranjang sembari membacakan sebuah novel klasik, sementara Lucas sibuk memeriksa denyut nadi Rosella setiap sepuluh menit sekali, sebuah tindakan yang sebenarnya berlebihan untuk sekadar masuk angin.​"Tuan Leon, saya sudah kenyang," protes Rosella lembut saat Leon mencoba menyodorkan potongan buah terakhir.​"Satu lagi, Rosella, tubuhmu butuh nutrisi agar tidak mual lagi," bujuk Leon dengan nada suara yang sangat mani

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Lupa Kalau Dirinya Juga Dokter

    Suasana di lantai atas Mansion Toretto benar-benar kacau pagi itu. Bunyi langkah kaki yang terburu-buru dan suara mual yang kembali terdengar dari arah kamar mandi membuat kamar tersebut seolah sedang dilanda bencana besar.Rosella kembali muntah-muntah, wajahnya yang cantik kini pucat pasi dengan keringat dingin yang membasahi keningnya.​Lucas, sang dokter muda yang biasanya selalu tenang saat menghadapi pasien di rumah sakit, kini benar-benar kehilangan kewarasannya. Dia mondar-mandir di depan pintu kamar mandi Rosella layaknya setrika panas. Tangannya tak berhenti meremas ponsel, sesekali ia menggigit ibu jarinya dengan raut wajah yang luar biasa tegang.​"Tenanglah, Lucas. Kamu membuat kepalaku pening," tegur Leon yang duduk di sofa sembari memijat pangkal hidungnya. Ia sendiri sebenarnya panik, tapi melihat tingkah adiknya, rasa peningnya jadi berlipat ganda.​"Bagaimana aku bisa tenang, Kak?! Jika dia kenapa-napa Robin Anderson akan datang ke sini membawa senapan mesin!" sahut

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Anak Ini Milik siapa?

    Suasana ruang makan di Mansion Toretto yang biasanya dipenuhi dengan candaan ringan dan adu mulut kecil antara ketiga Tuan Muda, seketika berubah menjadi senyap yang mencekam.Pagi itu, cahaya matahari yang masuk melalui jendela besar tampak begitu cerah, namun tidak bagi penghuninya.​Semuanya bermula ketika Rosella hendak menyuapkan potongan ikan salmon panggang ke mulutnya. Tiba-tiba, ia meletakkan garpunya dengan kasar, menutup mulut dengan telapak tangan, dan bergegas lari menuju wastafel di sudut dapur.​Suara mual yang tertahan itu bagaikan dentum lonceng kematian bagi telinga Leon, Adrian, dan Lucas. Ketiganya membeku di kursi masing-masing, saling pandang dengan raut wajah yang sulit diartikan.​Lucas, yang paling peka sebagai seorang dokter, adalah yang pertama bangkit. Ia menghampiri Rosella yang masih tampak pucat sembari mengusap punggung gadis itu dengan lembut.​"Sayang, kamu sakit? Wajahmu pucat sekali," tanya Lucas, suaranya terdengar sedikit gemetar meski ia mencoba

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Jodoh Buat Robin

    ​Suatu siang, sebuah panggilan video masuk ke ponsel Rosella. Di layar muncul wajah Mommy dan Daddy Anderson yang berada di Liverpool. Wajah mereka tampak cemas namun penuh harap.​"Anakku, Rose," sapa Mommy dengan lembut. "Kami butuh bantuanmu. Kamu tahu kan, Kakakmu Robin itu keras kepala sekali. Kami sudah memintanya berkali-kali untuk mulai memikirkan pernikahan. Anderson Group butuh ahli waris, kami butuh suara tawa bayi di mansion ini, tapi dia selalu menghindar dengan alasan pekerjaan."​Daddy menimpali, "Hanya kamu yang bisa meluluhkan hatinya, Rose. Tolong bujuk Kakak kamu. Katakan padanya bahwa membangun keluarga tidak akan menghambat apapun termasuk karir."​Rosella mendesah pelan, dia tahu betapa protektifnya Robin padanya hingga terkadang mengabaikan kehidupan asmaranya sendiri. "Baiklah, Mom, Dad. Rose akan coba bicara dengan Kak Robin malam ini."​Malam itu, Robin datang ke Mansion Toretto untuk menjenguk sang adik sekalian makan malam di mansion Toretto.Saat mereka du

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Keributan Di Kampus

    Pagi itu, suasana di pelataran kampus yang biasanya tenang mendadak gempar. Sebuah konvoi mobil mewah berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di lobi utama gedung fakultas. Mahasiswa yang sedang berlalu lalang seketika berhenti, mengira ada pejabat negara atau tamu agung yang datang.​Pintu mobil terbuka, dan pemandangan yang terlihat seolah keluar dari film layar lebar. Tiga Tuan Muda Toretto—Leon yang karismatik, Adrian yang cerdas, dan Lucas yang menawan—turun secara bersamaan. Namun, perhatian utama bukan pada mereka, melainkan pada sosok gadis di tengah mereka. Ya itu adalah Rosella.​Rosella mengenakan pakaian kasual namun berkelas, rambutnya tertata rapi, dan auranya memancarkan keanggunan seorang putri. Dia tampak sedikit risih dan malu karena menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata.​"Tuan, sebenarnya saya bisa jalan sendiri dari gerbang," bisik Rosella pelan.​"Tidak ada jalan jauh untukmu mulai hari ini, Rose," jawab Leon tegas sembari menggandeng tangan kanannya.​"Dan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Ini Rosella

    Rosella menggeleng pelan, tangannya mencengkeram bahu Lucas dengan erat. "Saya takut."Lucas tertawa lembut mendengar jawaban jujur itu. Tangannya berhenti bergerak, menatap wajah Rosella yang memerah dengan tatapan penuh kelembutan."Takut kenapa, sayang?" tanyanya sambil mengusap pipi Rosella den

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Uuuhhh Rosella...

    Di kamar mandi, Adrian berdiri di bawah shower dengan air dingin mengalir membasahi tubuhnya.Pikirannya tidak pada air dingin ini tapi melayang pada Rosella.Di tengah kesulitan menjadi budak tapi Rosella masih ingin belajar, dan matanya sangat berbinar melihat buku dan Adrian tersenyum tipis meli

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status