Share

Buruk Sangka

Author: CitraAurora
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-23 21:36:17

Di tempat terpisah, tepatnya di gedung megah Pratama Group, David Pratama duduk santai di ruang kerjanya. Ia baru saja menerima laporan dari asisten pribadinya bahwa proposal kerja sama yang diajukan oleh pihak Dewa Erlangga telah resmi ditolak mentah-mentah.

​Mendengar laporan tersebut, sudut bibir David terangkat, membentuk senyuman miring penuh kepuasan. "Mau kerja sama denganku? Jangan harap!" gumam David dingin.

​Asisten tampannya yang berdiri di depan meja kerja menatap David dengan raut
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
Sabar kak Herawati.. Mungkin Alea ada alasan untuk tetap bertahan dengan Suaminya hehe.. Makasih ya kak udah mau berkomentar...
goodnovel comment avatar
Herawati Wiria
bodoh alea, keluar aja dr rumah itu....aah lupa namanya juga novel pd gak masuk akal....hadeuuuh
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Terapi Gila Atasanku   Kenapa Tubuh Kamu Dingin Sekali

    David pun kembali melangkah masuk ke dalam kamar. Melihat Alea yang sudah terlelap di atas ranjang, air mata pria itu kembali tumpah tak tertahankan. Apalagi saat matanya menangkap tubuh sang istri yang kini begitu kurus kering, akibat gerogotan penyakit mematikan itu.​David menjatuhkan diri, duduk bersimpuh di lantai tepat di sisi ranjang Alea. Jarinya yang gemetar menggenggam erat tangan dingin sang istri.​"Maafkan aku, Sayang..." ucap David parau, kata-kata penuh penyesalan itu terus terucap dari bibirnya yang bergetar. Bayangan kenangan indah masa lalu mereka tiba-tiba berkelebat di benaknya, semakin meremukkan hatinya yang telah hancur berkeping-keping. "Jangan tinggalkan aku, ya... Aku mohon, beri aku kesempatan untuk menebus semuanya..." lanjutnya memohon.​Didorong keputusasaan yang teramat sangat, malam itu juga David menghubungi rekan-rekan dokter spesialis kanker terbaik dari luar negeri. Ia berniat mendatangkan tenaga medis kelas dunia demi menyembuhkan Alea. Namun, jawa

  • Terapi Gila Atasanku   Pengakuan Yang Menyakitkan

    Di sisi lain, suasana dingin dan penuh duka menyelimuti kediaman David. Alea akhirnya sudah dibawa pulang dari rumah sakit—lebih tepatnya, ia yang memaksa untuk dirawat di rumah saja. Wanita itu sudah berada di titik pasrah sepenuhnya pada penyakit kanker stadium akhir yang menggerogoti tubuhnya. Di dalam hatinya, Alea meratapi kenapa saat di rumah sakit kemarin ia tidak meninggal saja. Ia sudah terlalu lelah dengan kehidupannya, lelah dengan pernikahan ini, dan teramat lelah menghadapi David. Ia hanya ingin pergi dengan tenang, itu saja yang diharapkannya.​"Kamu harus terus minum obatnya biar cepat sembuh, Alea..." kata David lirih sambil menyodorkan segelas air dan beberapa butir obat.​"Tidak usah repot-repot," jawab Alea dingin tanpa menatap suaminya.​"Aku benar-benar tidak tahu kalau waktu itu kamu meminta uang untuk menebus obat-obatan ini..." ucap David penuh penyesalan.​Alea tersenyum sumbang. "Tak masalah. Lagipula, bukankah kematianku adalah hal yang selama ini paling kam

  • Terapi Gila Atasanku   Kepolosan Devan

    "Mendekat kek aku dipeluk kek terus sambil bilang apa yang romantis... kan enak. Ini malah terus menjauh. Nanti kalau kamu jatuh, baru tahu rasa!" omel Fira panjang karena kesal melihat ketidakpekaan tunangannya.​"Maaf ya, Fir. Tapi kan kita belum—"​Belum sempat Devan merampungkan kalimat klisenya, Fira langsung mendaratkan jari telunjuknya di bibir pria itu untuk membungkamnya.​"Astaga, Mas, Mas! Kamu ini hidup di era modern, bukan di era nenek moyang zaman dulu!" protes Fira jengkel.​"Ya sudah, ya sudah..." Devan akhirnya mengalah. Dengan gerakan canggung, ia menggeser tubuhnya mendekat, lalu melingkarkan tangan memeluk Fira—meski dengan postur kaku dan mata terpejam rapat.​Melihat sikap Devan yang seperti sedang menahan beban hidup itu, Fira hanya bisa menghela napas dalam-dalam. Ia pun menepis tangan Devan dari tubuhnya. "Kamu memang benar-benar nggak peka! Heran aku punya calon suami selurus ini," gerutu Fira kesal.​Gadis itu lantas bangkit dari ranjang, berjalan ke meja n

  • Terapi Gila Atasanku   Gak Peka Gimana Sih?

    Di dalam mobil, Devan tampak jauh lebih tegang dari biasanya. Jarinya mencengkeram kemudi cukup erat, membuat Fira yang duduk di sampingnya memandangnya heran.​"Kamu kenapa sih, Mas?" tanya Fira memecah keheningan.​"Aku nggak enak saja sama Pak Dewa. Pasti mereka akan berpikiran yang macam-macam tentang kita," jelas Devan jujur. ​Mendengar kekhawatiran itu, Fira justru tertawa renyah. "Kamu ini polos sekali sih, Mas! Sekali-kali melakukan sesuatu yang sedikit melenceng kenapa sih memangnya? Kita itu manusia biasa, bukan malaikat," kata Fira santai.​Devan menoleh sekilas ke arah Fira sebelum kembali memfokuskan pandangan ke jalan. "Tapi... apakah kamu nggak merasa gimana gitu?"​"Merasa gimana-gimana sih, Mas? Maksud kamu apa?" tanya Fira yang gagal paham dengan arah pembicaraan tunangannya.​"Ya maksudku... kita kan mau bermalam bersama," ujar Devan kikuk.​Fira terkekeh pelan. "Mas, bukankah sebelumnya aku juga pernah menginap di apartemen kamu?"​Devan langsung menggaruk kepalan

  • Terapi Gila Atasanku   Bertunangan

    "Iya, Mas... aku serius," bisik Alya lembut penuh keyakinan.​Kali ini, Dewa benar-benar bermain dengan tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian tertinggi. Bahkan saat memberikan rangsangan awal, ia melakukannya dengan begitu telan dan penuh kesabaran, memastikan setiap inci pergerakannya tidak memicu reaksi negatif pada tubuh sang istri.​Begitu dirasa perut Alya tetap rileks dan sama sekali tidak ada tanda-tanda kram, Dewa perlahan melanjutkan aksinya. "Apa sakit, Sayang?" bisiknya di sela napas yang memburu.​"Tidak, Mas..." jawab Alya pelan.​Dewa pun menyatukan miliknya sedikit demi sedikit hingga masuk dengan sempurna ke dalam dekapan hangat milik sang istri.​"Pelan-pelan ya... jangan terlalu dalam," pinta Alya dengan jari yang meremas erat bahu suaminya.​Dewa mengangguk patuh. Ia memulai ritmenya dengan gerakan yang sangat lembut, lambat, dan terukur. Meskipun tempo yang digunakan begitu lambat, gelombang keintiman dan kenikmatan yang mereka rasakan justru begitu membuai. Tak be

  • Terapi Gila Atasanku   Kalau Kamu Pengen Kita Bisa Mencobanya

    "Apa?" ​Kedua bola mata Dewa terbelalak lebar, menatap sang istri dengan rasa tak percaya. "Memiliki wanita lain? Astaga, Sayang... dari mana kamu bisa memiliki pikiran seliar itu, hah?" tanya Dewa kaget setengah mati. ​Alya sontak melepaskan pelukannya, lalu menatap sang suami dengan bibir mengerucut kesal. "Buktinya, kemarin aku melihat ada satu set perhiasan mewah di dalam mobilmu! Aku kira itu untukku... Tapi ternyata itu bukan untukku, kan? Itu pasti untuk wanita lain!" cecar Alya dengan nada cemburu yang kentara. ​Mendengar jawaban itu, ekspresi wajah Dewa seketika berubah. Sesaat ia terkejut, sebelum akhirnya menyadari bahwa set perhiasan untuk klien yang dibeli Devan ternyata disalahpahami oleh istrinya sebagai hadiah perselingkuhan. Tak kuasa menahan geli, Dewa pun mendadak tertawa terbahak-bahak. ​Tawa itu justru membuat Alya semakin jengkel dan merengut sebal. "Tuh kan! Kenapa malah tertawa?! Apa ada yang lucu?!" tanyanya sinis dengan mata menyipit. ​"Habisnya... kamu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status