"Kamu ini sebenarnya wanita seperti apa, Alya? Dua tahun menikah, tapi kamu belum juga bisa memberikan Rehan keturunan!"Baru semalam mengalami hal yang memalukan, pagi ini Alya diserang oleh ibu mertuanya. Suara lantang wanita paruh baya itu menggema di meja makan. Alya hanya bisa menunduk dalam-dalam, mengaduk tehnya yang sudah dingin. "Ma, jangan mulai lagi," potong Rehan datar, tanpa berniat membela Alya lebih jauh. Pria itu menyapu mulutnya dengan serbet, lalu berdiri. "Bagaimana Mama tidak mengomel? Teman-teman Mama sudah menimang cucu! Kamu juga, Rehan, kenapa tidak sat-set buat anak?" cecar Mamanya lagi. Rehan tidak menjawab. Pria itu hanya menatap Alya dengan pandangan dingin dan asing, tatapan yang sama selama dua tahun ini. Sejak awal dijodohkan oleh keluarga, Rehan tak pernah sudi menyentuh Alya sedikit pun. Hatinya telah terkunci rapat untuk wanita lain yang pernah meninggalkannya di masa lalu, membuat rumah tangga mereka tak ubahnya seperti sangkar es.
最後更新 : 2026-08-10 閱讀更多