Compartilhar

107. Tak Peduli

Autor: Angsa Kecil
last update Data de publicação: 2026-10-08 16:59:35
“Ini semua pasti ada campur tangan dari istrimu itu, kan? Si Megha itu yang mengarahkanmu buat merusak nama baik Veronica. Kurang apa Veronica yang masih mau menunggumu bercerai dengan istri palsumu itu?!”

Rianti langsung menimpali dengan wajah sewot, “Benar kata Om Jefri, Bima! Semua kekacauan ini pasti gara-gara perempuan itu! Sejak Megha masuk ke rumah ini, tidak ada satu hari pun tanpa masalah! Bima, kamu itu sudah dibutakan sama dia! Jangan sampai melewati batas dan jangan pakai perasaan.
Angsa Kecil

di I❤️g Angsa Kecil/ angsakecil88 ada versi vidio nya loh

| 2
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   112. Kamu Lagi

    Bima yang mendengar pertanyaan itu langsung menegakkan tubuhnya, membuka mulut hendak menyela. “Paman, masalah penampilan itu—” “Biar Megha sendiri yang menjawab, Bima,” potong pengacara kakek, menghentikan kalimat Bima di udara. Megha menata posisi duduknya, menatap mata pengacara itu. “Saya hanya menempatkan diri pada porsi yang tepat. Saya pribadi tidak pernah merasa sebagai wanita yang sangat cantik. Namun, jika almarhum Kakek Mavendra masih ada saat ini dan melihat saya membiarkan diri tampil buruk di depan publik dengan status sebagai istri Bima, bukankah hal itu justru akan memberikan kesan dan nama buruk untuk keluarga besar ini?” Danu memajukan tubuhnya, mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja dengan raut wajah kesal. “Pak, jangan biarkan retorika manis perempuan ini mengelabui Anda! Perubahan instan ini jelas bukti manipulasi syarat warisan dari awal!” “Benar!” sela Rianti dengan nada mendesak. “Sejak awal dia memang menyembunyikan identitas dan wujud aslinya! Bima sudah meman

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   111. Cewek Tengil tapi Garang

    “Jangan mimpi!” teriak Kyra.Sebelum tubuhnya terlempar, Kyra dengan cerdik mengangkat lutut kanannya, mengarah langsung ke paha dalam Varen.DUK!“Akkkk!” Varen meringis kesakitan, pegangannya melemah seketika. Kyra tidak menyia-siakan celah. Dia memutar tubuhnya di dalam cengkeraman Varen, mengambil alih posisi, lalu menarik lengan Varen ke belakang punggung dalam gerakan shoulder throw yang sempurna.Brakkk!Tubuh jangkung Varen terhempas keras ke atas matras ring. Varen terlentang, menatap langit-langit dengan napas memburu dan dada naik turun hebat.“Heh, ini yang kamu sombongkan? Ah, nggak seru sama sekali. Aku kira akan dapat lawan lumayan, ternyata cuma kelas receh!”Darah Varen makin mendidih.Kyra sudah berlutut di sampingnya, menekan dada Varen dengan satu lututnya dan menahan leher pria itu dengan satu tangan.“Checkmate!” bisik Kyra, menunduk dengan senyum miring yang sangat puas.Varen menatap mata nyalang wanita di atasnya. Rasa panas di dadanya akibat kekalahan dari B

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   110. Main Sendiri

    DUK!“Argghh!”Lalu, Varen menyandarkan dahinya pada samsak dan dan memegang dan menekannya.Dada pria itu naik turun menahan rasa sakit yang tidak cuma berasal dari fisiknya. Dia mencintai Megha. Sangat mencintainya. Tapi melihat Megha yang justru memilih berdiri membela Bima, pria yang jelas-jelas memanfaatkan wanita itu. Membuat Varen merasa menjadi pria paling tidak berguna. Ponsel Varen yang tergeletak di atas bangku penonton bergetar nyaring. Varen melangkah gontai, melepas sarung tinjunya dengan gigi, lalu mengangkat panggilan tanpa melihat layar.“Apa?” sapa Varen kasar.“Varen.” Suara Om Jefri terdengar dari seberang telepon. “Aku tahu kamu baru saja baku hantam dengan Bima. Kamu mau Megha lepas dari pria itu, kan?”Varen menegang. Matanya menyipit tajam. “Jangan coba-coba memanfaatkanku, Om Jefri.”“Aku tidak memanfaatkanmu,” kekeh Jefri sinis. “Aku cuma menawarkan kerja sama. Besok pagi Bima dipanggil pengacara Kakek Mavendra. Kalau kita berhasil membuat status pernikaha

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   109. Mau Lari ke Mana, Megha

    Sekali tarik, tubuh Megha berbalik dan membentur dada keras Bima.“Mau lari ke mana, Megha?” bisik Bima tepat di samping telinganya. Tangannya yang lain menyangga punggung Megha agar tidak hilang keseimbangan. “Di rumah ini, kamu tidak akan bisa lari dariku.”Jantung Megha berdegup kencang. Posisi mereka yang terlampau dekat membuat napas Bima menyapu kulit lehernya. Gemas, panik, dan geli bercampur jadi satu. Tanpa ragu, tangan Megha bergerak ke pinggang Bima dan mencubitnya sekuat tenaga.“Rasakan!” Megha tersenyum tipis puas.“Aww! Megha!” Bima meringis tajam, refleks melepas pegangannya sambil memegang pinggangnya yang kesakitan.Megha memanfaatkan celah itu untuk meloncat turun satu anak tangga dan berlari menuju kamar. “Itu penalti untuk tangan dan mulutmu yang tidak bisa diam!”Bima menatap punggung Megha yang menghilang di balik pintu kamar, lalu terkekeh pelan. Pria itu lalu mengusap pinggangnya yang masih terasa panas bekas cubitan Megha, sambil menyusul langkah wanita itu

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   108. Dengan Tanpa Dosa

    “Mengapa tidak bawa pulang Veronica sekarang dan mengajarinya cara bermain yang lebih elegan? Bukankah drama receh di kamar?” Bima makin nekat. “Om, terserah kalian mau menamakan pernikahanku ini bagaimana dan bilang Megha tidak sah, yang pasti soal perjodohanku dan Vero itu bukan kemauanku. Dan aku belum ada niat ganti istri!”Mata Megha menegang lebar dengan napas tertahan, dia pelan menoleh menatap sisi wajah tegas suaminya. Dadanya berdenyut hebat tak karuan, dengan desiran hangat.“Kamu!” Jefri menunjuk Bima dengan jari bergetar. “Kalian berdua benar-benar tidak tahu diri! Dalam klausa surat warisan Kakek Mavendra, syarat untuk mengklaim hak kontrol penuh adalah memiliki istri dari latar belakang sederhana dan tidak menonjol!”“Itu, Benar dan tidak ada kesalahan di awal pernikahan, Om Jefri!” Megha tak mau diam saja. Makin kesal dia.Mata Jefri menajam dengan geraman. “Lihat istrimu ini! Dia sudah berani bertingkah, berani melawan, dan penampilannya sama sekali tidak mencerminkan

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   107. Tak Peduli

    “Ini semua pasti ada campur tangan dari istrimu itu, kan? Si Megha itu yang mengarahkanmu buat merusak nama baik Veronica. Kurang apa Veronica yang masih mau menunggumu bercerai dengan istri palsumu itu?!” Rianti langsung menimpali dengan wajah sewot, “Benar kata Om Jefri, Bima! Semua kekacauan ini pasti gara-gara perempuan itu! Sejak Megha masuk ke rumah ini, tidak ada satu hari pun tanpa masalah! Bima, kamu itu sudah dibutakan sama dia! Jangan sampai melewati batas dan jangan pakai perasaan. Megha hanya istri pajangan saja yang punya jangka waktu! Jangan mengorbankan Veronica hanya untuk wanita itu!” Bima menyunggingkan senyum miring. “Luar biasa. Akting playing victim kalian berdua benar-benar layak dapat penghargaan. Om Jefri, Veronica. Kalian yang memasang kamera tersembunyi di kamar, kalian yang menyewa pria dengan jas yang persis seperti milikku, lalu sekarang kalian bilang aku yang menjebak?” Padahal pria stuntman itu Bima yang menyiapkan. Tapi dia juga harus membalas playin

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status