공유

Hamil

작가: ORI GAMII
last update 게시일: 2026-03-26 22:40:13

Dua mobil keluar hampir bersamaan dari kediaman Eric.

Mobil pertama diisi Louisa yang kini sudah mulai meringis menahan kontraksi yang mulai datang, didampingi Feli yang terus menggenggam tangannya. Eric berada di balik kemudi, fokus penuh menatap jalanan di depan.

Sementara di mobil kedua, Harry mengambil alih setir. Andrew duduk di kursi penumpang dan memangku tubuh Bricia yang masih tak sadarkan diri. Tangannya tak berhenti menepuk pelan pipi istrinya, dan berusaha memancing respons Brici
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
WIDYA
yeaaaayyyyy... pap rick dan mom loui bakal punya cucuuuu... yeaaayyyyy dan semoga operasinnya berjalan lancar... amiiinnn semoga kembar.. hehehe
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Tergoda Teman Papa    Anugerah tak terduga

    “Ha-mil?” ulang Bricia, suaranya berbisik lirih. Matanya berkaca-kaca saat menatap Andrew. “Dad… ini?” Andrew ikut menatapnya. Matanya memerah, tangannya bahkan mulai gemetar. Ia sendiri belum sepenuhnya percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Dok… ini benar?” tanyanya, memastikan sekali lagi. Dokter itu mengangguk. “Betul, Pak Andrew. Ini hasil pemeriksaannya.” Sebuah map diberikan. Andrew menerimanya dengan tangan yang masih sedikit bergetar. Ia membuka lembar demi lembar, hingga akhirnya berhenti pada hasil utama yang tertulis jelas di sana menyatakan Bricia hamil. Napas Andrew tertahan. Dadanya terasa penuh dalam sekejap. Tanpa berpikir panjang, ia langsung membungkuk dan memeluk Bricia erat. Tangisnya pecah begitu saja tanpa ditahan lagi atau pun disembunyikan seperti biasanya. “Thank you, Baby. You’ve given me something truly special,” bisiknya lirih di bahu istrinya. Bricia ikut menangis. Tangannya memeluk balik tubuh Andrew sama eratnya. Tak ada kata lain yang

  • Tergoda Teman Papa    Hamil

    Dua mobil keluar hampir bersamaan dari kediaman Eric. Mobil pertama diisi Louisa yang kini sudah mulai meringis menahan kontraksi yang mulai datang, didampingi Feli yang terus menggenggam tangannya. Eric berada di balik kemudi, fokus penuh menatap jalanan di depan. Sementara di mobil kedua, Harry mengambil alih setir. Andrew duduk di kursi penumpang dan memangku tubuh Bricia yang masih tak sadarkan diri. Tangannya tak berhenti menepuk pelan pipi istrinya, dan berusaha memancing respons Bricia. “Bri… bangun, Baby… jangan bikin aku takut,” bisiknya panik. Namun Bricia tetap diam. Belum menunjukkan bahwa ia akan segera sadar. Kedua mobil itu pun melaju cukup cepat membelah jalanan. Klakson dibunyikan berulang kali, meminta kendaraan lain memberi jalan. Di mobil depan, Feli tak henti-hentinya menenangkan Louisa. Meski sebenarnya ia sedang mencoba menenangkan dirinya sendiri karena rasa khawatir terhadap Louisa dan Bricia. “Napas, Mom… tarik napas… pelan-pelan…” ucapnya, meski sua

  • Tergoda Teman Papa    Panik

    Kehidupan terus berlalu. Selepas kepulangan Andrew dan Bricia dari bulan madu di Maldives, semuanya kembali berjalan seperti semula atau setidaknya terlihat seperti itu di permukaan. Hari-hari kembali dipenuhi rutinitas. Andrew kembali sibuk dengan pekerjaannya, sementara Bricia mulai menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai istri. Meski ia juga masih tetap bekerja untuk mengisi waktu. Namun di balik kesibukan itu, ada hal-hal kecil yang berubah. Cara Andrew yang kini selalu menyempatkan pulang lebih cepat. Cara Bricia yang tanpa sadar mulai lebih memperhatikan hal-hal sederhana di rumah. Dan kebiasaan baru mereka berbagi cerita sebelum tidur, meski hanya sebentar. Tak ada yang benar-benar berbeda, tapi semuanya terasa lebih utuh. Siang ini, tepat di akhir pekan, suasana kediaman Eric tampak lebih ramai dari biasanya. Semua orang berkumpul, duduk melingkar di ruang tamu dengan obrolan yang cukup serius yaitu membahas rencana pernikahan Feli dan Harry. Sudah lewat dari ti

  • Tergoda Teman Papa    Pulang

    Hari kelima di Maldives terasa berbeda. Tak ada lagi agenda panjang, atau rencana ke sana-sini yang melelahkan. Semuanya berjalan lebih santai seolah mereka sama-sama sadar, ini adalah hari terakhir sebelum kembali ke realita. Pagi itu, Bricia duduk di ujung deck villa mereka, kakinya menjuntai menyentuh permukaan laut yang jernih. Angin berhembus pelan, memainkan rambutnya yang tergerai bebas. Andrew keluar dari dalam kamar dengan dua gelas jus di tangan. Ia berjalan mendekat, lalu duduk di samping Bricia. “Udah bangun dari tadi?” tanyanya sambil menyerahkan satu gelas. Bricia mengangguk. “Nggak bisa tidur lagi.” Setelah menghabiskan malam panas seperti malam sebelumnya, Andrew memang tertidur kembali. Sementara Bricia, tidak. Andrew menatap istrinya sekilas, lalu ikut mengarahkan pandangan ke hamparan laut di depan mereka. “Kenapa, sepertinya wajahmu sedikit muram?” “Nggak terasa besok pulang, dan harus ninggalin tempat ini,” jawab Bricia singkat. Andrew tersenyum kecil. “

  • Tergoda Teman Papa    Tak ada lagi pengganggu

    Harry masih berada di balik kemudi setelah keluar dari bangunan yang mengurung Yosi. Ia terdiam cukup lama, membiarkan pikirannya berkelindan tanpa arah. Sebenarnya, ada rasa tak tega membayangkan segala kemungkinan yang akan menjerat Yosi ke depannya. Tapi di sisi lain, ia tahu… ia harus membulatkan tekad demi kehidupan Feli yang lebih tenang dan aman. Ia menarik napas dalam beberapa kali, mencoba menenangkan diri. Hingga perlahan, semuanya mulai terasa lebih stabil, Harry akhirnya menyalakan mesin mobilnya. Hari ini, ia masih punya tanggung jawab. Ia harus mengontrol kafe dan klub milik Andrew selama lelaki itu pergi berbulan madu. Mobil Harry kembali melaju, meninggalkan area itu dengan kecepatan stabil. Jalanan Jakarta siang itu cukup padat, tapi tak sampai membuatnya terjebak terlalu lama. Pikirannya perlahan beralih. Dari pertemuannya dengan Yosi ke tanggung jawab yang kini ada di tangannya. Ia sendiri sudah meyakini bahwa itu pertemuan terakhir dengan ayah Feli, dan set

  • Tergoda Teman Papa    Harry vs Yosi

    Meninggalkan pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu, di Jakarta mobil Harry sedang menuju ke tempat Yosi ditahan saat ini. Ia berniat menemui ayah Feli itu untuk meminta restu menikahi Feli secepat mungkin. Mobilnya membelah pelan jalanan ibukota, lalu setelah beberapa menit berkendara, akhirnya berhenti di depan bangunan dengan penjagaan ketat. Harry turun tanpa banyak ekspresi. Tangannya merapikan kemejanya sekilas sebelum melangkah masuk. Prosedur demi prosedur ia lewati. Dari pemeriksaan hingga pencatatan identitas, semuanya berjalan tanpa hambatan, namun cukup membuat suasana terasa kaku dan dingin. Tak lama, seorang petugas mengarahkannya ke ruang kunjungan. Ruangan itu sederhana. Sebuah meja panjang memisahkan dua sisi, dengan beberapa kursi yang saling berhadapan. Seorang petugas berdiri di sudut ruangan, dan mengawasi setiap pergerakan yang terjadi. Harry duduk lebih dulu. Beberapa detik kemudian berlalu hingga akhirnya pintu di sisi lain terbuka. Da

  • Tergoda Teman Papa    Pingsan

    “Kalian pacaran?”Feli langsung melotot. Tangannya bergerak heboh sebagai bentuk penyangkalan.“Nggak! Nggak, Pa. Bukan gitu,” Feli buru-buru menjelaskan, tapi justru disambut tawa Bricia.“Kami cuma rekan kerja,” timpal Harry cepat. Nada suaranya ikut panik mendengar kesimpulan Eric.“Rekan kerja?

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Tergoda Teman Papa    Bukan hari ini

    “Apa kamu ingin mengunjungi ibumu?” tanya Harry pelan. “Itu—” Feli terdiam. Kalimatnya menggantung di tenggorokan. Ada dorongan kuat di dadanya. Rindu yang menekan, tapi juga ketakutan yang sama besarnya. Ia ingin, tapi seperti belum siap. “Aku bisa mengantarmu kalau kamu mau, Fel.” Nada suara

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Tergoda Teman Papa    Kalian pacaran?

    Pagi ini, kediaman Eric sudah ramai. Lennon datang untuk memeriksa Eric sekaligus mencabut selang infus di tangannya, sementara Bricia dan Feli sibuk dirias oleh penata rias yang sengaja Eric sewa.Awalnya, Louisa yang menawarkan diri mendandani keduanya. Tapi sejak Louisa pergi, Eric memilih menye

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Tergoda Teman Papa    Mual

    Lampu-lampu Jakarta berpendar hangat di balik kaca jendela apartemen. Cahayanya menyerupai gugusan bintang yang jatuh ke tengah kota. Louisa menatapnya lama, lalu menghela napas dan memejamkan mata dengan berat. Dua hari ini ia hanya berdiam diri di kamar apartemen yang baru ia sewa. Ruang itu te

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status