Share

Bab 4: Bingung Sendiri

Author: mrd_bb
last update publish date: 2025-12-06 18:25:38

Tok…tok…tok!

“Satria, kamu sudah pulang ya dari kampus?” terdengar suara dari Ajeng dari luar kamarnya, Satria dengan malas-malasan membuka dan si ART bertubuh penuh ini sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

“Baru bangun tidur yaa?”

“Iya ka Ajeng, aku tadi di kampus kurang enak badan, makanya setelah pulang langsung bobok,” kata Satria berbohong pastinya.

“Hmm…gitukah?” Ajeng yang masih basah rambutnya terlihat sangsi dengan jawaban anak muda kurus ini, tapi saat menatap mata Satria yang agak merah, Ajeng pun percaya.

“Kamu….eee..ya..ya udahlah, aku mau beres-beres dulu,” sahut Ajeng lagi dan dengan lenggang kangkung perlihatkan pinggulnya yang tak kalah aduhainya dengan milik Tante Vega, si ART ini pun berlalu dari hadapan Satria.

“Amboii…pinggul itulah yang goyang koplo Om aku,” batin Satria menahan tawa.

Kini sebuah rahasia besar sudah dia ketahui di rumah ini, Om Brata sepupu ayahnya yang mantan tentara, tapi kini berkarir di pemerintahan, diam – diam memiliki skandal dengan…Ajeng sang ART.

Hanya yang bikin Satria heran, sejak dia tinggal di sini, Andrea sepupunya, yang juga anak Om Brata dengan mendiang istri pertamanya tak pernah terlihat di rumah besar dan mewah ini.

“Kemana dia ya, dulu Om Brata bilang Andrea baru lulus kuliah dan jadi asisten dosen?”

Tapi Satria tidak mau memusingkan itu berlebihan, kini dia kembali termenung, dua hari berturut-turut dirinya tak sengaja melihat pemandangan yang bikin otaknya konslet.

Walaupun nakal dan suka ngintip, Satria aslinya sampai kini masih perjaka, dia tak pernah macam – macam dengan wanita manapun.

Di Jakarta sini pun dia kuliah di Prodi Keguruan targetnya harus wisuda kurang dari 4 tahun.

Ia sudah niatkan di tahun 3 sudah persiapan skripsi. Otaknya encer dan sejak SD, hingga SMU, selalu jawara kelas, bahkan saat lulus SMU, dia terbaik se Kabupaten, sehingga dapat beasiswa dan kuliah di kampus bonafit di Indonesia ini.

Mengintip selalu menjadi satu-satunya kenakalan Satria, terutama jika ada pengantin baru di kampung mereka. Dan kini, kebiasaan buruk itu kembali kambuh di rumah Om-nya, menyeretnya masuk ke dalam rahasia kelam: skandal cinta antara Om Brata dan Ajeng, si ART.

Kebingungan pun mendera benaknya. "Kenapa aneh sekali? Mengapa Om Brata loyo saat dengan Tante Vega, tapi begitu perkasa saat bersama Ajeng? Apa sih rahasia yang membuat Om Brata bisa tampil beringas untuk Ajeng, namun mendadak lemah di hadapan istrinya sendiri?" Satria tak habis pikir.

Satria tambah mumet sendiri, sebab di matanya, bini kedua Om-nya ini sangatlah sempurna, berkulit putih bak wanita blasteran dan memiliki body aduhai.

Apalagi dulu seingatnya, sebelum menikah dengan Om-nya Tante Vega ini mantan model, sehingga memiliki tubuh yang tinggi.

Sedangkan Ajeng…hanya seorang ART, lulusan pun hanya SMU Paket C! Walaupun Ajeng biarpun agak sintal, juga tak kalah aduhainya dan bibir tebalnya sangatlah menggoda.

Malamnya…di meja makan,

"Satria, Om besok harus terbang ke luar negeri. Ada kunjungan kerja sangat penting untuk mengurus negosiasi kontrak strategis yang harus Om tangani langsung. Perjalanannya akan memakan waktu lama, Om akan mampir ke dua benua, dan Om mungkin sulit dihubungi. Om pesan, jaga rumah dan Tante kamu baik-baik. Pulang kuliah kalau tak ada kegiatan yang nggak perlu, langsung pulang yaa. Kamu kan pintar beladiri silat, kalau ada apa-apa, kamu bisa diandalkan," pesan Om Brata.

“Si-siap Om, aku akan patuhi pesan Om!” sahut Satria cepat. Satria sudah tak aneh, Om Brata jarang lama ada di rumah, selalu sibuk dengan urusan kantor.

Tanpa Satria sadari, saat Om-nya berkata begitu, Tante Vega terlihat keluarkan seutas senyuman.

“Makan yang banyak Satria, masa udah 2 bulanan di sini badan kamu masih kurus begitu, kayak kurang gizi saja,” sela Tante Vega. Om Brata diam saja dengan ucapan istrinya, dia malah menatap tubuh kurus Satria.

“Hmm…benar juga, ayoo tambah nasi.” Om Brata sodorkan nasi tambah dan mau tak mau Satria pun makan hingga 1,5 piring porsi penuh.

Tak ada kejadian aneh malam ini, karena Satria usai makan langsung kembali ke kamarnya dan sibuk belajar, Satria memang selalu mengulang pelajaran yang diberikan dosen, inilah kebiasaan sejak SD yang bikin dia jenius dan mudah paham.

Tapi gangguan justru datang dari…Ajeng.

“Lagi belajar ya, nih aku buatin kopi jahe, kan kamu bilang badan kurang enak tadi sore, minum ini biar segar badannya!”

Ajeng yang sebelumnya tahu kamar Satria tak dikunci nyelonong masuk sambil letakan kopi jahe panas di samping buku-buku Satria, anehnya Ajeng bukannya menjauh, dia tetap berdiri di samping meja belajar Satria.

“Makasih ka Ajeng!”

“Sama-sama Ganteng…!” sahut Ajeng kenes.

Ajeng mengangguk dalam hati, menyetujui penilaian Tante Vega.

Andai saja Satria mau menggemukkan badan, si jangkung kurus ini pasti akan sangat tampan, bahkan macho, pikirnya.

Bulu-bulu halus yang mulai tumbuh di pipinya sudah menjadi daya tarik tersendiri.

Pandangan Ajeng kemudian turun, mendarat dan terpaku pada paha Satria yang saat itu hanya dibalut celana pendek.

Seketika, matanya berkilat tajam. Ada sesuatu yang terbentuk jelas, memberontak di balik bahan celana pendek itu...!!

**

Makin penasaran ya, lanjut lagi…

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Supriadi
making menarik ceritanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 268: Buka-bukaan dengan Tante Vega

    “Boleh aku bertamu dan masuk ke rumah kamu Tante Vega?” Satria menatap si cantik yang makin matang ini, tubuhnya juga makin menggiurkan di usia 37 tahunan ini.“B-boleh Satria, ayooh masuk,” Tante Vega buru-buru membuka pintu dan Satria mengikuti dari belakang.“Makin montok ajee ni cewek,” batinnya, tapi tentu saja Satria dulu dan kini beda, dia tidak mau menunjukan ke bangoranya pada si mantan istri Om Brata ini, dia adalah pria matang dan kenyang pengalaman.Dengan gaya yang sopan dan elegan Tante Vega kini menatap pria yang pernah bikin dia sayang dan jatuh cinta...hasilnya, si Irwansyah itulah, anaknya yang tampan, tapi sayangnya autis, tanpa setahu Satria pastinya.“Di mana suami kamu sekarang, papanya Irwansyah?” tanya Satria berbasa-basi, Tante Vega kontan terdiam, hampir saja ia mengaku.Tapi saat ingat wanita yang bersama Satria di mal Plaza Indonesia, kontan Tante Vega menahan mulutnya.“Kami…sudah pisah, dia tak mau punya anak autis. Yaah tak apalah, aku tetap akan besarka

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 267: Tak Sengaja Bertemu Tante Vega

    Dan Soraya terpekik manja, saat dari belakang Satria langsung serbu pantat bohaynya dan melumatnya dengan ganas, sehingga acara coba-coba baju baru tertunda, karena Soraya mlenguh-lenguh lagi di hajar si bangor cap biawak ini dengan gaya doggy style.“Manaa tahaannn…liat bokong semok kamu,” canda Satria sambil pompa Soraya hingga kamar ini berubah jadi lenguhan-lenguhan dan desahan manja Soraya.“Silahkan Bang, mulai saat ini, kapanpun Abang mau, aku berikan,” bisik Soraya sambil menahan tubuhnya yang terguncang-guncang aduhai ini, upoiii….!Pertandingan senggama dengan beragam gaya ini berakhir setelah keduanya sama mencapai puncaknya, dengan seperti biasa 3-1, alias Soraya 3X klimaks dan Satria 1X klimaks.Sejak hari itulah, Satria membiarkan Soraya tinggal di rumah besar dan mewahnya dan berlakon bak istri, Satria tak tidak tega ‘mengusirnya’ pulang. Lagian…adanya Soraya membuatnya kini jadi betah di rumah, sebab Soraya selalu perhatikan kesehariannya dan juga cara berpakaiannya

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 266: Berharap Lebih...?

    Dengan perban di lehernya, Soraya yang selamat dari aksi nekat Joni, kini tetap lanjutkan belanjanya tadi, dan dia malah merasa makin aman dengan adanya Satria di sisinya.Satria hanya geleng-geleng kepala. "Kelamaan tinggal di kampung kaleee," batin Satria dan membiarkan saja ulah Soraya. Kepolisian sektor terlihat berbincang dengan Satria dan mereka (polisi) kini lacak taksi yang membawa Joni kabur.Satria dan Soraya lalu memutuskan pulang, setelah membayar semua belanjaan Soraya, si cantik ini juga membelikan pakaian buat Satria, dengan alasan biar Satria makin berkelas, Satria iya-iya...!“Nggak di sangka si Joni bisa se gila tadi ya Bang? Tapi lebih gila lagi Abang yang melompat segitu tinggi kejar penjahat itu” kata Soraya sambil menatap Satria yang santai saja bawa mobil mahalnya dan bikin Soraya makin klepek-klepek, makin melotot lagi saat tahu harganya yang lebih 18 embeeer.“Sayangnya dia berhasil kabur, eh bagaiman leher kamu, masih sakitkah?” sahut Satria pendek, sambil m

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 265: Kejar-kejaran dengan Joni di Mal

    Satria membiarkan Soraya kini belanja sepuasnya di Plaza Indonesia, misinya untuk memancing Joni agar mendekati Soraya di mulai saat ini.Soraya yang kini bak ‘istri’ saja, siang malam menikmati melayani Satria, walaupun dia rela siang malam dua lubang kenikmatannya di hajar si pejantan tangguh ini.“Lama-lama nggak sanggup juga aku rujuk dengannya, mana tahan malam 2X, pagi satu kali di hajarnya,” batin Soraya, yang antara ngeri dan menikmati juga selama tinggal dengan Satria.Tapi satu hal yang bikin Soraya betah. Satria adalah tipikal laki-laki yang royal, apapun keinginannya, tak banyak cincong langsung diiyakan Satria, termasuk hobby semua wanita, yakni shopping.Satria tak pernah perhitungan, sampai-sampai Soraya bingung, apa bisnis Satria hingga se kaya raya begini dan enteng saja keluar duit buatnya.“Andai dulu aku tak egois, mungkin aku sudah hidup enak bak ratu di sisinya, kalaupun aku tak sanggup, tak masalah dia mau poligami, tuh hartanya agaknya nggak bakalan habis 10 tur

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 264: Si Pejantan Beraksi Lagi

    “Sekarang mau di apain nih?” tanya Soraya malu-malu, tapi membiarkan tangan Satria mulai nakal dan elus-elus tubuh pahanya yang berbulu tipis, hingga Soraya merinding juga.Soraya juga mulai pegang si pelatuk gede ini dan meremasnya gemas. “Udah berapa lama kamu nggak bercinta Soraya?” tanya Satria, nggak mau buru-buru beraksi, dia ingin bikin si cantik ini makin klepek - klepek dulu.“Ehemm…lumayan Bang, hampir 1 tahun, malah aku nggak pernah nyukur, jadi jangan jijai yaa kalau milik aku lebat banget,” sahut Soraya dan mulai mendesah pelan, saat jari tangan Satria mulai meraba rerumputan lebat miliknya.“Wow…makin sempit donk?” gombal Satria dan tangan satunya meremas-remas melonnya yang gede di balik handuk, hingga Soraya makin blingsatan di buatnya.“Ahh aku kan sudah pernah melahirkan Bang!” kata Soraya makin menahan nafas, sebab jari Satria mulai masuk ke lubang perkencingannya, hingga miliknya mulai berkedut dan pelan-pelan mulai basah lagi.Satria dengan nakal cabut jarinya dan

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 263: Awalnya Pijat-pijat Dulu...Setelahnya?

    Satria tidak mau buru-buru manfaatkan Soraya, dia ingin rehat dulu, setelah lakukan tugas yang sangat menegangkan selama berbulan-bulan, bahkan hampir saja membuatnya tapa daksa dan cacat seumur hidup.Inilah resiko besar yang harus dia lakukan untuk menangkap gembong narkoboy, sehingga dengan adanya Soraya, sesaat Satria jadi ingat masa remaja mereka yang lucu dan kadang bikin gemes.Apalagi saat ingat kelakuan dua sahabatnya Ujang dan Arik, yang dulu sempat mengintipnya di rumah Soraya ini.Soraya yang melihat Satria terlihat kelelahan memancing Satria apakah mau di pijat malam ini?Saat ini Soraya sudah kenakan gaun bobo yang tipis, hingga beda dan celdamnya membayang dari balik pakaiannya tipisnya ini, Satria sampaai menelan ludah juga.Apalagi saat ingat pengalaman dahulu, tapi sebagai bangor berpengalaman, ia tentu saja menahan diri tidak asal seruduk dan pastinya main slow saja.Apalagi seingatnya, Soraya tak suka bercinta dengan gaya kasar, si cantik denok ini suka yang lembut

  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 12: Musuh Makin Penasaran

    Satria tak nyadar, celana dan bajunya mulai sesak, seiring otot di tubuhnya yang mulai membesar, hasil latihan rutin selama 2,5 bulanan ini terlihat, di tambah lagi pola makannya yang juga berubah.Dia semakin tahu makanan yang bisa cepat membesarkan otot. Satria bahkan sering berlatih silat seorang

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 16: Lagi-lagi Nanggung

    Satria pun berjongkok dan tanpa ragu langsung dekatkan mulutnnya ke liang ‘naga’ yang telihat mulai kucurkan air beningnya ini."Kalau udah gini, siapa yang nolak," batin Satria penuh semangat dan...cappp!Begitu lidah Satria sudah berada di sana dan pelan-pelan mulai meratakan kue lezat ini, desisa

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 17: Mimpi Kok Nyata..?

    Satria temani Andrea sambil menunggu Om Brata yang operasi dengkul, untuk di pasangi besi, agar kelak tak sakit lagi saat beraktivitas.“Sejak kapan sih kamu gede’in badan?” pancing Andrea buka obrolan.“Sejak 6 bulanan yang lalu ka, habisnya aku sering kena bully di kampus, dan punya julukan si Cek

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik   Bab 14: Kenangan Masa Kecil dengan Sepupu

    Saat tangan Toni ingin menowel wajahnya, Satria dengan refleks menangkis dan bukkk..ngeekkk! Aduuuuh bangsaaaaat!Sebuah jurus mampir ke perut Toni, hingga si preman kampus ini terbungkuk kesakitan, jurus refleks yang Satria lepaskan kontan bikin perutnya mules, bahkan tak terdengar bunyi bruttt yan

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status