Compartir

Keputusan yang Mantap

last update Fecha de publicación: 2025-09-25 00:05:15

Pagi itu, Liam tengah duduk di ruang kerjanya dengan wajah yang penuh pertimbangan.

Di depannya, secangkir kopi sudah dingin, tak tersentuh sama sekali. Matanya menatap kosong pada layar laptop, namun pikirannya melayang jauh.

Tok tok

Lamunan Liam buyar seketika saat mendengar suara ketukan pintu.

Ardi masuk sambil membawa setumpuk berkas. Keningnya naik ke atas saat melihat raut wajah Liam yang aneh.

“Kenapa mukamu kayak muka-muka orang yang nggak dikasih jatah istrinya,” ucapnya menyindir saa
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (5)
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Hadiah ultah untuk evi yang fantastis banget ya liam
goodnovel comment avatar
Nisinnez
Ardi mah matre langsung mau aja denger tawaran sarah kan perlu di waspadai tawaran mudah dan menggiurkan
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
mending tolak tawaran Sandra deh Liam . dr awal jg km udh merasa ada yg aneh kan dr kata² Sarah yg ambigu . tuh betina dr korban (pelakor), skrg bsa mnuju jd pelaku (pelakor) . kalo kalian sekantor, bsa² makin byk akal²n Sarah utk menjerat km jd miliknya dia . plis tolak Liam !!
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Hari Pernikahan - Tamat

    Tiga bulan kemudian.Pagi itu langit tampak cerah. Sinar matahari menembus tirai putih kamar Selly, membuat bayangan halus menari di dinding.Udara terasa segar, dengan aroma bunga melati yang menguar dari vas kecil di meja rias. Hari itu, Selly akan menikah.Di depan cermin, dia menatap pantulan dirinya sendiri. Rambutnya ditata sederhana dengan sanggul rendah, diselipkan beberapa bunga kecil berwarna putih gading.Gaun renda berwarna krem lembut membungkus tubuhnya dengan elegan—tidak berlebihan, tapi indah dengan caranya sendiri.Evi berdiri di belakangnya, menatap adiknya lewat pantulan kaca sambil menahan air mata. “Kamu cantik banget, Sel,” bisiknya lirih.Selly menoleh, tersenyum kecil. “Mbak, jangan nangis duluan, dong,” ucapnya mencoba menertawakan suasana yang tiba-tiba terasa haru.Evi menggeleng pelan sambil memeluk pundaknya dari belakang. “Aku hanya nggak nyangka waktu berlalu secepat ini. Rasanya baru kemarin kamu main di halaman sambil bawa boneka, sekarang sudah mau j

  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Candaan Kecil untuk Calon Pengantin

    Malam itu, rumah keluarga Liam terasa lebih hangat dari biasanya. Aroma teh melati yang baru saja diseduh oleh Evi menyebar ke seluruh ruang tamu, berpadu dengan wangi kue cinnamon yang masih tersisa di atas meja.Di luar, gerimis turun pelan menciptakan bunyi lembut di jendela kaca besar yang menghadap ke halaman.Ardi dan Selly duduk bersebelahan di sofa panjang, sementara Liam dan Evi di seberang mereka. Di meja, dua cangkir teh mengepul, ditemani beberapa potongan brownies yang masih tersisa separuh.Evi menatap keduanya dengan senyum lebar yang sulit disembunyikan. “Aku masih nggak percaya, loh. Adikku yang dulu suka nangis kalau gagal bikin kue, sekarang udah dilamar,” katanya sambil terkekeh lembut.Selly yang duduk di sebelah Ardi spontan menunduk malu. “Mbak, jangan gitu, malu ah,” ujarnya pelan, pipinya sudah berwarna merah muda.Ardi tertawa kecil melihat wajah calon istrinya itu. “Dia kelihatan malu, tapi waktu aku ngelamar, nangisnya sampai aku bingung mau ngapain,” selor

  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Will You Marry Me?

    Waktu sudah menunjuk angka tujuh malam.Di sebuah restoran di lantai atas hotel tempat Ardi biasa menginap ketika lembur proyek luar kota, suasana terasa begitu berbeda.Tak seperti biasanya yang ramai dengan percakapan bisnis, malam ini ruangan itu hanya diisi oleh denting lembut piano dan alunan musik romantis yang mengalun dari sudut ruangan.Ardi berdiri di dekat meja yang sudah dia pesan khusus. Taplak putih, bunga mawar merah muda di tengah meja, dan dua lilin kecil yang menyala redup hingga membuat suasananya begitu hangat dan intim.Dia tampak rapi dengan kemeja abu-abu tua yang dipadukan dengan jas hitam. Rambutnya sedikit disisir ke belakang, dan senyum gugup sesekali muncul di bibirnya.Di dalam sakunya, kotak kecil berwarna biru tua terasa seperti beban sekaligus harapan.Cincin itu sudah dia siapkan sejak seminggu lalu, tapi belum pernah ada waktu dan keberanian untuk memberikannya. Kini, semua yang pernah dia tunda akan dia ucapkan malam ini.Beberapa menit kemudian, pin

  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Setidaknya Kini Aku Lega

    “Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu mau melamar Selly?”Nada suara Liam terdengar datar, tapi jelas ada sedikit ketegasan di dalamnya. Ia bersandar di kusen pintu ruang kerja Ardi dengan kedua tangan terlipat di dada.Pandangannya lurus menatap pria yang kini tengah menunduk di balik meja kerjanya.Ruangan itu dipenuhi dengan aroma kopi dan kertas desain yang baru saja dicetak—khas ruang kerja Ardi yang selalu tampak berantakan tapi penuh ide. Komputer masih menyala, memperlihatkan sketsa rancangan bangunan di layar.Ardi mengangkat wajahnya perlahan, lalu menatap Liam dengan senyum cengiran khasnya.“Aku cuma nanya doang ke Selly,” ujarnya sambil menggaruk belakang kepala yang tidak gatal. “Kalau nanti aku melamar dia, Selly bakal nerima apa nggak. Udah, gitu doang, Liam. Bukan melamar beneran.”Liam menaikkan sebelah alisnya, matanya menyipit sedikit. Ia lalu berjalan perlahan masuk ke ruangan itu dan menatap Ardi seolah mencoba membaca kebohongan di wajahnya.“Oh? Berarti k

  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Memberi Restu

    “Melamar?” ulang Liam dengan mata melotot dan mulut menganga lebar, hampir saja nasi di mulutnya tumpah keluar.Suara sendok yang tadi beradu dengan piring kini berhenti, menyisakan keheningan singkat di ruang makan yang biasanya penuh tawa.Malam itu, mereka bertiga duduk di meja makan yang hangat diterangi lampu gantung kekuningan.Aroma sup ayam buatan Evi bercampur dengan wangi sambal terasi yang baru diulek, menyelimuti ruangan kecil mereka.Evi baru saja menjatuhkan “bom” kecil di tengah makan malam—bahwa Ardi, rekan kerja sekaligus sahabat Liam, baru saja melamar adiknya, Selly.Liam masih belum sepenuhnya percaya. “Tunggu … apa?” ujarnya lagi, kali ini lebih pelan, seolah butuh waktu mencerna informasi itu. Matanya kemudian beralih ke arah Selly yang duduk di hadapannya.Selly hanya bisa menunduk, memainkan ujung sendok di pinggir piringnya. “Iya, Kak. Sebelum berangkat ke kantor

  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Meminta Izin pada Evi

    “Mbak, ada yang ingin aku bicarakan dengan Mbak. Soal Mas Ardi,” ucap Selly perlahan sambil melangkah masuk ke dapur.Aroma bawang putih yang tengah ditumis memenuhi ruangan, membuat suasana rumah sore itu terasa hangat dan tenang. Namun, suara Selly terdengar sedikit bergetar, seolah ada sesuatu yang berat di hatinya.Evi, yang sedang mengaduk sayur di wajan, menoleh cepat. Alisnya bertaut, sementara sudut bibirnya terangkat membentuk senyum kecil yang penuh rasa ingin tahu.“Soal Mas Ardi?” tanyanya, menaruh spatula di pinggir kompor. “Kenapa lagi dengan Mas Ardi, Sel? Bukannya dia sudah mulai masuk kerja lagi, ya?”Selly mengangguk pelan. Ujung jarinya memainkan ujung meja dapur, seolah mencari keberanian untuk melanjutkan. “Iya, Mbak. Bukan soal itu, sih. Tapi, soal dia ingin melamarku.”Suara lembut itu membuat Evi spontan menaikkan alisnya tinggi-tinggi.“Lamaran?” ulangnya ta

  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Cintaku Tulus Untuknya

    Liam baru saja tiba di rumah sang ibu setelah hampir satu jam lamanya dan langsung mengambil tempat di sofa.Raut wajahnya serius, tubuhnya tegak, seolah siap menghadapi badai yang sudah dia duga sejak menerima telepon ibunya sore tadi.Tari muncul dari balik pintu kamarnya. Langkah

    last updateÚltima actualización : 2026-03-29
  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Menggantung Keputusan

    Sarah menarik napas panjang lalu menyandarkan punggung di kursinya menatap Liam dengan tatapan lekatnya.“Liam … aku tahu kamu punya prinsip. Kamu bukan orang yang mudah tergoda dengan angka. Tapi aku juga tahu, setiap orang punya harga, atau setidaknya punya alasan untuk mene

    last updateÚltima actualización : 2026-03-29
  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Kamu adalah Takdirku

    “Lalu, apa respon Mas Liam saat Mamamu minta kita berpisah?” tanya Evi dengan suara lirih, jemari tangannya gemetar usai mendengar pengakuan suaminya.Kata-kata itu terasa begitu berat di lidahnya, seakan ada batu besar yang menekan dadanya.Liam terdiam sejenak, lalu memegang kedua bahu Evi dengan

    last updateÚltima actualización : 2026-03-29
  • Terjebak Gairah Panas Majikanku   Menggugat Cerai

    Sementara di sisi lain. Sarah tengah duduk di dalam mobilnya, tangannya gemetar memegang beberapa lembar foto yang baru saja diterimanya dari seorang detektif swasta.Foto-foto itu menampilkan sesuatu yang selama ini dia takutkan: Rafael, suaminya, terlihat mesra bersama seorang wanita ber

    last updateÚltima actualización : 2026-03-29
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status