Share

7. Ada Syaratnya

Author: Leva Lorich
last update Last Updated: 2025-11-17 19:31:03

Bita menggeleng pelan. "Jangan menyimpulkan hal yang kau sendiri ragu akan kesimpulannya," ucap Bita, mengacu pada pertanyaan Gelar sebelumnya.

Wajah Bita kini telah kembali tenang, menyembunyikan rapat-rapat semua gejolak emosi yang sebelumnya membakar dirinya. Setelah waktu yang lama di kamar mandi, ia menyadari bahwa ia tidak bisa hanya terus marah dan menangis. Kemarahan tidak akan membawanya keluar dari masalah ini. Ia tahu, ia harus tenang, berpikir cerdas, dan menemukan jalan keluarnya sendiri.

Bita menarik napas, kini siap melancarkan strateginya. "Bagaimana jika kita membuat kesepakatan?"

Gelar mengerutkan kening, merasa aneh dengan kata-kata Bita. Kesepakatan? Itu adalah bahasa bisnis, bukan bahasa tubuh yang ia harapkan dari wanita yang ia bayar.

"Kesepakatan? Apa maksudmu?" tanya Gelar, kini ia setengah duduk, perhatiannya sepenuhnya terpusat pada Bita.

Bita berdiri dari kursi persegi dan berjalan perlahan di sisi ranjang, menjaga jarak, namun memancarkan aura keyakinan ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   122. Dihantui

    Bita menggelengkan kepalanya dengan cepat, jemarinya meremas kain bajunya sendiri. "Maaf, Mas... maafkan aku," suaranya terdengar serak. "Aku... aku tiba-tiba teringat Mbak Rima. Aku merasa seperti sedang mencuri sesuatu yang bukan milikku. Aku merasa seperti wanita jahat yang sedang bersenang-senang di atas luka wanita lain.""Bita, dengarkan aku," ujar Gelar sambil melangkah pelan, mencoba menenangkan suasana. "Rima adalah masa lalu yang kelam. Dia mengkhianatiku, dia yang menghancurkan rumah tangga kami sendiri. Kamu bukan pencuri, kamu adalah takdir yang datang untuk menyelamatkanku dari kehampaan itu. Kenapa kamu harus merasa bersalah padanya?""Aku… aku tahu itu, Mas. Tapi… dia seperti menghantuiku. Aku takut, Mas. Aku.. aku…” Bita tak bisa menyelesaikan perkataannya. Bahunya berguncang hebat, kemudian ia menangis.Gelar menghela napas panjang, ia menyadari bahwa luka psikis yang dialami Bita jauh lebih dalam dari yang ia bayangkan. Pengorbanan Bita selama lima tahun bukan hanya

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   121. Ketakutan Bita

    Suasana di dalam Diamond Suite Hotel JogjaJaya terasa begitu tenang dan intim. Cahaya jingga dari matahari yang mulai tenggelam di cakrawala Yogyakarta menyelinap masuk melalui jendela besar, menyiram ruangan itu dengan nuansa romantis yang hangat. Bita baru saja meletakkan koper kecilnya di dekat lemari pakaian besar yang terbuat dari kayu jati berukir, namun sebelum ia sempat merapikan isinya, ia merasakan sepasang lengan kekar melingkar erat di pinggang rampingnya.Gelar memeluknya dari belakang, menyandarkan wajahnya di lekukan leher Bita yang jenjang dan berbau harum aroma vanila. Napas hangat pria itu terasa menggelitik kulitnya, membuat bulu kuduk Bita meremang seketika."Aku sangat merindukanmu, Sayang. Kamu tidak tahu betapa beratnya melewati malam-malam tanpa kehadiranmu selama lima tahun ini," bisik Gelar dengan suara bariton yang rendah dan sarat akan emosi. "Sekarang sudah sah, kan, kalau aku memanggilmu 'sayang'? Kita benar-benar sudah menjadi suami istri yang sah di ma

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   120. Diamond Suite

    Mengingat kembali lembaran masa lalu, Bita sering kali merasa seolah sedang bermimpi di siang bolong. Sabita yang dulu adalah seorang gadis desa yang malang, yang terpaksa melarikan diri ke Jakarta dengan napas tersengal karena ketakutan akan dijual oleh ibu kandungnya sendiri dan bapak sambungnya kepada seorang rentenir demi melunasi hutang. Kala itu, ia datang ke ibu kota hanya bermodalkan nyali dan sejuta harapan sederhana agar bisa bertahan hidup dan menemukan kesuksesan. Kini, semua impian itu bukan hanya menjadi nyata, melainkan melampaui apa yang pernah ia bayangkan dalam doa-doa paling rahasianya.Bita kini bukan lagi gadis pelarian. Ia telah berdiri tegak sebagai pewaris tunggal Hermanto Grup milik Pak Herman, ayah angkat yang begitu memuliakannya. Tak cukup sampai di situ, statusnya kini telah resmi menjadi Nyonya Gelar Aditama, istri dari pemilik Aditama Grup yang memayungi puluhan hotel mewah di seluruh pelosok Nusantara. Bita telah bertransformasi menjadi sosok wanita y

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   119. Luka Paling Dalam

    Malam itu, di dalam mobil yang melaju membelah dinginnya jalanan Trawas, suasana terasa sangat kontras. Di kursi belakang, Thomas dan Thomson tampak sibuk bercanda, sementara di kursi depan, keheningan yang canggung menyelimuti Gelar dan Bita. Bita sebenarnya merasa cukup kesulitan untuk memberikan penjelasan yang masuk akal kepada kedua putranya tentang siapa sebenarnya sosok pria yang tiba-tiba hadir dalam kehidupan mereka ini. Ia khawatir jika ia berterus terang bahwa Gelar adalah ayah kandung mereka, anak-anak itu akan mengalami kebingungan emosional yang hebat karena selama lima tahun mereka hanya mengenal sosok ibu dan kakek angkat.Gelar yang menyadari kekalutan pikiran Bita, segera memberikan sebuah usulan saat mereka berbicara berdua setelah sampai di halaman vila. "Bita, biarkan ini berjalan perlahan. Kamu tidak perlu menceritakan tentang hubungan darah itu sekarang. Katakan saja pada mereka bahwa 'Om Baik' akan menikah denganmu. Biarkan mereka mengenal aku sebagai calon ay

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   118. Otoritas Tertinggi

    Bita menggeleng pelan, lalu sedetik kemudian tangisnya pecah tak terbendung. Ia menangkupkan kedua tangan di wajahnya, berusaha meredam isak tangis yang menyesakkan dada. Pertanyaan Gelar barusan seolah menghantam benteng pertahanan terakhirnya. Selama lima tahun ini, ia selalu membayangkan momen ini dalam mimpinya, namun kenyataan yang ada di depan mata terasa jauh lebih mengaduk-aduk perasaan. Bita pun tak tahu harus menjawab apa; ia terjebak di antara rasa sakit masa lalu dan kerinduan yang membuncah.Gelar merasa hatinya tersayat melihat kerapuhan wanita di hadapannya. Ia memberanikan diri beranjak dari kursinya, lalu berdiri di samping Bita dan memegang bahunya dengan lembut namun pasti, mencoba menyalurkan kekuatan yang ia miliki."Bita, aku janji... ini adalah pernikahan terakhirku. Tidak akan ada lagi rahasia, tidak akan ada lagi orang ketiga. Kita akan menua bersama di sini, atau di mana pun kau mau, membesarkan Thomas dan Thomson sebagai orang tua yang utuh," ucap Gelar deng

  • Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota   117. Tak Semudah Itu

    Gelar mengerutkan kening, bingung dengan arah pembicaraan Bita. "Apa maksudmu, Bita? Aku ayah mereka, aku berhak—""Berhak apa?" potong Bita dengan suara yang bergetar hebat. "Aku tidak mau Thomas dan Thomson justru merusak hubunganmu dengan Mbak Rima! Aku sudah cukup menderita dengan perasaan bersalah karena telah menjadi orang ketiga. Aku tidak mau anak-anakku tumbuh besar dengan menyandang status sebagai anak hasil perselingkuhan yang menghancurkan rumah tangga orang lain! Biarkan kami di sini, biarkan mereka tumbuh tanpa tahu siapa ayahnya, asalkan mereka tenang!"Gelar tertegun, lalu ia menghela napas panjang, menyadari bahwa Bita belum tahu kenyataan yang sesungguhnya. Ia meraih tangan Bita yang sedang mencengkeram meja, menahannya dengan lembut agar wanita itu sedikit lebih tenang."Bita, dengarkan aku baik-baik," ujar Gelar dengan suara yang sangat dalam. "Tidak ada hubungan yang harus dijaga dengan Rima. Aku sudah resmi bercerai dengannya lima tahun yang lalu, tepat setelah a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status