Accueil / Romansa / Terjebak Obsesi Paman Suami / 56. Di Atas Langit Singapore

Partager

56. Di Atas Langit Singapore

last update Date de publication: 2026-09-11 22:13:37

Percakapan Bian dengan empat orang pengusaha itu berakhir tak lama setelah Natasha pergi.

Bian pun keluar dari restoran itu, melangkah tenang mengikuti jejak Natasha yang tadi sempat dia perhatikan dari dalam restoran.

Perempuan itu pergi ke arah taman. Bian ingin tahu, apa yang dilakukan Natasha saat dia sedang sendirian?

Tak butuh waktu lama sampai akhirnya Bian menemukan sosok perempuan bertubuh mungil tersebut.

Bian berhenti melangkah tak jauh darinya saat dia melihat Natasha tersenyum semb
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Elli Jafar
kayaknya udh mulai perbucinan nih
goodnovel comment avatar
april_hi
Pak bian kecintaan
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Terjebak Obsesi Paman Suami   93. Mendapatkan Bukti

    Satu-satunya pemandangan menyenangkan bagi Bian di kala dirinya sibuk dengan pekerjaan adalah ruangan Natasha.Setiap kali Bian menjeda fokusnya, tatapannya refleks tertuju pada perempuan itu.Bian mengembuskan napas kasar, karena lagi-lagi Natasha terlihat pendiam sejak mereka kembali dari rumah sakit tadi.Apa Natasha masih marah padanya gara-gara sikap Bian pada anak kecil itu?Bian bertanya-tanya dalam hati, lantas berpikir sejenak sambil mengetuk-ngetukkan ujung pulpen di atas meja. Sebelum akhirnya dia beranjak dari kursi.Natasha yang tengah sibuk mengetik di komputer, sempat menatap Bian yang keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift tanpa menoleh ke arah Natasha.‘Mau ke mana dia?’ batin Natasha dalam hati.Menghela napas panjang, Natasha pun kembali memfokuskan pandangannya pada layar komputer.Tetapi dia teringat lagi dengan kejadian di rumah sakit tadi. Natasha semakin cemas dan takut saat membayangkan Bian yang suatu saat nanti mungkin akan marah, lalu menyuruhnya u

  • Terjebak Obsesi Paman Suami   92. Menggemaskan

    “K-Kenapa Bapak bisa menemukan saya di sini?” tanya Natasha gugup sembari berdiri dan menyembunyikan foto hasil USG ke dalam genggamannya.Bian menatap Natasha lamat-lamat. Bisa dia lihat ekspresi wanita itu yang tampak gugup dan panik. “Saya tadi tanya ke perawat, dia melihatmu masuk ke ruangan poli. Apa yang kamu lakukan di sini?”Natasha menggigit bibir bawahnya dengan cemas. Apa yang harus dia katakan? Apakah ini saatnya dia memberitahukan soal kehamilannya kepada Bian?“Saya habis menemui Dokter Willy,” dusta Natasha pada akhirnya, menyebutkan nama dokter yang menangani ibunya.Kening Bian mengernyit. “Kamu tidak sedang membohongi saya, bukan?”“Mana mungkin saya membohongi Bapak.” Natasha seketika tertawa canggung. “Dokter bilang Ibu beberapa hari lagi sudah boleh pulang tapi harus rutin fisioterapi dua kali seminggu.”Natasha tidak berbohong soal kalimat terakhirnya. Tadi dia memang sempat bertemu Dokter Willy saat sedang visit.Bian masih menatap wajah Natasha tanpa beralih ke

  • Terjebak Obsesi Paman Suami   91. Si Kecil yang Sedang Tumbuh

    “Mas, Ibu pengen ketemu kamu,” ucap Natasha setelah meletakkan secangkir kopi untuk Haikal di atas meja pagi itu.Haikal mengembuskan napas kasar. “Aku masih sibuk. Belum sempat ke rumah sakit.”“Apa nggak bisa nyempatin satu jam aja? Ibu tanya terus mengenai kamu, Mas. Aku sampai bingung harus jawab apa lagi.”“Ya jawab aja aku sibuk, Sha!” ucap Haikal sedikit membentak. “Jangan bikin ribet urusan sesimpel itu.”Natasha mengembuskan napas panjang. Menatap Haikal cukup lama. “Kenapa kamu nggak bisa menghargai Ibu aku sedikit saja sih, Mas? Aku sudah berusaha menghargai keluarga kamu selama ini.”“Iya iya nanti aku ke rumah sakit kalau aku punya waktu.”“Kapan?”“Nggak tahu.” Haikal mengedikkan bahunya singkat.Natasha mengepalkan tangannya. Rasanya percuma dia memohon-mohon pada Haikal. “Apa kamu punya alasan lain kenapa nggak mau menemui Ibu?”Pertanyaan Natasha membuat gelas di tangan Haikal berhenti bergerak.Natasha bisa melihat ada ekspresi aneh dalam sorot mata suaminya itu. Sep

  • Terjebak Obsesi Paman Suami   90. Jangan Menghindar Lagi

    Natasha memejamkan mata, membiarkan Bian menguasai bibirnya. Ciuman itu terasa lembut, seperti ada banyak kata yang ingin Bian ucapkan lewat ciumannya, yang tidak bisa pria itu katakan dengan kata-kata.Tangan Bian yang semula menahan tengkuk, kini mengusap leher jenjang itu. Ibu jarinya mengelus lembut pipi Natasha.Perlahan bibir Bian turun ke lekukan di bawah rahang perempuan itu. Bian menginginkan Natasha untuk waktu yang lama. Sangat lama.Ciumannya beralih ke ceruk leher. Dia tak hanya menginginkan tubuhnya, tapi semua yang ada dalam diri perempuan itu.Bian kembali menaikkan wajahnya, memagut bibir bawah Natasha seraya memejamkan mata. Bisa dia rasakan napas Natasha yang semakin berat.Namun detik berikutnya Natasha tiba-tiba mendorong dada Bian hingga tautan bibir mereka terlepas.“S-Saya harus segera pulang.” Natasha memalingkan wajahnya ke arah lain.Bian tertegun saat melihat mata perempuan itu tampak berkaca-kaca di bawah cahaya lampu jalan.“Kenapa selalu menghindari saya

  • Terjebak Obsesi Paman Suami   89. Tidak Melepaskannya

    Stella menatap Natasha dengan kesal. Makanan di piring mereka hampir habis. Tetapi Bian dan Natasha masih membahas pekerjaan.Bahkan Stella merasa dirinya seperti makhluk tak kasat mata yang tidak dianggap keberadaannya oleh Bian.Ehem!Stella berdehem keras. “Sorry menyela percakapan kalian, tapi bukankah ini makan malam kita, Om Bian?” tanyanya sembari tersenyum manis.Bian mengalihkan tatapannya dari Natasha ke arah Stella. “Benar. Lalu?”“Tapi dari tadi Om terus menerus membahas pekerjaan.” Stella terkekeh kecil. “Seharusnya kita membahas langkah kita ke depannya, bukan?”“Kamu terganggu?” tanya Bian santai sembari memasukkan potongan steak ke dalam mulutnya.“Nggak sama sekali, tapi–”“Saya lebih senang menghabiskan waktu untuk sesuatu yang penting.” Bian memotong ucapan Stella, membuat Stella mengatupkan bibirnya seketika.Natasha menghentikan kunyahannya, menatap wajah Stella yang seketika memerah, seperti tengah menahan malu.Natasha hanya mengembuskan napas pelan. Stella past

  • Terjebak Obsesi Paman Suami   88. Rencana yang Gagal

    “Bagaimana? Mereka benar-benar bertemu malam ini?”“Benar, Tuan. Pak Bian dan Stella baru saja sampai di restoran untuk makan malam,” jawab Natasha seraya melirik meja di dekat jendela.Di sana Bian dan Stella terlihat sedang membuka buku menu di genggaman masing-masing.Natasha langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika mendengar Wira tertawa penuh wibawa di seberang sana.“Bagus. Pastikan makan malam mereka hari ini tidak ada gangguan apapun, Natasha. Lalu laporkan kepada saya perkembangannya setelah pertemuan mereka berakhir.”Genggaman tangan Natasha pada ponsel di telinganya semakin menguat. Dia tidak ingin terlibat terlalu jauh dalam rencana ini.“Baik, Tuan.” Tapi pada akhirnya Natasha tidak punya pilihan lain. “Saya akan memberitahu Anda nanti.”Natasha menghela napas berat usai panggilan itu berakhir. Lalu menatap Bian sejenak, sebelum akhirnya dia menyeret langkahnya menghampiri mereka.Jika bukan karena paksaan Stella agar dirinya datang, Natasha lebih memilih is

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status