LOGINKehilangan segalanya dalam semalam memaksa Laura Kinara (23) harus menelan gengsi dan menumpang di rumah paman angkatnya, Jonas Gideon (35). Hingga satu malam yang pekat meruntuhkan semua batasan formal di antara mereka. Sebuah sentuhan tak sengaja di kegelapan yang tadinya biasa, mendadak berubah menjadi gesekan panas yang membakar kulit dan mengaburkan akal sehat. Kini, setiap sudut rumah itu tak lagi terasa aman. Setiap tatapan Jonas sarat akan intimidasi yang menggairahkan, dan Laura tahu... satu malam itu baru permulaan dari permainan terlarang yang siap membakar mereka berdua.
View MoreDi malam harinya, Eleanor harus pergi ke luar kota untuk mengurus perceraiannya.“Ibu sungguh tidak tenang meninggalkanmu sendirian di rumah ini selama dua hari, Laura,” tutur Eleanor lirih, sarat rasa bersalah.“Pengacara mendadak meminta kehadiranku di pengadilan luar kota besok pagi untuk verifikasi pembagian harta dan surat sita. Tapi rasanya tidak pantas membiarkanmu hanya berdua dengan pamanmu di sini.”Laura menggeleng dengan lembut.“Ibu tidak perlu mencemaskanku. Urusan hukum dan perceraian itu jauh lebih penting agar Ayah tidak bisa menuntut apa pun lagi dari kita. Jonas orang yang sangat teratur, aku berjanji akan menjaga diri dan tidak merepotkannya sama sekali.”Dari arah koridor ruang kerja, langkah kaki yang berat dan mantap terdengar mendekat.Jonas Gideon muncul dengan kemeja hitam yang lengannya tergulung santai hingga ke siku, tanpa dasi, dan kedua tangannya terbenam ke dalam saku celana panjang.Posturnya yang tegap menjulang seketika mendominasi aula depan yang lu
Ting tong!Bunyi bel di depan memutus ketegangan yang sejak tadi merayap di antara Laura dan Jonas, saat jemari pria itu masih menempel di plester jarinya.“Sepertinya ada tamu yang datang di depan,” bisik Laura pelan sambil menarik tangannya perlahan.Jonas menarik napas dalam, memejamkan mata sesaat untuk meredam kekacauan di kepalanya sebelum raut wajahnya kembali mengeras dingin.“Tetaplah di sini, biar aku yang memeriksa siapa yang datang,” ujar Jonas singkat seraya bangkit berdiri.Pria itu merapikan kemejanya, lalu melangkah keluar menuju lantai bawah.Namun, Laura yang selalu merasa sungkan dan terbiasa bersikap penurut tidak bisa hanya berdiam diri.Ia merasa tidak pantas bermalas-malasan saat menumpang di rumah megah ini.Gadis itu beranjak turun ke dapur untuk menyiapkan cangkir dan nampan perak, berniat menyuguhkan minuman hangat bagi siapa pun yang bertamu.Ketika Laura melangkah ke ruang tamu utama dengan nampan di tangannya, seorang pria asing berjas abu-abu terang seda
“Suasananya sangat hening, sama persis seperti pemiliknya,” gumam Laura lirih setelah memasuki ruangan tersebut, seraya melangkah masuk mendekati meja kerja granit hitam milik Jonas.Laura menata tumpukan map berkas yang dibawanya dari meja makan pagi tadi. Ia menarik kursi kayu berukir di balik meja, lalu duduk dengan sikap punggung yang tegak dan teratur.Sebagai keponakan yang menumpang hidup, ia ingin menunjukkan kepatuhan tanpa cela; sebisa mungkin membuktikan bahwa keberadaannya tidak menjadi beban bagi sang paman angkat.Dengan jemari yang telaten, Laura mulai membuka map pertama.Lembar demi lembar laporan keuangan tahun lalu ia periksa tanggalnya, merapikan setiap sudut kertas yang terlipat dengan kesabaran luar biasa.Namun, saat jemari lentiknya berniat melepas sebuah klip besi tua yang menjepit bundel laporan tebal di sudut map, pegas besi itu tersangkut kaku.Laura menekan ujungnya lebih kuat.Srak!Ujung logam yang tajam dan sedikit berkarat itu tersentak lepas, menyayat
“Selamat pagi, Ibu. Bangunlah, sudah pagi. Ayo kita sarapan bersama,” ajak Laura kepada sang ibu yang masih berbaring di tempat tidur.“Tidak, Sayang. Turunlah lebih dulu dan sarapanlah bersama Jonas, Ibu masih ingin beristirahat beberapa saat lagi,” suara Eleanor terdengar lemah dari dalam kamar.Laura mengangguk patuh, merapatkan pintu kamar ibunya tanpa suara.Ia berusaha menepis rasa sesak yang kembali menghimpit dada melihat kondisi ibunya yang begitu terpuruk akibat perceraian itu.Laura merapikan pakaian kasualnya, rajut putih berleher tinggi dan rok kain lipit sepanjang betis yang tertutup rapat, memastikan tidak ada lagi siluet tubuh yang tersingkap seperti gaun satin semalam.Ketika kakinya menapaki lantai dasar dan melangkah ke arah ruang makan utama, bau harum biji kopi segar yang baru diseduh menyapa indra penciumannya.Di ujung meja makan granit yang panjang dan megah, Jonas Gideon sudah duduk tegap.Pria tiga puluh lima tahun itu mengenakan kemeja putih yang disetrika l












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.