بيت / Romansa / Terjebak Pernikahan Sementara / Bab 5 - Liarnya Istriku

مشاركة

Bab 5 - Liarnya Istriku

مؤلف: Aggiacossito
last update تاريخ النشر: 2026-05-12 12:32:40

Secepatnya Rivan meletakkan kembali ponsel Salma di tempat semula. Ia duduk di sofa sambil menunggu aplikasi Langit Fiksi terpasang di ponsel miliknya. Selesai memasang, mau tidak mau Rivan harus mendaftar akun lantaran penasaran dengan cerita yang Salma tulis.

Terlebih judulnya Love in Contract, bukankah kebetulan sekali? Konyolnya lagi, malam ini seharusnya malam pertama mereka dan Salma mengunggah chapter berjudul malam pertama.

Sebenarnya apa yang ada di pikiranmu, Salma?” batin Rivan.

Setelah berhasil membuat akun, Rivan melakukan pencarian pada judul novel yang Salma tulis. Tidak sulit menemukannya karena langsung muncul di paling atas karena termasuk novel populer di aplikasi tersebut.

Satu hal yang pasti, Salma tidak menggunakan nama aslinya. Bahkan, nama pena-nya Sava Elara, sangat jauh dengan nama asli wanita itu. Soal ini, Rivan sama sekali tidak merasa aneh dengan penggunaan nama pena karena sangat lumrah.

Konyolnya, Rivan yang sebenarnya tidak suka membaca novel fiksi secara otomatis membaca Love in Contract. Mungkin karena episode-nya masih sedikit. Bersamaan Rivan membaca bagian prolog, Salma keluar dari arah kamar mandi dan langsung menatap ke arahnya.

Salma tidak mengatakan apa-apa, lebih memilih langsung meraih ponselnya. Ia juga tidak lupa menutup kembali kotak hadiah pemberian Giri tanpa mengeluarkan parfum-nya.

“Itu dari siapa?” tanya Rivan yang memang penasaran.

“Hadiah ini? Tadi Kak Giri yang kasih.”

“Oh,” jawab Rivan, karena lebih fokus membaca cerita yang ditulis oleh wanita yang sekamar dengannya mulai malam ini.

“Aku tidur di kasur, kan?” tanya Salma kemudian.

“Silakan. Aku tidur di sofa,” jawab Rivan tanpa menoleh pada Salma. Ia fokus menatap layar ponselnya, terlebih pria itu mulai merebahkan diri scrolling lanjut ke chapter berikutnya. Ternyata seru.

Sementara itu, Salma yang mulai merebahkan diri di atas tempat tidur, sejenak melihat serbuan notifikasi yang masuk. Baru ditinggal beberapa menit saja, komentar sudah se-ramai itu. Apa karena membahas malam pertama?

Salma kemudian menoleh ke arah Rivan yang tampak fokus dengan ponselnya. Ia mengira pria itu sedang mengurus bisnisnya terlebih raut wajahnya terlihat serius, padahal Rivan sedang membaca Love in Contract. Entah sekaget apa jika Salma tahu, karena jujur saja selama ini wanita itu tak pernah membiarkan ada orang yang tahu konten seperti apa yang ditulisnya.

Bukannya apa-apa, Salma sangat malu. Apalagi tak jarang ia menyelipkan bed scene yang cukup hot—yang terkadang sampai memancing hasratnya sendiri. Itu sebabnya ia tak mau orang tahu betapa imajinasi liarnya sampai ke tahap itu.

Salma berusaha tidak membayangkan scene-scene agak ‘memancing gairah’ yang pernah ditulisnya, termasuk scene malam pertama yang ia publikasikan beberapa saat lalu. Lebih baik Salma lanjut menulis poin-poin untuk keperluan pembuatan surat kontrak pernikahannya dengan Rivan.

Sudah ada beberapa poin yang Salma tulis dalam catatan, ia hanya perlu melanjutkannya sambil berpikir ... hal apa lagi yang boleh dan sebaiknya tidak boleh dalam pernikahan sementara mereka. Salma harus memastikan tidak ada poin yang terlewat agar tidak merugikannya di kemudian hari.

Beberapa saat kemudian, notifikasi pembaca yang berkomentar tentang typo membuat Salma kembali harus membuka Langit Fiksi. Soal kesalahan ketik, Salma memang tak pernah ingin menunda untuk memperbaiknya.

Secara otomatis Salma membaca ulang dan sialnya ... yang harus Salma baca adalah scene di ranjang yang cukup intim dan konyolnya membuat Salma langsung berpikir ke arah yang agak nakal.

Sadarlah, Salma. Kamu nggak sendirian di sini. Ada pria yang seharusnya menjadi suami adikmu, jadi jangan bertingkah aneh,” batin Salma, berusaha menyadarkan diri sendiri.

Sialnya, imajinasi Salma malah bertambah liar dan cenderung ke arah sulit dikendalikan. Bisa-bisanya ia terpancing hasratnya pada saat-saat begini. Pikirannya sudah ke mana-mana dan tidak seharusnya ia begini. Sungguh, memikirkannya saja sudah membuat Salma merinding.

Salma tidak mungkin menuntaskan hasratnya secara mandiri. Lebih tidak mungkin lagi jika meminta bantuan Rivan lalu malam pertama mereka benar-benar seperti pasangan normal pada umumnya. Sungguh, Salma masih waras sehingga tidak bertindak sejauh ini.

Aku masih bisa tahan. Aku bisa menahannya...,” batin Salma sambil menoleh ke arah Rivan yang tampak berbaring menyamping di sofa sehingga posisi pria itu kini membelakanginya.

Itu bagus. Dengan begitu Salma akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menuntaskan hasratnya sendiri. Toh ia hanya perlu tetap berbaring telentang seperti ini, dengan permainan tangan di bawah selimut ... seharusnya tidak ketahuan, kan?

Mungkin terasa aneh dan akan kentara kalau Rivan menatap ke arahnya karena ada pergerakan yang tak biasa. Itu sebabnya Salma baru berani melakukannya saat pria itu memunggunginya. Selain itu, hal semacam ini juga tak akan terjadi andai mereka tidur sebelahan. Sekalipun Rivan memunggunginya, pasti gerakannya akan membuat curiga.

Ah, Salma jadi ingin cepat-cepat meninggalkan hotel lalu mereka akan tidur di kamar berbeda dan privasi masing-masing lebih terjaga.

Sampai pada akhirnya, Salma sudah memulainya. Ia memuaskan diri menggunakan tangannya di dalam selimut.

Sementara itu, Rivan begitu menikmati bacaannya sampai-sampai tidak sadar sudah tiba di chapter 4 yang Salma publikasikan beberapa saat lalu. Seiring membacanya, Rivan perlahan mulai menggila lantaran terhanyut dalam bed scene yang membuat hasratnya terpancing.

Oh, ini gila,” batin Rivan, mulai gelisah.

Bagaimana tidak, milik-nya di bawah sana sudah berdiri. Bukankah memalukan jika Salma melihat ada yang mencuat di celananya? Untungnya ia sedang berbaring menyamping membelakangi wanita itu. Satu hal yang pasti, Rivan tak menyangka istri sementaranya punya imajinasi yang begitu liar.

Tapi tunggu, kira-kira apa yang sedang Salma lakukan sekarang? Jujur saja Rivan merasa aneh saat melihat pantulan kaca pada bufet di depannya. View-nya memang menampilkan suasana di atas ranjang. Itu pun hanya terlihat samar lantaran bukan cermin murni.

Selama beberapa saat Rivan memperhatikan, sampai kemudian ia sadar kalau Salma sedang melakukan self-pleasure. Hal itu membuat milik Rivan semakin meronta-ronta ingin dibebaskan. Malam pertama macam apa ini? Baik Salma maupun Rivan sama-sama normal dan terpancing hasratnya, tapi pasti mustahil untuk memulai sentuhan karena sejak awal perjanjian mereka tanpa kontak fisik.

Namun, melihat Salma seperti itu ... Rivan jadi semakin tak tahan.

Rivan dengan senang hati akan membantu Salma mendapatkan kepuasan, karena dirinya pun sama butuhnya.

Detik berikutnya, Rivan dengan semangat ingin ‘tempur di ranjang’, ia beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri Salma.

“Mau aku bantu?”

Hanya tiga kata, tapi sangat cukup untuk membuat Salma terkejut sekaligus deg-degan.

Mati aku....

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 7 - Rencana Mertua

    Menjelang sore, Salma dan Rivan langsung meninggalkan hotel menuju apartemen Rivan yang akan mereka tempati selagi menjalani pernikahan sementara. Tiba di sana, Rivan mempersilakan Salma untuk masuk ke kamar barunya.“Aku paling nggak suka orang asing masuk ke ruang pribadi, jadi kemungkinan ART hanya akan datang seminggu satu atau dua kali aja,” jelas Rivan. “Itu pun bukan untuk membereskan kamar, melainkan hanya untuk mencuci piring dan bersih-bersih area selain kamar. Waktunya sekitar satu sampai dua jam aja, setelah itu keluar lagi.”Rivan melanjutkan, “ART itu satu-satunya orang selain kita yang diizinkan masuk. Bahkan, asisten pribadiku dan manajer kamu pun nggak aku izinkan untuk masuk.”“Aku rasa kita nggak terlalu butuh ART deh.”“Kamu yakin? Sepertinya kita akan sama-sama sibuk sehingga nggak akan sempat beres-beres.”“Selama ini Mas Rivan jam kerja ART-nya seperti itu?”Rivan menggeleng. “Sejujurnya selama ini aku nggak pakai ART, apalagi aku tinggal sendiri dan terbiasa me

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 6 - Kecanduan

    Siapa yang tidak terkejut?Rivan kira Salma itu orangnya polos dan murni. Tidak pernah sama sekali terpikirkan bahwa wanita itu akan langsung menunjukkan sisi liarnya. Jika saja Rivan tidak melirik ke arah bufet kaca, dijamin pria itu tidak akan mengetahui apa yang istri sementaranya itu lakukan.Bahkan, Rivan yakin sebenarnya Salma ingin mendesah, tapi situasi tak memungkinkan sehingga mau tak mau wanita itu harus menahannya. Itu sebabnya Rivan memberanikan diri menerobos batas di antara mereka. Persetan dengan logika, saat hasrat sudah di ujung tanduk, semua alasan jadi tak berarti.Sementara itu, Salma memang langsung sadar begitu ada pergerakan dari sofa tempat Rivan berbaring. Rivan tampak beranjak dari duduknya dan saat itu Salma sedang tanggung-tanggungnya hampir mencapai puncak yang diinginkan.Hampir gila saat Rivan berjalan ke arah ranjang. Salma sampai bertanya-tanya ... kenapa Rivan mendekat? Apa yang pria itu inginkan? Jangan-jangan Rivan tahu apa yang sedang Salma lakukan

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 5 - Liarnya Istriku

    Secepatnya Rivan meletakkan kembali ponsel Salma di tempat semula. Ia duduk di sofa sambil menunggu aplikasi Langit Fiksi terpasang di ponsel miliknya. Selesai memasang, mau tidak mau Rivan harus mendaftar akun lantaran penasaran dengan cerita yang Salma tulis.Terlebih judulnya Love in Contract, bukankah kebetulan sekali? Konyolnya lagi, malam ini seharusnya malam pertama mereka dan Salma mengunggah chapter berjudul malam pertama.“Sebenarnya apa yang ada di pikiranmu, Salma?” batin Rivan.Setelah berhasil membuat akun, Rivan melakukan pencarian pada judul novel yang Salma tulis. Tidak sulit menemukannya karena langsung muncul di paling atas karena termasuk novel populer di aplikasi tersebut.Satu hal yang pasti, Salma tidak menggunakan nama aslinya. Bahkan, nama pena-nya Sava Elara, sangat jauh dengan nama asli wanita itu. Soal ini, Rivan sama sekali tidak merasa aneh dengan penggunaan nama pena karena sangat lumrah.Konyolnya, Rivan yang sebenarnya tidak suka membaca novel fiksi se

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 4 - Malam Pertama

    Meskipun Salma sudah mengatakan pada Rivan kalau dirinya tak ingin berdansa, pada akhirnya ia tetap melakukannya bersama pria itu. Salma tak kuasa menolak saat Rivan langsung membawanya ke lantai dansa untuk bergabung dengan pasangan-pasangan lain.Jujur saja, tatapan Rivan itu seolah penuh cinta, padahal hanya akting. Salma curiga seandainya pria itu tidak meneruskan bisnis keluarganya, ada kemungkinan Rivan debut menjadi aktor.“Ada apa antara kamu dengan Anjar Adrian?” tanya Rivan.Awalnya, gerakan mereka memang cenderung kaku, tapi lama-lama Salma mulai terbiasa. Terlebih gerakannya sederhana dan mudah dipahami.“Hah? Maksudnya gimana?” Salma bertanya balik. “Aku sama dia nggak ada apa-apa, kok,” sambungnya.“Jangan bohong. Saya bisa melihat itu dari raut wajah kamu.”Beberapa saat yang lalu, Rivan memang sempat memperhatikan interaksi Salma dengan Anjar. Meskipun Salma berpura-pura menjadi Nova, tetap saja ada sesuatu yang menurut Rivan janggal.“Apa kamu sudah pernah mengenalnya

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 3 - Adegan Panas

    Di ball room sebuah hotel mewah, musik pengiring pernikahan masih bergema setelah Nova ‘palsu’ alias Salma dan Rivan dinyatakan resmi sebagai suami-istri. Tepuk tangan tamu undangan memenuhi ruangan, sedangkan pengantin baru itu berdiri berhadapan.Pernikahan palsu ini membuat Salma sangat gugup. Bagaimana kalau ketahuan dirinya bukanlah Nova?“Jangan tegang banget,” bisik Rivan pelan, bisa dipastikan hanya Salma yang mendengarnya.“A-aku takut ketahuan.”“Itu sebabnya kita harus meyakinkan mereka,” jawab Rivan. “Wedding kiss.”Tunggu, apa?Salma menelan ludah, jantungnya berdegup tak karuan. Pernikahan ini hanyalah sandiwara, Rivan pun sempat beberapa kali meyakinkannya dengan mengatakan tak akan ada kontak fisik apa pun. Tapi kenapa tiba-tiba ada wedding kiss?Dengan gerakan tenang, Rivan meraih wajah Salma, mendekatkan diri. Bibir mereka akhirnya bersentuhan dalam sebuah ciuman singkat. Ciuman yang merupakan sebuah formalitas, tapi cukup untuk membuat Salma merasakan sesuatu yang t

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 2 - Menggantikan Menikah

    Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan Nova tetap tinggal dengan ayahnya di Jakarta.Meskipun berat, si kembar terpaksa harus hidup terpisah. Salma dan Nova sadar perpisahan orangtua mereka adalah jalan terbaik setelah hari-hari ayah dan ibu mereka hanya berisi pertengkaran dan pertengkaran saja. Benar-benar tidak menemukan titik terang sehingga perpisahan hanyalah satu-satunya opsi.Setelah Salma tinggal di tempat baru, ia masih aktif bertukar kabar dengan Nova. Entah itu video call atau sekadar saling berbalas pesan. Namun, itu pada tahun-tahun pertama saja karena setelah itu mereka sama-sama disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Terlebih saat keduanya mulai kuliah, intensitas komunikasi mereka semakin jarang sehingga perl

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status