Home / Romansa / Terjebak Pernikahan Sementara / Bab 1 - Istri Sementara

Share

Terjebak Pernikahan Sementara
Terjebak Pernikahan Sementara
Author: Aggiacossito

Bab 1 - Istri Sementara

Author: Aggiacossito
last update publish date: 2026-05-10 23:43:13

“Sinting!” gumam Salma dengan nada kesalnya. Ia memang jarang mengikuti berita artis, sekalinya melakukan pencarian dengan keyword Nova Aurelia—saudara kembarnya yang telah sukses menjadi selebritas papan atas, kok bisa kebanyakan beritanya berisi hal-hal negatif semua?

Padahal Nova sebentar lagi menikah. Itulah yang menjadi alasan Salma kembali ke ibu kota setelah sepuluh tahun pindah ke sebuah kota nan damai bernama Senjaratu. Ya, Salma akhirnya punya alasan untuk kembali ke Jakarta, yakni untuk menghadiri pernikahan Nova.

Saking kesalnya dengan berita buruk tentang saudara kembarnya, Salma sampai langsung menekan home pada layar ponselnya. Memang paling benar tidak perlu buka-buka berita yang lebih mirip gosip. Terlebih judulnya penuh dengan klikbait.

Sungguh, meskipun Salma sudah berpisah dengan Nova sejak sepuluh tahun lalu, tepatnya saat mereka masih berusia 17 tahun, tapi hubungan mereka tetap baik. Tentu saja Salma kesal dengan segala pemberitaan buruk tentang saudara kembarnya itu.

Salma yang hendak menenggak minumannya, refleks mengurungkan niatnya saat seorang pria tiba-tiba mengambil alih gelas berisi kopi di tangannya. Salma mendongak, seorang pria berjas hitam dengan paras tampan dan tubuh proporsional bak model, saat ini sedang menatap tajam ke arahnya.

Pria tampan itu kemudian menyodorkan sebuah topi berwarna hitam, bahkan memakaikannya pada Salma, membuat wanita itu terperangah.

“Kamu nggak membaca pesan yang saya kirimkan?” tanya pria itu dengan suara baritonnya. Nada bicaranya terdengar dingin. Tatapannya pun se-tajam pisau.

“Pe-pesan apa?” balas Salma lalu mengecek ponsel. Rupanya ada pesan bahwa orang yang menjemputnya sebentar lagi tiba.

“Memangnya kamu siapa?” lanjut wanita itu.

“Memangnya sedang apa kamu di sini? Menunggu jemputan, kan?” Pria itu balik bertanya.

Setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih tiga jam, Salma memang akan dijemput oleh orang suruhan Nova. Tunggu, apa pria tampan ini benar-benar orang yang diperintahkan menjemputnya?

“Ja-jadi kamu yang menjemputku?”

Pria tampan itu mengulurkan tangannya. “Saya Rivan, calon suaminya Nova.”

Sontak mata Salma membelalak lantaran terkejut. Sebenarnya apa yang ada di benak Nova sampai mengirim calon suaminya untuk menjemput? Maksudnya, memangnya tidak ada orang lain?

“Santai aja,” ucap Rivan, nada bicaranya tidak se-dingin sebelumnya.

Namun tetap saja, untuk ukuran calon suami Nova, menurut Salma ... Rivan itu tidak ada ramah-ramahnya. Bahkan, agak terkesan lancang.

Selama beberapa saat Salma mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Rivan. Tak sampai lima detik, tangan mereka sudah saling melepaskan.

“Pakai masker,” ucap Rivan yang lebih mirip perintah. “Topinya juga benerin.”

“Aku bukan Nova. Kenapa aku harus pakai topi sama masker?”

“Kamu memang bukan Nova, tapi wajah kalian sama,” balas Rivan. “Saya bahkan langsung mengenali kamu, padahal ini pertama kalinya kita bertemu.”

Rivan kembali berbicara, “Apa kamu mau orang-orang mengira bahwa kamu adalah Nova? Kamu nggak masalah dikerubungi banyak orang? Entah se-chaos apa, apalagi semua orang tahunya Nova akan menikah besok. Bisa-bisa menciptakan rumor baru kalau ada orang mengira Nova malah keluyuran di pelabuhan.”

Salma akui wajahnya memang se-mirip itu dengan Nova. Bahkan, terkadang saat ia melihat Nova di layar kaca, rasanya seperti sedang menonton diri sendiri. Hanya saja, mana mungkin orang-orang tidak bisa membedakan?

“Saya mungkin bisa membedakan, tapi orang-orang belum tentu,” ucap Rivan, seolah bisa membaca isi pikiran Salma. “Kamu bahkan seharusnya pakai kacamata juga,” lanjutnya.

Akhirnya, Salma menurut. Ia memakai topi dan masker lalu berjalan beriringan dengan Rivan menuju mobil pria itu.

Sepanjang perjalanan, hanya ada keheningan di antara mereka. Sampai kemudian mobil yang Rivan kemudikan mulai memasuki gerbang tinggi dan besar. Ini pasti rumah Nova. Meskipun ini pertama kalinya Salma datang, tapi ia sudah pernah melihatnya dari media sosial saudara kembarnya itu.

“Kalian jadi menikah besok, kan?”

Jujur saja, Salma merasa heran. Bukankah seharusnya Nova dan Rivan ini jangan bertemu dulu? Apa memang sudah tidak ada yang namanya tradisi pingit-pingitan lagi?

Mobil pun berhenti. Rivan mengajak Salma masuk ke rumah besar itu. Ia lalu diajak ke sebuah kamar yang diyakini sebagai kamar saudara kembarnya.

“Bisa-bisanya dia di kamar aja, alih-alih menyambutku,” gumam Salma, lebih kepada dirinya sendiri.

Detik berikutnya, tanpa banyak bicara Rivan membuka pintu kamar. Betapa terkejutnya Salma saat melihat Nova dalam keadaan terbaring lemah dan tidak sadarkan diri. Tak hanya itu, beberapa alat medis juga terpasang di tubuh kembarannya.

Tunggu, apa ini bagian dari prank? Nova sedang membuat konten menyambut saudara kembarnya dengan cara paling gila. Namun, bukankah ini terlalu niat untuk ukuran sebuah pembuatan konten? Juga, di mana letak kameranya?

“Beginilah keadaan Nova. Sudah tiga bulan dia terbaring koma seperti itu,” jelas Rivan.

“Ini nggak lucu,” jawab Salma. “Kalau ini lelucon untuk mengerjaiku, tolong hentikan.”

“Ini memang nggak lucu. Enggak ada satu pun orang yang menganggap ini lucu.”

Salma berjalan mendekat ke arah ranjang Nova. Kakinya lemas, tangannya pun bergetar. Ia masih ingin denial kalau ini hanyalah lelucon, tapi semakin ingin menyangkal ... semakin semuanya terlihat nyata.

“Dia kenapa?” lirih Salma, nada bicaranya kentara menahan tangis.

“Seperti yang diberitakan, dia jatuh dari lantai tiga. Kepalanya terbentur dan—”

“Enggak ada berita koma. Di berita dia baik-baik aja bahkan udah aktif lagi di medsos. Gimana ceritanya dia koma tiga bulan sedangkan selama ini dia rutin saling berbalas chat sama aku?”

“Itu saya. Makanya nggak pernah mau voice note dan video call,” jawab Rivan. “Sengaja dirahasiakan untuk menghindari hal-hal yang nggak diinginkan.”

“Ya ampun! Kenapa kamu merahasiakannya dariku? Hah?!” marah Salma, suaranya sampai bergetar. “Kamu bahkan tetap menyebarkan undangan pernikahan di saat Nova begini.”

“Untuk itu kamu harus menolong kami.”

Salma mengernyit. “Menolong?”

“Tolong gantikan Nova dan jadilah istri saya untuk sementara ... sampai Nova bangun.”

Salma tercengang.

Menggantikan Nova?

Menjadi istri sementara?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 122 - Puncak Kekacauan

    Pembicaraan Rivan dengan Salma di seberang telepon sana, semuanya Nova dengar sejak awal hingga akhir. Jujur, ia sangat syok. Rasanya kaget se-kaget-kagetnya. Ibarat mimpi buruk yang menjadi nyata.Jadi ... selama ini mereka? Ya Tuhaaan!Rivan yang langsung memutus sambungan teleponnya dengan Salma begitu menyadari keberadaan Nova, saat ini berusaha mendekat pada wanita yang pernah ia cintai tapi sekarang sudah tidak lagi. Rivan sudah ingat semuanya.Satu hal yang pasti, perasaan Rivan berubah terhadap Nova bukan karena Salma. Justru Salma-lah yang mengobati kekacauan hati yang Rivan rasakan pasca pengkhianatan Nova.“Aku bisa jelasin,” ucap Rivan. “Bahkan, rencananya aku mau kasih tahu semuanya. Sejak awal, kesalahanku adalah menyembunyikan fakta. Andai kamu tahu sejak awal tentang pernikahan sementaraku dengan Salma yang penuh cinta, semuanya nggak akan begini.” “Mas Rivan, aku pikir kamu bakalan bilang kalau barusan aku salah dengar.” Nova mengatakannya sambil menahan tangis.“Eng

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 121 - Semakin Rumit

    Salma masih berusaha tenang. Sejujurnya bukan masalah ingatan Rivan pulih, asalkan pria itu tidak punya niatan untuk menjadi Rivan yang bersikeras tak mau berpisah dengannya seperti sebelum kecelakaan. Ya, bukan masalah Rivan ingat kembali kisah mereka, asalkan selanjutnya pria itu memutuskan akan tetap bersama Nova lalu sepakat melupakan segala yang pernah mereka lewati selagi Nova koma.Masalahnya adalah ... bagaimana jika Rivan bersikeras ingin mereka bersama?Salma secepatnya menggeleng. Untuk sekarang, yang harus ia lakukan adalah tetap tenang. Terlebih Rivan tahunya ia masih amnesia. Untuk itu, Salma hanya perlu cuek seperti biasa.“Salma, kamu masih dengar aku, kan?” tanya Rivan, karena Salma tak kunjung memberikan respons apa pun.“Ya, aku masih dengar,” jawab Salma, kali ini sudah tidak gugup lagi. Cara bicaranya pun sudah lebih tegas dari sebelumnya.“Kamu ada waktu, kan? Aku ingin kita ketemu. Kalau bisa hari ini bahkan sekarang juga.”“Tujuannya untuk bicara, kan?” tanya S

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 120 - Ingat Soal Kita

    Setelah sambungan telepon dengan Anjar terputus, Salma baru sadar kalau dirinya belum mengunggah pengumuman yang menyiratkan dirinya telah putus dengan Anjar. Salma ingin semuanya clear sehingga mau tidak mau ia harus segera mengunggahnya.Kenapa harus? Karena Anjar mustahil melakukannya. Untuk itu, Salma harus melakukannya sendiri. Seluruh dunia harus tahu kalau hubungannya dengan Anjar telah berakhir. Ah, lagi pula sejak awal mereka tak punya hubungan apa pun.“Aku akan mengunggah pengumumannya setelah beres-beres,” gumam Salma.Selama beberapa saat, Salma segera mengemasi pakaiannya, menyusunnya dengan se-rapi mungkin ke dalam koper besar.Kabar baiknya, ini hari Kamis sehingga besok merupakan hari Jumat—jadwal keberangkatan kapal menuju Senjaratu.Salma tahu semua akan terkejut dengan kepergiannya. Namun, seharusnya kepulangannya ke Senjaratu bukanlah hal aneh. Ia hanya ingin pulang karena sejak awal rumahnya ada di Senjaratu.Salma hanya perlu mengatakan kalau keputusannya ini bu

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 119 - Pergi

    Salma pikir setelah Mama Li terpaksa setuju dengan keputusannya berarti semua masalah bisa dikatakan selesai. Salma akan menjalani hidup baru dengan lebih tenang. Tentunya Salma lega Rivan menolak percaya dengan fakta yang dibeberkan Septi dan Akmal sehingga saat ini pria itu bisa menjalani hari-hari dengan Nova, sesuai keinginan Salma.Septi, Akmal dan Mama Li, mereka bertiga pun bisa sesuai harapan Salma—menjaga rahasia dan telah berjanji tidak akan menyinggung soal itu lagi. Dalam kata lain, kisah Salma dengan Rivan telah ditutup rapat-rapat.Salma benar-benar telah membuka lembaran baru, meski hatinya tak bisa bohong kalau nama Rivan masih ada di sana. Namun, sebisa mungkin Salma mencoba menerima kenyataan bahwa Anjarlah yang kini menjadi mengisi hari-harinya.Bukankah dulu Salma mencintai Anjar meskipun sekadar cinta monyet? Jadi, seharusnya ia bisa lebih mudah menerima pria itu masuk lagi ke hatinya dan melupakan Rivan selamanya.Salma yang sempat berpikir untuk pulang ke Senjar

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 118 - Testpack

    “Maaf, Nyonya. Saya gagal membuat Pak Rivan percaya.”“A-apa?” Mama Li terkejut sekaligus tak menyangka. Bagaimana mungkin Rivan tak percaya? Bukankah Septi dan Akmal membawa bukti hubungan Rivan dengan Salma?“Benar, Nyonya. Untuk itu, maafkan saya. Saya sungguh gagal membuat Pak Rivan percaya, malah sebaliknya ... Pak Rivan marah dan tidak mau bertemu kami lagi,” ucap Septi lagi, nada bicaranya kentara sekali sangat merasa bersalah.“Sekarang Rivan mana?”“Sudah kembali ke kamarnya, Nyonya. Kami juga udah pergi dari sana. Nyonya masih bersama Salma?”“Ya. Salma masih di sini,” jawab Mama Li. “Septi, kita lanjut bicara nanti, ya. Tolong atur pertemuan saya dengan Nova.”“Dengan Nova?”“Iya, kalau Rivan dan Salma sulit percaya, jalan terakhirnya adalah memberi tahu Nova soal ini.”“Baik, Nyonya. Akan saya atur pertemuan antara Nyonya dengan Nova.”“Secepatnya, ya. Bila perlu besok.”Setelah sambungan telepon dengan Septi terputus, Mama Li kembali meletakkan ponsel ke dalam tas.“Ma...

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 117 - Dia Percaya?

    Tidak, bagaimana ini?Bisa-bisanya Salma membiarkan Mama Li sampai punya pemikiran sejauh itu. Berpura-pura hilang ingatan? Salma yakin dirinya sudah sangat hati-hati, sayangnya ia malah keceplosan mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan.Kalau sudah begini, dengan cara apa Salma menyanggah? Saking bingungnya harus menjawab apa, Salma akhirnya hanya terdiam.“Apa itu benar, Salma? Entah ingatanmu sudah pulih atau kamu memang tidak hilang ingatan, intinya sekarang kamu sebenarnya tahu faktanya. Fakta bahwa kamu dengan Rivan ... saling mencintai,” ucap Mama Li lagi.“A-aku nggak paham dengan yang Mama katakan.” Hanya itu yang bisa Salma ucapkan. “Hmm, bisakah kita pulang sekarang? Aku pusing dan butuh istirahat.”Sejujurnya itu hanya alasan Salma saja. Aslinya ia tidak mau blunder lebih banyak lagi. Makanya pembicaraan ini harus diakhiri sekarang juga.Tanpa banyak protes, Mama Li mengiyakan permintaan Salma untuk pulang. Walau ia setengah yakin kalau itu hanya alasan Salma

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 5 - Liarnya Istriku

    Secepatnya Rivan meletakkan kembali ponsel Salma di tempat semula. Ia duduk di sofa sambil menunggu aplikasi Langit Fiksi terpasang di ponsel miliknya. Selesai memasang, mau tidak mau Rivan harus mendaftar akun lantaran penasaran dengan cerita yang Salma tulis.Terlebih judulnya Love in Contract, b

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 4 - Malam Pertama

    Meskipun Salma sudah mengatakan pada Rivan kalau dirinya tak ingin berdansa, pada akhirnya ia tetap melakukannya bersama pria itu. Salma tak kuasa menolak saat Rivan langsung membawanya ke lantai dansa untuk bergabung dengan pasangan-pasangan lain.Jujur saja, tatapan Rivan itu seolah penuh cinta, p

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 3 - Adegan Panas

    Di ball room sebuah hotel mewah, musik pengiring pernikahan masih bergema setelah Nova ‘palsu’ alias Salma dan Rivan dinyatakan resmi sebagai suami-istri. Tepuk tangan tamu undangan memenuhi ruangan, sedangkan pengantin baru itu berdiri berhadapan.Pernikahan palsu ini membuat Salma sangat gugup. B

  • Terjebak Pernikahan Sementara    Bab 2 - Menggantikan Menikah

    Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status