Share

158. Perasaan Tidak Rela

Author: Blue Rose
last update Last Updated: 2025-08-28 23:24:33
Itu Chika—perempuan berpakaian santai dengan dress cukup seksi dan outer tipis yang melayang saat terkena angin pantai.

Ia tersenyum sangat lebar, seolah-olah Edric adalah pusat dunia. Tatapannya penuh rasa memiliki, seperti orang yang tidak mau melepaskan apa yang sudah ada di genggamannya.

Namun, Edric justru terlihat tak suka dengan kehadirannya. Perempuan yang super cantik itu memang sukses membuat Mila dan orang-orang di sekelilingnya gagal fokus. Banyak yang secara refleks menoleh, berbisik-bisik, bahkan memperhatikan dengan rasa iri ataupun kagum. Tapi Edric malah seolah mendorongnya menjauh dengan sikap dingin dan tatapan tidak ramah.

Melihat situasi yang semakin tidak memungkinkan untuk tetap di tempat ramai, Edric akhirnya berdiri. Dengan wajah datar, ia mengajak Chika berjalan menjauh, ke arah pantai yang lebih sepi. Dari kejauhan, Mila melihat mereka. Tidak ada yang tahu apa yang sedang mereka bicarakan, tapi jelas ekspresi Chika tidak seceria tadi.

Begitu Edric dan Ch
Blue Rose

Semoga suka yaヾ(❀╹◡╹)ノ゙❀~ thanks udah baca

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak di Tubuh Sugar Baby Om CEO   160. Bicara Berdua

    Malam makin larut, Mila merasa tertekan di kamar. Benar saja, kedekatannya dengan Edric membawa bencana. Meski tidak secara langsung, mereka menyindirnya dengan cara halus. Katanya ia masih baru tapi dapet tangkapan bagus. "Mila!" panggil seseorang mengagetkan Mila dari lamunan. Mila langsung menoleh dan menemukan Deva yang keluar dengan outher rajut, kaos putih polos, dan celana tidur yang santai. "Jangan ngelamun di tepi kolam, nanti kecebur," ujarnya bercanda. Deva terkekeh, "Hehe... iya, Pak."Mereka saling diam sejenak, tapi Mila perlahan munudur. Deva pun mengajak Mila duduk di kursi pantai yang ada di tepi kolam. Di sekitar sana juga masih banyak yang lalu-lalang bersantai."Kenapa, susah tidur?" tanya Deva mengulurkan botol air putih pada Mila. Mila menerimanya dengan kedua tangan sopan. Ia masih canggung di dekat Deva, tentu saja itu wajar karena Deva atasannya. "Makasih, Pak. Saya memang agak kesulitan tidur, akhir-akhir ini kayak sering insomnia.""Hem... pake terapi

  • Terjebak di Tubuh Sugar Baby Om CEO   159. Diapit Dua Raksasa

    Jetski itu melaju kencang membelah ombak, membuat Mila berpegangan erat di belakang punggung Edric. Suaranya bercampur antara tawa gugup dan teriakan kecil setiap kali mereka menghantam gelombang.“Pak… pelan sedikit dong!” teriak Mila sambil memejamkan mata.Edric tertawa pelan, tapi bukannya memperlambat, ia justru sedikit memutar gas. “Kalau pelan, nggak seru. Tenang aja, saya nggak akan bikin kamu jatuh.”“Ya ampun, saya bisa jantungan, Pak!” Mila spontan memukul pelan bahu Edric, tapi tangannya tetap erat memeluk pinggang pria itu.Edric tersenyum lebar, seolah puas melihat ekspresi Mila yang campur aduk. “Kalau takut, pegangan yang kenceng. Nanti malah saya yang jatuh gara-gara kamu longgarin tangan.”Mila mendengus, wajahnya panas entah karena matahari atau karena malu. “Bapak nyebelin.”“Nyebelin tapi bikin kamu ketawa kan?” Edric menoleh sedikit, dan benar saja—Mila tidak bisa menahan tawa.Suasana itu… hangat, jauh lebih hangat daripada sekadar bos dan karyawan.•••Dari kej

  • Terjebak di Tubuh Sugar Baby Om CEO   158. Perasaan Tidak Rela

    Itu Chika—perempuan berpakaian santai dengan dress cukup seksi dan outer tipis yang melayang saat terkena angin pantai. Ia tersenyum sangat lebar, seolah-olah Edric adalah pusat dunia. Tatapannya penuh rasa memiliki, seperti orang yang tidak mau melepaskan apa yang sudah ada di genggamannya. Namun, Edric justru terlihat tak suka dengan kehadirannya. Perempuan yang super cantik itu memang sukses membuat Mila dan orang-orang di sekelilingnya gagal fokus. Banyak yang secara refleks menoleh, berbisik-bisik, bahkan memperhatikan dengan rasa iri ataupun kagum. Tapi Edric malah seolah mendorongnya menjauh dengan sikap dingin dan tatapan tidak ramah. Melihat situasi yang semakin tidak memungkinkan untuk tetap di tempat ramai, Edric akhirnya berdiri. Dengan wajah datar, ia mengajak Chika berjalan menjauh, ke arah pantai yang lebih sepi. Dari kejauhan, Mila melihat mereka. Tidak ada yang tahu apa yang sedang mereka bicarakan, tapi jelas ekspresi Chika tidak seceria tadi. Begitu Edric dan Ch

  • Terjebak di Tubuh Sugar Baby Om CEO   157. Tertekan

    "Aaah... pelan, Regan ahhh. Pelan-pelan ih... aku capek. Udahan yuk!" Desahan itu terasa nyata di telinga Deva. "Bentar aja Sayang, satu ronde lagi ya..." Ia sendiri tak menyangka, bisa bersikap sejinak itu saat bercinta, tapi menginginkan lebih jauh juga dalam waktu bersamaan. Ia bukan tipe yang menghargai perempuan di ranjang. Baginya para wanita yang bersaanya hanyalah penawar jasa, sementara dirinya adalah pembeli. Tak mungkin baginya au mendengarkan keluhan wanita penghibue ketika ia memperlakukan mereka dengan kasar. Namun dalam mimpi itu, ia seolah mencoba menyesuaikan diri dengannya agar perempuan itu sama-sama nyaman. Bahkan ia membujugnya dengan lembut. Dalam tidurnya ia merasakan sentuhan di bahunya, dan saat itu pun ia terbangun. "Siapa kamu?" tanyanya tanpa sadar. Ia meraih tangan yang menyentuhnya dan menatapnya dengan serius. "Dev!" Barulah ketika menyadari siapa yang memegang bahunya, Deva menghela napas. "Sorry, Key. Aku mimpi buruk." Keyla

  • Terjebak di Tubuh Sugar Baby Om CEO   156. Leon Versi Nyata

    “Cih... gue cuma nanya. Posesif amat lu. Lagian, bukannya lo yang suka sama dia?” tanya Deva balik. Edric melengos, wajahnya jelas berubah. Ia sudah bad mood gara-gara khawatir kalau sahabatnya sendiri benar-benar menyukai orang yang sama dengan yang ia sukai. “Ya, lu ngapain nanya-nanya?” Edric masih belum puas dengan jawaban Deva yang terkesan menghindar. Ia curiga berat. Masalahnya, ia saja masih PDKT dengan Mila. Kalau sampai harus bersaing dengan sahabatnya sendiri, ia bisa saja jadi bermusuhan. Dan itu bukan gayanya sama sekali. “Gak ada maksud apa-apa gue. Lagian, dia karyawan biasa. Gue cuma penasaran, soalnya dia mirip sama orang yang gue kenal. Tapi gue juga nggak tau siapa.” “Gimana sih, katanya orang yang lo kenal? Terus gak tau, kontradiktif banget.” “Iya. Gue juga cuma ngerasa aja kalo dia familiar.” Edric berpikir sejenak. “Ya mungkin ini efek dari lu yang abis kecelakaan itu, terus lupa ingatan sebagian.” Benar saja, Deva memang sempat mengalami kecelaka

  • Terjebak di Tubuh Sugar Baby Om CEO   155. Gairah Menggebu

    Tak ada yang lain yang bisa dilakukan Deva ketika Mila duduk di hadapannya selain membicarakan pekerjaan. Ia menahan diri sekuat tenaga. Padahal, ada ribuan pertanyaan yang berputar di kepalanya—tentang siapa sebenarnya gadis itu, kenapa ia muncul dalam mimpi, dan mengapa ia merasa seperti pernah mengenalnya. Namun, nalarnya masih bekerja dengan baik. Ia sadar bahwa menyinggung hal pribadi pada karyawan barunya jelas tidak profesional. Jadi, Deva memilih untuk tetap menjaga jarak, hanya menanyakan hal-hal teknis seputar laporan dan administrasi. Meski begitu, setiap kali Mila berbicara, tatapannya, intonasi suaranya, bahkan ekspresi canggungnya—semua itu justru menambah rasa penasaran yang menggerogoti hatinya. Ia mencoba bersabar. Mungkin ada jalan lain untuk mengetahui kebenaran di balik perasaan aneh yang mendadak hadir ini. . Setelah keluar dari ruangan CEO, Mila merasa lega. Bahkan beberapa karyawan menanyakan apakah ia mendapat masalah karena diundang langsung oleh C

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status