مشاركة

80. Munafik

مؤلف: Henny Djayadi
last update آخر تحديث: 2026-01-07 14:46:34

“Aku tidak akan membiarkan Tante hanya berdua dengan pria brengsek itu.”

Suara Gara rendah, namun penuh penekanan yang bergetar. Tangannya mengepal di sisi tubuh, urat-urat di lehernya menegang saat tatapannya menghunus tajam ke arah sosok pria yang duduk angkuh di sofa ruang kerja Mita.

Mita menghela napas, menyentuh lengan Gara dengan lembut, sebuah gestur menenangkan yang justru membuat Gara semakin enggan beranjak.

“Tenang saja, Gara. Semua akan baik-baik saja.”

“Tenang?” Gara berbalik, menatap Mita dengan mata yang memerah. “Tante lupa apa yang terjadi beberapa hari yang lalu? Dia hampir mencelakai Tante!”

Ada rasa cemburu yang mengiris di balik proteksinya. Dia takut, bukan hanya karena fisik Mita yang terancam, tapi dia takut pada sisa-sisa kenangan yang mungkin masih tersimpan di hati Mita. Dia takut Mita akan goyah.

“Dia tidak akan berani melakukannya lagi,” ucap Mita, suaranya begitu tenang, seolah dia sudah mengendalikan keadaan. “Jika dia melakukannya lagi, itu akan menjad
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Vid
mampusss di skak si bajingan itu ..ayu donk ka..lagii up
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
good job Mita.ayo jangan goyah..lelaki seperti Pram TDK pantas dipertahankan..semangat Mita
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   82. Tak Akan Luluh

    Langkah Pram terasa berat, seolah beton konveksi Buana Busana baru saja runtuh menimpa bahunya.Untuk pertama kalinya dalam belasan tahun pernikahan mereka, Pram menyadari satu hal yang selama ini ia sepelekan, Mita bukan sekadar istri yang penurut, tapi dia adalah otak di balik kejayaannya.Dan kini, otak itu telah berbalik menyerangnya dengan presisi yang mematikan.Pram kalah langkah. Total. Mita tidak hanya pergi membawa luka, tapi juga membawa seluruh amunisi yang Pram butuhkan untuk bertahan hidup.Pram pulang dengan harapan mendapatkan perlindungan di pelukan Amara. Namun, yang menyambutnya di apartemen bukanlah ketenangan, melainkan rentetan kalimat tajam yang terasa begitu panas di telinga."Apa kau bilang? Sertifikat ruko?" Amara berdiri di tengah ruang tamu, matanya yang biasa terlihat menggoda kini membelalak penuh tuntutan. "Untuk apa, Pram?""Amara, dengarkan aku dulu...""Kau sudah memberikan ruko itu padaku sebagai jaminan masa depanku! Aku tidak akan menyerahkannya ke

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   81. Terusir

    Sebagai laki-laki dan suami, tentu ucapan Mita menyentil ego dan harga diri Pram.Pram menunduk dalam, menyadari kemungkinan untuk bersama kembali sangatlah kecil.Pram mendongak, matanya memerah. Alih-alih memohon maaf, ia justru memilih senjata lama para pengecut, pengalihan isu."Mengapa kau jadi sekeras batu begini, Mit?" suaranya rendah, bergetar antara frustrasi dan intimidasi."Jangan-jangan... kau sudah memiliki laki-laki lain yang menjanjikan surga padamu? Siapa dia? Gara?"Nama itu disebut. Bayangan Gara, pria yang selalu ada saat Pram menorehkan luka yang begitu dalam,sempat melintas cepat di benak Mita.Namun, Mita tidak membiarkan riak emosi itu naik ke permukaan. Ia justru menyunggingkan senyum sinis yang penuh ejekan, sebuah senyuman yang belum pernah Pram lihat selama belasan tahun pernikahan mereka."Luar biasa," bisik Mita pelan, hampir seperti desis. “Yang jelas-jelas selingkuh itu kamu, Mas. Kenapa sekarang malah menuduh aku?”Mita menggeleng perlahan, matanya men

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   80. Munafik

    “Aku tidak akan membiarkan Tante hanya berdua dengan pria brengsek itu.”Suara Gara rendah, namun penuh penekanan yang bergetar. Tangannya mengepal di sisi tubuh, urat-urat di lehernya menegang saat tatapannya menghunus tajam ke arah sosok pria yang duduk angkuh di sofa ruang kerja Mita.Mita menghela napas, menyentuh lengan Gara dengan lembut, sebuah gestur menenangkan yang justru membuat Gara semakin enggan beranjak.“Tenang saja, Gara. Semua akan baik-baik saja.”“Tenang?” Gara berbalik, menatap Mita dengan mata yang memerah. “Tante lupa apa yang terjadi beberapa hari yang lalu? Dia hampir mencelakai Tante!”Ada rasa cemburu yang mengiris di balik proteksinya. Dia takut, bukan hanya karena fisik Mita yang terancam, tapi dia takut pada sisa-sisa kenangan yang mungkin masih tersimpan di hati Mita. Dia takut Mita akan goyah.“Dia tidak akan berani melakukannya lagi,” ucap Mita, suaranya begitu tenang, seolah dia sudah mengendalikan keadaan. “Jika dia melakukannya lagi, itu akan menjad

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   79. Memaksa Bertemu Mita

    Pram merasakan seolah oksigen di ruangan itu mendadak menguap.Dunia yang selama ini ia kendalikan mendadak goyah, miring, dan siap menimpanya. Jantungnya berdegup liar, menghantam rongga dada dengan ritme yang menyakitkan.Jadi, anak Amara tahu.Pikiran itu menyengatnya seperti bisa ular. Selama ini ia merasa paling cerdik, merasa telah menidurkan lawan-lawannya dalam kenyamanan palsu.Namun sekarang, kenyataan pahit menghantamnya, dialah yang selama ini sedang ditidurkan, dibiarkan terbuai dalam rasa aman yang semu, hanya untuk diseret ke meja eksekusi pada saat yang paling tidak terduga.Pram menelan ludah, tenggorokannya terasa seperti dipenuhi pecahan kaca. Ia berusaha keras mengatur napas, membusungkan dada untuk menutupi gemetar halus di tangannya.“Kau lancang,” desis Pram. Suaranya serak, mencoba memungut sisa-sisa kuasa yang sudah remuk. “Di mana Mita?”Gara tidak berkedip. Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyum yang dingin, hampa, dan sama sekali tidak menyentuh matanya y

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   78. Gara vs Pram

    Gemericik air dari shower menghantam bahu Pram dengan ritme yang menyakitkan.Setiap tetesnya seolah menekan luka memar di dadanya yang belum pulih benar sisa dari pukulan gara yang nyaris merenggut nyawanya minggu lalu. Namun, rasa perih di kulitnya tak sebanding dengan kekosongan yang menganga di ulu hati.Pram menyandarkan dahi pada dinding keramik yang dingin. Napasnya berat, berasap tipis di udara kamar mandi yang lembap.Perceraian ini bukan sekadar akhir dari janji suci. Ini adalah eksekusi mati bagi masa depannya. Mita tidak hanya ingin pergi, dia ingin membumihanguskan seluruh dunia Pram sebelum melangkah keluar pintu."Sialan..." desis Pram, suaranya parau.Mita telah menguras segalanya. Brankas di ruang kerja kini melompong. Namun, yang membuat jantung Pram seolah diremas adalah hilangnya map biru berisi rancangan Proyek Amara.Itu bukan sekadar tumpukan kertas, itu adalah detak jantung kariernya, hasil begadang berbulan-bulan yang ia susun bersama Amara, rekan kerja sekali

  • Terjerat Cinta Anak Selingkuhan Suamiku   77. Sidang Pertama

    Adnan tidak langsung menjawab. Ia menoleh, menimbang kata-katanya seolah setiap suku kata memiliki konsekuensi hukum yang berat."Ketidakhadirannya bisa mempercepat proses secara verstek, Bu Mita. Tapi..." Adnan menggantung kalimatnya. Matanya yang tajam menatap pintu masuk lobi dengan dahi berkerut dalam."Pria seperti Pram biasanya tidak membiarkan mangsanya pergi semudah itu. Diamnya dia saat ini bukan berarti menyerah. Bisa jadi ini adalah rencana yang sudah dia siapkan untuk sidang berikutnya."Mita merapatkan pelukannya pada bundel berkas di dadanya. Kertas-kertas itu terasa seperti perisai rapuh melawan bayangan Pram yang dominan.Di tengah keraguan yang menghimpit, ibu satu anak itu tiba-tiba teringat tatapan nekat Gara pagi tadi. Keberanian liar pemuda itu entah bagaimana menyusup ke dalam nadinya, memberinya sedikit tenaga untuk tetap berdiri tegak.Mita merasakan dingin merambat di tengkuknya. "Maksud Anda, dia sengaja membiarkan saya merasa menang hari ini?""Predator pali

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status