Beranda / Romansa / Terjerat Cinta Dosen Baruku / Bab 19. Nggak Bisa Reschedule?

Share

Bab 19. Nggak Bisa Reschedule?

Penulis: Elwy Canopus
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-10 22:29:30
Drt... Drt...

Suara dering ponsel Leena memecah suasana pagi itu.

Dengan mata yang masih terpejam, tangan Leena meraba keberadaan ponsel. Setelah dapat, ia langsung menempelkannya ke telinga dan menjawab panggilan.

"Halo…?" Leena menjawab dengan suara berat, masih setengah sadar.

"Na! Cepetan bangun. Gue di depan asrama lo!" ucap seseorang di seberang telpon. Suaranya terdengar lantang dan mendesak.

Leena, menarik ponsel dari telinga dan melirik layarnya. Nama Evan terpampang jelas disana.

Samb
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 112. Double Kill

    “Lama banget, kamu bikin kopi atau metik bijinya dulu?”Tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya, Zayn duduk santai di kursi balkon, membiarkan angin petang memainkan ujung rambutnya yang rapi.Leena meletakkan cangkir itu dengan denting pelan di atas meja kecil. “Tadi Bapak minta yang spesial, kan? Jadi saya harus nyiapin secara teliti biar rasanya perfect,” jawab Leena asal.‘Perfect pahitnya,’ batin Leena penuh kemenangan. Gadis itu tak langsung pergi, kakinya masih terpaku di sana. Ia ingin melihat raut dingin Zayn berkerut menahan rasa pahit ekstrem yang baru saja ia racik.Leena berdiri di samping Zayn dengan jarak yang formal. Namun, manik mata Zayn memicing ke arah kerah blazer Leena yang ditarik hingga menutupi seluruh leher.“Kenapa kerah kamu tinggi banget?” tanya Zayn santai.Pria itu seolah amnesia kalau dia adalah pelaku utama yang meninggalkan jejak kemerahan di balik kerah itu.Decihan kesal lolos dari bibir Leena, manik matanya melotot tajam ke arah sang dos

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 111. Kopi Spesial

    “Apa lagi, Pak? Saya udah telat loh ini!”Napas Leena tertahan, tangannya masih menggantung di gagang pintu mobil yang terbuka.Bukannya lepas, Zayn justru lagi-lagi mencondongkan tubuh, mengunci pergerakan Leena dalam ruang kabin yang seolah menyempit.Tangan panjang pria dingin itu terulur melewati bahu Leena, jemarinya hangat menyentuh tengkuk dengan gerakan sangat perlahan.Zayn merapikan kerah blazer Leena yang sedikit terlipat, sisa-sisa kekacauan kecil saat di apartemen tadi.“Apa nggak sebaiknya kamu resign aja?” tanya Zayn tiba-tiba dengan suara rendah yang sangat tenang.Leena mengerjap, manik matanya bergetar menatap wajah sang dosen yang begitu dekat. “Maksud Bapak?”“Biaya hidup kamu… saya yang tanggung,” timpal Zayn lagu tanpa ada kilat ragu sedikitpun di rautnya.Kening Leena mengernyit dalam, ia menarik kepalanya sedikit ke belakang untuk mencerna kalimat gila itu.“Ngurus biaya hidup saya? Emangnya Bapak siapa saya?” tanya Leena, nada bicaranya antara bingung dan tert

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 110. Minggir Pak!

    “Pak Zayn! Saya harus kerja!” teriak Leena mendadak panik setengah matiRefleks mendorong dada bidang Zayn agar menjauh, Leena langsung celingukan mencari tas dan blazer-nya yang tadi entah terlempar ke mana. “Minggir Pak! Saya bisa dipecat kalau telat lagi.”“Telat sedikit nggak akan bikin kamu miskin, Leena,” sanggah Zayn cepat.Zayn mencoba menahan bahu Leena, tapi gadis itu sudah melengos, memungut heels-nya di lantai. Tak peduli lagi dengan suasana romantis yang baru saja terbangun. Bagi Leena, urusan cuan lebih mendesak daripada urusan asmara.Sambil kembali memakai heels-nya dengan terhuyung-huyung, Leena sempat menoleh ke arah Zayn dengan tatapan yang memicing. “Bapak enak orang kaya! Saya kalau dipecat nggak bisa makan dan ngurus diri sendiri!” dengus Leena akhirnya.Zayn melangkah ke depan, lalu menyambar bahu Leena lagi. “Kalau sampai kamu dipecat…” sempat berhenti sejenak, Zayn menatap lekat manik mata Leena. “Saya yang bakal ngurus kamu.” Leena terdiam sepersekian det

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 109. Si Brengsek yang Mempertemukan

    “Ck! Bukan gitu, Pak.”Takut akan jadi salah paham, Leena cepat-cepat mengalihkan pembahasan. “Udahlah, kita nggak perlu bahas itu lagi,” ujar Leena sambil memakai kembali sepasang heels-nya dengan gerakan kikuk. Leena melangkah maju, lalu mendorong tubuh Zayn agar berbalik menuju lift penghuni. “Ayok Pak, kita langsung naik ke unit Bapak aja. Saya nggak punya banyak waktu karena jam part-time sanya tinggal setengah jam lagi.” Tak bergeming, tubuh Zayn terasa kaku layaknya patung saat Leena mencoba mendorongnya dengan sekuat tenaga, sebelum akhirnya pria itu mengalah dan berjalan masuk ke dalam lift bersama Leena. Di dalam lift, suasana mendadak jadi canggung, hanya terdengar suara napas mereka yang saling bersahutan. Zayn juga nampak masih menatap Leena lewat pantulan dinding lift, raut bersalahnya masih belum luntur sedikit pun.Merasa tak nyaman dengan tatapan sang dosen, Leena meringis kecil sambil mencetus, “Kenapa Bapak masih ngeliatin saya terus? Tadi kan saya nggak jadi n

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 108. Siapa Pria Asing Itu?

    “Lumayan catik Nona ini.”Tepat di depan pintu putar lobi. Leena terperanjat, kepalanya mendongak otomatis dan manik matanya bertatapan dengan sosok pria asing.Pria muda dengan setelan jas rapi yang nampak sangat mahal, tapi auranya jauh sari kata formal. Ada senyum miring yang terpatri di wajahnya, seolah baru saja menemukan hal menarik.Leena mengerjap, tanpa sadar mundur satu langkah karena merasa terintimidasi oleh tinggi badan pria di depannya.“Nona cantik ini, kalau boleh tau siapanya Zayn?” tanya pria itu lagi.Sorot matanya menelisik Leena dari ujung kepala sampai kaki, berhenti sejenak pada blazer yang membalut dress mahal pilihan Zayn. Di belakang pria itu, ada sekitar tiga atau empat orang pria lain yang nampak sama mewahnya, berdiri dengan gaya santai.Dengusan kecil lolos dari bibir Leena, rasa jengkelnya tadi bergeser target pada pria asik yang sok akrab itu.“Maaf, saya rasa nggak ada urusan sama anda, Pak,” ketus Leena sinis.Mendengar dirinya dipanggil ‘Pak’, raut

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 107. Tertahan di Lobi

    “Yakin kamu, Leena?” Suara bariton itu menggantung rendah. Sang direktur memicingkan mata, manik hitamnya menelisik tiap ekspresi Leena, seolah ingin menguliti kebohongan di sana.Tenggorokan Leena mendadak terasa kering, namun tak membiarkan sorot matanya lari. Dengan sisa ketenangan di bawah perlindungan Zayn, ia mengatur napasnya agar tetap teratur.“Sangat yakin, Pak,” kata Leena sambil memperlihatkan data absensi dari mesin fingerprint. . “Bukankah absensi saya ada di jam yang tepat?” Leena menimpali pertanyaan itu dengan nada yang stabil, meski dalam hatinya berdecih jijik. ‘Kenapa? Takut kalau kebusukan Bapak bakal terkuak, ya?’ batin Leena sinis.Dawson berhenti bergerak, ia menyandarkan pinggang pada bibir meja kayu sambil melipat kedua tangan di depan dada. Pria itu tampak menimbang-nimbang ucapan sang sekretaris.“Bagus kalau gitu. Saya cuma nggak suka staf saya punya agenda pribadi di luar jam kerja,” tutur Dawson tajam.Sambil memasang raut sepolos mungkin, senyum tipi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status