Chapter: Bab 133. Sekalian Pindah?‘Oalah. Gue pikir dia mau nagih apaan.’Kini Leena sadar sepenuhnya arah poin 'tagih' yang Zayn maksud. Rasa canggung dan konyol akibat salah paham yang sempat menggantung mendadak pudar.Saking sibuk menutupi drama kedekatan mereka dari radar Evan dan lainnya, Leena sendiri sampai lupa akan periode magang.Tak ingin menambah cemas di raut Zayn, Leena buru-buru memotong dengan senyum tipis dan tampak optimis. Ia menepuk pelan punggung tangan Zayn yang masih memegang pergelangan tangannya.“Tenang aja, Pak. Sejauh ini semuanya masih bisa saya tangani kok,” tegas Leena dengan nada yang dibuat seyakin mungkin. Gadis itu sedikit memiringkan kepala, menatap dalam manik mata sang dosen. “Saya bakal hati-hati. Lagian… ada Pak Zayn di sisi saya, kan?”Mendengar respons berani dari Leena, senyum tipis kembali merekah di raut Zayn. Namun, dibalik senyum itu, ada kilat lain yang muncul di sorot matanya. “Iya… tapi kamu masih nyimpen sesuatu dari aku, kan?” ujar Zayn pelan dengan nada yang lebi
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 132. Sisa Waktu“Ngapain ke sini sih, Pak? Saya harus nyiapin ruang rapat tau.”Leena melontarkan protes dengan napas terengah, langkahnya sedikit terseok mengikuti langkah panjang Zayn.Meski mulutnya terus mengoceh, tapi anehnya Leena tak benar-benar berusaha melepaskan tangan dari cekalan Zayn.Tak langsung menyahut, Zayn membiarkan ocehan Leena mengalir sampai mereka tiba di tepi rooftop. Begitu mencapai batas tembok beton, barulah ia melepas genggamannya.Zayn berbalik sampai tubuhnya kini menghadap Leena sepenuhnya. Tatapan pria itu tampak dalam sebelum bergeser ke arloji di pergelangan tangan kirinya.“Sebentar. Masih ada waktu kok.” Jeda sebentar sebelum Zayn menimpali lagi. “Lagian, masih ada yang harus aku tagih ke kamu.”Deg!Ucapan Zayn terdengar ambigu di telinga Leena, membuat otaknya lagi-lagi berputar liar mulai menebak-nebak maksud tersembunyi di balik ucapan sang dosen.‘Lagian, dia bawa gue ke tempat kayak gini kalau bukan mau macam-macam…?’ oceh Leena dalam hati yang semakin geli
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: Bab 131. Loh, kok Rooftop?‘Duh… ni anak susah banget dikibulin, deh,’ gerutu Leena dalam hati.Napas Leena tercekat di tenggorokan saat melihat sorot Evan mengunci pergerakannya. Ia berusaha merekahkan senyum paling santai, meski punggungnya terasa dingin oleh keringat.Dengan nada kikuk yang terdengar seperti pelarian, Leena mengalihkan suasana.“Tebakan apaan sih, Van? Kayaknya lo kebanyakan nonton film detektif, deh,” cetus Leena sambil tertawa hambar.Tak ikut tertawa, manik mata Evan terus menelisik setiap gerik ekspresi di raut Leena.“Nggak usah ngeles!” Sahut Evan tajam. “Semalem jelas banget janggal. Ditambah lagi, mobil si dosen kulkas itu nongkrong di sana semaleman.”Leena menelan ludah dengan susah payah, otaknya berputar cepat untuk mencari alasan yang paten untuk mematahkan intuisi Evan. “Itu… Kak Anggi kan udah kasih tau lo semalam,” sela Leena cepat sambil menetralkan nada suara yang sempat bergetar.Leena mengambil jeda sebentar untuk menarik napas, sebelum akhirnya menambahkan penjelasan de
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: Bab 130. Udah Enakan?Leena: Kak Anggi, tolong bantu gue biar Evan cepet pulang ya, penjelasan menyusul!Anggi menatap layar ponselnya dengan kening mengernyit sebelum akhirnya melirik Evan yang masih berdiri tegak di depan counter dengan raut penuh curiga.“Van, mendingan lo buruan balik deh. Ini resto hari ini bakal tutup lebih awal, soalnya kita mau deep cleaning,” ujar Anggi sembari melipat kedua tangan di depan dada.Bukannya pulang, Evan justru menantang. “Gue nggak percaya. Kalian kalau mau ngibulin gue, minimal kompak dulu lah.”Menyadari dalih yang ia lontarkan ternyata beda, Anggi sempat tertegun sejenak, tapi tetap menetralkan rautnya. Tatapan Evan semakin memicing, pria itu melirik ke arah tangga menuju lantai dua yang tampak sepi. “Tolong panggilin Leena turun, Kak. Gue cuma mau mastiin sebentar.”Dengan nada yakin Anggi menambahkan, “Dia sibuk, Evan! Lo kayak nggak tau Leena aja kalau lagi kerja.”Tak mau berdebat panjang, Anggi cepat-cepat keluar dari balik counter untuk menghalau pandangan
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Bab 129. Dilema“Bapak kenapa sih?!” Nada suara Leena meluncur lebih tinggi tanpa sengaja. Begitu sadar, ia buru-buru menurunkan intonasi dan menutupinya dengan nada yang lebih tenang. “Eh, anu, Pak… saya masih banyak kerjaan,” ucap Leena lagi, kali ini dengan nada yang lebih pelan.Zayn menarik napas panjang yang terdengar berat seakan sedang menahan sesuatu. Langkah pria itu semakin maju, membuat Leena mundur sampai terhimpit ke sandaran sofa. “Temani aku disini. Sebentar aja,” kata Zayn lirih, suaranya melembut.Leena kaku. Tubuhnya seakan terkunci. Aroma Zayn yang khas bercampur dengan nada lembutnya membuat jantung Leena berdebar tak beraturan. “A—ada yang bisa saya bantu lagi, Pak?” suara Leena sedikit gugup saat memastikan ulang maksud sang dosen.Zayn mendekatkan wajahnya, membiarkan bibirnya tepat di samping telinga Leena. Hembusan napas hangatnya menyapu kulit Leena, membuat bulu kuduk gadis itu meremang. Lalu, dengan suara rendah yang terdengar sangat intim, Zayn berbisik. “Ada.”Tega
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bab 128. Sinyal Posesif“Apaan sih, Kak Anggi! Jangan melenceng dari topik deh, siapa juga yang habis di tembak,” elak Leena dengan wajah yang mulai merona lagi.Anggi tampak masih mencoba menelisik, tapi saat terdengar denting bel di pintu resto seketika mengurungkan niatnya untuk menggoda.Seorang pria muda dengan jaket bomber santai melangkah masuk. Evan menghampiri Leena yang masih berdiri kaku di balik meja counter.Melihat Leena yang tampak terperangah, Anggi menyenggol lengan Leena pelan. “Apa ini, Na? Si kulkas yang lo maksud?” tanya Anggi memastikan.“Ish! Bukan, Kak!” jawab Leena cepat dengan nada yang sedikit melengking.Kening Anggi spontan mengernyit saat mendengar pengakuan yang terselip dari jawaban Leena. Saat Evan sampai di hadapan mereka sambil meletakkan kunci mobilnya di atas meja counter, ia bilang, “Apanya yang bukan? Kalian lagi bahas apa nih, seru banget kayaknya?”Suasana hening. Manik mata Anggi juga masih menelisik raut Leena yang mendadak kosong, menatap lekat ke arah pintu rest
Last Updated: 2026-04-23