Chapter: Bab 127. Mendadak Non Formal?“Bercandanya nggak lucu, Pak,” timpal Leena lagi sambil menggeleng pelan. Tangan Leena refleks terangkat, lalu menepuk dada Zayn dengan pukulan ringan. Raut gadis itu kini jelas menunjukkan kesal sekaligus bingung menghadapi intensitas sang dosen.Sempat memalingkan wajahnya sekilas, dengan seringai tak percaya, kening Leena mulai mengernyit dalam. Baginya, melihat Zayn bersikap serius soal perasaan adalah hal yang paling mustahil.Zayn tak menjawab dengan kata-kata, ia hanya menatap bibir Leena yang sedikit terbuka dengan tatapan mendalam. Rautnya seolah sedang menimbang berapa lama lagi ia harus menunggu jawaban Leena.“Apa aku kelihatan lagi bercanda, Leena Laudya?” tanya Zayn dengan suara rendah yang mendebarkan.Tangan Zayn kini perlahan menyentuh dagu Leena dan mengangkatnya pelan agar gadis itu kembali menatap matanya.Tanpa ragu dan tanpa memberi celah bagi Leena untuk menghindar, Zayn langsung membungkam bibir gadis itu dengan lumatannya.Sedangkan Leena hanya bisa mengeluar
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: Bab 126. Pengakuan Tak Terduga“Lah… gimana, sih?!”Nada bicara Leena sedikit meninggi, tubuh gadis itu tersentak saat kedua pergelangan tangannya mendadak disambar Zayn dari belakang.“Udah cukup,” ujar Zayn tegas.Leena berusaha menarik diri sebisa mungkin, dan saat cekalan Zayn mengendur, ia langsung berbalik untuk protes. Manik mata keduanya kini beradu intens dalam jarak yang sangat dekat, membuat napas Leena mendadak tersendat di kerongkongan.Zayn menunduk, menatap Leena dengan kilat yang sulit diartikan.“Kayaknya emang nggak dibutuhin,” bisik Zayn dengan santainya.Hembusan napas kesal lolos dari bibir Leena, rautnya mulai merah karena merasa dipermainkan di tengah rasa lelah.“Huft! Jadi, dari tadi emang lagi ngerjain saya? Cape tahu, Pak! Saya kira emang penting buat rapat!” omel Leena dengan spontan.Seakan tak peduli lagi dengan sopan santun, rasa jengkel Leena sudah lebih dulu meluap karena tenaga yang sudah ia buang untuk mencari arsip tadi.Di tengah situasi intens itu, Leena mengambil kesempatan s
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Bab 125. Tatapan yang Selalu Mengikat“H—hah?” seru Leena refleks, disertai matanya yang berkedip cepat. Leena otomatis menekan rasa kikuk yang baru saja menyambar. Otaknya berputar cepat mencari konteks dari pertanyaan singkat Zayn yang tiba-tiba muncul.Karena Leena baru kembali dari ruang rapat, mungkin yang dimaksud dosennya itu adalah tentang persiapannya.“”Eh, iya, Pak. Udah siap semua kok,” jawab Leena spontan dengan senyum canggung yang dipaksakan. “Kayaknya belum,” timpal Zayn cepat.Kening Leena mengernyit dalam, ia menatap Zayn dengan raut bingung. “Belum gimana, Pak? Emang Pak Zayn udah liat?”Tak langsung menjawab, Zayn justru mendekat. Pria itu justru malah menciptakan aura intimidasi yang membuat Evan yang berada di belakang mereka ikut geram.Lalu, dengan datar Zayn bilang, “Masih ada banyak berkas penting di ruangan saya yang mau dipakai rapat.”“Ya… terus?” tanya Leena polos.Merasa sang direktur tak memberi instruksi tambahan soal berkas lain di tangan Zayn, Leena pikir itu diluar dari tugasnya. Lee
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 124. Sementara Aman“Makasih, Pak. Padahal saya bisa pulang sendiri,” ujar Leena yang masih mencoba berdalih.Sekitar lima belas menit berlalu. Mobil Lexus Zayn mulai melambat. Pria itu menepikan kendaraannya itu tepat di seberang gerbang asrama yang lengang.Manik mata Zayn melirik tajam ke arah pergelangan kaki Leena yang tampak masih lebam. Nada suaranya terdengar berat, ada kilat khawatir yang sedikit memaksa.“Nggak mau ke dokter aja?” tanya Zayn akhirnya.Leena sudah menyambar ponsel dan bersiap membuka pintu. Namun tangan Zayn sedikit terangkat, menahan gerakan gadis itu. Dengan nada santai, Leena balik bertanya, “Ngapain ke dokter?”Raut Leena jelas menahan ringisan saat harus menggeser kaki untuk meyakinkan sang dosen bahwa sakitnya sudah membaik.Zayn menatap Leena cukup lama. Sorotnya dingin, seakan sedang menelisik kebohongan di wajah Leena. Sempat ada jeda ragu, Leena buru-buru menimpal pembicaraan sebelum sang dosen sempat melontarkan perintah lain.“Makasih banyak, Pak. Bapak buruan gih,
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Bab 123. Bisa-bisa Khilaf Beneran“Bukannya sistem itu buat ngelindungin data ya, Pak? Kenapa malah seneng?”Kening Leena mengernyit. Nada bicaranya penuh telisik, sorotnya tak lepas dari wajah Zayn. Ia merasa ada sesuatu yang baru saja terlewat dari rencana besar sang dosen killer itu. Zayn hanya melirik Leena sekilas sebelum kembali menatap kaca depan yang tertutup embun. Jemarinya mengetuk pelan setir disertai rekahan senyum tipis. “Dawson pikir itu solusi IT buat keamanan. Dia nggak sadar kalau di dalamnya ada fitur tambahan.”Leena mengigit bibir bawahnya, rasa penasaran semakin menyeruak. “Fitur apa…?”“Setiap dokumen yang dia buka atau pindahkan, jejaknya bakal tercatat lengkap di server saya,” timpal Zayn lagi dengan helaan napas tipis, lalu menoleh dengan tatapan dingin.Refleks Leena menutup mulut dengan tangan. Ia terperangah dengan kecerdasan sang dosen. “Kalau gitu… secara nggak langsung, Pak Zayn bisa tau semuanya?”Lagi. Zayn menambahkan penjelasan yang membuat Leena semakin terperangah. “Lebih dari it
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: Bab 122. Teman yang Mana?“Sialan! Kenapa gue jadi gini sih?” dengus Leena. Manik mata Leena mengikuti punggung Zayn yang menjauh. Ia refleks menepuk-nepuk pipi sendiri, seolah ingin mengusir rasa panas yang tiba-tiba merayap.Gerakan Leena terhenti saat ia mengapit wajah sendiri yang sudah semakin merona.“Lagian kenapa dia harus ngomong gitu sih!” gumam Leena kesal, nada omelannya dibuat untuk menekan rasa gugup. Setelah emosinya sedikit reda, hembusan napas panjang lolos dari bibir Leena. Sambil menunggu sang dosen kembali, Leena melepas sepatu kets di kaki kanannya dengan gerakan pelan. Begitu terlepas, ia mendesis melihat tumitnya yang sedikit bengkak.Rasa nyeri itu membuat Leena meringis, tapi tetap berusaha tenang. Tepat saat itu, Zayn kembali dengan langkah terburu-buru sambil membawa sebuah kantong plastik di tangan.Pria dingin itu langsung mendekat dan jongkok tepat di depan kaki Leena yang telanjang, membuat gadis itu refleks menarik kakinya sedikit.“Udah tau keseleo masih bilang nggak apa-apa,
Last Updated: 2026-03-16