Malam Membara dengan Pak Dosen

Malam Membara dengan Pak Dosen

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-02-04
Oleh:  AlthafunnisaOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
5Bab
4Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Nayla yang patah hati karena ditinggal nikah oleh kekasihnya memilih menghabiskan malam di Club. Ia tak tahu bahwa ada lelaki tua jahat yang ingin menjebaknya. Beruntungnya ada sosok Erlan yang menyelamatkannya dari obat yang diberikan lelaki tua itu. Namun .... pengaruh obat itu justru membawa Nayla dan Erlan dalam kisah cinta satu malam yang membara. Terlebih saat Nayla tahu bahwa Erlan adalah Dosen di kampusnya ...

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1 – Malam yang Salah

"Kenapa seperti ada acara pernikahan?" Nayla menatap nanar pada tenda berwarna Maroon kombinasi gold yang terbentang mewah di depan rumah Yudi_kekasihnya.

Rumah megah tersebut nyaris hilang ditenda tenda pernikahan nan mewah.

"Apa mungkin Kakaknya yang menikah?" gumamnya lagi.

Nayla Kezya. Gadis cantik berkulit putih yang sering menghabiskan waktu di rumah kekasihnya itu hendak masuk ke dalam tenda pernikahan. Ia penasaran, siapa kah yang menikah di rumah itu? Kenapa Ia tak diundang?

Ia menghentikan langkah saat notifikasi di ponselnya berbunyi.

Ditatapnya layar ponsel tanpa berkedip. Sebuah undangan digital masih terbuka, seolah mengejeknya.

Yudi & Alya

Save the date.

Tangannya gemetar. Nama itu_nama pria yang berjanji akan menikahinya setelah ia lulus_tertera jelas sebagai pengantin pria.

“Ini… bercanda, kan?” gumam Nayla lirih.

Napasnya terasa berat. Kepalanya berdengung. Baru seminggu lalu Yudi berkata ia sedang sibuk mengurus masa depan mereka. Baru seminggu lalu Yudi menggenggam tangannya dan berbisik, "Aku akan setia nunggu kamu."

Namun sekarang Ia menerima sebuah undangan digital disertai rumah Yudi yang dihiasi tenda mewah.

Air mata Nayla jatuh tanpa bisa ditahan. Ia perlahan masuk tenda untuk memastikan apa yang dilihatnya sebuah kesalahan.

"Yudi nggak mungkin mengkhianatiku," desisnya. "Ini pasti kesalahpahaman," tambahnya lagi.

Ia terus masuk hingga langkahnya berdiri tepat di depan pelaminan.

Napas Nayla tersengal saat melihat apa yang ada di depan matanya, Ia menghadapi sebuah pemandangan di mana Yudi dengan mesra mencium bibir mempelai wanita. Riuh ramai tepuk tangan para undangan seakan membuat kedua pengantin itu semakin memperdalam ciuman.

Sesaat kemudian, ciuman itu terlepas dan tatapan Yudi tertuju pada Nayla.

"Yudi ...." Bibir Nayla bergetar. Ia tak percaya melihat sikap Yudi yang malah kembali melabuhkan ciuman di bibir istrinya. Bukan menghampirinya dan memberi penjelasan.

"Tega kamu, Yudi!" Nayla menyeka air matanya dan berlari sekuat tenaga meninggalkan pelaminan.

Dilajukannya sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Rasa sakit menghantam jiwanya. Apa yang harus Ia katakan pada keluarganya di kampung? Mengingat Yudi yang telah datang meminta restu hubungan pada orang tua Nayla.

Nayla menghentikan laju sepeda motor di tepi jalan. Digenggaminya hati yang terasa sakit mendalam. Bukan hanya sakit yang Ia rasa, tapi kecewa karena terlalu percaya pada semua ucapan Yudi.

"Kenapa cintaku harus berakhir seperti ini?" Nayla menangis seorang diri.

Ia melajukan lagi sepeda motor dan memarkirkannya di depan sebuah club malam .

Hatinya yang remuk butuh pelampiasan. Ia memilih pergi ke club malam agar bisa melupakan semuanya sesaat.

"Kata orang, Club malam bisa mengobati rasa sakit hati," ujarnya berjalan perlahan.

Nayla memasuki Club malam dengan langkah pasti. Lampu warna-warni berkedip, musik berdentum keras. Tempat yang bahkan tak pernah terlintas di pikirannya sebelumnya saat ini justru membuat Nayla seperti orang gila.

Awalnya Nayla hanya duduk di bar sambil minum segelas Vodca. Lalu ia berbaur dengan para penari dan meliuk mengikuti dentuman musik. Sesaat kemudian dia kembali meneguk minuman beralkohol itu hingga tandas beberapa gelas.

“Sendirian?” tanya bartender.

Nayla mengangguk singkat. “Iya."

"Boleh aku temani?"

"Nggak perlu, Aku cuma mau minum.”

Beberapa menit berlalu, Nayla merasa ada yang aneh. Tubuhnya terasa panas. Bukan karena alkohol. Tapi ini berbeda. Jantungnya berdegup terlalu cepat, napasnya pendek.

“Kok… begini?” Nayla memegang dadanya sendiri.

Ia berjalan menuju kerumuman penari dengan tujuan rasa aneh di dalam tubuhnya mereda, tapi rasa itu justru semakin menjadi. Tubuhnya semakin terasa terbakar, tapi terkadang juga dingin.

Pandangan matanya berkunang. Ia berdiri, tapi langkahnya goyah. Nayla memutuskan untuk kembali duduk di bar.

Saat itulah sebuah tangan menyentuh lengannya.

“Hei, kelihatannya kamu nggak enak badan.” Suara seorang pria tua terdengar terlalu dekat.

Nayla menoleh. "Aku nggak apa-apa."

"Tapi kamu mabuk. Mari aku antar pulang." Pria tua itu semakin mengamit lengan Nayla.

“Jangan sentuh aku!” Nayla menatap tajam. Ia tak nyaman dengan sentuhan pria tua itu.

Pria itu justru tersenyum, membuat perut Nayla mual. “Santai saja, Nona. Aku bisa menemanimu.”

"Lepaskan aku." Nayla memberontak saat Pria itu mulai memapah tubuhnya.

"Jangan takut, Nona. Aku akan mengantarmu pulang. Tapi sebelum itu sebaiknya kita bersenang-senang."

Panik mulai merayap. Nayla mundur, tubuhnya semakin lemah. "Sepertinya dia orang jahat. Aaarrrgh! Kenapa rasanya panas sekali?"

Di tengah kekacauan itu, pandangan Nayla menangkap sosok pria lain. Sosok tinggi, rapi, dengan sorot mata tenang yang kontras dengan hiruk-pikuk sekitar. Pria itu tengah berbincang dengan beberapa Pria lain.

Tanpa berpikir panjang, Nayla menghampirinya dan mencengkeram lengan pria itu.

“Tolong aku,” ucap Nayla dengan suara bergetar. “Aku… aku nggak kenal dia.”

Pria itu menoleh. Tatapannya tajam saat melihat pria tua yang tadi mendekat.

“Ada masalah?” tanya Pria itu dingin.

“Bukan urusanmu,” dengus pria tua.

"Erlan, sebaiknya nggak usah ikut campur," bisik seseorang.

Lelaki itu_Erlangga hanya tersenyum tipis.

"Sepertinya si bandot itu sugar Daddy si gadis. Nggak usah cari perkara," bisik Teman Erlangga lagi.

"Tolong aku. Aku gak kenal dia." Nayla tetap memohon seraya meraba-raba tubuhnya yang terasa panas.

Melihat wajah ketakutan dari Nayla, Erlangga melangkah sedikit ke depan, posisinya protektif. “Dia bersamaku.”

Nada suaranya tenang, tapi mengandung ancaman. Pria tua itu mendecak kesal sebelum pergi.

Nayla hampir roboh jika Erlangga tidak menahan tubuhnya.

“Terima kasih…” Nayla berbisik, napasnya terengah.

“Kamu minum apa?” tanya Erlangga, alisnya berkerut.

“Aku… aku nggak tahu. Tubuhku panas… aku takut.”

Erlangga mengatupkan rahang. Ia langsung mengambil keputusan. “Kita pergi dari sini. Sekarang.”

Nayla mengangguk lemah, menyerahkan dirinya pada pria asing itu.

"Erlan, kamu mau ke mana?" Beberapa teman Erlangga berseru. Namun pria itu tak peduli. Ia tetap membawa Nayla keluar dari Club malam.

Di dalam mobil, Nayla menggigil. Keringat dingin bercampur panas yang menyiksa membuatnya berkali-kali mengerang.

Erlangga meliriknya berkali-kali. Cemas melihat kondisi perempuan di sampingnya.

“Kamu pernah merasa begini sebelumnya?” tanya Erlangga.

Nayla menggeleng. “Tidak… ini aneh. Tolong… jangan tinggalkan aku.”

Permohonan itu membuat Erlangga terdiam sejenak. Ia menghela napas panjang. “Aku tidak akan meninggalkanmu,”

Erlangga melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Erangan Nayla membuat Ia yakin telah terjadi sesuatu yang buruk pada gadis itu.

Sementara itu, Nayla semakin mengerang. "Arrrgghhh. Panas sekali." Ia membuka semua kancing baju yang dikenakannya.

"Hey, apa kamu gila?" Erlangga terkejut melihat apa yang dilakukan Nayla.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
5 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status