Beranda / Romansa / Terjerat Cinta Dosen Baruku / Bab 2. Plot Twist Malam Itu

Share

Bab 2. Plot Twist Malam Itu

Penulis: Elwy Canopus
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-10 13:00:31

‘Duh! Gimana ya?’

Kenyataan bahwa nama Zayn Vaughan, terpampang jelas di kartu nama yang sebelumnya Leena lihat, menghantam lebih keras dari apa pun.

‘Masuk nggak ya? Felling gue nggak enak nih. Dia pasti bakal ngenalin gue,’ pikirnya lagi, jantungnya berdegup tak karuan.

Leena terlihat mondar-mandir di depan ruang Zayn. Ia makin resah karena ditugaskan menemani Zayn si Dosen baru untuk keliling kampus. 

Sudah Leena jual murah hak itu pada beberapa mahasiswi, tetapi tidak ada yang berani melanggar perintah Dekan. Kalau ketahuan, bisa-bisa dapat nilai F!

Gugup, Leena melirik jam tangannya. Ia sadar hari akan semakin gelap. Ia juga tak bisa membuat Zayn menunggu. Bagaimana kalau sampai dilaporkan karena Leena tidak tepat waktu?

Akhirnya, setelah menenangkan diri, Leena mengetuk pelan dan membuka pintu ruangan itu. 

“Selamat sore, Pa—ah! Astaga!”

Leena terpekik kaget, karena ia melihat Zayn tengah tidak berpakaian. 

“Bapak mau apa sih?! Kok buka baju di sini?!” tukas Leena dengan wajah memanas. 

Mahasiswi semester 6 itu memang menutupi mukanya dengan dua telapak tangan, tetapi posisi jemarinya dibuat renggang. ‘Buset! Badan apa roti sobek?!’

“Berisik banget! Ini bukan pertama kalinya kamu lihat badan saya, kan?”

Netra Leena membulat sesaat, sebelum ia meringis, seolah tak tahu apa apa. “Apaan sih, Bapak? Mau ngedeketin saya?”

Zayn mendengus geli. “Velvet Haven. Kamar VIP 22.” 

Ruangan mendadak sunyi. Menyisakan suara tarikan nafas berat dari keduanya. 

Leena tersentak, matanya sempat melebar sesaat. 'Mati gue!' batinnya.

Zayn berdiri tepat di depan Leena. Tatapannya menusuk tajam, menuntut jawaban.

Tak mau terintimidasi, Leena menekan rasa paniknya dan berusaha tetap tenang. Ia bersedekap sambil menaikkan salah satu alis. 

“Maksud Pak Zayn gimana ya? Maaf, saya kurang paham!” ujar Leena, suaranya tegas meski sedikit bergetar.

Zayn melangkah lebih dekat, meraih salah satu tangan Leena dan menggenggamnya erat. 

“A—apaan sih, Pak?!” Leena mencoba menarik tangannya, tapi genggaman itu tak memberi celah.

Zayn menatap Leena tajam. 

“Itu kamu, kan. Leena Laudya?” Setiap katanya terasa seperti ancaman yang dibungkus tenang.

Ketegangan menjalar sampai ke ujung jari Leena. Kini ia yakin, dosen baru itu juga mengenali dirinya. 

Leena melepas paksa dirinya, lalu mundur dari hadapan Zayn. Dengan cepat ia meraih gagang pintu. “Sa—saya, uhm …  tunggu di luar aja ya Pak!”

Zayn menatap kepergian Leena dari ruangannya. Sudut bibirnya terangkat miring, membatin, ‘Nggak mau ngaku ya.’ 

Di luar, Leena berdiri membeku. Nafasnya tercekat. Padahal ia sudah melarikan diri dari Zayn.

Tadi, matanya sempat menangkap sebuah tanda lahir di bahu kiri Zayn. Persis seperti milik pria malam itu. 

Yang lebih membuatnya syok, di sisi tengkuk Zayn terlihat jelas ada bekas cakaran yang tampak familiar. 

Dadanya semakin berdegup. Kenyataan itu menyergap Leena saat tahu kalau Zayn, benar Pria itu.

“Mati gue!” desisnya pelan. “Kalau udah gini, gue harus gimana?!”

Padahal Leena pergi ke klub untuk menenangkan diri dari tuntutan bibinya. Siapa sangka akan menjadi plot twist hidupnya.

Bersamaan dengan itu, pintu ruangan Zayn terbuka. Sang dosen muncul dengan pakaian rapi.

Spontan Leena memasukkan kembali kartu nama itu. Ia mencoba tenang, seolah hanya sedang menunggu dengan santai. “Sudah? Ayo berangkat, Pak!”

Koridor fakultas kedokteran terasa panjang. Leena berjalan di depan Supaya tidak ketahuan kalau ia gugup. 

“Jadi ini, Pak, area utama Fakultas SPAP di AASM. Ke kanan ini itu, area Laboratorium Komputer. Biasanya dipake buat praktik aplikasi kantor dan simulasi audit.”

Zayn mengamati area yang ditunjuk, kemudian berkata singkat. “Saya tau.”

‘Lah! Kalau tau ya nggak usah tur kali! Repotin orang aja ni!’ keluh Leena tanpa suara. 

Beberapa kelompok mahasiswa yang melintas, melirik ke arah mereka sambil berbisik.

“Eh, itu dosen barunya?!”

“Gila sih visualnya! Keenakan Leena tuh, bisa-bisa dia gercep buat modusin Dosen baru!”

Tak nyaman mendengar celotehan mereka, Leena meraih perhatian Zayn. Ia tersenyum tipis, lalu dengan cepat melanjutkan tur mereka.

“Kalau kita belok ke kiri tadi, itu ada Ruang Prodi, Ruang Senat Fakultas, dan lainnya Pak.”

Tak semua dijajah oleh mereka. Sebagian hanya Leena tunjuk dan jelaskan dengan singkat.

Suasana keduanya nampak kaku. Leena hanya bicara seperlunya, sedangkan Zayn hanya menanggapi singkat.

Diam-diam, Zayn sebenarnya menatap Leena keheranan sambil membatin, ‘Dia tenang banget. Serius nggak kepikiran tentang malam itu? Apa cuman pura-pura?’ 

Memang. Dari luar Leena tampak tenang, padahal gugupnya nyaris tak bisa disembunyikan. Jarinya mengepal di sisi tubuh.

Suasana di antara keduanya nampak kaku. Leena yang berbicara seperlunya, sementara Zayn hanya menanggapi dengan singkat. 

“Terakhir, ini taman belakang fakultas. Biasa buat nenangin diri di sini, Pak. Enak tempatnya.”

Leena menarik nafas lega sambil meregangkan sedikit bahunya. Akhirnya tur ini selesai juga, pikirnya.

Zayn maju beberapa langkah ke depan, jaraknya cukup dekat dengan Leena yang berdiri di depannya. Pandangannya memperhatikan sekeliling. 

“Ada tempat tenang, kenapa pilih yang bising?” cetus Zayn. “Klub malam maksud saya.”

Netra Leena membulat mendengar kalimat terakhir dosennya, ‘Mampus!’ pikirnya.

Ia berbalik, bermaksud menghadapi Zayn. Namun, saat memutar tubuhnya, ia terkejut karena jarak mereka terlalu dekat.

Keduanya terdiam seolah waktu berhenti. Leena bisa merasakan detak jantungnya yang makin cepat. Ia menatap mata Zayn yang semula datar, kini terlihat redup dan hangat.

Baru saja Leena bermaksud menjelaskan, seseorang memanggil namanya dengan lantang.

“Leena!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 111. Kopi Spesial

    “Apa lagi, Pak? Saya udah telat loh ini!”Napas Leena tertahan, tangannya masih menggantung di gagang pintu mobil yang terbuka.Bukannya lepas, Zayn justru lagi-lagi mencondongkan tubuh, mengunci pergerakan Leena dalam ruang kabin yang seolah menyempit.Tangan panjang pria dingin itu terulur melewati bahu Leena, jemarinya hangat menyentuh tengkuk dengan gerakan sangat perlahan.Zayn merapikan kerah blazer Leena yang sedikit terlipat, sisa-sisa kekacauan kecil saat di apartemen tadi.“Apa nggak sebaiknya kamu resign aja?” tanya Zayn tiba-tiba dengan suara rendah yang sangat tenang.Leena mengerjap, manik matanya bergetar menatap wajah sang dosen yang begitu dekat. “Maksud Bapak?”“Biaya hidup kamu… saya yang tanggung,” timpal Zayn lagu tanpa ada kilat ragu sedikitpun di rautnya.Kening Leena mengernyit dalam, ia menarik kepalanya sedikit ke belakang untuk mencerna kalimat gila itu.“Ngurus biaya hidup saya? Emangnya Bapak siapa saya?” tanya Leena, nada bicaranya antara bingung dan tert

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 110. Minggir Pak!

    “Pak Zayn! Saya harus kerja!” teriak Leena mendadak panik setengah matiRefleks mendorong dada bidang Zayn agar menjauh, Leena langsung celingukan mencari tas dan blazer-nya yang tadi entah terlempar ke mana. “Minggir Pak! Saya bisa dipecat kalau telat lagi.”“Telat sedikit nggak akan bikin kamu miskin, Leena,” sanggah Zayn cepat.Zayn mencoba menahan bahu Leena, tapi gadis itu sudah melengos, memungut heels-nya di lantai. Tak peduli lagi dengan suasana romantis yang baru saja terbangun. Bagi Leena, urusan cuan lebih mendesak daripada urusan asmara.Sambil kembali memakai heels-nya dengan terhuyung-huyung, Leena sempat menoleh ke arah Zayn dengan tatapan yang memicing. “Bapak enak orang kaya! Saya kalau dipecat nggak bisa makan dan ngurus diri sendiri!” dengus Leena akhirnya.Zayn melangkah ke depan, lalu menyambar bahu Leena lagi. “Kalau sampai kamu dipecat…” sempat berhenti sejenak, Zayn menatap lekat manik mata Leena. “Saya yang bakal ngurus kamu.” Leena terdiam sepersekian det

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 109. Si Brengsek yang Mempertemukan

    “Ck! Bukan gitu, Pak.”Takut akan jadi salah paham, Leena cepat-cepat mengalihkan pembahasan. “Udahlah, kita nggak perlu bahas itu lagi,” ujar Leena sambil memakai kembali sepasang heels-nya dengan gerakan kikuk. Leena melangkah maju, lalu mendorong tubuh Zayn agar berbalik menuju lift penghuni. “Ayok Pak, kita langsung naik ke unit Bapak aja. Saya nggak punya banyak waktu karena jam part-time sanya tinggal setengah jam lagi.” Tak bergeming, tubuh Zayn terasa kaku layaknya patung saat Leena mencoba mendorongnya dengan sekuat tenaga, sebelum akhirnya pria itu mengalah dan berjalan masuk ke dalam lift bersama Leena. Di dalam lift, suasana mendadak jadi canggung, hanya terdengar suara napas mereka yang saling bersahutan. Zayn juga nampak masih menatap Leena lewat pantulan dinding lift, raut bersalahnya masih belum luntur sedikit pun.Merasa tak nyaman dengan tatapan sang dosen, Leena meringis kecil sambil mencetus, “Kenapa Bapak masih ngeliatin saya terus? Tadi kan saya nggak jadi n

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 108. Siapa Pria Asing Itu?

    “Lumayan catik Nona ini.”Tepat di depan pintu putar lobi. Leena terperanjat, kepalanya mendongak otomatis dan manik matanya bertatapan dengan sosok pria asing.Pria muda dengan setelan jas rapi yang nampak sangat mahal, tapi auranya jauh sari kata formal. Ada senyum miring yang terpatri di wajahnya, seolah baru saja menemukan hal menarik.Leena mengerjap, tanpa sadar mundur satu langkah karena merasa terintimidasi oleh tinggi badan pria di depannya.“Nona cantik ini, kalau boleh tau siapanya Zayn?” tanya pria itu lagi.Sorot matanya menelisik Leena dari ujung kepala sampai kaki, berhenti sejenak pada blazer yang membalut dress mahal pilihan Zayn. Di belakang pria itu, ada sekitar tiga atau empat orang pria lain yang nampak sama mewahnya, berdiri dengan gaya santai.Dengusan kecil lolos dari bibir Leena, rasa jengkelnya tadi bergeser target pada pria asik yang sok akrab itu.“Maaf, saya rasa nggak ada urusan sama anda, Pak,” ketus Leena sinis.Mendengar dirinya dipanggil ‘Pak’, raut

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 107. Tertahan di Lobi

    “Yakin kamu, Leena?” Suara bariton itu menggantung rendah. Sang direktur memicingkan mata, manik hitamnya menelisik tiap ekspresi Leena, seolah ingin menguliti kebohongan di sana.Tenggorokan Leena mendadak terasa kering, namun tak membiarkan sorot matanya lari. Dengan sisa ketenangan di bawah perlindungan Zayn, ia mengatur napasnya agar tetap teratur.“Sangat yakin, Pak,” kata Leena sambil memperlihatkan data absensi dari mesin fingerprint. . “Bukankah absensi saya ada di jam yang tepat?” Leena menimpali pertanyaan itu dengan nada yang stabil, meski dalam hatinya berdecih jijik. ‘Kenapa? Takut kalau kebusukan Bapak bakal terkuak, ya?’ batin Leena sinis.Dawson berhenti bergerak, ia menyandarkan pinggang pada bibir meja kayu sambil melipat kedua tangan di depan dada. Pria itu tampak menimbang-nimbang ucapan sang sekretaris.“Bagus kalau gitu. Saya cuma nggak suka staf saya punya agenda pribadi di luar jam kerja,” tutur Dawson tajam.Sambil memasang raut sepolos mungkin, senyum tipi

  • Terjerat Cinta Dosen Baruku   Bab 106. Mendadak Ngambek

    “Maksud perkataan Bapak tadi apa…?”Suara Leena memecah sunyi di dalam lift yang sedang bergerak turun. Manik matanya masih menatap pantulan Zayn di dinding yang mengkilap, mencoba mencari sisa emosi di wajah sang dosen..Tak menoleh, Zayn hanya merapikan letak arlojinya dengan gerakan yang tampak begitu presisi.“Tadi yang mana? Pas kita jatuh dari kasur?” tanya Zayn tanpa beban sedikit pun.Bibir Leena tampang mengerucut, merasa pertanyaannya dianggap angin lalu. “Bukan itu… soal Pak Zayn bilang, batas—” Leena sempat ragu, pandangannya jatuh. Rasa penasaran mendesak, tapi ia sadar situasinya kurang tepat untuk membicarakan hal itu “Nggak jadi, Pak,” ucap Leena akhirnya sambil menarik napas dan tersenyum tipis.Zayn menghentikan gerakan sebelum akhirnya perlahan memutar tubuh sepenuhnya menghadap Leena.Langkah pria itu memangkas jarak formal, memojokkan Leena ke sudut lift. Zayn mencondongkan wajah, membuat manik mata Leena berkedip cepat karena intensitas tatapan yang begitu leka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status