Home / Romansa / Terjerat Cinta Majikan Seksi / Bab 50 Kejahatan Dalam Keheningan

Share

Bab 50 Kejahatan Dalam Keheningan

Author: VILNOCTE
last update Last Updated: 2025-08-03 08:01:41
Ariana meronta, mencoba mendorong Juan sekuat yang ia bisa, tapi pria itu tidak bergeming. Tubuh Juan jauh lebih berat, lebih kuat, dan saat ini... penuh niat buruk.

Juan menindih arah geraknya. Tidak memukul. Tidak menyakiti. Tapi menahan. Membuat Ariana tidak bisa ke mana-mana.

Napas Ariana memburu. Ia menoleh ke kanan dan kiri, matanya mencari benda apa pun yang bisa ia jadikan senjata. Tapi Juan lebih cepat.

Tangan kirinya menyentuh bagian atas gaun Ariana, di pundak, lalu turun perlahan ke arah lengan.

Ariana menepisnya cepat, wajahnya berubah tegang.

“Aku akan teriak,” ucapnya lantang, suaranya bergetar tapi tetap jelas.

Juan tidak terlihat terintimidasi sedikit pun.

“Silakan,” ujarnya, masih dengan senyum tenang. “Siapa yang akan dengar? Dan... apa kamu lupa? Aku sendiri yang mendesain kamar ini kedap suara, atas permintaan ayahku.”

Deg!

Ariana terpaku. Matanya menoleh ke arah speaker. Musik instrumental masih mengalun lembut. Jendela juga ia sudah tutup rapat.

Ia mulai panik. N
VILNOCTE

Terima kasih sudah membaca ✌😊 Instagram @vilnocte

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 62 Harga Sebuah Kehormatan

    Tiga hari yang lalu...Andrew berdiri di depan cermin panjang di apartemennya yang sunyi. Pagi itu hening, hanya ada suara detak jam dinding antik yang seolah menghitung mundur sisa harga dirinya.Tangannya yang biasanya stabil saat memecat direktur korup atau menyusun strategi akuisisi, kini bergerak lambat saat menyimpulkan dasi. Ia menarik ujung kain sutra itu, merapikan kerahnya hingga presisi milimeter. Sempurna. Kaku. Dingin.Ia menatap pantulan dirinya. Rambutnya yang mulai memutih di pelipis menjadi saksi puluhan tahun ia mengabdi pada Sergio Ortiz. Ia dikenal sebagai "Anjing Penjaga" sosok yang tak pernah menunduk, tak pernah memohon, dan hanya menggigit saat diperintah.Namun hari ini berbeda."Ini bukan untukmu, Andrew," bisiknya pada bayangannya sendiri di cermin. "Ini untuk masa depan yang Sergio inginkan."Ia menarik napas panjang, mengancingkan jasnya, lalu berbalik meninggalkan apartemen. Hari ini, sang Anjing Penjaga harus belajar caranya mengemis.***Langkah kaki An

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 61 Vonis Tinta Merah

    Jam dinding digital di sudut meja menunjukkan pukul 23.45.Hening.Lantai eksekutif Gedung OBC yang biasanya sibuk kini terasa seperti makam marmer yang dingin. Hanya dengung halus dari mesin pendingin udara sentral yang mengisi kekosongan, menemani Diego yang duduk sendirian di balik meja kerjanya yang luas.Lampu utama ruangan sudah dimatikan sejak satu jam lalu. Hanya cahaya kuning redup dari lampu meja yang menerangi wajah Diego, menciptakan bayangan-bayangan tajam di sekitar matanya yang cekung.Di hadapannya, bukan lagi tumpukan kertas, melainkan gunung persoalan.Diego melepas kacamata bacanya, aksesori baru yang ia pakai untuk membantu fokus, ia lalu memijat pangkal hidungnya yang berdenyut."Gila..." desisnya pelan. Suaranya serak, tertelan oleh kesunyian ruangan.Data di hadapannya bukan sekadar angka merah. Ini adalah bangkai. Semakin dalam ia menggali laporan keuangan lima tahun terakhir, semakin ia sadar bahwa OBC, raksasa konstruksi yang disegani di Sevilla, sebenarnya se

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 60 Gonggongan Anjing di Pinggir Jalan

    Pagi itu, sinar matahari Sevilla yang biasanya hangat terasa menusuk dingin saat Diego melangkah masuk ke lobi Gedung Pusat OBC. Ia mengenakan setelan jas abu-abu tua, potongan rambutnya rapi, dan tas kerja kulit hitam tergenggam mantap di tangan kanannya.Namun, ada yang salah dengan udara di lobi itu.Kemarin, saat ia berjalan melintasi marmer mengkilap ini, ia merasakan tatapan hormat, atau setidaknya rasa segan dari para karyawan. Tapi hari ini, atmosfernya berubah drastis. Udara terasa berat, lengket oleh kecurigaan.Suara langkah sepatu pantofelnya terdengar menggema, seolah menjadi satu-satunya suara yang berani memecah keheningan ganjil tersebut.Para staf resepsionis yang biasanya menyapa dengan senyum lebar kini buru-buru menundukkan kepala begitu melihatnya. Di sudut lobi dekat lift, sekelompok karyawan dari divisi pemasaran tampak berkerumun.Mata mereka terpaku pada layar ponsel masing-masing, jemari mereka bergerak lincah menggulir layar, lalu sesekali mendongak, melirik

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 59 Langkah Pertama di Tanah Berlumpur

    Malam setelah rapat itu, Diego tak bisa tidur. Ia duduk di balkon Mansion Ortiz hingga dini hari, menatap cakrawala kota yang tak pernah benar-benar gelap.Kata-kata Vargas, “dari cleaning service langsung ke kursi rapat terus berputar di kepalanya, bukan sebagai ejekan, tapi sebagai pertanyaan yang ia ajukan pada dirinya sendiri: Apa aku benar-benar layak?Andrew bilang itu baru pemanasan. Tapi tubuh Diego masih menegang seperti habis bertarung. Ia tahu, mulai besok, setiap langkahnya akan diawasi, setiap keputusannya akan dipelintir. Dan satu-satunya cara untuk membungkam mereka bukan dengan berbicara, tapi dengan bertindak.Sayangnya, keyakinan itu belum cukup kuat untuk mengusir rasa asing yang menyelinap saat melihat pantulan dirinya di cermin pagi ini.Cahaya pagi menerobos masuk melalui jendela besar Mansion Ortiz, memantul pada permukaan cermin setinggi tubuh di sudut kamar. Diego berdiri kaku di sana. Setelan jas bespoke berwarna charcoal itu membalut tubuhnya dengan presisi

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 58 Benturan Perdana Di Meja Rapat

    Dua hari kemudian...Mobil hitam Andrew meluncur mulus ke depan hotel bintang lima. Ban berhenti tepat di bawah kanopi besar yang menahan cahaya matahari pagi.Dua petugas valet yang sigap segera bergegas, salah satunya membukakan pintu untuk Ariana, sementara yang lain menyambut Andrew dan Diego.Begitu kaki mereka menjejak lantai marmer yang licin, udara sejuk dari pendingin ruangan langsung menyapu kulit. Lobi hotel itu berkilau, marmer mengkilap di bawah lampu gantung kristal besar, musik piano lembut mengalun dari sudut lounge, dan aroma kopi mahal bercampur samar dengan wangi parfum para tamu.Diego mengangkat kepalanya, matanya menyapu sekeliling. Ada beberapa wajah asing yang ia tangkap, sebagian mengangguk tipis, sebagian lagi hanya memandangi dari jauh sambil berbisik.Ariana berjalan di sampingnya, bahunya tegak, blazer putih membingkai tubuhnya, dress biru tua jatuh rapi hingga lutut. Perpaduan keanggunan dan ketegasan seorang CEO.

  • Terjerat Cinta Majikan Seksi   Bab 57 Gerak Pertama Dua Kubu

    Ban mobil berdecit ringan saat Diego memutar kemudi, memasuki area parkir basement kantor pusat Grup Ortiz.Aroma khas beton lembap dan suara gema mesin pendingin mengisi ruang. Mereka bertiga keluar dari mobil tanpa banyak bicara, langkah kaki berpacu menuju lift pribadi di sudut ruangan.Begitu pintu lift tertutup, ruangan kecil itu hanya diisi suara dengung mesin dan napas yang berjarak. Diego berdiri di sisi kanan, sesekali melirik Ariana lewat pantulan kaca pintu lift.Perempuan itu memandang lurus ke depan, seperti sedang menimbang langkah berikutnya. Andrew berdiri di belakang mereka, matanya terpejam sebentar.Pintu terbuka di lantai eksekutif. Lorong di sini terasa berbeda, hening, bersih, dan berlapis karpet tebal yang meredam suara langkah. Lampu sorot memantulkan kilau di gagang pintu kaca besar bertuliskan nama Ariana.Begitu pintu ruang kerja dibuka, aroma kopi hitam pekat langsung menyambut. Andrew berjalan masuk duluan, meletakkan map hitam di meja tamu sebelum menjatuh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status