Beranda / Romansa / Terjerat Gairah Sahabat Kakakku / PEMBELI YANG TAK DIHARAPKAN

Share

PEMBELI YANG TAK DIHARAPKAN

Penulis: Anonara
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-01 22:38:28

"Ma... maaf, Mas. Tapi aku buru-buru." Jasmine dengan cepat mengambil dompetnya dari tangan Damian.

Damian tak kalah cepat. Saat Jasmine hendak menarik handel pintu, Damian segera meraih tangan Jasmine. Tangan besarnya berusaha menahan Jasmine yang terus memberontak tanpa suara.

"Jasmine... hei!" Suara Damian lebih meninggi. "Coba lihat saya dulu!"

Jasmine tersentak. Gadis berambut panjang itu terdiam. Namun, demi bisa segera pergi dari hadapan Damian ia pun menurut.

Manik pekat Jasmine menatap Damian. Bibirnya masih terkatup rapat. Degup jantungnya terus menggila karena rasa aneh saat ditatap Damian.

Sekuat apapun Jasmine mengelak, tetap saja ia tidak bisa berbohong bahwa ia sudah lama terjebak dalam pesona sahabat kakaknya ini. Itulah yang membuat Jasmine hendak menghindar dari Damian.

Semakin sering bertemu Damian, ia semakin sulit mengendalikan perasaannya sendiri.

Peringatan dari Renan ibaratkan hanyalah angin lalu. Nyatanya Jasmine malah terpikat oleh pesona playboy kelas
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   PENJELASAN DAMIAN

    "Mas beneran? Nggak lagi bercanda, kan?" tanya Jasmine masih tidak percaya. Dengan cahaya senter ponsel seadanya, Jasmine bisa melihat Damian mengangguk yakin lalu mengulas sebuah senyuman yang membuat hati Jasmine ikut menghangat. "Saya lupa bawa dokumennya. Tapi saya jujur soal itu. Pertemuan kita malam ini juga nggak sengaja. Makanya saya nggak bawa," ujar Damian.Jasmine mendekat. "Nggak apa-apa, Mas. Kabar ini aja aku udah senang banget. Tapi kok bisa?" "Ceritanya panjang. Ini kayaknya nggak cocok banget harus diceritakan di sini. Mau menginap di tempat saya?" tanya Damian, tanpa sadar mulai membuka kancing kemejanya. Mata Jasmine melotot. Meskipun mereka sudah pernah melakukan itu, tapi jika terlalu mendadak seperti ini rasanya Jasmine tidak siap. Jasmine mundur beberapa langkah, membuat Damian menatapnya heran. Saat Jasmine semakin menimbulkan gelagat aneh, Damian pun tertawa. Kancing kemejanya hanya dibuka sampai kancing ketiga dari atas. Jasmine segera membuang muka, me

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   TIDAK JADI SENDIRI

    Mas Renan : Kayaknya Mas malam ini gak pulang. Ada acara sama teman kuliah. Kuncinya di tempat biasa. Embusan napas Jasmine terdengar kasar. Baru saja Damian pulang setelah mengantarnya pulang, pesan singkat dari sang kakak justru baru masuk. Kini Jasmine berdiri di teras rumah. Dengan malas ia melangkah menuju tempat biasa ia dan kakaknya menyimpan kunci rumah. Tidak ada pilihan lain selain memilih untuk di rumah sendirian malam ini. Setelah mendapatkan kunci, ia segera memasukkan ponselnya ke tas. Jasmine itu penakut. Makanya setelah berhasil membuka kunci rumah ia buru-buru masuk dan mengunci kembali dari dalam. "Bisa-bisanya baru ngabarin sekarang. Kalau nggak kan, aku bisa minta anterin ke tempat Anya aja." Jasmine segera ke dapur. Ia butuh minum. Saat berada di dapur, tiba-tiba pikirannya tertuju pada Clara. "Ah, sial memang! Malah keinget lagi." Jasmine memijit pelipisnya. "Biasanya ada Clara yang selalu mau aku ajak nginep. Andai aja kamu nggak nusuk aku dari belakang g

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   FOTO PERTAMA

    "Peluk-peluk?" gumam Damian bingung.Jasmine mengangguk. Kemudian mendengus kesal. Tangannya terlipat di depan dada. Pandangannya dialihkan ke depan, bibirnya cemberut, matanya menatap dengan sengit. "Kenapa Mas larang-larang aku buat ketemu Sean? Kan itu cuma pertemuan biasa. Sementara Mas bebas aja tuh ketemu sama wanita lain. Pake peluk-peluk lagi!" sungut Jasmine, kesal. Damian menajamkan penglihatannya. Ia pun menelisik lebih dekat ekspresi Jasmine yang semakin tidak ramah untuk dilihat itu. "Maksudnya gimana? Saya sama wanita lain?" Jasmine mendesah gusar. Kemudian menoleh pada Damian. "Iya. Kayak tadi. Di depan aku aja Mas Damian akrab dan pelukan sama wanita lain. Gimana kalau di belakang aku?!" Bibir Damian menyunggingkan senyum miring. Namun, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Damian. Manik gelapnya masih menyorot Jasmine yang masih terlihat kesal. "Aku tau sih, hubungan kita memang terikat cuma karena perjanjian. Nggak ada tuh, harus saling menjaga per

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   WANITA LAIN

    "Masuk!" Jasmine tetap berdiri di samping mobil. Tidak ada sedikit pun niatnya untuk segera masuk ke kendaraan mewah milik Damian. Khusus malam ini, Jasmine benar-benar enggan untuk pulang bersama. Malam merayap semakin larut. Desah anginnya pun membelai lembut kulit. Entah karena memang malam yang semakin menuju akhir atau disebabkan oleh prakiraan akan turunnya hujan, dinginnya malam menusuk hingga ke tulang. Jasmine menghalau dingin yang menyentuh kulitnya dengan usapan lembut di lengan. Setidaknya sentuhan tersebut bisa memberikan kehangatan untuknya yang hanya memakai atasan tanpa lengan itu. "Ayo masuk, Jasmine. Sebentar lagi akan hujan. Dinginnya juga semakin menusuk!" ujar Damian, berusaha menahan diri agar tidak kelepasan membentak Jasmine. "Biarin aja. Mas Damian pulang sana!" sahut Jasmine ketus. Damian menghela napasnya. Sorotnya sedikit melunak. Kemudian tanpa suara melepaskan jas hitam miliknya lalu memakaikannya pada Jasmine.Jasmine terbelalak. Ia segera menolak.

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   SEPERTI DITOLAK HALUS

    "Hmmh... rekomendasi kamu memang nggak salah. Ini sih enak banget. Padahal harganya juga nggak semahal makanan di cafe mahal."Maurin kembali menikmati chocolate lava cake miliknya. Ekspresinya sama sekali tidak berbohong soal itu. Jasmine terkekeh. Ia sengaja tidak memesan apapun lagi. Perutnya sudah cukup terisi dengan segelas cornlatte dingin saat dengan Sean dan sepotong chocolate cake. Padahal sebelum mereka ke kafe, mereka sudah mengisi perut dengan makanan yang diorder online saat di studio. "Kamu yakin nggak mau makan?" tanya Maurin, menatap lurus Jasmine. Jasmine menggeleng. "Aku udah kenyang, Kak. Udah makan banyak tadi." "Jadi kamu sudah bersama Sean sejak tadi siang?" Damian yang sejak tadi diam akhirnya bersuara. Jemarinya kanannya mengetuk permukaan meja perlahan. Sementara tangan kirinya terkepal di atas pangkuan. Sekilas terlihat tenang, tetapi sorot matanya menyiratkan kemarahan yang masih mengendap semakin dalam di hati.Jasmine hendak menggeleng. Namun, akhirny

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   TERTANGKAP BASAH

    "Pulangnya sendirian? Mau aku antar, nggak? Bawa motor loh aku." Sean tanpa ragu menawarkan tumpangan pada Jasmine. Mereka berdua baru saja keluar dari sebuah cafe. Sementara Anya sudah pulang beberapa menit yang lalu karena ada telepon dari ibunya. Sean dengan santai menunjuk sebuah vespa yang terparkir manis di parkiran. Namun, vespa tersebut paling menonjol di antara yang lain sebab warnanya yang unik. Motor tersebut terdiri dari kombinasi empat warna. Warna kuning, merah, hijau telur asin hingga cokelat muda. Sungguh cerah dan menggambarkan sosok Sean yang sebenarnya. "Gimana? Mau nggak?" tanya Sean lagi. Matanya menatap Jasmine antusias. Jasmine menggeleng pelan. Agak sungkan sebenarnya menolak Sean, tapi ia tidak mungkin pulang dengan Sean. Bisa-bisa ia akan diintrogasi Renan. "Aku bisa sendiri, Sean. Kamu duluan aja. Aku bisa naik taksi online," tolak Jasmine lembut. Sean menghela napasnya. Tiba-tiba saja ia jadi bersedih. "Yaah ditolak. Sedih banget ya rasanya...."K

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status