مشاركة

SUDAH HAPAL TUBUH KAMU!

مؤلف: Anonara
last update تاريخ النشر: 2026-01-27 21:11:00

"Yakin nggak mau order makanan saja?" tanya Damian ketiga kalinya.

Pria itu masih mengenakan kemeja kerjanya. Tatapannya tertuju pada sosok gadis yang berdiri di depannya—sedang sibuk mencepol asal rambutnya.

Kaos oversize milik Damian membuat Jasmine terlihat menggemaskan. Apalagi tubuh mungilnya tampak tenggelam dibungkus kaos abu-abu itu.

"Nggak perlu, Mas. Masakan yang Mas masak lebih enak daripada makanan resto. Beneran!" jawab Jasmine semangat.

Damian mengangguk. Ekspresinya tak sung
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   BAHAGIA SEMPURNA (AKHIR)

    "Udah sana keluar! Ngapain tetap di sini? Kelamaan malah menyesal nanti!" Damian sudah setengah geram dengan lamanya Renan bergerak keluar mobil. Beberapa jam yang lalu, Damian baru saja sampai di rumah setelah beberapa hari berada di luar kota. Malam begitu syahdu. Aroma khas hujan masih menyeruak dari alam sekitar. Bahkan uap jalanan masih terasa. Sore tadi kota diguyur hujan lebat. Beruntung langsung berhenti saat menjelang malam. Namun, dinginnya cuaca sangat terasa di kulit. Damian menghembuskan napasnya lelah. Jika saja statusnya dengan Renan bukanlah hubungan keluarga, tentu ia tidak akan bersedia menyetir sendiri hingga 3 jam hanya demi menggagalkan kencan Maurin. Sesampainya mereka di restoran tempat Maurin dinner, Renan hanya duduk tanpa suara di samping Damian. Menyebalkan. "Keluar atau—""Menurut kamu saya sudah cukup pantas untuk bersama Maurin? Terutama di hadapan keluarga kamu." Renan mengatakan itu dengan tenang. "Yang tahu jawabannya kamu sendiri, Bro! Gimana b

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   PROVOKASI RENAN

    "Kenapa nggak jujur aja? Aku nggak sebodoh itu loh sampai gak tahu perasaan Mas yang sebenarnya." Jasmine duduk dengan meletakkan segelas orange jus di meja, tidak jauh dari Renan sedang bermain ponsel. Malam ini Jasmine memutuskan menginap di tempat sang ayah. Tentunya setelah Alan terus membujuk sebab sangat merindukan cucunya. Jasmine pun tidak punya alasan karena Damian juga sedang berada di luar kota sekarang. "Jangan sok tau!" tukas Renan tidak suka. Suasana malam terasa lebih syahdu. Cuaca cenderung kurang baik. Namun, menikmati semilir angin yang menerpa kulit membuat Jasmine ingin bergabung dengan kakaknya di teras samping. "Minum dulu. Tadi jeruknya titipan dari Kak Maurin. Katanya sebagai permintaan maaf karena dinnernya batal." Jasmine melipat bibir menahan tawanya teringat dengan wajah bersalah Maurin yang berujung dengan wajah Renan yang ditekuk dalam. Pria itu bahkan memilih untuk menghabiskan waktu malamnya dengan bermain game dari ponsel. Sesuatu yang sudah lama

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   KITA, PACARAN!

    "Kenapa diam? Tuh kan, kamu memang gak mau." Maurin tersenyum miring, lalu membuang muka. Dugaannya benar. Renan memang hanya menggertak Damian dengan mengajaknya pacaran. Jangankan dicium, memegang tangan Maurin saja Renan tidak pernah mau. Apa yang terjadi semalam pengecualian. Itu kepepet. "Kenapa masih di sini? Sana pergi! Terima kasih atas bantuannya semalam." Masih dalam mode ketus, Maurin sengaja melepaskan perhatiannya dari Renan. Namun, tidak dalam bertahan lama. Sebab hanya dalam hitungan detik setelah Maurin bersikap ketus, tiba-tiba saja seseorang menarik dagu Maurin. Pupil Maurin membulat. Tiba-tiba saja rasa gugup sekaligus menegangkan menyergap dirinya. "Ka... kamu mau ngapain?" tanya Maurin menatap Renan gugup sekaligus panik.Beberapa saat yang lalu ia memang meminta Renan menciumnya. Tapi jujur, tujuannya hanya untuk menguji Renan saja. Maurin mana berani benar-benar mengatakan itu pada Renan. Malu! "Melakukan apa yang kamu minta." Renan merangkum kedua sisi

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   CIUM AKU!

    "Renan tidak benar-benar mencintai Maurin. Saya tidak bisa mentolerir itu. Bagaimana pun Maurin adalah adik saya." Jasmine menatap Damian tidak mengerti. Dia sendiri tidak bisa menebak isi hati kakaknya. Namun, kini sang suami malah memberikan jawaban yang Jasmine sendiri tidak sangka sebelumnya. Renan hanya pura-pura menyukai Maurin? Atau Renan hanya sekedar menjadikan Maurin tameng agar tidak dipaksa ayah mereka untuk kencan buat dengan wanita-wanita random putri dari kenalan ayah mereka. Sejauh ini Jasmine memang kurang bisa memahami isi pikiran sang kakak yang sering menunjukkan senyum itu. "Jangan terlalu dipikirkan. Itu masalah saya dengan kakak kamu." Damian mengusap puncak kepala Jasmime dengan lembut. Seperti biasa, senyum pria itu selalu terbit dengan sangat sempurna saat di hadapan Jasmine. "Mas Renan tahu sesuatu, ya?" cicit Jasmine, menatap Damian penuh rasa khawatir. Damian terdiam. Senyumnya masih tersemat manis. Sejenak ia menunduk, menyamakan tingginya dengan s

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   KONSPIRASI?

    "Kalian...?" Damian menatap Renan dan Maurin bergantian. "Enggak!" sangkal Maurin. Tanpa Damian melanjutkan kalimatnya, Maurin jelas tahu apa yang ada di pikiran Damian setelah menemukannya tertidur di sofa yang sama dengan Renan. Dalam kondisi berpelukan pula. Sementara itu, Jasmine yang duduk di samping Damian hanya diam. Membiarkan suaminya menginterogasi langsung sang kakak dengan Maurin. Tidak hanya Jasmine, Damian pun ikut terkejut saat melihat Maurin dan Renan begitu mesra di sofa ruang tengah satu jam yang lalu. Keduanya sama-sama tidak mengira kedekatan orang terdekat mereka itu ternyata sudah sejauh itu. "Lalu tadi apa? Kalian tidak mungkin tidur berdua seperti itu jika tidak punya hubungan apapun, kan?" tanya Damian curiga. Nada bicara Damian memang tidak meninggi sama sekali. Terkesan tenang. Namun, Jasmine sangat memahami bahwa saat ini Damian sedang dikuasi amarah. Ruang tengah tempat mereka duduk sekarang menjadi menegangkan. Jasmine jelas tidak menyukai hal sepe

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   GAGAL MOVE ON

    "Jangan pergi!" Maurin segera memeluk Renan dari belakang. Langkah Renan terhenti. Napasnya tertahan sejenak. Apalagi saat ia merasakan tidak hanya pinggangnya yang ditahan Maurin, melainkan punggung pun dijadikan gadis itu sebagai tempat bersandar. Apartemen Damian yang sering mereka jadikan tempat singgah itu mendadak panas. Layaknya Renan yang merasakan jantungnya berdebar lebih cepat, suara gerak jarum jam pun terasa cepat. Kedua tangan Renan terkepal di sisi tubuh. Ia hanya bisa melihat sosok Maurin dari bayang-bayang yang tercetak di lantai sebab lampu utama yang tidak dihidupkan. Kamar yang dikhususkan untuk Maurin itu memang lebih sering diterangi dengan lampu dinding yang memberikan efek warm di ruangan. "Aku mohon jangan pergi. Temani aku." Renan menggerutu dalam hati. Suara lirih Maurin membuat Renan lemah. Apalagi tangan gadis itu semakin mendekap Renan kencang. Renan sadar, Maurin pasti masih trauma dengan kejadian beberapa jam di bar tadi. Pria tidak bertanggung

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   AKANKAH SEENAK ITU?

    "Hubungan kamu sama Damian makin dekat?" tanya Alan, menatap serius Jasmine yang sedang menata hasil masakannya di lunch box. "Tumben Ayah nanya begitu. Kenapa? Bukannya Ayah sudah merestui hubungan kami, ya?" Jasmine menatap singkat ayahnya. Namun, lekas kembali fokus ke lunch box di depannya. S

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   KOPI SIALAN

    "Jasmine makan dengan saya!" ujar Damian tegas. "Loh, kan habis ini kita ada meeting. Yakin mau bawa pacar kamu?" Mona lebih dulu bersuara. Damian melirik Mona dengan tajam, seketika membuat Mona langsung memalingkan muka tidak suka. Setelah itu, Damian memusatkan pandangannya ke Jasmine."Aku sa

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   DATING!

    "Ganteng banget!" "Kayaknya baru sekarang deh lihat kakaknya Gio langsung. Biasanya cuma di tv doang!" "Kok bisa ada yang ganteng kayak gitu, ya? Jauh banget di atas Gio!""Masih ada kesempatan dong kalau begitu!" Jasmine menganga mendengar pembicaraan sekumpulan perempuan yang berdiri tidak jau

    last updateآخر تحديث : 2026-03-31
  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   KETAHUAN

    "Jasmine?" Saat mendengar namanya di sebut, otomatis Jasmine pun menoleh. Matanya membulat saat mendapati Renan dan Damian di belakangnya. "Kok kalian di sini?" tanya Jasmine, sengaja hanya memusatkan pandangannya pada Renan. Sedangkan Damian berdiri di samping Renan dengan tatapan berpusat pada

    last updateآخر تحديث : 2026-03-31
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status