LOGIN"Ada apa, Bi?" tanya Cassandra dengan dahi berkerut saat menatap Ningsih yang mendatangi kamarnya dengan wajah kalut."Itu .... Non. Maaf. Non, apa ada uang lima puluh juta? Bibi mau pinjam buat anak Bibi." Ningsih berdiri di depan Cassandra sambil kedua tangannya saling meremas di depan badan karena gugup.Cassandra tersenyum mengerti. Dia lalu menyuruh Ningsih duduk di tepi tempat tidurnya. "Duduk dulu, Bi. Uangnya buat Della ya? Kenapa Della, Bi? Dia sakit?""Itu, Non. Della baru saja merusak mobil Porsche suaminya yang dari keluarga Baskoro. Selain itu dia juga membuat tembok rumah tetangga sebelahnya jadi ambrol, jadi disuruh ganti rugi uang lima puluh juta," jawab Ningsih jujur. Dia menghembuskan napas berat setelah duduk di samping Cassandra karena merasa masalah yang menimpa anaknya begitu rumit.Kerutan di dahi Cassandra semakin dalam begitu mendengar penuturan dari Ningsih.Bukan tentang Della yang menabrak tembok rumah orang lain yang menjadi fokus Cassandra. Melainkan nama
"Berhenti, Anne!" sentak Raja menarik tangannya dari payudara Anne dengan kasar sampai Anne sempat terhenyak sesaat."Cepat kamu pakai pakaianmu kembali, dan keluar dari ruangan saya!" tambah Raja dengan murka.Raja langsung keluar ruangan tanpa menunggu reaksi Anne.Anne yang mendapati penolakan Raja tentu saja merasa kesal karena harga dirinya telah direndahkan oleh mantannya itu.Dia sudah rela bertelanjang dada di dalam ruangan yang banyak CCTVnya demi meluluhkan Raja. Tapi, pria itu malah menolaknya mentah-mentah. Bahkan enggan menatap payudara indahnya ini yang dia rawat sampai menghabiskan ratusan juta."Menyebalkan," dengus Anne segera memakai bra dan blousenya lagi.Lalu, sebelum keluar ruangan dia melirik tajam Dodik yang masih dalam posisi berdiri menghadap dinding.Sialan! Anne baru sadar jika sekretarisnya Raja sejak tadi ada di dalam ruangan ini bersamanya. Boti itu pasti akan menertawai Anne karena dia melihat Anne ditolak oleh Raja."Jangan bilang siapa-siapa soal kej
Raja terkejut setengah mati begitu melihat Anne sudah duduk santai di sofa yang ada di dalam ruangannya, ketika dirinya baru saja sampai di perusahaan.Dan lagi-lagi tak dia dapati keberadaan Dodik, sekretarisnya."Apa yang kamu lakukan di ruang kerja saya, Anne? Pergi sekarang atau saya panggil security!" sentak Raja tak main-main.Namun, bukannya keluar dari ruangan Raja. Anne justru berdiri dari sofa dan melenggang anggun menghampiri Raja yang masih berdiri keras di dekat pintu ruangan."Aku akan tetap ada di sini untuk menemanimu bekerja, Raja," balas Anne melewati punggung Raja untuk menutup pintu ruangan. Dia lalu tersenyum pada Raja, dan kembali duduk ke sofa."Shit! Bagaimana kamu bisa masuk ke sini tadi? Dan di mana Dodik?" dengus Raja kesal bukan main karena dia jadi malas bekerja melihat ada Anne di dalam ruangannya.Padahal keamanan perusahaannya sangat ketat. Tapi, Anne masih bisa masuk ke ruangannya. Itu berarti ada orang dalam yang membantu Anne.Pasti Chris, ayahnya. T
Karena tidak ingin Tari mengetahui perselingkuhannya dengan Aina, Raja memutuskan untuk pulang ke rumah malam ini.Alasan satu-satunya Raja menyembunyikan hubungan gelapnya dengan Aina dari istrinya itu hanyalah agar nama baiknya tidak tercoreng hal-hal negatif. Yang akan menurunkan harga saham perusahaannya.Karena bisa Raja pastikan jika Tari sudah mengetahui perselingkuhan Raja dengan Aina, tentu istrinya itu akan membuat kehebohan di sosmed dibantu dengan teman-teman sosialitanya.Raja mendengus saat memakai pakaiannya kembali setelah mandi bersama Aina tadi. Dia akan bersiap untuk pulang sekarang."Papa, mau ke mana?" tanya Aina yang duduk di pinggir tempat tidur dalam balutan bathrobe. Rambutnya masih setengah basah setelah Raja keramasi tadi.Aina terus menatapi Raja yang sibuk mengenakan kemejanya."Saya mau pulang, Aina," jawab Raja melirik Aina sambil mengancingkan kancing terakhir kemejanya.Raja lalu berbalik untuk mengecup kening, pipi, dan bibir Aina singkat."Saya pergi
"Kak Nathan, apa kabar? Maaf saya baru bisa mengunjungimu sekarang," ucap Raja sambil mengusap batu nisan bertuliskan nama Nathan Hermawan di hadapannya.Nathan adalah sosok sahabat sekaligus kakak bagi Raja.Pria itu yang selalu melindungi Raja saat Raja dibully.Dulu Raja pernah bersekolah di Indonesia. Karena fisiknya yang berbeda dari anak-anak biasanya. Dia jadi sasaran pembully.Raja tak lagi berucap. Dia hanya mengusap-usap batu nisan Nathan dengan kepala penuh.Andai Nathan masih hidup. Mungkin, Raja bisa mencurahkan isi pikirannya pada Nathan. Berbagi beban dengan pria itu.Raja benar-benar tidak sanggup memikirkannya sendiri perihal Aina dan Anne. Dua wanita yang sudah berhasil mengusik ketenangan hidup Raja.Raja tidak bisa membayangkan apa respon yang akan Nathan berikan saat tahu Anne menyusulnya ke Jakarta dan meminta balikan dengan Raja.Raja juga tidak bisa membayangkan kemarahan Nathan saat tahu Raja telah menghamili mantan istri anaknya.Raja menghembuskan napas kasa
Raja merasa bersalah pada Aina karena kejadian semalam. Meski, dia tidak ingat detailnya. Tapi, dia masih teringat wajah memohon Aina dan isakan perempuan itu.Raja begitu kasar memperlakukan Aina.Sebenarnya bukan ini yang Raja inginkan. Semalam pikiran Raja sangat kacau sehingga dia memilih melampiaskannya dengan mabuk di club miliknya.Sehingga tanpa sadar dia malah melukai Aina."Maafkan saya, Aina," ucap Raja sambil mengusap lembut kepala Aina.Perempuan itu masih terlelap. Kedua matanya masih terpejam erat.Raja menatapi wajah Aina dengan perasaan pahit.Raja kemudian meletakkan kartu ATM Aina yang sudah dia tambahkan uang seratus juta di dalamnya.Dengan uang pemberiannya, Raja berharap Aina bisa memaafkannya.Raja beralih ke dapur. Menaruh bubur ayam yang baru saja dibelikan Dodik.Setelahnya, Raja berangkat bekerja sebelum Aina terbangun.Sesampainya di perusahaan. Raja mengumpat begitu mendapati Anne sudah menunggunya di dekat meja resepsionis."Raja," panggil Anne senang







