Home / Romansa / Terjerat Hasrat Ayah Mertua / S2: Bab 32. Kemasi Barangmu Sekarang!

Share

S2: Bab 32. Kemasi Barangmu Sekarang!

Author: Cececans
last update Last Updated: 2026-03-12 05:18:24

“Apa?!”

Laura tersentak hebat, seolah ada batu besar yang menghantam dadanya hingga sesak.

Dia merasa bumi yang dipijaknya runtuh seketika, meninggalkan lubang hitam yang siap menelannya bulat-bulat tanpa sisa.

Perlahan, kakinya mundur selangkah dengan tak berdaya.

Matanya menyaksikan tatapan-tatapan tajam, merendahkan, dan penuh selidik dari karyawan lain yang berkumpul di sana.

Mereka bukan lagi rekan kerja, melainkan juri-juri haus darah yang telah menjatuhkan vonis tanpa pengadilan.

Laura
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 33. Kembalinya Si Pembuat Onar

    Laura memasuki ruangan Adelio kembali dengan rona wajah yang berseri-seri.Jika tadi wajahnya pucat pasi seperti mayat, kini rona merah muda mulai kembali ke pipinya yang masih agak sembap.Dia duduk di meja kesayangannya lagi dan meletakkan barang-barangnya rapi, mulai dari binder berwarna pastel, pulpen karakter Rapunzel, hingga kaktus kecil yang diam-diam dia beri nama "Adelio Junior".Setelah selesai, Laura memandangi permukaan meja dan mulai mengelusnya dengan rasa sayang seperti seorang ibu yang sudah lama tak berjumpa dengan anaknya.Dia kemudian menarik napas dalam-dalam dan menikmati udara yang menyejukkan baginya.Jika bagi orang lain udara di ruang Adelio terasa beku, mencekam, dan kekurangan oksigen karena aura dingin sang pemilik, kini Laura justru merasakan bahwa ruangan itu adalah surganya.Bau parfum maskulin Adelio yang mahal tercium samar, jauh lebih harum daripada aroma kopi di pantry atau bau debu di gudang arsip tempat Nico membuangnya tempo hari.Akhirnya aku kem

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 32. Kemasi Barangmu Sekarang!

    “Apa?!”Laura tersentak hebat, seolah ada batu besar yang menghantam dadanya hingga sesak.Dia merasa bumi yang dipijaknya runtuh seketika, meninggalkan lubang hitam yang siap menelannya bulat-bulat tanpa sisa.Perlahan, kakinya mundur selangkah dengan tak berdaya. Matanya menyaksikan tatapan-tatapan tajam, merendahkan, dan penuh selidik dari karyawan lain yang berkumpul di sana.Mereka bukan lagi rekan kerja, melainkan juri-juri haus darah yang telah menjatuhkan vonis tanpa pengadilan.Laura menggeleng pelan, berusaha mengenyahkan pikiran gelisahnya, namun kabut seolah mendadak menutupi pandangannya. Matanya kian memanas.Kenapa bisa? Kenapa video itu bisa tersebar di seluruh kantor? Batin Laura cemas. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga telinganya berdenging.Orang-orang di sekitarnya juga tampak menciut dan kabur.Apakah ini juga ulah Eko? Apakah pria menjijikkan itu tidak puas menghancurkanku? Batin Laura lagi.Air mata yang sejak tadi ditahannya di pelupuk mata kini seola

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 31. Bahan Masturbasi Nico

    Eko berhasil mencampakkan blouse milik Laura yang kini sudah tak berbentuk, dan melemparnya ke sembarang arah.Kain itu terkoyak secara tidak beraturan, melayang di udara sesaat sebelum mendarat serampangan di atas tumpukan daun kering.Matanya yang merah karena hawa nafsu mendadak mendelik, nyaris keluar dari kelopaknya saat menyaksikan sepasang gundukan indah yang terbalut bra merah muda berenda.Kulit Laura yang seputih porselen tampak kontras di bawah langit sore yang kian meredup, menciptakan pemandangan yang selama ini hanya berani Eko bayangkan dalam mimpi-mimpi kotornya."Cantik sekali .... Kamu memang luar biasa, Laura," igau Eko dengan suara parau yang menjijikkan.Tanpa membuang waktu, Eko lekas meraih ponselnya dari saku celana.Dengan tangan gemetar, dia menyalakan fitur kamera dan mengarahkannya tepat ke arah Laura yang tengah berusaha melindungi tubuhnya dari jangkauan tangan Eko.Pria itu menyerang Laura kembali. Meskipun Laura terus memohon belas kasihan dengan isak t

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 30. Tolong Aku!

    Sinta, Nadin, dan Siska saling lempar pandang.Di dalam bola mata mereka, kilatan kebencian yang selama ini dipendam terhadap Laura kini bertemu dengan kelicikan yang memancar dari netra Nico.Suasana di pojok pantry itu mendadak terasa dingin, seolah oksigen di sana baru saja tersedot habis oleh rencana busuk yang tengah digodok.Nico kemudian mengeluarkan kartu as-nya agar semakin meyakinkan."Tentu saja, aku tidak meminta kalian bekerja secara cuma-cuma. Aku tahu gaji karyawan tingkat staf seperti kalian seringkali habis sebelum tanggal dua puluh lima, bukan?"Nico berkata sembari merogoh saku jasnya, memperlihatkan tumpukan uang tunai yang diikat rapi."Ada bonus uang yang sangat besar jika kalian berhasil. Anggap saja ini nanti uang untuk loyalitas kalian."Melihat tumpukan uang merah itu, pertahanan ketiga wanita itu runtuh seketika.Bagi mereka yang memiliki latar belakang ekonomi pas-pasan dan seringkali harus mengeluh di media sosial soal harga skincare yang mahal, tawaran Ni

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 29. Gairah di Atas Kasur

    Laura Baskoro meletakkan gelas kristal berisi cairan berwarna merah muda itu secara perlahan di atas meja marmer yang dingin.Detik berikutnya, dia mengerjapkan matanya berkali-kali.Ada sesuatu yang aneh.Rasa manis buah yang tadi sempat memanjakan lidahnya mendadak berubah menjadi sensasi pahit yang tipis, diikuti dengan gelombang hangat yang perlahan merambat dari kerongkongan menuju ulu hati."Ada apa, Laura?" tanya Nico yang duduk di sampingnya.Pria itu menyandarkan punggungnya dengan gaya pongah, menatap Laura dengan tatapan yang sulit diartikan, seperti serigala yang sedang menghitung detik-detik kejatuhan korbannya."Tidak apa-apa," sahut Laura pendek.Dia mencoba menstabilkan napasnya yang tiba-tiba terasa sedikit lebih berat.Kenapa AC hotel ini tiba-tiba terasa mati, sih? Keluh Laura dalam hati.Dia merasa pipinya mulai memanas, dan ada denyutan aneh yang mulai berirama di titik-titik nadinya. Darahnya seperti mendidih secara bersamaan.Nico kemudian mengeluarkan ponsel da

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   S2: Bab 28. Kena Kamu, Laura

    Adelio mengepalkan tangannya hingga buku-bukunya memutih.Ancaman Nico bukan sekadar gertakan kosong.Pria di hadapannya ini tidak memiliki nurani jika sudah menyangkut ambisi dan dendam.Menyebut nama Nenek Diana adalah serangan langsung ke jantung pertahanan Adelio."Jangan berani-berani kamu menginjakkan kaki di kediaman Nenek," desis Adelio, suaranya rendah dan sarat akan ancaman mematikan."Kesehatan Nenek sedang tidak stabil. Kedatanganmu hanya akan membuatnya naik darah, dan aku tidak akan membiarkanmu menjadi penyebab serangan jantungnya yang berikutnya."Nico tertawa terbahak-bahak, suara yang terdengar begitu sumbang dan tidak sopan di ruangan kerja yang biasanya tenang itu."Maka, ayo saling mempermudah urusan satu sama lain. Aku hanya minta satu asisten magang. Berikan dia padaku, dan aku berjanji tidak akan muncul di depan muka Nenek Diana sampai bulan depan. Adil, bukan?"Adelio terdiam. Pikirannya sedang berperang..Di satu sisi, dia tahu mengirimkan Laura ke divisi Nic

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status