Share

Ketularan

Penulis: Rucaramia
last update Tanggal publikasi: 2026-05-10 09:06:33

Jarrel memang pria brengsek.

Aku mungkin sudah mengatakannya beberapa kali hari ini, jutaan kali bahkan. Tetapi aku akan terus mengatakannya lagi tanpa merasa bosan sedikitpun. Salahku yang jatuh cinta kepada pria bajingan macam dirinya meskipun aku sebetulnya tidak ingin memelihara perasaan negatif kepada kekasihku sendiri. Namun Jarrel selalu punya cara untuk membuatku membencinya dibeberapa kesempatan, termasuk hari ini.

Ilya, dokter yang tiga hari lalu datang untuk memeriksa kondisi Jarre
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Ketularan

    Jarrel memang pria brengsek. Aku mungkin sudah mengatakannya beberapa kali hari ini, jutaan kali bahkan. Tetapi aku akan terus mengatakannya lagi tanpa merasa bosan sedikitpun. Salahku yang jatuh cinta kepada pria bajingan macam dirinya meskipun aku sebetulnya tidak ingin memelihara perasaan negatif kepada kekasihku sendiri. Namun Jarrel selalu punya cara untuk membuatku membencinya dibeberapa kesempatan, termasuk hari ini. Ilya, dokter yang tiga hari lalu datang untuk memeriksa kondisi Jarrel harus kembali ke rumah ini lagi, bukan untuk memeriksa Jarrel. Melainkan untuk memeriksa kondisiku, karena pria itu berangsur sembuh total setelah kami bercinta. Ia tampak puas menularkan virusnya kepadaku. Dan sekarang malah aku yang terbaring sakit di atas ranjang dengan hidung meler, demam, dan tentu saja badan yang sakit di sana sini gara-gara digempur olehnya. Sang dokter tampan tampak berusaha untuk tidak terlihat terganggu dengan fakta yang ia dapati antara aku dan Jarrel. Aku bersyuku

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Masih Kurang?

    Lidahnya yang panas mengambil jilatan pertama dan aku bisa mendengar ia sedikit menggeram dibawah sana membuatku makin mabuk oleh gairah. Jarrel mengusap bibir bawahku dengan lidah dan bibirnya mengakibatkan cairan cintaku tidak henti mengalir dan bahkan lebih deras lagi. Ia yang telah menggila dibawah sana meraup seluruhnya dengan gemas dan menghisapnya membuatku kembali dibuat mendesah. Lidahnya bergerak dengan liar, mulanya pelan lalu menggila, naik ke inti kecil yang menantikan sentuhan dan lidah pria itu mulai mengitarinya dengan kecepatan yang tetap sebelum meraupnya dengan lapar.Seluruh tubuhku tersentak, tanganku secara refleks meraih kepalanya dan menaiknya semakin ke dalam. “Ngh… jangan berhenti,” bisikku parau, menikmati siksaan yang ia berikan kepadaku dibawah sana. Jarrel yang mendengarku memohon seperti itu, semakin bersemangat menghisap diriku yang berdenyut-denyut dibawah sana. Bahkan ia juga menyelipkan satu jarinya ke lubangku. Jemari panjang pria itu melesak masuk

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Sama-sama Freak

    “Tapi aku ingin,” katanya.“Tapi aku tidak mau tertular sakitmu.” Aku memejamkan mata, menahan segala ekspresi yang mungkin keluar ketika merasakan sensasi basah menyelimuti leherku. Aku tanpa sadar melingkarkan tanganku sendiri di bahunya, meremasnya sebagai respon atas aksi bibir Jarrel yang begitu kurang ajar.“Kau tidak akan sakit hanya karena kita bercinta, sayangku.”“Tapi kan—”“Anggap saja ini sebagai balasan …” selanya seraya menjulurkan lidahnya ke sepanjang leherku hingga ke telingaku. Mengirimkan getaran nikmat disana yang membuat bulu kudukku berdiri. “… untuk apa yang sudah aku lakukan untukmu hari ini.”Aku menghela napas, merasa kalah dan hanya bisa berpasrah sambil memandang langit-langit kamar. “Dasar kepala batu.”Aku membuang muka, terlalu malu untuk menatap padanya yang kini sudah menjauh dari sana. Jarrel tersenyum melihatku yang tersipu, karena baginya mungkin itu terlihat lucu.Jarrel menghela napas puas, lalu membungkuk. Memerangkapku yang kini berada di bawah

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Orang Sakit Cari Gara-gara

    Tahap pemeriksaan kesehatan untuk Jarrel tidak berlangsung lama, kira-kira hanya menghabiskan sekitar dua puluh menit termasuk saat Dr. Ilya (yang kupikir adalah dokter wanita) memberiku resep dan menyarankan agar aku terus mengecek perkembangan suhu tubuh Jarrel secara berkala. Setelah semua itu ia kemudian meninggalkan rumah bersama dengan Chris yang berasalan ikut pulang lantaran dipanggil Bu Soraya dan pria itu pun dengan mudahnya berhasil menghindari rencana introgasi lanjutan yang ingin aku lakukan kepadanya.Aku nyaris terpuruk ke lantai usai menutup pintu. Agak bersyukur para tamu akhirnya pergi dan seluruh sesi kritis telah terlewati. Kini di rumah ini hanya ada aku dan Jarrel saja yang artinya aku bisa beristirahat penuh. Ini adalah hari yang sangat panjang juga menegangkan yang baru pertama kali aku lalui. Dan jujur saja dari sekian banyak hal yang ingin aku lakukan, aku ingin bisa berbaring, dan tidur seharian untuk memulihkan tenaga yang telah terbuang.Aku setengah menye

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Dicengin Sobat Kentel

    “Terima kasih banyak, sobat. Aku berhutang banyak padamu,” ungkapku begitu menerima tas berisi barang belanjaan dari Chris. Kami saat ini sedang berada di depan pintu, dan sobat kentalku di kantor penerbit itu tiba di kediaman Jarrel dua jam setelah kupanggil ia untuk berbelanja kebutuhan kami. Tentu saja, setelah aku memberinya sedikit info mengapa aku tidak bisa pergi sendiri. Jangan tanya nasib dari barang belanjaan yang aku beli beberapa waktu lalu. Gara-gara semua drama yang terlalu cepat itu, aku bahkan lupa dan meninggalkannya di mobil Aiden begitu saja. Sudah barang tentu kecil kemungkinannya untuk bisa aku dapatkan kembali. Makanya aku minta tolong pada Chris untuk berbelanja ulang. Walaupun aku jadinya harus merogoh kocek dua kali lipat gara-gara sesi belanja pertama gagal total. Mendengar ucapanku, Chris menyeringai sembari memberiku salah satu senyuman yang aneh. “Tidak masalah, sudah sepatutnya saling membantu antar teman. Apa bosmu yang keras kepala itu sudah baik-baik

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Orang Asing ditengah Reuni Keluarga

    “Sudah cukup!”Kedua orang tua Jarrel langsung memusatkan perhatiannya padaku setelah aku menjerit frustasi dengan pertengkaran mereka. Aku menjauh dari Charlemagne dan bersandar pada dinding segera.“Ada apa, Leiya. Kenapa berteriak begitu?” Charlemagne bertanya dengan ekspresi polos.“Kau membuatku takut,” sahutku jujur.Pria itu membuka mulutnya sedikit, seperti hendak mengatakan sesuatu tetapi Ghilda mendahuluinya. Wanita itu tertawa seperti ia adalah pemilik neraka. “Kau dengar itu Charly? Dia bilang kau membuatnya takut. Kalau aku tidak salah, ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang tidak terpikat dengan pesonamu. Kurasa kau sudah benar-benar kehilangan sentuhanmu dan berubah menjadi pria tua bangka,” ejeknya pada sang suami.Charlemagne mengalihkan pandangannya dariku untuk menatap istrinya. Ia terkekeh. “Diam, dasar perempuan tua! Beraninya kau mengataiku sebagai pria tua bangka, padahal kau sendiri sudah beruban dan terlihat seperti nenekku!” desisnya.Ghilda langsung b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status