Home / Romansa / Terjerat Pesona Papa Sahabatku / Bab 15. Balas Ciuman Saya

Share

Bab 15. Balas Ciuman Saya

last update publish date: 2026-01-27 21:37:20

“A-aku belum pernah ciuman sama sekali, Om,” ucap Aurora dengan tercekat.

Mendengar ucapan Aurora, senyum tipis yang terlihat seperti seringaian tertangkap di penglihatan Aurora saat gadis melirik ke arah Leo.

Tangannya meremas dengan kuat, ia merasa diremehkan oleh Leo, tetapi apa yang diucapkannya adalah fakta yang mungkin membuat Leo semakin merasa menang karena pria itu adalah orang yang pertama kali menciumnya.

“Saya suka, itu artinya saya adalah pria yang pertama untukmu,” sahut Leo denga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 178. Mencari Simpati Leo

    Aurora memukul-mukul dada suaminya, hampir saja ia menangis karena takut jika Leo marah kepada dirinya.Tetapi ia malah di prank oleh suaminya sendiri. Tetapi setelah itu ia memeluk Leo dengan erat ketika suaminya sudah mengaduh kesakitan karena pukulannya.“Mana mungkin Mas marah sama kamu karena uang, Sayang. Mas minta maaf ya sudah membuat kamu hampir menangis,” ucap Leo dengan tulus.Aurora mengangguk, bersandar di dada bidang suaminya dengan sangat manja. “Padahal aku tadi sudah sangat takut, Mas. Gak pernah aku sebanyak itu berbelanja. Ini semua karena tante Emma! Aku juga ingin terlihat mewah di depan tante Emma, Mas. Biar aku gak diremehkan lagi sama wanita itu,” adu Aurora dengan suara pelan dan terdengar manja.Leo mengerti sebelum Aurora menjelaskan semuanya. Ia sudah paham maksud istrinya. “Mas paham, Sayang. Tunjukkan kalau kamu bahagia bersama dengan, Mas. Tunjukkan kalau Mas hanya mencintai kamu. Tunjukkan pada dia kalau kamu pemenangnya,” ucap Leo mempertegas semuanya.

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 176. Kalap Belanja

    Aurora menarik tangan suaminya dengan tak lupa mendorong stroller Alvaro. Ia sudah sangat muak dengan Emma sekarang, yang terpenting ia sudah melampiaskan yang mengganjal di hatinya kepada wanita yang ingin merebut kebahagiaannya.“Dasar wanita tidak tahu diri!” sungut Aurora dengan kesal.Emma syok bukan main, gadis lugu dan bodoh seperti Aurora ternyata sudah seberani ini kepada dirinya.Bahkan Emma hanya bisa tercengang melihat kepergian Aurora dan Leo. Setelah mereka sudah menjauh barulah Emma sadar.“Ihhh! Kurang ajar anak ingusan itu! Berani sekali dia menghinaku! Akan aku beri pelajaran dia nanti!” ucap Emma dengan tangan siap meninju seakan Aurora ada di hadapannya, bahkan ia menghentakkan kakinya dengan kesal.Emosinya dipermainkan oleh Aurora. Seandainya tidak ada Leo di samping Aurora sudah ia hajar anak ingusan yang berani sekali menantang dirinya.“Lihat saja nanti apa yang akan aku perbuat dengan wanita sialan dan anaknya. Ingin bersama dengan Leo sepertinya harus menyin

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 176. Amarah Aurora

    “Mas Leo akhirnya kita bertemu juga,” ucap Emma dengan senang ketika tidak sengaja bertemu dengan Leo di salah satu mall.Matanya melihat ke arah Aurora dengan sinis, apalagi melihat bayi yang ada di stroller.Tangannya terkepal, ia merasa cemburu melihat Leo menggenggam tangan Aurora erat.“Sialan! Rasanya aku ingin melepaskan tangan mereka,” umpat Emma di dalam hati.Aurora menatap ke arah suaminya, ia semakin mengeratkan genggaman mereka. Awalnya, Aurora merasa gugup dan takut. Tetapi mengingat semuanya, ia harus berani menghadapi Emma.Mumpung mereka bertemu di sini, maka ia harus menunjukkan kemesraannya dengan Leo di depan Emma.Sedangkan Leo menatap Emma tanpa ekspresi, ia sudah sangat muak dengan tingkah Emma saat ini. Apalagi pakaian Emma yang kurang pantas, bukannya tertarik Leo ingin muntah melihatnya.“Mas Leo ada yang ingin aku bicarakan. Bisa kita bicara berdua?” tanya Emma sambil menekan kata ‘berdua’ dengan melirik Aurora dengan sinis.“Tidak bisa!” jawab Leo dengan si

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 175. Kebahagiaan

    “Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita, Sayang. Tapi kamu hebat sudah bertahan sejauh ini, Sayang. Kamu sudah bahagia kan sekarang?” tanya Leo mengelus rambut Aurora dengan lembut.Bahagia?Tentu saja ia bahagia!Menikah dengan Leo adalah sebuah kebahagiaan terbesar untuk dirinya.“Bahagia sekali, Mas. Menikah dengan kamu adalah sebuah anugerah yang terindah di dalam hidupku,” jawab Aurora dengan lembut.“Syukurlah kalau kamu bahagia menikah dengan Mas, Sayang. Semoga seterusnya kita menjadi keluarga yang bahagia ya,” ujar Leo menyelipkan do'a dan harapan besar pada kata ‘bahagia yang ia ucapkan.Aurora mengangguk dengan tersenyum manis. “Amin. Aku selalu berdoa untuk kebahagiaan keluarga kecil kita, Mas.”Aurora berkata dengan tulus, memang ia setiap harinya berdoa agar rumah tangganya diberkati oleh Tuhan.Hati Leo merasa tentram. Aurora berhasil membuat dirinya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bahkan yang dulunya ia gila kerja dan hampir tidak ada waktu di rumah sekarang

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 174. Meminjam Uang

    Drtt…drtt…. Tawa Aurora langsung mereda, ia melihat ke arah ponselnya. Nama papanya tertera di sana. Ya kemarin mereka sudah bertukar nomor ponsel, walaupun berat memberikannya tetapi ia harus mengikuti permainan Darma. Ada apa papanya menelepon? Ia menatap ke arah Leo seakan meminta persetujuan kepada suaminya. “Angkat saja, Sayang. Loudspeaker ya biar Mas mendengarnya juga,” ujar Leo dengan lembut. Aurora mengangguk setuju, ia menggeser ikon berwarna hijau itu dan menekan tombol speaker di sana. Darma : “Halo, Aurora. Ini Papa, Nak. Uhuk…uhuk…” Aurora : “Iya, Pa. Papa kenapa?” Tidak bisa dibohongi jika Aurora juga sedikit merasa panik ketika mendengar suara papanya yang terus batuk. Aurora : “Pa kok diam? Papa kenapa?” Darma sengaja diam, ia ingin melihat respon Aurora terhadap dirinya yang sakit. Darma : “Papa kambuh lagi, Nak.” Aurora melihat ke arah suaminya, tampak sekali wajahnya sangat panik. Leo mencoba menenangkan istrinya tanpa sebuah kata-kata, t

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 173. Tak Tega

    “Bagaimana keadaanmu, Shopia?” tanya Leo ketika ia mampir ke rumah anaknya.Sebagai orang tua, Leo juga khawatir melihat keadaan anaknya yang lemas saat hamil.Shopia tersenyum mendengarnya, ia senang diberi perhatian oleh Leo. Bahkan semua orang lebih perhatian saat dirinya hamil, apalagi suaminya.“Baik, Pa. Tapi masih lemas dan mual juga,” jawab Shopia dengan jujur.“Syukurlah kalau begitu. Papa kepikiran sama kamu, takutnya kamu masih memikirkan soal mamamu itu,” ujar Leo menghela napas dengan pelan.Shopia tersenyum tipis, memang ia masih kepikiran tentang mamanya yang tiba-tiba saja datang dan mengganggu ketenangan keluarganya kembali. Tetapi semua itu tak menjadi masalah untuk dirinya asal ada Raja yang selalu melindungi dirinya.“Memang aku sempat kepikiran, Pa. Tapi gak jadi masalah kok asal kalian selalu melindungiku. Oo iya, jaga mama Aurora dengan baik, Pa. Aku merasa mama seperti mengincar mama Aurora. Ini firasatku saja, semoga tidak terjadi,” ujar Shopia dengan serius.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status