Beranda / Romansa / Terjerat Pesona Papa Sahabatku / Bab 15. Balas Ciuman Saya

Share

Bab 15. Balas Ciuman Saya

last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-27 21:37:20

“A-aku belum pernah ciuman sama sekali, Om,” ucap Aurora dengan tercekat.

Mendengar ucapan Aurora, senyum tipis yang terlihat seperti seringaian tertangkap di penglihatan Aurora saat gadis melirik ke arah Leo.

Tangannya meremas dengan kuat, ia merasa diremehkan oleh Leo, tetapi apa yang diucapkannya adalah fakta yang mungkin membuat Leo semakin merasa menang karena pria itu adalah orang yang pertama kali menciumnya.

“Saya suka, itu artinya saya adalah pria yang pertama untukmu,” sahut Leo denga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 34. Bercinta di Dalam Mobil?

    Ucapan Shopia terdengar tulus dan memohon kepadanya, tetapi mampu menghunus dadanya dengan sebilah pisau yang tajam, terasa berdenyut dan menyakitkan.Tak hanya itu, palu godam juga ikut menghantam hingga rasa sesak menghimpit dadanya. Namun, tidak ada yang berdarah, hanya luka batin yang semakin menganga lebar.“Mau ya bantuin aku untuk menyatukan Papa dan Mamaku lagi. Setiap mereka bertemu pasti berantem, tapi mungkin dengan kejutan kecil mereka akan kembali romantis seperti dulu,” ucap Shopia memegang lengan Aurora.Tatapannya terlihat penuh harapan, Shopia yakin Aurora bisa membantu dirinya.“Caranya?” tanya Aurora dengan pelan.Shopia tampak berpikir keras, lalu tak lama ia menjentikkan jarinya mendapatkan ide cemerlang. Ia yakin kali ini rencananya akan berhasil, wajahnya sumringah menatap Aurora.“Gimana kalau kita kasih kejutan buat mereka? Sebentar lagi anniversary pernikahan kedua orang tuaku. Mungkin dengan begitu Papa dan Mama sadar jika pernikahan mereka sudah sejauh ini,

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 33. Kolam Renang

    Suara tawa shopia menggema di kolam renang bersama dengan Leo. Hal sederhana yang membuat Aurora merasa iri, ia ingin bergabung tetapi rasanya tidak pantas. Sebab, kehadirannya akan mengganggu kebersamaan ayah dan anak itu.“Ternyata Om Leo bisa tertawa juga ya,” gumam Aurora dengan tersenyum—ikut merasakan kebahagiaan sahabatnya walaupun di dalam hati ia juga ingin merasakan hal yang sama, yaitu akrab dengan Papanya.“Aurora, sini!” panggil Shopia dengan tangan melambai, mengajak Aurora untuk bergabung dengannya.Aurora yang tersentak. Namun, tidak sampai kaget itu hanya bisa tersenyum canggung karena ketahuan melamun sambil menatap Shopia dan Leo.Leo membalikkan tubuhnya, dada bidang dan perut berotot itu terekspos di hadapan Aurora. Gadis itu tanpa sadar menahan napasnya, walaupun sudah pernah melihat Leo bertelanjang tetapi tetap saja ia merasa malu.Akhirnya, Aurora berjalan ke kolam renang dengan rasa canggung ketika matanya tidak sengaja melihat Leo kembali.“Ayo bergabung ber

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 32. Salah Tingkah

    Tubuh Aurora remuk redam, bahkan ia kembali ke kamar Shopia dengan kaki bergetar hebat. Sangking lemas dan lelahnya melayani Leo yang sangat beringas malam ini.Gadis itu seperti maling yang takut ketahuan. Sialnya, Leo sama sekali tidak membantu dirinya. Lelaki itu tertidur setelah mereka membersihkan diri bersama.Karena lelahnya itu juga, ia terlelap dengan nyenyak di samping Shopia. Dengkuran halusnya terdengar mengisi kamar Shopia yang bernuansa putih gading itu.Sayup-sayup ia mendengar suara yang memanggil namanya. Matanya terasa berat untuk terbuka tetapi cahaya matahari menyilaukan pandangannya, hingga Aurora kembali menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.“Aurora, ini sudah siang. Kamu gak mau bangun?” teriak Shopia dengan kesal ketika Aurora tidak kunjung bangun.Padahal mereka tidak terlalu larut untuk tidur, tapi mengapa Aurora sangat susah dibangunkan?“Sebentar lagi, Shopia,” jawab Aurora dengan malas karena sungguh ia baru tidur hampir menjelang pagi.“Ck… Ya

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 31. Di Kamar Leo

    Aurora mendongak, ia menggigit bibir bawahnya ketika Leo mengecup lehernya. Pria itu memainkan lidahnya di leher dan telinga Aurora tergesa-gesa dan penuh gairah. Anehnya, sentuhan kali ini berbeda, Aurora menggeliat bukan karena kesakitan, melainkan karena kegelian yang disusul oleh gelombang gairah seperti sengatan listrik di tubuhnya. Jantungnya berdebar kencang bukan hanya sekedar ketakutan, tetapi sensasi yang ia nikmati berbeda dari percintaan pertama mereka. “Eugh…”Tubuhnya melanggar batas, matanya terpejam erat. Namun, kali ini bukan untuk melarikan diri melainkan untuk fokus pada sensasi baru yang asing dan memabukkan. Tubuhnya yang tadinya kaku karena rasa jijik. Kini, bergerak luwes merespon setiap sentuhan Leo. Tanpa disadari oleh Aurora. Kini, keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya. “Indah sekali,” gumam Leo dengan serak. Aurora gugup, ia mencoba menutupi bagian dadanya. Tetapi rasanya percuma karena tangan Leo sudah bermain di san

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 30. Aku Menginginkanmu, Aurora!

    Aurora menatap langit-langit kamar Shopia, berkedip perlahan dan hembusan napasnya terdengar, sejak tadi ia sudah menguap, tetapi matanya tidak bisa terpejam.Padahal di sebelahnya ada Shopia yang tidur dengan nyenyak dan memeluknya dengan erat.Malam semakin larut, rintik hujan mulai terdengar turun. Aurora mencoba menyingkirkan tangan Shopia yang ada di perutnya, tenggorokannya terasa kering..Perlahan ia turun dari kasur tanpa mengganggu tidur sahabatnya itu.“Padahal hujan tapi kenapa aku merasa gerah dan haus ya?” tanya Aurora pada dirinya sendiri.Ia melangkah keluar kamar tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Rumah ini terlihat sangat sepi bahkan pencahayaan lampu dibuat remang, ia mengusap lengannya, merasa takut turun ke bawah sendirian.“Sepi banget. Kok serem ya,” gumam Aurora mengusap tengkuknya dengan pelan.Ia semakin merinding ketika merasakan ada yang sedang mengawasinya di belakang tetapi ia sama sekali tidak berani menoleh sedikit pun.Hingga genggaman di tangannya me

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 29. Tidak Suka

    “Papa, Aurora. Kalian ini terlihat canggung sekali ya. Padahal cuma tabrakan doang,” ucap Shopia tertawa kecil melihat ekspresi papa dan sahabatnya itu. Aurora langsung melepaskan diri dari Leo. Ia salah tingkah dengan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan. “M-maaf, Om. Aku gak sengaja nabrak,” ucap Aurora dengan terbata. “Hmmm…”Kedua pipi Aurora memanas, ia langsung merangkul lengan Shopia untuk menutupi kegugupannya. Leo meninggalkan dua gadis itu begitu saja, tidak ada satu orang pun yang tahu jika saat ini detak jantungnya menggila, ia tidak bisa mengontrol jantungnya sendiri. Tetapi Leo masih bisa mengendalikan ekspresi wajahnya. “Dia cantik sekali. Terlihat polos dan menggemaskan,” gumam Leo tanpa sadar yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Leo menepuk-nepuk pipinya, menyadarkan dirinya karena telah memuji Aurora. “Sadar Leo! Jangan terbawa perasaan, hubungan kalian hanya sebatas saling menguntungkan satu sama lain. Kamu menyelamatkan ibunya, dan dia mem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status