بيت / Romansa / Terjerat Pesona Papa Sahabatku / Bab 15. Balas Ciuman Saya

مشاركة

Bab 15. Balas Ciuman Saya

last update تاريخ النشر: 2026-01-27 21:37:20

“A-aku belum pernah ciuman sama sekali, Om,” ucap Aurora dengan tercekat.

Mendengar ucapan Aurora, senyum tipis yang terlihat seperti seringaian tertangkap di penglihatan Aurora saat gadis melirik ke arah Leo.

Tangannya meremas dengan kuat, ia merasa diremehkan oleh Leo, tetapi apa yang diucapkannya adalah fakta yang mungkin membuat Leo semakin merasa menang karena pria itu adalah orang yang pertama kali menciumnya.

“Saya suka, itu artinya saya adalah pria yang pertama untukmu,” sahut Leo denga
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 174. Meminjam Uang

    Drtt…drtt….Tawa Aurora langsung mereda, ia melihat ke arah ponselnya. Nama papanya tertera di sana.Ya kemarin mereka sudah bertukar nomor ponsel, walaupun berat memberikannya tetapi ia harus mengikuti permainan Darma.Ada apa papanya menelepon?Ia menatap ke arah Leo seakan meminta persetujuan kepada suaminya.“Angkat saja, Sayang. Loudspeaker ya biar Mas mendengarnya juga,” ujar Leo dengan lembut.Aurora mengangguk setuju, ia menggeser ikon berwarna hijau itu dan menekan tombol speaker di sana.Darma : “Halo, Aurora. Ini Papa, Nak. Uhuk…uhuk…”Aurora : “Iya, Pa. Papa kenapa?”Tidak bisa dibohongi jika Aurora juga sedikit merasa panik ketika mendengar suara papanya yang terus batuk.Aurora : “Pa kok diam? Papa kenapa?”Darma sengaja diam, ia ingin melihat respon Aurora terhadap dirinya yang sakit.Darma : “Papa kambuh lagi, Nak.”Aurora melihat ke arah suaminya, tampak sekali wajahnya sangat panik.Leo mencoba menenangkan istrinya tanpa sebuah kata-kata, tetapi Aurora paham jika ia

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 173. Tak Tega

    “Bagaimana keadaanmu, Shopia?” tanya Leo ketika ia mampir ke rumah anaknya.Sebagai orang tua, Leo juga khawatir melihat keadaan anaknya yang lemas saat hamil.Shopia tersenyum mendengarnya, ia senang diberi perhatian oleh Leo. Bahkan semua orang lebih perhatian saat dirinya hamil, apalagi suaminya.“Baik, Pa. Tapi masih lemas dan mual juga,” jawab Shopia dengan jujur.“Syukurlah kalau begitu. Papa kepikiran sama kamu, takutnya kamu masih memikirkan soal mamamu itu,” ujar Leo menghela napas dengan pelan.Shopia tersenyum tipis, memang ia masih kepikiran tentang mamanya yang tiba-tiba saja datang dan mengganggu ketenangan keluarganya kembali. Tetapi semua itu tak menjadi masalah untuk dirinya asal ada Raja yang selalu melindungi dirinya.“Memang aku sempat kepikiran, Pa. Tapi gak jadi masalah kok asal kalian selalu melindungiku. Oo iya, jaga mama Aurora dengan baik, Pa. Aku merasa mama seperti mengincar mama Aurora. Ini firasatku saja, semoga tidak terjadi,” ujar Shopia dengan serius.

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 172. Tak Tahan

    Tubuh Aurora terasa sangat lemas ketika mendapatkan pelepasan. Dadanya naik turun, menikmati semua sentuhan Leo.“Enak, Sayang?” tanya Leo dengan serak.Aurora mengangguk. Ia memeluk lengan Leo dengan erat, tangan suaminya sangat nakal sekali, tetapi ia suka.“Jadi lemas banget aku, Mas. Tapi enak,” ujar Aurora dengan jujur.Leo terkekeh mendengarnya. Ia menggendong Aurora dan merebahkan tubuh istrinya di karpet berbulu yang ada di lantai.“Mas mau ngapain?” tanya Aurora dengan heran ketika ia dan Leo berada di bawah.“Kalau di atas nanti Alvaro bangun, Sayang. Di sini saja ya,” bisik Leo dengan suara seraknya.Aurora yang terhipnotis dengan tatapan Leo akhirnya mengangguk setuju. Ia pasrah ketika pakaiannya dilepas oleh Leo.Leo menelan ludahnya dengan kasar melihat pemandangan indah yang ada di hadapannya sekarang.“Buka pahanya, Sayang!” perintah Leo dengan lembut.Aurora menuruti perintah suaminya, tangannya berusaha menutupi miliknya. Tetapi tangan Leo menyingkirkannya kembali.“

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 171. Sentuhan Kecil

    Emma tersenyum dengan nakal, ia memegang milik Darma dengan gerakan sensual. “Tentu saja boleh, Sayang. Kita bisa bercinta kapan pun asal Leo tidak tahu. Aku ingin bersamanya kembali bukan karena cinta melainkan karena hartanya. Dia adalah dokter yang sangat kaya, dulu aku juga dimanjakan olehnya. Keluar uang berapa pun tak masalah baginya,” sahut Emma dengan lirih.Darma tersenyum puas, ternyata Emma selicik itu. “Kenapa kamu tidak mencintai Leo lagi?” tanya Darma dengan penasaran.“Leo orang yang sangat kaku sekali. Tidak romantis,” sahut Emma dengan jujur.Karena selama menikah dengannya memang Leo tidak pernah menunjukkan sisi romantisnya. Hingga ia mencari itu pada pria lain.Darma diam, ternyata seperti itu alasannya. Tetapi walaupun begitu Darma tidak rela jika kekayaan Leo kembali jatuh kepada Emma.Hanya karena satu kekurangan Emma mempertaruhkan semua kebahagiaan yang sudah ia dapatkan.“Wanita bodoh! Pantas saja Leo menceraikanmu. Pikiranmu sungguh sangat dangkal,” gumam

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 170. Sandiwara

    Darma membaringkan tubuhnya di atas kasur, pikirannya menerawang ke masa lalu.“Dasar wanita gak tahu diuntung! Kalau gak ada aku mana mungkin kamu bisa tinggal di rumah senyaman ini. Aku gak ada uang, kamu cari sendiri uang untuk pampers Aurora. Punya tangan dan kaki, kan? Kerja sana! Aku juga butuh uang!”“Anak sialan! Kamu sama saja seperti mamamu itu! Mati saja kalian berdua!”Darma tersentak, tangannya menjambak rambutnya sendiri, mengingat perbuatannya yang ternyata sangat kejam.“Arghhh…. Kenapa mengingat semuanya sih? Itu sudah masa lalu. Lagi pula Amelia sudah meninggal dan Aurora tidak mempermasalahkan itu semua, kan. Anak itu sudah memaafkanmu. Dan semua rencana yang kamu susun akan segera terlaksana, kamu bisa jadi kaya raya nantinya jika kamu berhasil mendapatkan uang dari Aurora,” gumam Darma dengan pelan.Darma menghela napasnya dengan berat. Kenapa dadanya masih sangat terasa sesak sekali?“Arghhh…”Darma berteriak kencang dan memukul kasur dengan kuat. Dadanya naik tu

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 169. Perasaan Aneh

    “Memaafkan? Berat sekali rasanya, Pa. Tapi aku akan ikuti permainan Papa sesuai apa yang dikatakan suamiku,” gumam Aurora di dalam hati.Aurora menatap Darma dengan pandangan yang sulit diartikan. Tangannya terkepal tanpa Darma sadari.“Aurora kenapa diam? K-kamu belum memaafkan Papa ya?” tanya Darma dengan sendu.“Aku akan memaafkan Papa asal Papa sudah berubah. Kata maaf saja tidak cukup untuk mengobati luka yang aku dan mama rasakan selama ini,” ucap Aurora dengan tegas.Darma tersenyum kecut, ternyata Aurora sekarang bukan lagi perempuan lemah yang bisa ia tindas dan bodohi. Kekayaan dan kekuasaan Leo juga mampu mengubah Aurora menjadi wanita yang sangat tegas.“Tolong percaya sama Papa kalau Papa sudah berubah, Nak. Apalagi sekarang Papa penyakitan,” ujar Darma dengan pelan.Aurora tersenyum tipis. “Ternyata Papa sangat pandai bersandiwara. Rela berpura-pura sakit hanya untuk tujuan tertentu,” gumam Aurora tidak habis pikir.“Buktikan, Pa. Aku mau melihat sejauh mana Papa berubah

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status