Home / Romansa / Terjerat Pesona Papa Sahabatku / Bab 15. Balas Ciuman Saya

Share

Bab 15. Balas Ciuman Saya

last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-27 21:37:20

“A-aku belum pernah ciuman sama sekali, Om,” ucap Aurora dengan tercekat.

Mendengar ucapan Aurora, senyum tipis yang terlihat seperti seringaian tertangkap di penglihatan Aurora saat gadis melirik ke arah Leo.

Tangannya meremas dengan kuat, ia merasa diremehkan oleh Leo, tetapi apa yang diucapkannya adalah fakta yang mungkin membuat Leo semakin merasa menang karena pria itu adalah orang yang pertama kali menciumnya.

“Saya suka, itu artinya saya adalah pria yang pertama untukmu,” sahut Leo denga
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 180. Semakin Cinta

    “Aahhh…”Aurora menggeliat menahan rasa geli dan nikmat ketika Leo terus memasukinya dengan ritme yang cepat dan terkadang pelan.Tubuhnya memerah, suhu di dalam dirinya naik seketika. Terasa panas dan membakar jiwa.Tangannya bergerak tak sengaja mencakar punggung suaminya, suara penyatuan mereka berbunyi nyaring terdengar di kamar. Untung saja tidak membangunkan Alvaro yang tertidur dengan nyenyak.Kedua kakinya ia kalungkan di pinggang Leo. Hingga tubuhnya bergetar hebat dan tak lama Leo juga menyusul, pria itu semakin menghentakkan miliknya dengan dalam.“Arghh…”“Aahh, Mas!” bisik Aurora dengan suara desahan yang tertahan.Keringat sudah membanjiri keduanya, Leo tersenyum dan setelah itu melepaskan diri dari Aurora, dan berbaring di samping istrinya.Keduanya mengatur napas yang terasa berat bahkan dada keduanya naik turun sangking lelahnya sehabis bercinta.Leo menyeka keringat istrinya dengan lembut dan mengecup dahi Aurora dengan penuh cinta.“Terima kasih, Sayang. Kamu selal

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 179. Saling Memuji

    Shopia tampak cemas menghampiri sahabatnya, ia sudah mengetahui dari Raja jika papanya dan Aurora bertemu mamanya di mall saat mereka akan belanja.“Shopia jangan lari!” tegur Aurora yang tampak terkejut melihat kedatangan sahabatnya.Shopia tidak menghiraukan ucapan Aurora. Ia memeluk sahabatnya itu dengan erat.“Aurora, kamu tidak apa-apa, kan? Apa mamaku melukaimu?” tanya Shopia menatap sendu dan penuh khawatir ke arah Aurora.Aurora mengernyitkan dahinya heran. Dari mana Shopia tahu jika ia bertemu dengan Emma?Apakah suaminya itu yang mengatakannya?“Aurora kenapa kamu diam saja? Kamu tidak apa-apa, kan?” tanya Shopia sekali lagi.Aurora tersenyum mendengarnya, ia merasa beruntung karena Shopia mengkhawatirkan dirinya.“Aku gak apa-apa, Shopia. Aku berani melawan tante Emma sekarang. Aku gak akan membiarkan dia merusak keluarga kecilku,” jawab Aurora dengan tegas.Aurora seketika tersadar, ia terdiam menatap wajah sahabatnya dengan perasaan tak enak hati.“Shopia maaf. A-aku gak

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 178. Mencari Simpati Leo

    Aurora memukul-mukul dada suaminya, hampir saja ia menangis karena takut jika Leo marah kepada dirinya.Tetapi ia malah di prank oleh suaminya sendiri. Tetapi setelah itu ia memeluk Leo dengan erat ketika suaminya sudah mengaduh kesakitan karena pukulannya.“Mana mungkin Mas marah sama kamu karena uang, Sayang. Mas minta maaf ya sudah membuat kamu hampir menangis,” ucap Leo dengan tulus.Aurora mengangguk, bersandar di dada bidang suaminya dengan sangat manja. “Padahal aku tadi sudah sangat takut, Mas. Gak pernah aku sebanyak itu berbelanja. Ini semua karena tante Emma! Aku juga ingin terlihat mewah di depan tante Emma, Mas. Biar aku gak diremehkan lagi sama wanita itu,” adu Aurora dengan suara pelan dan terdengar manja.Leo mengerti sebelum Aurora menjelaskan semuanya. Ia sudah paham maksud istrinya. “Mas paham, Sayang. Tunjukkan kalau kamu bahagia bersama dengan, Mas. Tunjukkan kalau Mas hanya mencintai kamu. Tunjukkan pada dia kalau kamu pemenangnya,” ucap Leo mempertegas semuanya.

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 176. Kalap Belanja

    Aurora menarik tangan suaminya dengan tak lupa mendorong stroller Alvaro. Ia sudah sangat muak dengan Emma sekarang, yang terpenting ia sudah melampiaskan yang mengganjal di hatinya kepada wanita yang ingin merebut kebahagiaannya.“Dasar wanita tidak tahu diri!” sungut Aurora dengan kesal.Emma syok bukan main, gadis lugu dan bodoh seperti Aurora ternyata sudah seberani ini kepada dirinya.Bahkan Emma hanya bisa tercengang melihat kepergian Aurora dan Leo. Setelah mereka sudah menjauh barulah Emma sadar.“Ihhh! Kurang ajar anak ingusan itu! Berani sekali dia menghinaku! Akan aku beri pelajaran dia nanti!” ucap Emma dengan tangan siap meninju seakan Aurora ada di hadapannya, bahkan ia menghentakkan kakinya dengan kesal.Emosinya dipermainkan oleh Aurora. Seandainya tidak ada Leo di samping Aurora sudah ia hajar anak ingusan yang berani sekali menantang dirinya.“Lihat saja nanti apa yang akan aku perbuat dengan wanita sialan dan anaknya. Ingin bersama dengan Leo sepertinya harus menyin

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 176. Amarah Aurora

    “Mas Leo akhirnya kita bertemu juga,” ucap Emma dengan senang ketika tidak sengaja bertemu dengan Leo di salah satu mall.Matanya melihat ke arah Aurora dengan sinis, apalagi melihat bayi yang ada di stroller.Tangannya terkepal, ia merasa cemburu melihat Leo menggenggam tangan Aurora erat.“Sialan! Rasanya aku ingin melepaskan tangan mereka,” umpat Emma di dalam hati.Aurora menatap ke arah suaminya, ia semakin mengeratkan genggaman mereka. Awalnya, Aurora merasa gugup dan takut. Tetapi mengingat semuanya, ia harus berani menghadapi Emma.Mumpung mereka bertemu di sini, maka ia harus menunjukkan kemesraannya dengan Leo di depan Emma.Sedangkan Leo menatap Emma tanpa ekspresi, ia sudah sangat muak dengan tingkah Emma saat ini. Apalagi pakaian Emma yang kurang pantas, bukannya tertarik Leo ingin muntah melihatnya.“Mas Leo ada yang ingin aku bicarakan. Bisa kita bicara berdua?” tanya Emma sambil menekan kata ‘berdua’ dengan melirik Aurora dengan sinis.“Tidak bisa!” jawab Leo dengan si

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 175. Kebahagiaan

    “Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita, Sayang. Tapi kamu hebat sudah bertahan sejauh ini, Sayang. Kamu sudah bahagia kan sekarang?” tanya Leo mengelus rambut Aurora dengan lembut.Bahagia?Tentu saja ia bahagia!Menikah dengan Leo adalah sebuah kebahagiaan terbesar untuk dirinya.“Bahagia sekali, Mas. Menikah dengan kamu adalah sebuah anugerah yang terindah di dalam hidupku,” jawab Aurora dengan lembut.“Syukurlah kalau kamu bahagia menikah dengan Mas, Sayang. Semoga seterusnya kita menjadi keluarga yang bahagia ya,” ujar Leo menyelipkan do'a dan harapan besar pada kata ‘bahagia yang ia ucapkan.Aurora mengangguk dengan tersenyum manis. “Amin. Aku selalu berdoa untuk kebahagiaan keluarga kecil kita, Mas.”Aurora berkata dengan tulus, memang ia setiap harinya berdoa agar rumah tangganya diberkati oleh Tuhan.Hati Leo merasa tentram. Aurora berhasil membuat dirinya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bahkan yang dulunya ia gila kerja dan hampir tidak ada waktu di rumah sekarang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status