/ Romansa / Terjerat Pesona Papa Sahabatku / Bab 15. Balas Ciuman Saya

공유

Bab 15. Balas Ciuman Saya

last update 게시일: 2026-01-27 21:37:20

“A-aku belum pernah ciuman sama sekali, Om,” ucap Aurora dengan tercekat.

Mendengar ucapan Aurora, senyum tipis yang terlihat seperti seringaian tertangkap di penglihatan Aurora saat gadis melirik ke arah Leo.

Tangannya meremas dengan kuat, ia merasa diremehkan oleh Leo, tetapi apa yang diucapkannya adalah fakta yang mungkin membuat Leo semakin merasa menang karena pria itu adalah orang yang pertama kali menciumnya.

“Saya suka, itu artinya saya adalah pria yang pertama untukmu,” sahut Leo denga
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 185. Menyentuhmu

    “Aku harap aku gak akan gagal, Emma!” sahut Darma dengan tersenyum sinis.“Kita lihat saja nanti,” ucap Darma dengan serius.Emma tak lagi membalas ucapan Darma. Wanita itu memeluk Darma dan memainkan dada pria itu yang semakin hari semakin terlihat segar dan berisi.“Aku akan tidur di sini malam ini,” ucap Emma dengan pelan.Darma mengangguk dan sama sekali tidak melarang Emma untuk tidur dengannya. Toh jika ada Emma ia juga ada teman tidur dan tidak sendirian bukan?“Untuk saat ini aku turuti saja kemauan Emma. Agar dia tidak curiga,” gumam Darma di dalam hati.“Ya terserah kamu. Aku juga senang kalau kamu ada di sini, kita bisa menikmati malam yang lebih panjang,” sahut Darma mengelus rambut Emma lembut.Emma suka diperlukan manja oleh Darma. Ia memejamkan mata menikmati sentuhan Darma di rambutnya.“Sudah lama aku tidak merasakan belaian manja seperti ini,” gumam Emma di dalam hati.****Raja pelan-pelan naik ke atas kasur agar tidak membingungkan sang istri yang sudah tertidur pu

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 184. Mendapatkan Surat Sakit Palsu

    “Yakin, Candra. Kali ini tolong bantu aku. Aku hanya ingin berkumpul dengan anakku,” ucap Darma dengan lirih bahkan matanya sudah terlihat memerah karena menahan tangis.Hati Candra tersentuh, ia berusaha menimbang keputusan besar. Jika ketahuan akan beresiko untuk pekerjaannya sebagai dokter. Tetapi jika ia tidak membantu Darma, ia juga merasa kasihan.“Hanya kamu yang saya kenal dan harapan saya Satu-satunya, Candra. Saya mohon sekali bantu saya,” gumam Darma menangkupkan kedua tangannya.Darma terus memohon pada Candra hingga dokter itu tidak lagi bisa menolak permintaan teman lamanya itu.“Baiklah akan saya bantu. Ini menjadi rahasia kita berdua saja ya, jangan bocor ke orang lain karena pekerjaan saya yang akan menjadi taruhannya,” ucap Candra dengan tegas.Darma tersenyum mendengarnya. “Saya tidak akan membawa kamu dalam masalah saya nantinya Candra. Saya janji akan tutup mulut, terima kasih banyak atas bantuannya,” ucap Darma dengan sumringah.“Akhirnya aku bisa mendapatkan sur

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 183. Surat Sakit Palsu

    Leo tampak berpikir keras, ia tidak ingin gegabah mengambil keputusan yang berujung Aurora salah paham kepada dirinya.“Saya tidak bisa memutuskannya sekarang. Kalau gegabah Aurora bisa salah paham ke saya. Kamu tahu sendiri bagaimana Emma,” ujar Leo.Raja mengangguk mengerti. “Baiklah. Saya juga tidak bisa memaksa, ini keputusan Papa. Saya juga takut jika Papa bertemu dengannya, Dia akan merencanakan sesuatu untuk menjebak anda,” ucap Raja menimbang sebuah keputusan yang sangat besar.“Sebaiknya abaikan saja permintaannya. Jangan memberikan cela agar dia tidak besar kepala nantinya,” ucap Leo akhirnya.“Iya, Pa. Kalau begitu saya permisi.”Leo mengangguk, setelah kepergian Raja, ia menghela napasnya dengan kasar dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.“Sebagus apa rencana kalian untuk menghancurkan keluarga saya itu tidak akan pernah bisa kalian lakukan. Sebab, saya yang akan menghancurkan kalian duluan,” gumam Leo di dalam hati.Leo berdiri dari duduknya dan melangkah mening

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 182. Fakta

    Mendengarnya ucapan bernada ancaman itu tiba-tiba wajah Darma pucat beneran, ia menelan ludahnya dengan kasar. Bingung harus bertindak seperti apa, ia takut Leo dan Aurora mengetahui semuanya.Darma menghela napasnya dengan berat, ia berusaha untuk terus menolak ajakan Aurora dan Leo.“Saya baik-baik saja, Tuan Leo. Saya hanya demam biasa. Sebentar lagi saya pasti sembuh,” ucap Darma dengan pelan.Ia berusaha menjelaskannya setenang mungkin.“Ck… Menyebalkan! Kalau begitu kami pulang dulu. Jangan menelepon istri saya karena urusan tidak pentingmu itu. Urus saja dirimu sendiri!” ucap Keo dengan kasar.Leo menarik istrinya, ia sudah tidak betah melihat Aurora hanya diam menatap sekeliling sudut ruangan di rumah ini.“Rumah ini banyak kenangannya, Tuan. Saya yakin Aurora suka di sini. Tetapi kalau anda ingin segera pulang silahkan, saya tidak masalah. Terima kasih sudah mau menjenguk saya,” ucap Darma dengan pelan.Leo mendengus kesal, ia menarik tangan istrinya hingga Aurora bingung dan

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 181. Ancaman Leo

    Drrt… drrt…Suara ponsel milik Aurora berbunyi tanda notifikasi pesan masuk. Wanita itu mengambil ponselnya dan melihat nama siapa yang tertera di sana.“Mas, papa katanya sakit dan keadaannya drop. Sekarang masih di rumah. Apa kita ke rumahnya saja Mas?” tanya Aurora meminta persetujuan.Ia sudah tidak sepanik kemarin. Karena ia sudah lebih bisa mengontrol dirinya. Sebab, Darma juga sakit pura-pura demi mendapatkan uang darinya.“Emangnya pria itu ada memberitahu di mana rumahnya sama kamu, Sayang?” tanya Leo dengan serius.“Ada, Mas. Ini baru saja dikirim alamatnya,” jawab Aurora menunjukkan kepada sang suami.Tetapi rumah itu Aurora tahu. Itu rumahnya dulu dengan mendiang mamanya, semua kenangan muncul di pikirannya sampai ia gelisah sendiri.Leo membacanya, wajahnya datar tak menunjukkan ekspresi apa pun. Ia tetap tenang menghadapi pria licik seperti Darma.“Oke kita ke rumahnya. Jangan bawa Alvaro. Biarkan anak kita bersama pengasuhnya di rumah,” putus Leo dengan tegas.Aurora me

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 180. Semakin Cinta

    “Aahhh…”Aurora menggeliat menahan rasa geli dan nikmat ketika Leo terus memasukinya dengan ritme yang cepat dan terkadang pelan.Tubuhnya memerah, suhu di dalam dirinya naik seketika. Terasa panas dan membakar jiwa.Tangannya bergerak tak sengaja mencakar punggung suaminya, suara penyatuan mereka berbunyi nyaring terdengar di kamar. Untung saja tidak membangunkan Alvaro yang tertidur dengan nyenyak.Kedua kakinya ia kalungkan di pinggang Leo. Hingga tubuhnya bergetar hebat dan tak lama Leo juga menyusul, pria itu semakin menghentakkan miliknya dengan dalam.“Arghh…”“Aahh, Mas!” bisik Aurora dengan suara desahan yang tertahan.Keringat sudah membanjiri keduanya, Leo tersenyum dan setelah itu melepaskan diri dari Aurora, dan berbaring di samping istrinya.Keduanya mengatur napas yang terasa berat bahkan dada keduanya naik turun sangking lelahnya sehabis bercinta.Leo menyeka keringat istrinya dengan lembut dan mengecup dahi Aurora dengan penuh cinta.“Terima kasih, Sayang. Kamu selal

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status