Home / Romansa / Terjerat Pesona Papa Sahabatku / Bab 214. Rencana Berhasil

Share

Bab 214. Rencana Berhasil

last update publish date: 2026-10-03 23:27:57

Kali ini Emma kembali mengikuti ke mana pun Aurora dan Leo pergi. Di dalam mobilnya Emma menatap sinis ke arah Aurora yang baru saja keluar dari mobil.

“Tunggu Leo lengah barulah aku akan menghabisi nyawa istri kesayangannya itu,” gumam Emma dengan tertawa sinis.

Ia mencengkeram stir mobil dengan kuat, matanya tajam, tak ada rasa takut yang ia rasakan saat ini. Yang terpenting semua rencananya akan berjalan sesuai dengan apa yang ia inginkan.

“Mati kamu di tanganku, Aurora! Hahaha… Ucapkan sela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 214. Rencana Berhasil

    Kali ini Emma kembali mengikuti ke mana pun Aurora dan Leo pergi. Di dalam mobilnya Emma menatap sinis ke arah Aurora yang baru saja keluar dari mobil.“Tunggu Leo lengah barulah aku akan menghabisi nyawa istri kesayangannya itu,” gumam Emma dengan tertawa sinis.Ia mencengkeram stir mobil dengan kuat, matanya tajam, tak ada rasa takut yang ia rasakan saat ini. Yang terpenting semua rencananya akan berjalan sesuai dengan apa yang ia inginkan.“Mati kamu di tanganku, Aurora! Hahaha… Ucapkan selamat tinggal untuk suami dan anakmu itu, Aurora. Sebentar lagi kamu tidak akan bernyawa di tanganku,” lanjutnya dengan penuh dendam.Pikiran Emma hanya ingin menghabisi Aurora. Tidak ada yang lain, hatinya belum puas jika ia belum bisa membunuh Aurora sekarang.Sedangkan Aurora dan Leo, kedua pasangan itu sedang keluar berdua. Leo ingin menemani istrinya. Dan tumben sekali juga Aurora tidak mengajak sang anak, istrinya itu hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan dirinya.“Mau beli apa l

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 213. Dendam

    Emma tertawa sampai hilang kendali, ia terlihat seperti orang yang tidak waras. Bahkan terkadang wajahnya berubah menjadi sendu menatap dirinya di cermin.“Dan kamu Leo. Akan aku pastikan kamu akan kehilangan Aurora,wanita yang katanya sangat kamu cintai itu. Kamu akan merasakan kesedihan yang luar biasa,” lanjutnya dengan tertawa sinis.Setelah itu Emma menangis dan menjambak rambutnya sendiri.“Argh… Kali ini aku harus berhasil menyingkirkan wanita itu,” teriak Emma penuh ambisi dan emosi.Emma menatap tajam ke arah foto Aurora yang terpajang di dinding kamarnya. Lalu menancapkan jarum tepat di mata Aurora.“Sebentar lagi, Aurora. Sebentar lagi kamu akan kehilangan nyawamu sendiri dan pasti Leo akan terpukul karena kehilanganmu. Anakmu itu harus merasakan hidup tanpa seorang ibu,” ujarnya dengan sinis bahkan tidak ada empati lagi yang ia rasakan.Yang terpenting semua rencananya harus berjalan, ia tidak ingin seperti dulu. Di mana ia menunggu momen hingga semuanya terbongkar sebelum

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 212. Mulai Bisa membantah

    Leo mengajak anak dan istrinya untuk pergi ke pantai. Aurora tampak sangat bahagia sekali walaupun semalam ia digempur habis-habisan oleh Leo. Tetapi semua itu tidak menyurutkan semangat dan kebahagiaannya.Alvaro bahkan sangat senang melihat air lain. Dan Leo tidak membatasi Alvaro untuk bermain pasir, ia membiarkan anaknya mengenal pantai tanpa takut kotor.“Alvaro terlihat sangat senang sekali di sini ya, Mas,” ucap Aurora menatap Alvaro yang terlihat sangat riang.“Iya, Sayang. Kita harus menikmati liburan di sini ya. Kebahagiaan kamu dan Alvaro adalah kebahagiaan Mas juga,” sahut Leo dengan tatapan yang penuh akan tanggung jawab terhadap keluarga kecilnya.Apalagi jika Tuhan menitipkan anak kedua dengan cepat kepadanya, ia akan sangat bahagia sekali.“Sebelum anak kedua kita hadir. Kita harus memberikan yang terbaik untuk Alvaro, bukan berarti juga nanti kita tidak peduli dengan Alvaro. Tetapi kita dahulukan kebersamaan dengan Alvaro dan jangan sampai nanti Alvaro merasa kita pil

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 211. Bosan

    Aurora dan Alvaro bermain bersama sembari menunggu Leo pulang dari bertemu klien di rumah sakit yang berbeda, suaminya itu memang sering pergi ke luar kota bahkan ke luar negeri bertemu dengan dokter-dokter yang lainnya.Untungnya Leo sudah mempersiapkan mainan yang cukup banyak untuk Alvaro. Jadi, anak mereka itu tidak akan bosan bermain di dalam kamar hotel.Aurora malas untuk keluar karena ia tidak paham jalan di sini. Bisa-bisa nanti ia kesasar jika pergi berdua dengan Alvaro tanpa adanya Leo.“Papa,” panggil Alvaro yang mulai mencari keberadaan Leo.“Papa sedang kerja, Sayang. Sebentar lagi pulang, kita tunggu Papa ya,” jawab Aurora dengan lembut.Alvaro mengerti, anak kecil itu mengangguk dan bermain kembali. Bahkan terus berjalan ke sana ke sini tanpa lelah. Sering kali Aurora lah yang merasa lelah dan mengantuk, karena Alvaro yang tidak mau tidur.“Sayang, ayo tidur dulu. Kamu gak ngantuk apa, Sayang?” tanya Aurora dengan menguap setelah selesai berbicara.“Ndak Mama, main aja

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 210. Liburan

    “Iya bulan madu, Sayang. Gimana kamu mau kan?” tanya Leo dengan menaik turunkan alisnya.Ia yakin Aurora tidak akan bisa menolaknya, walaupun sang istri nampak terkejut dengan ucapannya.“Alvaro gimana, Mas?” tanya Aurora yang tidak ingin meninggalkan Alvaro.Ia tidak tenang jika hanya pergi berdua tanpa membawa Alvaro. Sebagai seorang ibu tentu saja ia akan merindukan anaknya, Aurora tidak ingin berjauhan dari Alvaro apalagi anaknya itu sedang aktif-aktifnya.“Alvaro kita bawa, Sayang. Mas juga tidak tega jika harus meninggalkan Alvaro. Kamu tidak perlu takut ya,” sahut Leo dengan tersenyum menenangkan.Aurora yang mendengar jawaban suaminya merasa sangat lega karena mereka akan membawa Alvaro pergi bersama.“Aku kira Alvaro ditinggal, Mas. Kalau seperti itu aku gak mau pergi, gak tega ninggalin anak cuma sama pengasuhnya, Mas. Tapi aku lega jika Alvaro akan kita bawa,” ujar Aurora dengan perasaan yang ringan.Leo tergelak mendengarnya, ia sangat mengerti ketakutan istrinya. “Jadi gi

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 209. Bulan Madu?

    Leo memeluk Aurora dari belakang setelah mereka selesai bercinta untuk kedua kalinya. Napas mereka masih sangat memburu, terasa panas dan membakar jiwa keduanya. Kali ini mereka bercinta sudah tidak menggunakan pengaman sama sekali, keduanya sudah sepakat untuk memiliki anak kedua. Sebab, usia Leo tak lagi muda. Dan Aurora pun setuju atas permintaan sang suami kepadanya. “Kamu capek, Sayang?” tanya Leo dengan suara yang serak dan berat bahkan ia masih bisa mencium tengkuk Aurora. Aurora mengangguk dengan mata terpejam, napasnya masih sangat berat. Dan tentu saja ia sangat kelelahan melayani suaminya, lihatlah tubuhnya sekarang yang sudah dipenuhi tanda merah perbuatan Leo. “Capek banget, Mas. Aku ngantuk juga,” ucap Aurora mulai menguap. Aurora membalikkan tubuhnya menjadi menghadap sang suami, ia memegang dada Leo dan mengusap karyanya di sana dengan gerakan lembut. “Biar cepat jadi anak kedua kita, Sayang. Maaf ya kalau membuat kamu kelelahan,” ujar Leo dengan pelan. De

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status