Share

Bab 40. Perhatian Leo

last update publish date: 2026-02-12 08:15:57

Leo memeluk perut Aurora dari belakang, tidak ada jarak di antara keduanya, bahkan mereka berbagi selimut bersama.

Leo mengecup leher Aurora, gadis itu memejamkan mata membiarkan Leo dengan dunianya.

“Masih panas?” tanya Leo menatap tangan Aurora.

Tangan cantik itu jadi terluka karena dirinya, ia janji akan mengobati luka itu hingga tidak terlihat lagi dan kembali seperti dulu.

“Sudah mendingan,” sahut Aurora.

Leo semakin merapatkan pelukannya, wangi tubuh Aurora membuat dirinya tenang. “Saya m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 198. Pulang ke Rumah

    Dua hari dirawat di rumah sakit akhirnya Alvaro sudah diperbolehkan pulang karena keadaannya sudah sangat membaik.Panasnya sudah turun dan Alvaro sudah tidak lemas seperti waktu pertama kali datang ke rumah sakit. Alvaro sudah ceria kembali. Anak itu bahkan sudah mau dengan Leo lagi, bahkan sangat menempel dengan Leo.“Ini baru jagoan Papa. Sudah sehat mau sama Papa lagi ya, Nak,” ucap Leo dengan tersenyum.Alvaro terkekeh dengan memegang jari telunjuk papanya dengan gemas. Anak itu sudah mulai aktif seperti biasa dan Leo maupun Aurora tampak sangat lega sekali.“Syukurlah Alvaro sudah boleh pulang ya, Mas. Keadaannya juga sudah membaik, anak kita malah tambah aktif,” ucap Aurora dengan tatapan penuh haru.“Iya, Sayang. Anak kita mau pintar makanya sakit,” sahut Leo dengan tenang.“Tapi aku hampir gak bisa makan dan tidur kalau Alvaro sakit, Mas. Nyawaku rasanya seperti tercabut dari ragaku sendiri melihat waktu itu Alvaro gak berdaya. Aku bahkan sudah berpikir negatif, aku pikir ak

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 197. Kekesalan Aurora

    “Dasar pria tidak peka! Bukannya dikejar malah diabaikan gitu aja,” gumam Aurora dengan sewot.Wanita itu terus ngedumel sepanjang jalan dan sampai memasuki ruangan Alvaro. Wajahnya ditekuk, dan sangat tidak bersahabat.“Ada apa ini? Kenapa wajah Nyonya sangat menyeramkan,” ucap pengasuh Alvaro di dalam hati.Bahkan pengasuh Alvaro itu sampai tidak berani berbicara, ia merasa sangat segan dan suasana di dalam ruangan ini berubah menjadi sangat canggung.Aurora menatap pengasuh Alvaro dengan sekilas, bahkan Aurora sama sekali tidak menyapa, matanya masih sangat sinis dan duduk di sofa begitu saja dengan perasaan dongkol.Hal seperti itu membuat pengasuh Alvaro semakin takut. Apakah ia membuat kesalahan hingga majikannya mendiami dirinya seperti ini?“N-nyonya saya ada salah?” tanya pengasuh Alvaro dengan hati-hati.Aurora tersentak dan akhirnya sadar jika kelakuannya tadi membuat pengasuh Alvaro merasa tidak enak hati.Aurora menghela napasnya dengan perlahan, ia mencoba mengatur emosi

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 196. Mood Berantakan

    “Kamu apa, Emma? Berani sekali kamu mau menampar istri saya, hah?” bentak Leo yang tiba-tiba saja sudah ada di belakang Aurora.Tentu saja Aurora dan Emma terkejut mendengar suara Leo. Bahkan ekspresi pria itu sangat dingin dan tajam kepada Emma hingga Emma menelan ludahnya dengan kasar, takut dengan Leo yang sudah berubah ekspresi seperti ini“B-bukan begitu, Mas. Aurora saja yang kurang ajar sama aku. Dia sangat berani ke wanita yang lebih tua, tidak punya sopan santun sama sekali, Mas,” sahut Emma membela diri.“Heh! Enak saja! Kamu duluan yang menghalangi jalanku. Seenaknya mengatakan aku tidak sopan, tidak sadar diri dan tidak tahu malu. Memang wanita bermuka dua,” bentak Aurora dengan penuh emosi hingga dadanya naik turun menahan gejolak yang menumpuk di dadanya.Ia semakin benci dengan Emma. Sekali pun wanita itu meminta maaf kepadanya, ia tidak akan memaafkan. Sungguh hatinya dibuat sakit dan kesal oleh wanita seperti Emma.“Tuh kan Mas, kamu lihat sendiri bagaimana dia gak so

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 195. Emosi Aurora

    Alvaro belum diperbolehkan pulang oleh dokter, karena keadaan Alvaro masih lemas. Mungkin besok Alvaro baru diperbolehkan pulang.Dengan sabar Aurora menemani anaknya, kali ia hanya bersama dengan pengasuh Alvaro. Sedangkan Leo sudah masuk kerja. Sebagai seorang dokter suaminya itu tidak boleh libur begitu saja, walaupun Leo pemilik rumah sakitnya sendiri.“Tuan kecil sepertinya haus, Nyonya,” ucap pengasuh Alvaro dengan sopan.“Iya, Mbak. Biar aku kasih asi dulu, tadi cuma sebentar minumnya mungkin mulutnya terasa pahit ya, Mbak,” sahut Aurora.“Mungkin saja, Nyonya. Sekarang di coba dulu siapa tahu Tuan kecil sudah mau minum.”Aurora mengeluarkan salah satu payudaranya dan memberikan putingnya pada Alvaro. Dan dengan lahap Alvaro mulai menghisap putingnya seperti biasa.Tatapan anaknya itu kepadanya sangat dalam, bahkan tangan anaknya yang mungil mengelus pipinya dengan lembut seakan mengatakan ‘Jangan khawatir, Ma. Aku baik-baik saja.’Aurora tersenyum, ia memegang tangan Alvaro ya

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 194. Alvaro Sudah Membaik

    Aurora tidak benar-benar nyenyak dalam tidurnya, ia tiba-tiba terbangun menatap Alvaro di brankar bersama Leo yang duduk di samping kanan suaminya.Leo sama sekali tidak tidur, pria oth menatap dalam wajah Alvaro. Dan itu membuat hati Aurora bergejolak sedih, ia ingin menangis, tetapi ia tahan takut Leo mendengarnya dan kembali bersikap tegas kepadanya.“Jagoan anak kuat. Cepat sembuh ya, Nak. Kasihan mama khawatir,” gumam Leo yang masih bisa didengar oleh Aurora.Pertahanan Aurora runtuh sudah, ia tidak dapat menahan air matanya. Dan pada akhirnya Aurora menangis dalam diam sampai matanya terasa panas dan mungkin bengkak.“Mau pintar apa lagi, Sayang? Hebat banget anak Papa tapi kami khawatir, Nak. Besok pagi keadaan kamu harus membaik ya,” lanjut Leo dengan tangan mengelus tangan mungil Alvaro.Aurora yang sudah tidak kuat menahan rasa sedihnya, bangun dan berlari memeluk Leo sampai suaminya itu terkejut.Namun, Leo sama sekali tidak protes. Ia membalas pelukan Aurora dengan mengelu

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 193. Alvaro Sakit

    Mendengar suara tangisan Alvaro seketika Leo dan Aurora yang baru saja terlelap langsung terbangun. Tak biasanya Alvaro menangis kencang di malam hari, keduanya mendekati Alvaro dengan panik.“Sayang kenapa?” tanya Aurora khawatir.Aurora menggendong Alvaro dan ia dapat merasakan tubuh Alvaro yang sangat panas.“Panas banget Alvaro, Mas,” ucap Aurora dengan panik.Leo juga panik, tetapi ia berusaha untuk tenang. Ia mengambil termometer dan mengecek suhu tubuh Alvaro.“Cup-cup, Sayang. Apa yang sakit, Nak?” Aurora mengelus punggung Alvaro berusaha menenangkan anaknya yang masih menangis walaupun tidak sekencang tadi.“Gimana, Mas? Berapa derajat?” tanya Aurora menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri agar Alvaro tenang.“38,2 derajat, Sayang. Kita bawa ke rumah sakit aja sekarang,” ucap Leo dengan panik.Walaupun ia dokter dan sering menangani pasien. Tetapi jika anaknya yang sakit Leo merasa buntu dan bingung.Aurora mengangguk, ia menatap Alvaro yang lemas di dalam gendongannya,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status