Share

Bab 40. Perhatian Leo

last update Tanggal publikasi: 2026-02-12 08:15:57

Leo memeluk perut Aurora dari belakang, tidak ada jarak di antara keduanya, bahkan mereka berbagi selimut bersama.

Leo mengecup leher Aurora, gadis itu memejamkan mata membiarkan Leo dengan dunianya.

“Masih panas?” tanya Leo menatap tangan Aurora.

Tangan cantik itu jadi terluka karena dirinya, ia janji akan mengobati luka itu hingga tidak terlihat lagi dan kembali seperti dulu.

“Sudah mendingan,” sahut Aurora.

Leo semakin merapatkan pelukannya, wangi tubuh Aurora membuat dirinya tenang. “Saya m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 172. Tak Tahan

    Tubuh Aurora terasa sangat lemas ketika mendapatkan pelepasan. Dadanya naik turun, menikmati semua sentuhan Leo.“Enak, Sayang?” tanya Leo dengan serak.Aurora mengangguk. Ia memeluk lengan Leo dengan erat, tangan suaminya sangat nakal sekali, tetapi ia suka.“Jadi lemas banget aku, Mas. Tapi enak,” ujar Aurora dengan jujur.Leo terkekeh mendengarnya. Ia menggendong Aurora dan merebahkan tubuh istrinya di karpet berbulu yang ada di lantai.“Mas mau ngapain?” tanya Aurora dengan heran ketika ia dan Leo berada di bawah.“Kalau di atas nanti Alvaro bangun, Sayang. Di sini saja ya,” bisik Leo dengan suara seraknya.Aurora yang terhipnotis dengan tatapan Leo akhirnya mengangguk setuju. Ia pasrah ketika pakaiannya dilepas oleh Leo.Leo menelan ludahnya dengan kasar melihat pemandangan indah yang ada di hadapannya sekarang.“Buka pahanya, Sayang!” perintah Leo dengan lembut.Aurora menuruti perintah suaminya, tangannya berusaha menutupi miliknya. Tetapi tangan Leo menyingkirkannya kembali.“

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 171. Sentuhan Kecil

    Emma tersenyum dengan nakal, ia memegang milik Darma dengan gerakan sensual. “Tentu saja boleh, Sayang. Kita bisa bercinta kapan pun asal Leo tidak tahu. Aku ingin bersamanya kembali bukan karena cinta melainkan karena hartanya. Dia adalah dokter yang sangat kaya, dulu aku juga dimanjakan olehnya. Keluar uang berapa pun tak masalah baginya,” sahut Emma dengan lirih.Darma tersenyum puas, ternyata Emma selicik itu. “Kenapa kamu tidak mencintai Leo lagi?” tanya Darma dengan penasaran.“Leo orang yang sangat kaku sekali. Tidak romantis,” sahut Emma dengan jujur.Karena selama menikah dengannya memang Leo tidak pernah menunjukkan sisi romantisnya. Hingga ia mencari itu pada pria lain.Darma diam, ternyata seperti itu alasannya. Tetapi walaupun begitu Darma tidak rela jika kekayaan Leo kembali jatuh kepada Emma.Hanya karena satu kekurangan Emma mempertaruhkan semua kebahagiaan yang sudah ia dapatkan.“Wanita bodoh! Pantas saja Leo menceraikanmu. Pikiranmu sungguh sangat dangkal,” gumam

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 170. Sandiwara

    Darma membaringkan tubuhnya di atas kasur, pikirannya menerawang ke masa lalu.“Dasar wanita gak tahu diuntung! Kalau gak ada aku mana mungkin kamu bisa tinggal di rumah senyaman ini. Aku gak ada uang, kamu cari sendiri uang untuk pampers Aurora. Punya tangan dan kaki, kan? Kerja sana! Aku juga butuh uang!”“Anak sialan! Kamu sama saja seperti mamamu itu! Mati saja kalian berdua!”Darma tersentak, tangannya menjambak rambutnya sendiri, mengingat perbuatannya yang ternyata sangat kejam.“Arghhh…. Kenapa mengingat semuanya sih? Itu sudah masa lalu. Lagi pula Amelia sudah meninggal dan Aurora tidak mempermasalahkan itu semua, kan. Anak itu sudah memaafkanmu. Dan semua rencana yang kamu susun akan segera terlaksana, kamu bisa jadi kaya raya nantinya jika kamu berhasil mendapatkan uang dari Aurora,” gumam Darma dengan pelan.Darma menghela napasnya dengan berat. Kenapa dadanya masih sangat terasa sesak sekali?“Arghhh…”Darma berteriak kencang dan memukul kasur dengan kuat. Dadanya naik tu

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 169. Perasaan Aneh

    “Memaafkan? Berat sekali rasanya, Pa. Tapi aku akan ikuti permainan Papa sesuai apa yang dikatakan suamiku,” gumam Aurora di dalam hati.Aurora menatap Darma dengan pandangan yang sulit diartikan. Tangannya terkepal tanpa Darma sadari.“Aurora kenapa diam? K-kamu belum memaafkan Papa ya?” tanya Darma dengan sendu.“Aku akan memaafkan Papa asal Papa sudah berubah. Kata maaf saja tidak cukup untuk mengobati luka yang aku dan mama rasakan selama ini,” ucap Aurora dengan tegas.Darma tersenyum kecut, ternyata Aurora sekarang bukan lagi perempuan lemah yang bisa ia tindas dan bodohi. Kekayaan dan kekuasaan Leo juga mampu mengubah Aurora menjadi wanita yang sangat tegas.“Tolong percaya sama Papa kalau Papa sudah berubah, Nak. Apalagi sekarang Papa penyakitan,” ujar Darma dengan pelan.Aurora tersenyum tipis. “Ternyata Papa sangat pandai bersandiwara. Rela berpura-pura sakit hanya untuk tujuan tertentu,” gumam Aurora tidak habis pikir.“Buktikan, Pa. Aku mau melihat sejauh mana Papa berubah

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 168. Mengikuti Permainan Darma

    Aurora berteriak memanggil papanya. Tentu saja ia panik melihat Darma pingsan di hadapannya, ketika ia ingin berlari menghampiri, tangan Leo mencegah pergerakannya.“Mas itu Papa pingsan. Aku harus menolongnya,” ucap Aurora dengan panik.“Biar Mas yang periksa. Kamu dan Alvaro tetap di sini,” ujar Leo sambil memerintahkan sang istri untuk tetap diam.Leo mendengus kesal. “Merepotkan sekali tua bangka ini. Berpura-pura sakit untuk mendapatkan simpati istriku hmmm…? Oke, akan aku ikuti permainanmu,” gumam Leo di dalam hati.Leo berjongkok di hadapan Darma. Tangannya mulai memeriksa Darma.“Bawa ke rumah sakit saja,” ujar Leo memerintahkan anak buahnya untuk menggotong Darma.“Sepertinya dia terkena penyakit serius. Kita harus melakukan rangkaian pemeriksaan,” lanjut Leo dengan santai.Jantung Darma berdetak lebih kencang, ia menelan ludahnya dengan kasar. Darma lupa jika Leo adalah seorang dokter.Apakah Leo mengetahui jika dirinya berbohong?“Mati aku,” gumam Darma frustasi tetapi tida

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 167. Sakit?

    Mendengar keributan di bawah baik Leo dan Aurora kembali membuka mata, apalagi suara Alvaro yang sudah menginterupsi keduanya untuk segera bangun.“Ada apa di bawah ribut-ribut ya, Mas?” tanya Aurora dengan tubuh yang lumayan lemas.“Gak tahu, Sayang. Mas cek dulu, kamu urus Alvaro ya,” ucap Leo dengan tegas.Aurora mengangguk setuju, mungkin saja tamu suaminya yang datang. Jadi, ia memilih untuk berada di kamar bersama Alvaro dan akan keluar jika ia dan Alvaro sudah mandi.“Paling tamu Mas Leo. Lebih baik aku mandikan Alvaro dulu deh baru keluar,” gumam Aurora dengan pelan.Suara ocehan Alvaro terdengar semakin jelas ketika Aurora menghampiri sang anak. Dan mengajak ngobrol Alvaro dengan gembira.“Kita mandi dulu ya, Sayang. Biar wangi,” ucap Aurora menggendong Alvaro.****Sedangkan Leo menuruni anak tangga dengan langkah cepat, ia merasa tidak ada yang beres di rumahnya.“Ada apa ini?” tanya Leo dengan tegas dan dingin.Seketika semua orang yang ada di sana terdiam, salah satu kepe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status