Share

Bab 40. Perhatian Leo

last update Tanggal publikasi: 2026-02-12 08:15:57

Leo memeluk perut Aurora dari belakang, tidak ada jarak di antara keduanya, bahkan mereka berbagi selimut bersama.

Leo mengecup leher Aurora, gadis itu memejamkan mata membiarkan Leo dengan dunianya.

“Masih panas?” tanya Leo menatap tangan Aurora.

Tangan cantik itu jadi terluka karena dirinya, ia janji akan mengobati luka itu hingga tidak terlihat lagi dan kembali seperti dulu.

“Sudah mendingan,” sahut Aurora.

Leo semakin merapatkan pelukannya, wangi tubuh Aurora membuat dirinya tenang. “Saya m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 210. Liburan

    “Iya bulan madu, Sayang. Gimana kamu mau kan?” tanya Leo dengan menaik turunkan alisnya.Ia yakin Aurora tidak akan bisa menolaknya, walaupun sang istri nampak terkejut dengan ucapannya.“Alvaro gimana, Mas?” tanya Aurora yang tidak ingin meninggalkan Alvaro.Ia tidak tenang jika hanya pergi berdua tanpa membawa Alvaro. Sebagai seorang ibu tentu saja ia akan merindukan anaknya, Aurora tidak ingin berjauhan dari Alvaro apalagi anaknya itu sedang aktif-aktifnya.“Alvaro kita bawa, Sayang. Mas juga tidak tega jika harus meninggalkan Alvaro. Kamu tidak perlu takut ya,” sahut Leo dengan tersenyum menenangkan.Aurora yang mendengar jawaban suaminya merasa sangat lega karena mereka akan membawa Alvaro pergi bersama.“Aku kira Alvaro ditinggal, Mas. Kalau seperti itu aku gak mau pergi, gak tega ninggalin anak cuma sama pengasuhnya, Mas. Tapi aku lega jika Alvaro akan kita bawa,” ujar Aurora dengan perasaan yang ringan.Leo tergelak mendengarnya, ia sangat mengerti ketakutan istrinya. “Jadi gi

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 209. Bulan Madu?

    Leo memeluk Aurora dari belakang setelah mereka selesai bercinta untuk kedua kalinya. Napas mereka masih sangat memburu, terasa panas dan membakar jiwa keduanya.Kali ini mereka bercinta sudah tidak menggunakan pengaman sama sekali, keduanya sudah sepakat untuk memiliki anak kedua. Sebab, usia Leo tak lagi muda. Dan Aurora pun setuju atas permintaan sang suami kepadanya.“Kamu capek, Sayang?” tanya Leo dengan suara yang serak dan berat bahkan ia masih bisa mencium tengkuk Aurora.Aurora mengangguk dengan mata terpejam, napasnya masih sangat berat. Dan tentu saja ia sangat kelelahan melayani suaminya, lihatlah tubuhnya sekarang yang sudah dipenuhi tanda merah perbuatan Leo.“Capek banget, Mas. Aku ngantuk juga,” ucap Aurora mulai menguap.Aurora membalikkan tubuhnya menjadi menghadap sang suami, ia memegang dada Leo dan mengusap karyanya di sana dengan gerakan lembut.“Biar cepat jadi anak kedua kita, Sayang. Maaf ya kalau membuat kamu kelelahan,” ujar Leo dengan pelan.Dengan refleks

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 208. Program Anak Kedua

    lAurora tidak terlalu terkejut ketika Leo meminta anak lagi dari dirinya. Tetapi tetap saja ia merasa deg-degan dengan permintaan sang suami.“Loh kenapa tidak, Sayang? Mas ingin punya dua anak dari kamu. Apa kamu tidak mau, Sayang?” tanya Leo dengan serius.Aurora gelagapan, seketika ia menggelengkan kepalanya. “Bukan seperti itu, Mas. A-aku mau kok. Hanya saja aku—”“Deg-degan ya?” tanya Leo memotong ucapan Aurora.Aurora tersipu, kedua pipinya memerah dan ia mengangguk dengan malu sampai wajahnya memerah.Leo tergelak melihat anggukan dengan ekspresi malu-malu istrinya.“Ih Mas Leo jangan ketawa. Wajar dong aku deg-degan,” ujar Aurora memprotes suaminya dengan memukul dada Leo pelan.Leo memegang tangan Aurora dengan erat, ia menghentikan tawanya dan menatap Aurora dengan serius.“Tidak perlu malu, Sayang. Kita sudah biasa melakukannya, kan?” tanya Leo dengan suara yang rendah dan serak.Suasana di ruangan ini berubah menjadi panas bagi Aurora. Wanita itu memegang tengkuknya sendi

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 207. Tambah Anak

    6 bulan kemudian….Aurora tersenyum melihat Alvaro yang sudah mulai bisa berjalan, walaupun masih tertatih-tatih tetapi ia bangga dengan tumbuh kembang anaknya sendiri.Ia juga tidak menyangka jika dirinya menjadi seorang ibu untuk Alvaro, melihat Alvaro terus bertumbuh menjadi anak yang sehat membuat dirinya lega.“Ternyata aku sudah sejauh ini menjadi seorang ibu ya,” gumam Aurora menatap sang anak dengan perasaan penuh haru.Perubahan besar yang sangat ia syukuri selama hidupnya, takdir yang membawa dirinya sejauh ini. Jika ia tidak bertahan dengan segala cobaan yang datang di hidupnya dulu, mungkin ia tidak akan merasakan kebahagiaan ini.Memiliki keluarga kecil, suami yang yang bertanggung jawab dan anak yang lucu adalah sebuah anugrah terindah di dalam hidupnya.“Alvaro sini ke tempat Mama, Nak!” perintah Aurora dengan lembut sambil merentangkan kedua tangannya.Anak kecil itu sudah sangat paham jika namanya dipanggil. Alvaro langsung menoleh ke arah mamanya dan tertawa sambil

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 206. Keguguran

    Darma menunggu di depan ruangan UGD. Tatapannya kosong, pikirannya entah melayang di mana.Kenapa ia harus secemas ini kepada Emma? Seharusnya ia meninggalkan wanita itu saja, apalagi Emma sudah mengusirnya. Namun, sekarang ia malah duduk di sini menanti dokter keluar setelah memeriksa Emma.“Kenapa aku masih peduli dengannya? Aku tinggalkan saja wanita itu sekarang,” gumam Darma menimbang semua perkataannya.Untuk apa juga ia berada di sini, biarkan saja Emma sendirian. Toh mereka juga tidak memiliki hubungan selain saling membutuhkan di atas ranjang dan sekarang semuanya sudah berakhir.Saat Darma hendak melangkah pergi, suara pintu terbuka mengurungkan niatnya. Seketika kakinya langsung terhenti dan menoleh ke arah dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD.“Dengan suami pasien?” tanya Dokter pada Darma.Darma tak langsung menjawab. Ia tampak terkejut dengan pertanyaan dokter. Tetapi lebih baik mengaku menjadi suami Emma terlebih dahulu agar ia bisa cepat pergi dari sini setel

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 205. Pendarahan

    “Berengsek! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!” teriak Emma dengan penuh amarah.Pyar…Prang…Emma membanting apa saja yang berada di dekat dirinya hingga benda itu pecah dan berserakan di lantai.Namun, Emma sama sekali tidak peduli. Apartemen yang tadinya sangat rapi kini sudah terlihat berantakan karena ulahnya.Emma menoleh ke arah Darma dengan tatapan yang sangat tajam. Emosi dan amarah menguasai dirinya.“Darma, aku pikir kamu bisa dipercaya tapi ternyata kamu adalah seorang pengkhianat! Aku menyesal mengajak kamu bekerja sama!” ucap Emma dengan lantang.Darma tertawa sumbang, ia sama sekali tidak takut dengan kemarahan Emma kepadanya. Egonya mengatakan jika apa yang ia lakukan adalah benar.“Hei, Emma! Kamu pikir aku mau bertekuk lutut di bawah perintahmu, hah? Itu tidak akan terjadi, Emma. Aku menyetujuinya karena aku mendapatkan uang darimu dan juga jika aku bisa mendekati anakku dan Leo, aku bisa memeras mereka. Tapi sayang, Leo lebih pintar membaca situasi, dia meng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status