共有

Bab 40. Perhatian Leo

last update 公開日: 2026-02-12 08:15:57

Leo memeluk perut Aurora dari belakang, tidak ada jarak di antara keduanya, bahkan mereka berbagi selimut bersama.

Leo mengecup leher Aurora, gadis itu memejamkan mata membiarkan Leo dengan dunianya.

“Masih panas?” tanya Leo menatap tangan Aurora.

Tangan cantik itu jadi terluka karena dirinya, ia janji akan mengobati luka itu hingga tidak terlihat lagi dan kembali seperti dulu.

“Sudah mendingan,” sahut Aurora.

Leo semakin merapatkan pelukannya, wangi tubuh Aurora membuat dirinya tenang. “Saya m
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 170. Sandiwara

    Darma membaringkan tubuhnya di atas kasur, pikirannya menerawang ke masa lalu.“Dasar wanita gak tahu diuntung! Kalau gak ada aku mana mungkin kamu bisa tinggal di rumah senyaman ini. Aku gak ada uang, kamu cari sendiri uang untuk pampers Aurora. Punya tangan dan kaki, kan? Kerja sana! Aku juga butuh uang!”“Anak sialan! Kamu sama saja seperti mamamu itu! Mati saja kalian berdua!”Darma tersentak, tangannya menjambak rambutnya sendiri, mengingat perbuatannya yang ternyata sangat kejam.“Arghhh…. Kenapa mengingat semuanya sih? Itu sudah masa lalu. Lagi pula Amelia sudah meninggal dan Aurora tidak mempermasalahkan itu semua, kan. Anak itu sudah memaafkanmu. Dan semua rencana yang kamu susun akan segera terlaksana, kamu bisa jadi kaya raya nantinya jika kamu berhasil mendapatkan uang dari Aurora,” gumam Darma dengan pelan.Darma menghela napasnya dengan berat. Kenapa dadanya masih sangat terasa sesak sekali?“Arghhh…”Darma berteriak kencang dan memukul kasur dengan kuat. Dadanya naik tu

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 169. Perasaan Aneh

    “Memaafkan? Berat sekali rasanya, Pa. Tapi aku akan ikuti permainan Papa sesuai apa yang dikatakan suamiku,” gumam Aurora di dalam hati.Aurora menatap Darma dengan pandangan yang sulit diartikan. Tangannya terkepal tanpa Darma sadari.“Aurora kenapa diam? K-kamu belum memaafkan Papa ya?” tanya Darma dengan sendu.“Aku akan memaafkan Papa asal Papa sudah berubah. Kata maaf saja tidak cukup untuk mengobati luka yang aku dan mama rasakan selama ini,” ucap Aurora dengan tegas.Darma tersenyum kecut, ternyata Aurora sekarang bukan lagi perempuan lemah yang bisa ia tindas dan bodohi. Kekayaan dan kekuasaan Leo juga mampu mengubah Aurora menjadi wanita yang sangat tegas.“Tolong percaya sama Papa kalau Papa sudah berubah, Nak. Apalagi sekarang Papa penyakitan,” ujar Darma dengan pelan.Aurora tersenyum tipis. “Ternyata Papa sangat pandai bersandiwara. Rela berpura-pura sakit hanya untuk tujuan tertentu,” gumam Aurora tidak habis pikir.“Buktikan, Pa. Aku mau melihat sejauh mana Papa berubah

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 168. Mengikuti Permainan Darma

    Aurora berteriak memanggil papanya. Tentu saja ia panik melihat Darma pingsan di hadapannya, ketika ia ingin berlari menghampiri, tangan Leo mencegah pergerakannya.“Mas itu Papa pingsan. Aku harus menolongnya,” ucap Aurora dengan panik.“Biar Mas yang periksa. Kamu dan Alvaro tetap di sini,” ujar Leo sambil memerintahkan sang istri untuk tetap diam.Leo mendengus kesal. “Merepotkan sekali tua bangka ini. Berpura-pura sakit untuk mendapatkan simpati istriku hmmm…? Oke, akan aku ikuti permainanmu,” gumam Leo di dalam hati.Leo berjongkok di hadapan Darma. Tangannya mulai memeriksa Darma.“Bawa ke rumah sakit saja,” ujar Leo memerintahkan anak buahnya untuk menggotong Darma.“Sepertinya dia terkena penyakit serius. Kita harus melakukan rangkaian pemeriksaan,” lanjut Leo dengan santai.Jantung Darma berdetak lebih kencang, ia menelan ludahnya dengan kasar. Darma lupa jika Leo adalah seorang dokter.Apakah Leo mengetahui jika dirinya berbohong?“Mati aku,” gumam Darma frustasi tetapi tida

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 167. Sakit?

    Mendengar keributan di bawah baik Leo dan Aurora kembali membuka mata, apalagi suara Alvaro yang sudah menginterupsi keduanya untuk segera bangun.“Ada apa di bawah ribut-ribut ya, Mas?” tanya Aurora dengan tubuh yang lumayan lemas.“Gak tahu, Sayang. Mas cek dulu, kamu urus Alvaro ya,” ucap Leo dengan tegas.Aurora mengangguk setuju, mungkin saja tamu suaminya yang datang. Jadi, ia memilih untuk berada di kamar bersama Alvaro dan akan keluar jika ia dan Alvaro sudah mandi.“Paling tamu Mas Leo. Lebih baik aku mandikan Alvaro dulu deh baru keluar,” gumam Aurora dengan pelan.Suara ocehan Alvaro terdengar semakin jelas ketika Aurora menghampiri sang anak. Dan mengajak ngobrol Alvaro dengan gembira.“Kita mandi dulu ya, Sayang. Biar wangi,” ucap Aurora menggendong Alvaro.****Sedangkan Leo menuruni anak tangga dengan langkah cepat, ia merasa tidak ada yang beres di rumahnya.“Ada apa ini?” tanya Leo dengan tegas dan dingin.Seketika semua orang yang ada di sana terdiam, salah satu kepe

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 166. Tepar

    Tubuh Aurora meliyuk-liyuk di atas paha Leo yang duduk di closet. Tubuh keduanya sudah dipenuhi peluh.Aurora mendongak nikmat ketika Leo meraup payudaranya dengan rakus. Tangan Aurora menjambak rambut Leo dengan sedikit kuat“Ouhh…” Aurora terus mendesah. Miliknya semakin terasa geli dan tak lama tubuhnya bergetar dengan hebat.Napasnya terdengar berat, ia bersandar di dada bidang Leo.Leo yang belum keluar sama sekali menggerakkan miliknya dengan perlahan.“Ahhh…”Aurora menggigit bibir bawahnya, ia memeluk Leo dengan sangat erat. Takut terjatuh, sebab tubuhnya sudah sangat lemas.“Pelan-pelan, Mas!” pinta Aurora dengan lirih.Tetapi Leo sama sekali tak mengindahkan keinginan sang istri. Pria itu semakin bergerak cepat hingga suara desahan Aurora tidak terkontrol.“Arghhh…”Pria itu memasukkan miliknya semakin dalam ketika ia mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.Keduanya tersenyum saat mata mereka bertemu pandang. Leo mengecup dahi Aurora dengan lembut. “Terima kasih untuk

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 165. Aku Yang Menang

    Emma terus mendesah kenikmatan ketika Darma memasukinya dengan gerakan begitu cepat.Darma menyeringai, ia sudah sangat yakin jika Emma sudah tertarik dengan dirinya. Apalagi Emma sudah berani meminta duluan tanpa harus ia paksa, wanita itu sudah menyerahkan dirinya terlebih dahulu.“Ouh… Lebih cepat, Darma!” pinta Emma dengan suara lirihnya bahkan matanya sampai terpejam menahan kenikmatan yang ia rasakan saat ini.Peluh sudah membanjiri tubuh keduanya, Emma bahkan belum merasa puas. Ia ingin Darma terus menyentuhmu sampai ke titik paling nikmat yang ia rasakan.“Katakan jika kamu menyukaiku baru aku akan melakukannya, Sayang,” perintah Darma dengan suara seraknya.Darma memelankan gerakannya, ia menunggu Emma akan mengatakannya.Sedangkan Emma menggigit bibir bawahnya, ia sudah tidak dapat berpikir dengan jernih lagi. Sungguh ia sangat menyukai sentuhan Darma. Sentuhan pria itu sangat berbeda dari pria yang sudah pernah tidur dengan dirinya, Emma sendiri tidak tahu mengapa tetapi it

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status