Share

Bab 40. Perhatian Leo

last update Tanggal publikasi: 2026-02-12 08:15:57

Leo memeluk perut Aurora dari belakang, tidak ada jarak di antara keduanya, bahkan mereka berbagi selimut bersama.

Leo mengecup leher Aurora, gadis itu memejamkan mata membiarkan Leo dengan dunianya.

“Masih panas?” tanya Leo menatap tangan Aurora.

Tangan cantik itu jadi terluka karena dirinya, ia janji akan mengobati luka itu hingga tidak terlihat lagi dan kembali seperti dulu.

“Sudah mendingan,” sahut Aurora.

Leo semakin merapatkan pelukannya, wangi tubuh Aurora membuat dirinya tenang. “Saya m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 187. Ancaman Wanita Cemburu

    Leo berjalan dengan langkah tegas tanpa melihat ke arah depan. Matanya sibuk melihat ke arah jam yang ada di tangannya, ia harus segera pulang setelah melakukan operasi yang cukup rumit dan menguras tenaganya.Bruk…Tetapi di tengah jalan ia tidak sengaja menabrak seseorang. Leo terkejut, mulutnya hendak mengatakan maaf tetapi melihat siapa yang terjatuh di depannya, mulutnya kembali tertutup rapat.“Sialan! Kenapa harus bertemu wanita ini,” umpat Leo di dalam hati dan mendengus kesal.Emma yang memang sengaja menabrakkan diri, mengaduh kesakitan, sambil memegang bokongnya dengan meringis.“Aduh sakitnya!” ucap Emma dengan meringis.Tak lama ia melihat ke arah Leo sambil mendongak. “Kalau jalan hati-ha—Mas Leo,” ucap Emma berpura-pura terkejut melihat Leo ada di hadapannya.Leo menatap Emma dengan raut wajah tak suka, ia bahkan tak membalas perkataan Emma begitu saja.“Hati-hati kalau jalan, Mas. Kalau aku kenapa-nala gimana?” ujar Emma dengan meringis dan senyuman tipisnya tidak bisa

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 186. Malam Panjang

    Kedua pipi Shopia memerah mendengar permintaan suaminya. Tatapan Raja begitu dalam, Shopia semakin gugup. Kamar ini terasa begitu panas.Shopia mengusap tengkuknya sendiri, ia tidak berani menatap mata Raja karena salah tingkah.“Sayang kenapa diam saja? Belum boleh ya?” tanya Raja dengan lirih sambil menarik dagu Shopia dengan pelan hingga mata mereka bertemu pandang.“I-itu…”Shopia menelan ludahnya dengan susah payah. Kenapa menjadi sangat gugup seperti ini?Padahal ini bukan yang pertama, Raja hanya meminta haknya kembali setelah berpuasa.“Itu kenapa, Sayang? Kamu belum siap ya? Tidak apa-apa kalau kamu belum siap, Sayang. Kita bisa melakukannya lain waktu,” ucap Raja dengan bijak.Raja tidak boleh memaksa istrinya, ia harus sabar dan harus bisa menahan dirinya sendiri.“Masih ada banyak waktu, Raja. Kamu harus sabar,” gumam Raja menyemangati dirinya di dalam hati.“Tapi kenapa Shopia semakin menarik ketika hamil?” lanjut Raja di dalam hati.Raja ingin merebahkan dirinya di kasur

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 185. Menyentuhmu

    “Aku harap aku gak akan gagal, Emma!” sahut Darma dengan tersenyum sinis.“Kita lihat saja nanti,” ucap Darma dengan serius.Emma tak lagi membalas ucapan Darma. Wanita itu memeluk Darma dan memainkan dada pria itu yang semakin hari semakin terlihat segar dan berisi.“Aku akan tidur di sini malam ini,” ucap Emma dengan pelan.Darma mengangguk dan sama sekali tidak melarang Emma untuk tidur dengannya. Toh jika ada Emma ia juga ada teman tidur dan tidak sendirian bukan?“Untuk saat ini aku turuti saja kemauan Emma. Agar dia tidak curiga,” gumam Darma di dalam hati.“Ya terserah kamu. Aku juga senang kalau kamu ada di sini, kita bisa menikmati malam yang lebih panjang,” sahut Darma mengelus rambut Emma lembut.Emma suka diperlukan manja oleh Darma. Ia memejamkan mata menikmati sentuhan Darma di rambutnya.“Sudah lama aku tidak merasakan belaian manja seperti ini,” gumam Emma di dalam hati.****Raja pelan-pelan naik ke atas kasur agar tidak membingungkan sang istri yang sudah tertidur pu

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 184. Mendapatkan Surat Sakit Palsu

    “Yakin, Candra. Kali ini tolong bantu aku. Aku hanya ingin berkumpul dengan anakku,” ucap Darma dengan lirih bahkan matanya sudah terlihat memerah karena menahan tangis.Hati Candra tersentuh, ia berusaha menimbang keputusan besar. Jika ketahuan akan beresiko untuk pekerjaannya sebagai dokter. Tetapi jika ia tidak membantu Darma, ia juga merasa kasihan.“Hanya kamu yang saya kenal dan harapan saya Satu-satunya, Candra. Saya mohon sekali bantu saya,” gumam Darma menangkupkan kedua tangannya.Darma terus memohon pada Candra hingga dokter itu tidak lagi bisa menolak permintaan teman lamanya itu.“Baiklah akan saya bantu. Ini menjadi rahasia kita berdua saja ya, jangan bocor ke orang lain karena pekerjaan saya yang akan menjadi taruhannya,” ucap Candra dengan tegas.Darma tersenyum mendengarnya. “Saya tidak akan membawa kamu dalam masalah saya nantinya Candra. Saya janji akan tutup mulut, terima kasih banyak atas bantuannya,” ucap Darma dengan sumringah.“Akhirnya aku bisa mendapatkan sur

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 183. Surat Sakit Palsu

    Leo tampak berpikir keras, ia tidak ingin gegabah mengambil keputusan yang berujung Aurora salah paham kepada dirinya.“Saya tidak bisa memutuskannya sekarang. Kalau gegabah Aurora bisa salah paham ke saya. Kamu tahu sendiri bagaimana Emma,” ujar Leo.Raja mengangguk mengerti. “Baiklah. Saya juga tidak bisa memaksa, ini keputusan Papa. Saya juga takut jika Papa bertemu dengannya, Dia akan merencanakan sesuatu untuk menjebak anda,” ucap Raja menimbang sebuah keputusan yang sangat besar.“Sebaiknya abaikan saja permintaannya. Jangan memberikan cela agar dia tidak besar kepala nantinya,” ucap Leo akhirnya.“Iya, Pa. Kalau begitu saya permisi.”Leo mengangguk, setelah kepergian Raja, ia menghela napasnya dengan kasar dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.“Sebagus apa rencana kalian untuk menghancurkan keluarga saya itu tidak akan pernah bisa kalian lakukan. Sebab, saya yang akan menghancurkan kalian duluan,” gumam Leo di dalam hati.Leo berdiri dari duduknya dan melangkah mening

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 182. Fakta

    Mendengarnya ucapan bernada ancaman itu tiba-tiba wajah Darma pucat beneran, ia menelan ludahnya dengan kasar. Bingung harus bertindak seperti apa, ia takut Leo dan Aurora mengetahui semuanya.Darma menghela napasnya dengan berat, ia berusaha untuk terus menolak ajakan Aurora dan Leo.“Saya baik-baik saja, Tuan Leo. Saya hanya demam biasa. Sebentar lagi saya pasti sembuh,” ucap Darma dengan pelan.Ia berusaha menjelaskannya setenang mungkin.“Ck… Menyebalkan! Kalau begitu kami pulang dulu. Jangan menelepon istri saya karena urusan tidak pentingmu itu. Urus saja dirimu sendiri!” ucap Keo dengan kasar.Leo menarik istrinya, ia sudah tidak betah melihat Aurora hanya diam menatap sekeliling sudut ruangan di rumah ini.“Rumah ini banyak kenangannya, Tuan. Saya yakin Aurora suka di sini. Tetapi kalau anda ingin segera pulang silahkan, saya tidak masalah. Terima kasih sudah mau menjenguk saya,” ucap Darma dengan pelan.Leo mendengus kesal, ia menarik tangan istrinya hingga Aurora bingung dan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status