Início / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 140 semakin resah

Compartilhar

Bab 140 semakin resah

Autor: Miss Luxy
last update Data de publicação: 2026-08-05 22:35:52

Mendengar itu, spontan Ana mengangkat tangan dan berusaha untuk menampar pipi Soraya. Sayangnya dengan cepat Soraya bisa menahan tangan Ana.

"Tidak usah sok keras! Sepertinya suamimu tidak pernah mencintaimu, jadi kamu tidak perlu terlalu mempertahankannya!" kata Nadine sambil membuang tangan Ana.

"Dasar perempuan jalang! Kamu ingin merebut suamiku? Itu tidak akan pernah bisa!" sahut Ana dengan lantang. Nadine kembali tersenyum dan memberikan jawaban yang menohok.

"Merebut? Seharusnya kamu berk
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 236 Jasmine dalam bahaya

    Emma yang semula ada di dalam, gadis itu terkejut saat melihat Mario yang pergi terburu-buru. "Kakak mau ke mana buru-buru?" Gadis itu berlari mengikuti kepergian Mario. Mario sendiri buru-buru karena ia harus menyelamatkan adiknya. Ia memiliki firasat buruk tentang Jasmine. "Kakak! Kakak mau ke mana?" tanya Emma saat Mario membukan pintu mobil. Mario menoleh dan pria itu langsung memarahi adik bungsunya. "Kamu! Berani sekali kamu bohongi kakak!" jawab Mario dengan emosi. "Maksud kakak apa?" tanya Emma bingung karena tiba-tiba saja Mario memarahinya. "Hah! Aku tidak punya waktu banyak. Jasmine sedang dalam bahaya, ngerti!" kata Mario yang langsung masuk ke dalam mobilnya. BRAAKKK Suara pintu mobil ditutup dengan keras. Lalu Mario segera menghidupkan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya ke jalan raya. Emma langsung berpikir apa mungkin yang dikatakan sang Kakak benar jika Jasmine sedang dalam bahaya. "Kak Jasmine dalam bahaya? Kok Kak Mario tahu?" batin Emma lebih bi

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 235 mereka membohongiku

    Mario menoleh tanpa berucap. Pemuda itu disindir oleh adik bungsunya sendiri. Ia hanya menatap kedua gadis itu. Bibirnya diam tapi ia tahu pasti ada sesuatu di balik kepergian Jasmine kali ini. Emma pun berkata pada sang Kakak dan membujuk Mario agar pemuda itu mengizinkan Jasmine pergi. "Aduh kakak, biarin aja lah kak Jasmine pergi. Toh, kak Jasmine pergi sama teman-teman ceweknya!" kata Emma merayu. Mario pun buka suara soal pakaian Jasmine yang menurutnya terlalu berlebihan. "Iya kakak tahu, kamu nggak lihat bajunya? Itu di atas lutut, kayak nggak ada baju yang lain saja!" protes Mario sammbil menunjuk ke arah Jasmine. Emma menoleh ke arah Jasmine. "Ya elah, aku juga sering pakai baju yang panjangnya segitu. Nggak apa-apa tuh, yang penting kita bisa jaga diri. Lagian ya kita perginya rame-rame. Cewek-cewek semua lagi. Masa kakak nggak percaya sama adek sendiri? Kalau kakak mau gabung ya udah gabung aja sama mereka biar tahu gimana dunia cewek itu!" kata Emma. Kali ini Mario m

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 234 ganti baju

    Jasmine setuju dengan pendapat adiknya. Mungkin dengan cara ini ia bisa melupakan Mario. Dilema berat antara memilih Mario dan orang tuan angkatnya yang sangat menyaynginya. "Maafkan aku, Kak. Tak seharusnya kita seperti ini. Aku nggak bisa mengecewakan Mama dan Papa. Aku harus berbakti pada mereka meskipun aku harus mengorbankakn perasaan sendiri," batin Jasmine. Tapi tidak bagi Mario. Pemuda itu akan terus memperjuangkan cintanya kepada Jasmine. Bahkan ia rela menerobos aturan keluarga tentang Jasmine yang harus ia anggap sebagai adiknya sendiri. Sepertinya Mario tidak bisa menganggap Jasmine sebagai saudaranya. Ia tahu Jasmine datang saat dirinya berusia tujuh tahun dan Mario sendiri sudah mengincar Jasmine sejak gadis itu berada di dalam perut Ana. "Jasmine, setelah Mama dan Papa pulang dari Belanda, aku akan mengumumkan jika aku akan menikahimu. Aku tak peduli omongan orang-orang. Aku pasti akan menjadikanmu sebagai istriku secepatnya!" batin Mario yang sudah sangat yakin de

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 233 apa yang kalian bicarakan

    Malam ini akhirnya Mama Nadine dan Papa Julian terbang Belanda untuk perjalanan bisnis. Selama kurang lebih dua sampai tiga bulan mereka akan tinggal di sana dan meninggalkan anak-anak bersama nenek mereka. "Mama dan Papa hati-hati, ya! Kita semua pasti merindukan kalian!" ucap Emma pada kedua orang tuanya sebelum take off. "Tentu saja, Sayang. Kami berdua juga pasti merindukan kalian. Baik-baik ya sama Oma. Jangan nakal, ingat!" jawab Mama Nadine sambil mencubit hidung si bungsu. "Emmm enggak lah, Ma. Mana ada kita nakal. Yang ada kakak tuh yang nakal," jawab Emma sambil menunuk ke arah Mario yang berdiri di samping Papa Julian. Pemuda itu cuma diam namun matanya seolah berkata akan memberikan hukuman pada Emma. Semuanya tertawa dan Mario tampak cuek dan tidak peduli. Di sisi lain Nyonya Ratih mendoakan pada anak dan menantunya agar bisnis mereka sukses dan kembali ke Indonesia dengan selamat. Lalu Mario juga mengucapkan selamat jalan pada kedua orang tuanya. Selama Mama Nadine

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 232 kami bisa menikah?

    Nyonya Ratih tidak puas dengan bertanya sekali. Wanita itu kembali menyelidik. Wanita itu selalu saja mencari-cari kesalahan Jasmine. "Oh, ya? Ngga biasanya kamu gini!" kata Nyonya Ratih yang langsung dipotong oleh Mario. "Udahlah Oma. Ngapain juga mempermasalahkan rambut Jasmine. Terserah dia mau keramas kek, mau digerai kek. Biarin saja lah. Rambut, rambut dia. Rambutku juga basah, aku juga keramas. Kenapa Oma nggak tanya aku kenapa keramas? Ya pasti aku jawabnya juga sama, karena rambutnya kotor. udah gitu aja simpel kan nggak usah tanya berlebihan deh!" sahut Mario panjang lebar memberikan penjelasan kepada sang Oma. "Mario! Oma cuma tanya apa salahnya?" sahut Nyonya Ratih. "Ya jelas salah dong, Oma. Oma nanyanya kayak Jasmine habis ngapain aja!" Mario selalu membela adiknya. Jasmine sendiri mulai khawatir. Ia melihat mata Nyonya Ratih mulai berkaca-kaca. Sepertinya wanita itu bersedih karena dimarahi oleh cucu kesayangannya. "Cukup, Kak! Jangan bikin Oma sedih deh! Aku nggak

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 231 hujan-hujanan

    Mario membulatkan matanya saat ia melihat sang Oma berdiri di hadapannya dengan tatapan menyelidik. Wanita itu memperhatikan penampilan Mario dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Oma! Oma belum tidur?" tanya Mario basa-basi. Ia berharap Nyonya Ratih tidak mencurigainya keluar dari kamar Jasmine. Perlahan, sambil menyilangkan kedua tangannya Nyonya Ratih berjalan mengitari tubuh Mario yang berkeringat. "Hmm! Oma tadi dari dapur ambil minum. Ah, itu nggak penting! Sekarang bilang kamu dari mana?" jawab Nyonya Ratih yang masih penasaran darimana cucu kesayangannya malam-malam begini dengan tubuh berkeringat dan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang. "Ohhh! Tadi aku dari luar Oma. Hujan-hujan, iya hujan-hujan, seger huuuhhh!" jawab Mario seketika diirnya mendengar suara hujan yang masih deras. "Hujan-hujan! Mana ada malam-malam hujan-hujan. Jangan bohong kamu!" sahut Nyonya Ratih tak percaya. "Ya ampun bener, Oma! Mana mungkin aku bohong! Nih buktinya badanku basah, kan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 2 lampu kamar harus mati

    “Diafff kamfu!” teriak Nadine lagi. Kali ini Juki berusaha untuk tidak tertawa meskipun ia ingin sekali tertawa mendengar jawaban wanita itu. Konyol, ini sangat konyol. Bagaimana nanti jika dirinya jadi hidup serumah dengan wanita itu, pasti hari-harinya dipenuhi dengan kegilaan. “Iya, iya, maafk

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 1 tusuk aku saja

    "Aduhhh, susah amat nusuknya, alot bener nih daging sampai pegel tangan!" Juki menggerutu saat ia sedang menusuk daging kambing yang teksturnya cukup keras. Seperti biasa Juki selalu membuat puluhan tusuk daging sapi dan kambing untuk dagangannya sebagai tukang sate. Namun tiba-tiba... "Daripada

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status