Home / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 94 Segede Elpiji

Share

Bab 94 Segede Elpiji

Author: Miss Luxy
last update publish date: 2026-06-29 23:30:36
Belum sampai Julian menjawabnya. Nyonya Marta datang dan membuat semuanya terkejut.

"Ada apa ini? Kenapa kalian semuanya ada di sini?"

Suara Nyonya Marta memecah keheningan. Semuanya menoleh ke arah wanita itu tanpa terkecuali.

Karin sangat terkejut saat melihat wanita itu datang.

"Oma!"

Nyonya Marta jelas sangat marah dengan kejadian itu.

"Siapa yang suruh kalian datang ke sini, hah?! Bukannya kerja malah demo-demoan. Bubar!" titah Nyonya Marta dengan lantang.

"Tapi, Bu. Mereka it
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
ko bisa karyawan biasa bicara seperti itu..???aneh juga
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 229 tolong hentikan

    Jasmine tahu itu. Ia bisa merasakannya sendiri. Tapi ia tak bisa menyudahinya apalagi ketika tangan Mario menyentuhnya. Bukan basah lagi tapi menjadi banjir."Tolong hentikan, Kak!" desah Jasmine dengan tubuhnya yang gemetaran."Hentikan? Tapi aku lihat kamu sangat menyukainya!" balas Mario yang makin gila membuat Jasmine terpedaya. "Aku mohon jangan teruskan! Ini tidak boleh. Kamu kakakku!" balas Jasmine sambil menahan tangan Mario yang terus bergerak tak beraturan. Biar pun rasanya begitu nikmat, namun ia tidak boleh terlena."Bukan! Aku bukan kakakmu. Tapi aku kekasihmu mungkin sebentar lagi aku akan menjadi suamimu!" Dengan lantang pemuda itu menjawabnya. "Enggak! Kakak bukan pacarku. Pacarku adalah Kak Yongki!" Jawaban Jasmine seketika membuat Mario geram, pemuda itu langsung mengubah posisi mereka. Ia merebahkan tubuh Jasmine di bawah kungkungannya yang tanpa celah dan membuat Jasmine susah bergerak."Ah! Aku mohon jangan lakukan itu, Kak! Aku memang menyayangimu tapi kita har

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 228 sangat basah

    Jasmine tampak gelisah. Ia tahu apa yang dilakukannya ini sangat beresiko. Sedikit kesalahan saja ia dan Mario bisa tersesat dalam jurang yang dalam. Ia harus berhati-hati agar tidak menyentuh bagian yang paling intim dari Mario. "Huh! Aku harus bisa. Kamu harus sadar, kak!" batin Jasmine sambil menatap wajah Mario yang terpejam. Kulit pemuda itu memang dingin sekali dan Jasmine harus bisa menghangatkannya. Meskipun ada sesuatu yang teramat ia tahan. Bagaimana tidak, Jasmine merasakan ada sesuatu yang mengeras di atas perut bawahnya. Mario memang kedinginan dan membutuhkan suhu yang hangat, begitu juga dengan pusat intinya yang membutuhkan kehangatan. "Ah! Gila sih ini, aku kok jadi takut!" batin Jasmine waspada. Ia khawatir akan terjadi sesuatu yang tak diinginkannya. Bennar-benar sangat rawan. Tubuh mereka saling menempel, Jasmine sedang mentransfer hangat tubuhnya pada Mario. Satu menit, dua menit, sampai lima menit berlalu. Entah apa yang ada dalam pikiran Jasmine. Gadis itu

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 227 skin to skin

    Dengan susah payah Jasmine mengangkat tubuh berat pemuda itu. Diiringi hujan dan angin yang semakin besar. Jasmine terus membawa sang Kakak ke kamarnya dulu. Karena kalau ia mengantar Mario ke kamar pemuda itu di atas pasti ia akan kena marah Nyonya Ratih yang juga berada di lantai atas. Jasmine merangkulkan tangan Mario pada tangannya. Pria itu benar-benar lemas dan wajahnya terlihat sangat pucat. Jamsine sendiri cukup kesusahan saat membawa tubuh berat pemuda itu ke kamarnya yang lebih dekat. "Astaga, berat banget kamu, Kak! Makan apa sih nih orang. Pasti suka nyemilin kerikil makanya jadi berat banget, astaga!" gerutu Jasmine berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri. Sementara itu, Mario memang penderita hipoterima sehingga membuat pria itu mudah sekali kambuh jika terkena udara atau benda-benda yang mengenai kulitnya yang sensitif. Sesampainya di dalam kamar. Jasmine langsung merebahkan tubuh basah kuyup itu di tempat tidur. Dengan sedikit susah payah ia berusaha hati-hati, Ja

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 226 hujan

    "Jasmine, seprtinya kamu memang harus diberi pelajaran!" sahut Mario lagi, kali pemuda itu terlihat lebih membuatnya lebih emosi. "Aku salah apa, Kak? Apa hanya karena aku pacaran sama Kak Yongki kamu jadi marah kek gini! Kami cuma pacaran biasa nggak ada hal-hal aneh!" kata Jasmine lebih tegas. Tapi Mario tak mau terima dengan alasan adiknya. Pemuda itu meminta Jasmine untuk memutuskan hubungannya dengan Yongki. "Jasmine dengarkan Kakak! Aku tahu betul bagaimana Yongki itu. Dia itu hanya pura-pura mencintaimu. Yongki nggak pernah cinta atau suka sama kamu. dia itu cowok brengsek. Percaya sama Kakak!" kata Mario sungguh-sungguh. "Ihhh apa sih, Kak! Nggak ngerti deh sama kamu. Pokonya aku nggak akan pernah mutusin hubunganku sama Kak Yongki. Kakak mau lapor Papa? Silakan, aku nggak takut! Lapor ke Oma juga seklian, biar Oma makin benci padaku!" sahut Jasmine yang benar-benar keras kepala. "Jasmine! Kamu tuh, ya!" sahut Mario yang semakin geram. Jasmine yang udah nggak tahan, g

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 225 siapa laki-laki itu?

    "Apa? Kakak sudah gila apa! Ngaco ih, sinting!" sahut Jasmine sambil menggesekkan jari telunjuknya ke dahi. "Aku serius!" kata Mario sambil duduk di bangku. Lalu ia mengajak Jasmine untuk ikut duduk bersama. "Sini! Duduk dulu aku mau ngomong sama kamu!" lanjut pemuda itu sambil membersihkan bangku di sebelahnya agar Jasmine bersedia untuk duduk bersamanya. Sejenak Jasmine bergeming. Entah apa yang ada dalam pikiran pemuda itu sekarang. Jasmine sedikit takut. "Jangan takut! Aku tidak akan macam-macam," kata Mario meyakinkan gadis itu. Perlahan Jasmine memberanikan diri untuk duduk di sampin sang kakak. "Awas jangan aneh-aneh, atau aku akan teriak biar semua orang bangun!" ancam Jasmine saat ia sudah duduk di samping Mario. "Kamu nggak percaya sama kakak?" jawab Mario balik bertanya. "Enggak!" sahut Jasmine dengan cepat. "Itu artinya kamu nggak percaya dong kalau kakak sayang sama kamu!" imbuh Mario yang sontak membuat Jasmine menoleh. "Emmm...ya percaya, kakak kan saudara a

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 224 kita menikah saja

    Jasmine benar-benar bingung dengan perasaannya. Sejak ciuman mereka itu, semuanya telah berubah. Perasaan yang dulu sebatas kakak beradik, entah kenapa ia menjadi canggung kepada Mario. Ia berusaha untuk menolaknya karena tidak mungkin dirinya menyukai sang kakak. Tapi, hati nuraninya berkata lain. Ia merasa Mario adalah sosok yang dewasa meskipun pemuda itu sangat posesif dan protektif. "Nggak, nggak! Aku nggak boleh menyukai kakakku sendiri. Meskipun dia kakak angkatku. Aku dibesarkan di keluarga ini sebagai anak. Mana mungkin aku mengecewakan Mama dan Papa. Mereka orang tua yang baik dan nggak mungkin aku melukai perasaan mereka dengan menyukai Kak Mario, astaga!" Jasmine berusaha untuk melupakan perasaannya. Namun sepertinya itu sangat susah apalagi bayangan first kiss-nya saat itu. Semuanya sangat gila. Sungguh Jasmine sangat tidak bisa menahan perasaanya sendiri. Untuk menghilangkan pikirannya yang kalut. Gadis itu keluar dari kamar untuk mencari udara segar. Seridaknya ia bi

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 2 lampu kamar harus mati

    “Diafff kamfu!” teriak Nadine lagi. Kali ini Juki berusaha untuk tidak tertawa meskipun ia ingin sekali tertawa mendengar jawaban wanita itu. Konyol, ini sangat konyol. Bagaimana nanti jika dirinya jadi hidup serumah dengan wanita itu, pasti hari-harinya dipenuhi dengan kegilaan. “Iya, iya, maafk

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 1 tusuk aku saja

    "Aduhhh, susah amat nusuknya, alot bener nih daging sampai pegel tangan!" Juki menggerutu saat ia sedang menusuk daging kambing yang teksturnya cukup keras. Seperti biasa Juki selalu membuat puluhan tusuk daging sapi dan kambing untuk dagangannya sebagai tukang sate. Namun tiba-tiba... "Daripada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status