Share

Aku Harus Pulang

Penulis: agneslovely2014
last update Tanggal publikasi: 2021-06-17 20:42:07

"Oppa." satu kata berjuta makna yang keluar dari bibir indah gadis di hadapannya, James seolah tak berani bernafas. Dia merutuk dalam hatinya "Matilah kau James!!" Dia mungkin sudah gila berani sekali mencium dosennya tanpa izin. 

Laura membuka matanya saat merasakan kecupan hangat dan lembut di bibirnya. Di otaknya yang terproses di hadapannya adalah wajah Oppa Park Seo Joon karena sosok itu yang selalu menghiasi mimpi mimpi bucin ala drakor setiap kali dia maraton nonton drakor Park Seo Joon. Kenyataan dan imajinasi bercampur menjadi satu, menunggu otaknya loading. Dia pun bangun dan duduk di sofa sementara Oppa Park Seo Joon kw nya alias James Peter Indrajaya berlutut di bawah kakinya seperti pose untuk melamar calon istri. Sungguh posisi yang janggal dan keduanya pun salah tingkah. 

James pun berdiri dengan acuh dan berkata, "Pulang atau menginap di sini?"

"Aku harus pulang, James."jawab Laura seraya menatap James dengan mata birunya yang tenang.

"Ohh oke. Ayo saya antar sekarang, ini hampir tengah malam. Cinderella harus pulang." candanya garing.

Laura pun beranjak bangun dan memakai sepatunya lalu mengekori James keluar dari apartementnya menuju ke Fortuner putih milik James. 

"Hari yang panjang ya Prof. Sudah sampai. Saya antar sampai depan kamar ya." ujar James setelah memarkir mobilnya di basement Royal Heritage. James membukakan pintu mobil untuk Laura dan menggandeng tangan Laura menuju lift untuk naik ke atas. "Lantai berapa?" 

"Lantai 7."

Akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar Laura. 7002. 

"Sudah sampai James. Terima kasih untuk segalanya hari ini, maaf sangat merepotkanmu." 

James hanya tersenyum pada Laura. "My pleasure."

Laura ingin masuk tapi sebelum dia masuk, dia meraih leher James yang lebih tinggi darinya dan mengecup pipi kiri James. Cup."Thank you, Oppa."Laura pun bergegas menutup pintu apartmentnya dan membiarkan James berdiri seperti agak shock. Laura mengintip James dari lubang pengintai di pintu apartment nya dan terkikik malu. 

Sudah larut malam 23.15 WIB, dia harus bergegas mandi dan beristirahat karena besok dia ada jadwal mengajar pagi hingga siang. Oh God... so tired today!

James kembali ke apartmentnya dengan senyum konyol yang tak kunjung berhenti. Kecupan Prof Laura di pipi kirinya tadi begitu berkesan dan bikin baper. Untunglah gadis itu buru buru masuk ke apartment nya. Kalau tidak dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Bibir merah merekah milik gadis itu sungguh membuatnya tergila gila, terkenang ciuman pertamanya malam ini rasanya manis dan kenyal. Apa ini pertanda ada harapan untuk kisah cintanya yang terkesan absurd? Cinta tak mengenal usia, toh ada laki laki muda yang menikahi nenek uzur. Profesor Laura itu begitu segar dan sedang mekar mekarnya seperti bunga mawar yang cantik, sungguh layak untuk diperjuangkan untuk dijadikan pendamping hidup sekalian pendamping wisuda kalau boleh. 

Paling tidak James sudah membuat beberapa langkah untuk mendekati Prof Laura sebelum ribuan langkah mengejarnya sesudah ini. "Tunggulah Prof, hatimu milikku untuk selamanya." gumam James dengan serius.

James pun sudah sampai di kamar tidurnya dan berbaring di kasurnya yang begitu lebar dan kosong. Dia pun teringat dengan kesialan beruntun yang menimpa Prof Laura hari ini, kalau hanya listrik kampus yang padam mungkin dia tidak akan curiga tapi insiden ban mobil kempes itu terlalu aneh. Bila James tidak bersikeras untuk menemani Prof Laura ke parkiran mobil, tentu gadis itu tidak akan bisa pulang, tidak yakin apakah gadis itu bisa mengganti ban mobil serep. Pastilah dia kesulitan karena tubuhnya kurus kering begitu, tak ada tenaga ditambah belum makan seharian. James merasa iba saat teringat tubuh gadis tadi menggigil kedinginan saat duduk di lantai Lab bersamanya, sepertinya pola makannya tidak benar. Mungkin dia harus mulai merecoki Prof Laura untuk makan tepat waktu di masa yang akan datang. 

Kantuk pun datang dan James akhirnya tertidur larut dalam mimpi indahnya. Dia memeluk gulingnya dengan penuh perasaan seperti memeluk gadis dalam mimpinya si mata biru langit senja.

"Tak terasa gelap pun jatuh"

"Di ujung malam menuju pagi yang dingin"

"Hanya ada sedikit bintang malam ini"

"Mungkin karena kau sedang cantik cantiknya"

-Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan- Payung Teduh

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terobsesi Dosen Cantik   S3-14. Audisi Bintang Cilik

    "Departemen of Pathology Science berada di lantai tiga dan Departemen of Parasitology terletak di lantai dua. Selamat bergabung dengan tim pengajar di kampus kami, Profesor James dan Profesor Laura!" Mister Ferdinand Lancester menjabat tangan pasangan suami istri itu bergantian."Terima kasih, Sir. Kehormatan bagi kami untuk menjadi bagian dari University of Western Australia," balas James disertai senyuman bangga.Kemudian dia dan Laura mengunjungi kantor tempat kerja mereka masing-masing baik di lantai dua maupun tiga gedung kampus megah itu secara bergantian. Kampus yang menjadi tempat mereka mengajar sangat bagus. Ruang dosen nyaman dilengkapi rak buku dengan literatur yang up to date, furniture berkelas baik sofa untuk tamu maupun seperangkat meja dosen.Laboratoriumnya pun megah dengan peralatan praktikum lengkap dan canggih. Sampai-sampai Laura begitu antusias, tak sabar untuk mulai mengajar di tempat baru itu.Di ruang kantor dosen Pathology, James memeluk Laura. Mereka salin

  • Terobsesi Dosen Cantik   S3-13. Tentang Hasrat dan Gairah yang Tak Pernah Usai

    Pagi itu di mansion milik Leeray sekeluarga yang berada di pinggiran kota Perth. Anak-anak James dan Laura bersama anak kembar Leeray dan Deasy sudah siap untuk berangkat sekolah."Mom, Dad, apa kalian jadi wawancara dosen baru di kampus UWA?" tanya Jacob sambil menghabiskan sarapan di piringnya."Yap, kamu benar, Jake. Mungkin kita baru bisa bertemu sore nanti. Bersekolah yang rajin kalian semua ya!" pesan Laura penuh perhatian. Leeray pun berkata ke adik bungsunya, "James, bawalah satu mobil di garasi untuk ke kampus. Kalian jangan naik kendaraan umum, terlalu merepotkan. Jangan sungkan, okay?" "Makasih, Bang. Nanti aku akan bawa mobil AUDI biru metalik itu saja!" jawab James. Kakak sulungnya sangat kaya raya setelah berpindah kewarga negaraan ke Australia dan mengelola mall besar di pusat kota Perth.Si kecil Keira pun bertanya ke ayahnya, "Dad, apa audisi bintang kecil untuk jewelry itu sudah ada kabar?""Ohh ... untung kamu nanya, Kei. Iya, sore ini kamu pakai baju yang bagus y

  • Terobsesi Dosen Cantik   S-3. Terlalu Lelah Mengalah

    "Baiklah, saya menunggu kiriman salinan rekaman CCTV halte bus depan kampus yang tadi Anda sebutkan, Mister James Indrajaya. Permisi!" pamit Mister Garreth Holmes sebelum meninggalkan mansion milik Leeray.Setelah mobil sedan Porsche hitam itu melesat meninggalkan pintu gerbang, Leeray pun berkata kepada adik bungsunya, "Apa kau yakin Philip bisa mendapatkan salinan rekaman CCTV itu, James?" "Ya, kalau belum dirusak oleh pihak Jeremy Thompson seharusnya aman, Bang. Dia berjanji segera meminta salinan rekaman yang kami butuhkan ke pihak yang berwenang besok pagi!" jawab James seraya melangkah masuk ke dalam rumah.Suasana hening karena anak-anak telah tidur di kamar masing-masing karena Midori, Poseidon, dan Leon besok bersekolah. Sedangkan, anak-anak Laura juga harus mendaftar sekolah di Perth dengan sekolah yang sama. Deasy dan Laura duduk di meja makan untuk makan malam yang terlambat. Para suami mereka menyusul duduk di samping pasangan masing-masing. Mereka masih membicarakan ha

  • Terobsesi Dosen Cantik   S-3. Sebuah Bukti Penting

    "Mom, lihat! Sepertinya Keira bisa ikut audisi ini deh," seru Jacob sembari menunjuk sebuah pengumuman yang ditampilkan di layar promosi elektronik dalam lift Absolute Pyramide Block Mall.Laura sontak menoleh ke sisi kiri tempat dia berdiri. Memang ada pengumuman audisi bintang cilik untuk menjadi brand ambassador sebuah perusahaan yang bergerak di perhiasan logam mulia."Arthayuda Jewelry? Wow, apa Keira mau coba?" tanya Laura kepada putri kecilnya. "Hmm ... mau, Mommy. Sepertinya asyik difoto dan dimake-up cantik seperti Mommy!" celetuk Keira polos. Bagi bocah imut blasteran Australia-oriental itu wanita tercantik di dunia adalah ibunya.James pun menimpali, "Okay. Biar Daddy foto ya pengumumannya, biar tahu kapan audisi dan persyaratannya detail!" Dia mengambil sebuah foto dengan kamera ponselnya.Maka Leeray yang menjadi pemilik mall tersebut berkata, "Acara audisinya di atrium lantai lobi mall ini lusa. Kalau kamu mau daftarin Keira, buruan James. Syaratnya hanya mengirim foto

  • Terobsesi Dosen Cantik   S-3. Jodoh Tak Akan Tertukar

    Sepulang sekolah, Midori, Poseidon, dan Leon segera mencari anak-anak James-Laura di kamar tidur tamu lalu mereka pun mengobrol bersama di ruang bermain yang luas dan nyaman."Jadi apa benar kalian akan pindah sekolah ke Perth?" tanya Leon yang sebenarnya berkedudukan sebagai paman keempat anak-anak itu. Hanya saja dia adalah putra keempat berbeda ibu dari Leeray, Michael, dan James. Usia Leon sepantaran dengan para keponakannya itu, kecuali Keira yang lahir paling bontot."Iya, kata mom and dad, kami tidak bisa bersekolah di Sydney untuk sementara sampai entah kapan. Ada pria jahat yang membuat semua warga Sydney membenci keluarga kami!" jawab Jacob mewakili saudara-saudarinya."Hmm ... itu bukan hal yang baik. Kasihan sekali kalian!" tukas Midori turut bersimpati.Poseidon pun berkata, "Jadi kapan kalian akan mendaftar ke sekolah?" Joshua menjawab, "Mungkin besok pagi, tadi kami disuruh beristirahat oleh Bibi Deasy. Memang penerbangan dengan helikopter sangat menegangkan, aku sulit

  • Terobsesi Dosen Cantik   S-3. Pagi yang Penuh Cinta

    "Jake, Josh, Keira!" seru Midori yang baru saja selesai bersiap-siap di kamar tidurnya sebelum berangkat ke sekolah. Gadis kecil berusia sembilan tahun itu berkepang dua dan memanggul sebuah ransel bergambar Little Ponny warna biru muda.Poseidon, saudara kembarnya sudah terlebih dahulu selesai mandi tadi dan bercengkerama dengan sepupu-sepupu mereka. Ada Leon juga yang terlihat necis dalam seragam sekolah berdasi sama seperti Midori dan Poseidon."Anak-anak, temu kangennya ditunda nanti sepulang sekolah ya? Kalian sarapan dulu bersama-sama di meja makan!" ujar Deasy mengatur kerumunan kumpul bocah keturunan klan Indrajaya tersebut."Yaah ... Mommy, apa kami tidak boleh membolos sehari saja?" protes Midori karena terlalu bersemangat bertemu kembali dengan para sepupunya yang jarang dia temui sehari-hari.Deasy tersenyum seraya berkata, "Tidak. Nanti sepulang sekolah, Jacob, Joshua, dan Keira masih akan ada di rumah kita. Bahkan, mereka akan bersekolah di sekolah yang sama dengan kalia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status