Beranda / Romansa / Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin / Bab 82 : Saat Diuji Terbuka

Share

Bab 82 : Saat Diuji Terbuka

Penulis: qia
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-24 11:20:56

Tekanan yang tidak lagi rapi selalu datang dengan satu ciri ia berhenti berpura-pura.

Keira menyadarinya pada pagi ketika satu surel masuk tanpa basa-basi. Tidak ada kalimat pembuka yang manis. Tidak ada nada kolaboratif. Hanya permintaan yang jelas dan tenggat yang tidak memberi ruang bernapas.

Ini bukan lagi uji batas. Ini penarikan garis dari pihak lain.

Ia membaca surel itu perlahan, menimbang setiap kata. Tidak ada ancaman eksplisit, namun konsekuensinya nyata. Jika ia menolak, satu jalur akan tertutup sepenuhnya. Jika ia menerima, struktur yang ia bangun akan mulai retak dari dalam.

Keira menutup laptop. Tidak menjawab apa pun.

Di kantor, suasana terasa berubah.

Bukan panik, tapi tegang. Beberapa orang sudah mendengar kabar itu, meski belum tahu detailnya. Tatapan bertanya muncul, namun tidak ada yang berani mendesak.

Keira memanggil Rina masuk ke ruangannya.

“Ini bukan lagi tekanan halus,” kata Keira tanpa pendahuluan.

Rina membaca surel itu, lalu menghela napas pelan. “Mereka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin   Bab 90 : Jawaban

    Setelah surel itu terkirim, Keira tidak merasakan kelegaan yang meledak-ledak. Yang datang justru rasa hening yang lebih luas seperti ruangan yang akhirnya memiliki cukup udara.Hari-hari berikutnya kembali berjalan tanpa tanda khusus. Tidak ada perubahan sikap dari pihak luar. Tidak ada sinyal cepat yang bisa ditafsirkan sebagai kemenangan atau penolakan. Keira tidak mencari makna di antara baris-baris kosong itu. Ia memilih hadir sepenuhnya pada apa yang ada di hadapannya.Di kantor, ritme tetap terjaga. Tim bekerja tanpa bayang-bayang keputusan yang menggantung. Itu bukan karena mereka tidak peduli, melainkan karena Keira tidak membiarkan masa depan mengganggu hari ini.Ia menyadari sesuatu yang penting: keputusan yang sehat tidak menciptakan kegelisahan berantai. Ia menciptakan kejelasan, meski hasil akhirnya belum diketahui.Suatu siang, Rina menghampirinya dengan satu pertanyaan sederhana. “Kalau mereka menolak versi kita

  • Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin   Bab 89 : Tarik Napas

    Keira memberi dirinya dua hari.Bukan untuk menghitung ulang tawaran, melainkan untuk menjauh sebentar dari kebisingan makna yang menempel pada kata kesempatan. Ia tahu, keputusan yang tepat jarang lahir dari tekanan untuk cepat ia lahir dari jarak yang cukup.Hari pertama ia habiskan dengan bekerja seperti biasa.Tidak ada diskusi tentang pertemuan terakhir. Tidak ada spekulasi. Ia membiarkan tim bergerak dalam ritme yang sudah mereka bangun. Ia hanya mengamati: apakah sistem ini masih berjalan tanpa dirinya mendorong dari belakang.Jawabannya ya.Dan itu menenangkan sekaligus menggelisahkan.Hari kedua, Keira mengambil cuti setengah hari.Ia berjalan sendiri, menyusuri ruas kota yang jarang ia lewati. Kedai kecil. Taman sempit. Bangku tua di sudut yang luput dari renovasi. Ia duduk di sana lama, membiarkan pikirannya berputar tanpa diarahkan.Ia menyadari sesuatu yang pelan tapi jujur ia tidak takut gagal. Yan

  • Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin   Bab 88 : Garis Tipis

    Undangan kedua datang dengan detail yang lebih jelas.Tanggal. Waktu. Agenda.Namun ada satu perbedaan yang membuat Keira membaca ulang surel itu perlahan: pertemuan kali ini meminta komitmen arah, bukan sekadar diskusi.Garis tipis mulai terlihat.Rapat persiapan tidak panjang.Bukan karena kurangnya hal yang perlu dibahas, melainkan karena semua sudah tahu batas masing-masing.“Jika mereka meminta eksklusivitas?” tanya Rina.Keira tidak langsung menjawab. Ia memandang jendela sejenak, lalu berkata, “Kita dengar syarat lengkapnya dulu. Eksklusivitas tanpa keseimbangan bukan kemitraan.”Tidak ada yang menyela.Pertemuan berlangsung di ruang yang lebih terbuka.Cahaya masuk dari jendela besar. Tidak ada upaya menyembunyikan apa pun. Kali ini, pihak seberang berjumlah lebih banyak dan salah satunya adalah sosok yang jelas memiliki keputusan akhir.Ia memperkenalkan di

  • Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin   Bab 87 : Uji Sunyi

    Tidak ada kabar selama tiga hari.Keira tidak menanyakannya. Ia juga tidak menunggu dengan gelisah.Hari-hari berjalan seperti biasa rapat mingguan, penyempurnaan sistem, satu klien kecil yang meminta penyesuaian mendadak. Semua ditangani tanpa drama. Tanpa rasa “ini penentu segalanya”.Justru di situlah ujiannya dimulai.Uji sunyi tidak datang dengan konflik terbuka. Ia datang dalam bentuk ketidakhadiran.Tidak ada panggilan lanjutan.Tidak ada email klarifikasi.Tidak ada sinyal.Dulu, kekosongan seperti ini akan menggerogoti Keira. Ia akan membaca ulang percakapan, mencari celah, meragukan setiap kalimat yang telah ia ucapkan.Sekarang, ia hanya mencatat diam juga bentuk respons.Pada hari keempat, masalah kecil muncul.Bukan krisis. Tapi cukup untuk menguji konsistensi yang sedang diamati pihak luar.Salah satu mitra lama terlambat memenuhi kewajiban. Dampaknya tidak besar

  • Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin   Bab 86 : Ambang

    Undangan itu datang tanpa embel-embel dramatis.Bukan presentasi besar. Bukan sorotan media.Hanya satu surel singkat dengan subjek yang nyaris datarPertemuan awal. Diskusi kelayakan. Tertutup.Keira membacanya dua kali. Bukan karena ragu memahami, melainkan karena ia mengenali nada itu. Nada pihak yang tidak ingin berjanji, tapi juga tidak lagi sekadar mengamati.Ini ambang.Rapat internal berjalan lebih hening dari biasanya.Bukan tegang melainkan penuh pertimbangan.“Kita belum tahu arah mereka,” kata Rina. “Ini bisa jadi pembuka, atau sekadar uji konsistensi.”Keira mengangguk. “Karena itu kita datang tanpa menawarkan apa pun.”Semua menoleh.“Kita dengarkan dulu,” lanjut Keira. “Jika mereka ingin sesuatu, biarkan mereka yang menyebutkannya.”Tidak ada keberatan. Tidak ada adrenalin berlebih.Tim ini sudah belajar diam yang tepat sering kali lebih kuat daripada p

  • Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin   Bab 85 : Tumbuh Pelan

    Tumbuh pelan sering disalahartikan sebagai diam. Padahal di dalamnya, ada perubahan yang bekerja tanpa suara menguat, merapikan, dan membentuk arah dengan kesabaran yang jarang disorot.Keira mulai merasakan pertumbuhan itu bukan dari angka, melainkan dari cara tim berfungsi. Keputusan tidak lagi selalu naik ke mejanya. Masalah diselesaikan di tempatnya muncul. Percakapan menjadi lebih langsung, tanpa lapisan kehati-hatian berlebihan.Ia mengamati itu dengan tenang.Tidak mencampuri. Tidak mengklaim.Pertumbuhan juga terasa di dalam dirinya.Keira tidak lagi bangun dengan daftar panjang hal yang harus dibuktikan. Ia memulai hari dengan satu pertanyaan sederhana apa yang perlu dijaga hari ini?Kadang jawabannya teknis. Kadang emosional.Dan ia belajar bahwa keduanya sama penting.Satu minggu berjalan tanpa kejutan besar.Tidak ada lonjakan. Tidak ada penurunan. Namun ada stabilitas yang mulai terasa kons

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status