author-banner
qia
qia
Author

Novel-novel oleh qia

Rahasia Istri Yang Disakiti

Rahasia Istri Yang Disakiti

Seeyana Amaranth sangat yakin, cinta bisa menahan segala badai. Ia berusaha menjadi istri yang sabar, meski Ravent—suaminya— mulai berubah dan mulai pengabaian itu terus menyakiti hatinya. Rumah yang dulu hangat berubah jadi penjara sunyi yang membuatnya merasa begitu kesepian, bahkan saat pria itu ada di depannya. Seeyana berusaha bertahan melewati badai pertengkaran. Namun, semakin ia diam, semakin banyak yang ingin menjatuhkannya—termasuk mereka yang seharusnya menjadi keluarganya sendiri. “Apa perlu mempertahankan rumah tangga yang hanya kamu perjuangkan seorang diri?”.
Baca
Chapter: Bab 80 : Kesempatan yang Rapi
Kesempatan itu datang dengan wajah yang nyaris sempurna.Seeyana menerimanya lewat surel singkat pada Senin pagi bahasanya bersih, strukturnya jelas, dan manfaatnya tertulis rapi. Program lintas divisi dengan mandat strategis. Durasi enam bulan. Visibilitas tinggi. Akses langsung ke pengambil keputusan. Tidak ada syarat yang terlihat mencurigakan.Ia membaca dua kali. Tidak menemukan celah. Justru itu yang membuatnya waspada.Di rapat pengantar, penjelasan disampaikan tanpa basa-basi. Program ini, kata fasilitator, ditujukan untuk mereka yang sudah menunjukkan konsistensi. “Kami ingin cara kerja yang bisa direplikasi,” katanya. “Dan Anda termasuk di dalamnya.”Beberapa pasang mata mengarah pada Seeyana. Tidak ada senyum iri. Tidak ada bisik. Hanya pengakuan singkat yang terasa resmi.“Partisipasi bersifat sukarela,” lanjut fasilitator. “Namun komitmen waktu cukup intens.”Di sanalah pengorbanan kecil itu disebut tanpa tekana
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Chapter: Bab 79 : Hal - Hal Sepele
Ujian itu datang dalam bentuk yang nyaris tak terlihat.Tidak ada konflik besar. Tidak ada keputusan yang diumumkan. Hanya satu hari kerja yang tampak biasa dan justru karena itulah, ia berbahaya. Seeyana tiba di kantor lebih pagi dari biasanya, membawa daftar tugas yang tidak panjang namun padat. Ia sudah belajar: hari-hari seperti ini menguji konsistensi lebih keras daripada krisis terbuka.Email pertama yang ia buka adalah permintaan sederhana dari unit lain. Satu penyesuaian kecil pada laporan katanya agar lebih fleksibel. Seeyana membaca pelan. Kalimatnya halus. Alasannya masuk akal. Namun di lampiran, ia melihat satu angka yang digeser tanpa catatan.Ia membalas singkat, meminta klarifikasi tertulis dan rujukan perubahan. Tidak menuduh. Tidak menolak. Hanya meminta terang.Balasan datang cepat lebih cepat dari biasanya. Nada mulai berubah. Ada kalimat defensif yang diselipkan di antara basa-basi. Seeyana tidak terpancing. Ia mengulang permin
Terakhir Diperbarui: 2026-01-26
Chapter: Bab 78 : Waktu yang Jujur
Pertemuan itu akhirnya terjadi bukan karena rencana besar, melainkan karena kelelahan yang tidak lagi bisa ditunda.Seeyana menyadarinya pada Sabtu pagi, ketika ia duduk di meja makan dengan kopi yang sudah mendingin. Hari itu kosong. Tidak ada agenda. Tidak ada tenggat. Dan untuk pertama kalinya, kekosongan itu tidak terasa menenangkan.Ia membuka ponsel, menatap percakapan terakhir dengan Ravent. Kalimat mereka rapi, saling menghormati, dan jujur terlalu aman. Seolah mereka berdua sepakat untuk tidak menyentuh lapisan yang bisa mengubah segalanya.Seeyana menghela napas, lalu mengetik.Kita perlu bertemu. Bukan untuk memutuskan. Untuk jujur.Balasan datang tidak lama kemudian.Aku siap. Di mana?Tempat biasa, jawab Seeyana. Tanpa janji.Taman kota itu masih sama. Bangku kayu yang sedikit aus. Pohon besar yang menaungi separuh area. Dunia tetap berjalan di sekelilingnya, tak peduli pada dua orang yang datang de
Terakhir Diperbarui: 2026-01-26
Chapter: Bab 77 : Jarak yang Bertahan
Sunyi yang datang setelah keputusan bukan sunyi yang kosong.Ia penuh dengan jeda-jeda kecil yang harus diisi tanpa kebisingan. Seeyana merasakannya di minggu itu hari-hari berjalan rapi, nyaris tanpa gangguan, namun justru di situlah pikirannya diuji. Tidak ada konflik terbuka untuk dilawan. Tidak ada drama untuk diselesaikan. Hanya rutinitas yang menuntut ketekunan.Ia bekerja dengan ritme yang sama. Datang tepat waktu. Pulang tanpa membawa sisa pekerjaan yang seharusnya selesai. Ia menolak lembur yang tidak perlu, bukan sebagai pernyataan melainkan sebagai batas yang konsisten.Beberapa orang mulai menyesuaikan. Yang lain masih mengamati.Dalam satu rapat kecil, seorang anggota tim berkata, “Cara kerja kita sekarang… lebih sunyi dan damai.”“Sunyi bukan berarti lambat,” jawab Seeyana. “Ia hanya tidak ramai.”Tidak ada bantahan. Tidak ada pujian. Sunyi itu diterima.Di luar kantor, hidupnya juga bergerak dengan pola se
Terakhir Diperbarui: 2026-01-25
Chapter: Bab 76 : Tanpa Jalan Pintas
Jawaban itu tidak ia kirim malam sebelumnya.Seeyana memilih tidur dengan pikiran yang belum selesai, karena ia tahu satu hal keputusan yang benar tidak perlu dipaksa agar terasa mantap. Ia bangun pagi dengan tubuh yang ringan bukan karena beban hilang, melainkan karena arah sudah ditentukan.Pukul delapan tepat, ia mengirim email singkat ke direktur operasional. Bahasanya rapi, profesional, dan tidak membuka ruang tafsir.Ia berterima kasih atas kepercayaan.Ia menyatakan ketertarikan pada tujuan ekspansi. Dan ia menolak syarat yang mengaburkan batas.Kalimat penutupnya sederhana “Saya siap berkontribusi maksimal dalam kerangka yang jelas dan terukur.”Tidak ada pembenaran. Tidak ada negosiasi lanjutan.Email terkirim. Keputusan selesai.Konsekuensi tidak datang sebagai ledakan.Ia datang sebagai pergeseran kecil yang konsisten.Agenda Seeyana berubah dalam beberapa hari berikutnya. Rapat stra
Terakhir Diperbarui: 2026-01-25
Chapter: Bab 75 : Harga yang Diminta
Tidak semua tekanan datang sebagai ancaman. Sebagian datang sebagai penawaran.Seeyana menyadarinya pada pagi yang tampak biasa. Agenda hariannya bersih, rapat-rapat terjadwal rapi, dan tidak ada email mendesak. Terlalu rapi, pikirnya. Pengalaman mengajarinya bahwa ketenangan mendadak sering kali berarti sesuatu sedang disiapkan di balik layar.Undangan itu datang menjelang siang. Bukan evaluasi. Bukan klarifikasi. Pertemuan empat mata dengan satu nama yang jarang muncul di kalender: direktur operasional.Waktunya singkat. Tempatnya netral.Seeyana datang tepat waktu. Ruang itu tidak besar, hanya dua kursi dan jendela yang menghadap sisi kota yang jarang ia lihat. Tidak ada proyektor. Tidak ada notulen.“Terima kasih sudah datang,” kata sang direktur. “Saya ingin bicara tanpa formalitas.”Seeyana mengangguk. “Silakan.”“Ada dua hal tentang Anda yang tidak diperdebatkan,” lanjutnya. “Kinerja dan konsistensi.”See
Terakhir Diperbarui: 2026-01-25
Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Pernikahan itu seharusnya menjadi penyelamat keluarganya—bukan penjara barunya. Keira Valen tidak pernah membayangkan akan berdiri di pelaminan dengan Nero Adhitya, pria yang paling ingin ia hindari di dunia. Dingin, jauh, dan menyimpan sesuatu yang tidak pernah bisa ia baca, Nero adalah simbol dari semua luka masa lalu keluarganya. Namun demi menyelamatkan bisnis yang runtuh, Keira dipaksa menikah… dan menyerahkan hidupnya pada pria yang tidak ia percayai. Hidup satu atap dengan Nero rasanya seperti berjalan di atas pecahan kaca. Hening, dingin, tegang, juga penuh rahasia. Hingga Keira merasa tidak tahan lagi dan memilih pergi darinya.
Baca
Chapter: Bab 88 : Garis Tipis
Undangan kedua datang dengan detail yang lebih jelas.Tanggal. Waktu. Agenda.Namun ada satu perbedaan yang membuat Keira membaca ulang surel itu perlahan: pertemuan kali ini meminta komitmen arah, bukan sekadar diskusi.Garis tipis mulai terlihat.Rapat persiapan tidak panjang.Bukan karena kurangnya hal yang perlu dibahas, melainkan karena semua sudah tahu batas masing-masing.“Jika mereka meminta eksklusivitas?” tanya Rina.Keira tidak langsung menjawab. Ia memandang jendela sejenak, lalu berkata, “Kita dengar syarat lengkapnya dulu. Eksklusivitas tanpa keseimbangan bukan kemitraan.”Tidak ada yang menyela.Pertemuan berlangsung di ruang yang lebih terbuka.Cahaya masuk dari jendela besar. Tidak ada upaya menyembunyikan apa pun. Kali ini, pihak seberang berjumlah lebih banyak dan salah satunya adalah sosok yang jelas memiliki keputusan akhir.Ia memperkenalkan di
Terakhir Diperbarui: 2026-01-26
Chapter: Bab 87 : Uji Sunyi
Tidak ada kabar selama tiga hari.Keira tidak menanyakannya. Ia juga tidak menunggu dengan gelisah.Hari-hari berjalan seperti biasa rapat mingguan, penyempurnaan sistem, satu klien kecil yang meminta penyesuaian mendadak. Semua ditangani tanpa drama. Tanpa rasa “ini penentu segalanya”.Justru di situlah ujiannya dimulai.Uji sunyi tidak datang dengan konflik terbuka. Ia datang dalam bentuk ketidakhadiran.Tidak ada panggilan lanjutan.Tidak ada email klarifikasi.Tidak ada sinyal.Dulu, kekosongan seperti ini akan menggerogoti Keira. Ia akan membaca ulang percakapan, mencari celah, meragukan setiap kalimat yang telah ia ucapkan.Sekarang, ia hanya mencatat diam juga bentuk respons.Pada hari keempat, masalah kecil muncul.Bukan krisis. Tapi cukup untuk menguji konsistensi yang sedang diamati pihak luar.Salah satu mitra lama terlambat memenuhi kewajiban. Dampaknya tidak besar
Terakhir Diperbarui: 2026-01-26
Chapter: Bab 86 : Ambang
Undangan itu datang tanpa embel-embel dramatis.Bukan presentasi besar. Bukan sorotan media.Hanya satu surel singkat dengan subjek yang nyaris datarPertemuan awal. Diskusi kelayakan. Tertutup.Keira membacanya dua kali. Bukan karena ragu memahami, melainkan karena ia mengenali nada itu. Nada pihak yang tidak ingin berjanji, tapi juga tidak lagi sekadar mengamati.Ini ambang.Rapat internal berjalan lebih hening dari biasanya.Bukan tegang melainkan penuh pertimbangan.“Kita belum tahu arah mereka,” kata Rina. “Ini bisa jadi pembuka, atau sekadar uji konsistensi.”Keira mengangguk. “Karena itu kita datang tanpa menawarkan apa pun.”Semua menoleh.“Kita dengarkan dulu,” lanjut Keira. “Jika mereka ingin sesuatu, biarkan mereka yang menyebutkannya.”Tidak ada keberatan. Tidak ada adrenalin berlebih.Tim ini sudah belajar diam yang tepat sering kali lebih kuat daripada p
Terakhir Diperbarui: 2026-01-25
Chapter: Bab 85 : Tumbuh Pelan
Tumbuh pelan sering disalahartikan sebagai diam. Padahal di dalamnya, ada perubahan yang bekerja tanpa suara menguat, merapikan, dan membentuk arah dengan kesabaran yang jarang disorot.Keira mulai merasakan pertumbuhan itu bukan dari angka, melainkan dari cara tim berfungsi. Keputusan tidak lagi selalu naik ke mejanya. Masalah diselesaikan di tempatnya muncul. Percakapan menjadi lebih langsung, tanpa lapisan kehati-hatian berlebihan.Ia mengamati itu dengan tenang.Tidak mencampuri. Tidak mengklaim.Pertumbuhan juga terasa di dalam dirinya.Keira tidak lagi bangun dengan daftar panjang hal yang harus dibuktikan. Ia memulai hari dengan satu pertanyaan sederhana apa yang perlu dijaga hari ini?Kadang jawabannya teknis. Kadang emosional.Dan ia belajar bahwa keduanya sama penting.Satu minggu berjalan tanpa kejutan besar.Tidak ada lonjakan. Tidak ada penurunan. Namun ada stabilitas yang mulai terasa kons
Terakhir Diperbarui: 2026-01-25
Chapter: Bab 84 : Bangun dari Nol
Membangun dari nol tidak pernah benar-benar berarti kosong. Ia berarti memilih ulang apa yang dibawa, apa yang ditinggalkan, dan apa yang sengaja tidak diulang.Keira memulai minggu itu dengan papan rencana yang lebih sederhana. Tidak ada target ambisius. Tidak ada proyeksi yang memerlukan pembenaran panjang. Hanya tiga fokus utama, ditulis dengan spidol hitam, tanpa hiasan.“Ini cukup?” tanya Rina, menatap daftar itu.“Untuk sekarang,” jawab Keira. “Lebih dari itu hanya akan jadi kebisingan.”Langkah pertama terasa paling sunyi.Tidak ada sorotan. Tidak ada validasi eksternal. Keira dan tim bekerja seperti orang-orang yang tahu mereka tidak sedang dipantau dan justru karena itu, mereka lebih jujur.Mereka memperbaiki proses yang selama ini ditoleransi meski melelahkan. Mereka menyederhanakan alur yang terlalu bergantung pada satu orang. Keira memastikan satu hal: tidak ada sistem yang hanya bisa berjalan jika ia hadir.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-25
Chapter: Bab 83 : Dampak
Dampak tidak datang sebagai ledakan. Ia merembes pelan, pasti, dan menyentuh bagian yang tidak bisa dihindari.Hari pertama setelah penolakan terasa biasa saja. Email tetap masuk. Telepon tetap berdering. Tidak ada tanda bahwa satu jalur besar baru saja ditutup.Namun Keira tahu dampak sejati selalu datang setelah keheningan awal.Hari kedua, penyesuaian dimulai.Satu proyek harus dijadwal ulang. Satu rencana ekspansi dikecilkan skalanya. Tidak ada kepanikan, tapi setiap perubahan membawa beban tambahan yang harus ditata ulang.Rina membawa daftar revisi ke ruangannya. “Ini masih bisa jalan. Lebih pelan.”Keira mengangguk. “Pelan tidak apa-apa. Tersesat yang berbahaya.”Mereka bekerja dalam diam. Tidak ada keluhan. Tidak ada drama.Hari ketiga, dampak mulai terasa di luar lingkaran dekat.Beberapa pihak menarik diri tanpa penjelasan. Nama Keira tidak lagi muncul di beberapa percakapan strategis. Bukan k
Terakhir Diperbarui: 2026-01-24
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status