author-banner
qia
qia
Author

Novels by qia

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Pernikahan itu seharusnya menjadi penyelamat keluarganya—bukan penjara barunya. Keira Valen tidak pernah membayangkan akan berdiri di pelaminan dengan Nero Adhitya, pria yang paling ingin ia hindari di dunia. Dingin, jauh, dan menyimpan sesuatu yang tidak pernah bisa ia baca, Nero adalah simbol dari semua luka masa lalu keluarganya. Namun demi menyelamatkan bisnis yang runtuh, Keira dipaksa menikah… dan menyerahkan hidupnya pada pria yang tidak ia percayai. Hidup satu atap dengan Nero rasanya seperti berjalan di atas pecahan kaca. Hening, dingin, tegang, juga penuh rahasia. Hingga Keira merasa tidak tahan lagi dan memilih pergi darinya.
Read
Chapter: 207 : Wajah Di Ambang
Ceklek!!Pintu terbuka sepersekian, cukup untuk membiarkan cahaya lorong masuk dan memotong gelap ruang arsip. Bayangan di lantai memanjang, bergerak pelan seiring daun pintu terdorong lebih jauh. Rendra sudah setengah langkah di depan, tubuhnya menutup sebagian meja. Arief berdiri kaku di sisi lain, tablet masih di tangan, tapi jari-jarinya tidak lagi bergerak.Seeyana tidak mundur. Ia hanya menggeser flash drive itu ke dalam genggamannya, menutupnya rapat tanpa suara.Pintu terbuka penuh. Sosok di ambang tidak langsung masuk. Ia berhenti sejenak, seperti memberi waktu bagi mata mereka menyesuaikan.Lalu melangkah.“Seharusnya saya tahu kalian akan ke sini.”Suara itu familiar. Terlalu familiar.Arief menghembuskan napas pendek. “Pak Adrian.”Adrian Pratama menutup pintu di belakangnya dengan tenang. Tidak ada tergesa, tidak ada gerakan yang sia-sia. Jasnya masih rapi seperti sebelumnya, seolah
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: 206 : Pintu Dalam
“Kita sudah terlalu dekat untuk mundur sekarang.”Suara Rendra rendah, hampir seperti gumaman, tapi cukup untuk membuat langkah Seeyana berhenti sepersekian detik sebelum kembali berjalan. Koridor menuju ruang arsip lama terasa lebih panjang dari biasanya. Lampu di langit-langit menyala stabil, tapi pantulannya di lantai marmer menciptakan kesan dingin yang tidak nyaman.Arief berada sedikit di belakang mereka, tidak banyak bicara sejak mereka meninggalkan lantai utama. Tangannya memegang tablet, tapi layar itu tidak lagi menampilkan data baru. Hanya catatan yang sama, dibaca ulang berkali-kali seolah ada sesuatu yang terlewat.“Kita tidak masuk tanpa rencana,” kata Seeyana akhirnya, suaranya tenang tapi lebih datar dari biasanya. Ia tidak menoleh, matanya tetap lurus ke depan.“Ini bukan bagian dari rencana awal,” jawab Arief.“Sekarang sudah.”Tidak ada yang menambahkan. Hanya suara langkah m
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: 205 : Nama Tersembunyi
“Tidak sekarang.”Suara Seeyana tidak keras, tapi cukup untuk menghentikan reaksi spontan yang hampir keluar dari Rendra dan Arief. Tangannya masih menggenggam ponsel, layar belum padam, pesan terakhir itu seperti menggantung di antara mereka, tidak meminta jawaban, tapi jelas menuntut keputusan.Rhea tidak langsung bicara. Ia hanya memperhatikan Seeyana, menunggu arah.“Kalau kita menyebut nama itu sekarang,” lanjut Seeyana pelan, “kita kehilangan satu hal yang belum kita punya.”Rendra menyipitkan mata. “Apa?”“Kontrol.”Kata itu jatuh dengan tenang, tapi beratnya terasa jelas.Arief bersandar sedikit ke meja, tangannya terlipat. “Kita sudah punya log. Akses override. Itu bukan bukti kecil.”“Bukan,” jawab Seeyana. “Tapi itu juga belum cukup untuk menjelaskan bagaimana Helios bisa berjalan selama tiga tahun tanpa ada satu pun alarm yang
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: 204 : Jejak Tidak Terlihat
“Kalau dia bukan orangnya… berarti kita selama ini melihat ke arah yang salah.”Rendra bicara pelan, tapi cukup untuk membuat langkah mereka yang sempat tertahan kembali bergerak.Seeyana tidak langsung menjawab. Ia berjalan lebih dulu, melewati koridor yang kini terasa lebih sempit dari biasanya. Lampu di langit-langit memantulkan bayangan tipis di lantai marmer. Suara sepatu mereka terdengar jelas, terlalu jelas, seolah setiap langkah ikut dihitung.Arief menyusul di sisi kiri.“Pesan itu bisa saja jebakan,” katanya. “Mengarahkan kita menjauh dari Adrian.”“Bisa,” jawab Seeyana singkat.Ia menekan tombol lift tanpa melihat mereka.“Dan kalau bukan?”Lift belum datang. Angka di atas pintu bergerak lambat dari lantai bawah.Rendra menyandarkan bahu ke dinding.“Kalau bukan… berarti kita baru saja berhadapan dengan seseorang yang tahu s
Last Updated: 2026-04-08
Chapter: 203 : Wajah Terlalu Tenang
Pintu lift terbuka dengan bunyi halus yang hampir tidak terdengar, dan seseorang melangkah keluar dengan gerakan yang tenang, seolah tidak ada satu pun hal di gedung ini yang mampu membuatnya tergesa. Jas abu-abu yang ia kenakan terlihat rapi tanpa satu lipatan pun, langkahnya stabil, dan ekspresinya sama seperti yang mereka lihat beberapa jam lalu di ruang rapat komisaris.Rendra langsung mengenali orang itu bahkan sebelum pintu lift sepenuhnya terbuka. Ia menoleh sedikit ke arah Seeyana.“Dia.”Seeyana tidak menjawab, tetapi matanya mengikuti sosok itu yang kini berjalan menyusuri koridor dengan langkah yang tidak terlalu cepat. Orang itu belum melihat mereka, atau mungkin sudah melihat tetapi memilih untuk tidak menunjukkan reaksi.Arief berdiri lebih tegak dari sebelumnya.“Ini kebetulan yang aneh.”“Bukan kebetulan,” kata Seeyana pelan.Orang itu akhirnya melihat mereka bertiga berdiri di dekat
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: 202 : Orang Yang Salah
Koridor lantai komisaris mulai kembali ramai ketika para staf keluar masuk membawa dokumen rapat berikutnya. Namun Seeyana, Rendra, dan Arief masih berdiri di tempat yang sama. Tidak ada yang terburu-buru pergi. Percakapan mereka terasa seperti potongan terakhir dari sesuatu yang baru saja mulai terbuka.Rendra menatap Seeyana dengan lebih serius daripada sebelumnya. “Tadi kamu bilang kita mungkin melihat orang yang salah.” Ia menurunkan tangannya dari dada dan mendekat sedikit. “Maksudmu Surya bukan orang yang menjalankan Helios?”Seeyana tidak langsung menjawab. Ia membuka kembali map merah itu, kali ini lebih hati-hati. Halaman pembayaran yang tadi mereka lihat masih berada di tengah berkas. Dua nama tercetak jelas di sana. Nama kedua membuat seluruh ruangan rapat tadi berubah tegang. Surya Pratama. Namun nama pertama yang tercantum di atasnya justru hampir tidak mendapat perhatian setelah itu. Semua orang terlalu fokus pada Surya.Ia menunjuk baris pertama i
Last Updated: 2026-04-06
Rahasia Istri Yang Disakiti

Rahasia Istri Yang Disakiti

Seeyana Amaranth sangat yakin, cinta bisa menahan segala badai. Ia berusaha menjadi istri yang sabar, meski Ravent—suaminya— mulai berubah dan mulai pengabaian itu terus menyakiti hatinya. Rumah yang dulu hangat berubah jadi penjara sunyi yang membuatnya merasa begitu kesepian, bahkan saat pria itu ada di depannya. Seeyana berusaha bertahan melewati badai pertengkaran. Namun, semakin ia diam, semakin banyak yang ingin menjatuhkannya—termasuk mereka yang seharusnya menjadi keluarganya sendiri. “Apa perlu mempertahankan rumah tangga yang hanya kamu perjuangkan seorang diri?”.
Read
Chapter: 203 : Identitas Ganda
“Jangan login.”Suara Raka cepat, tajam. Tangannya sudah bergerak di keyboard, membuka beberapa jendela sekaligus. Kursor berkedip di banyak tempat, seperti mencoba mengejar sesuatu yang terlalu cepat untuk ditangkap.Nama itu masih ada di layar.ARKAN_02Tidak berkedip. Tidak berubah. Seolah menunggu.Clarisa menatapnya tanpa napas yang utuh. “Itu bukan bug, kan?”Raka tidak langsung menjawab. Matanya bergerak cepat, membaca log yang muncul satu per satu. “Kalau ini bug… ini bug paling presisi yang pernah aku lihat.”Arkan berdiri diam di depan monitor. Tatapannya tidak lagi setegang tadi justru lebih tenang.Terlalu tenang.“Dia masuk sebagai user baru,” gumamnya pelan. “Bukan override. Bukan infiltrasi.”Raka mengangguk cepat. “Ya. Sistem tidak mendeteksi dia sebagai ancaman.”Clarisa menoleh ke Arkan. “
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: 202 : Tanpa Bentuk
Langkah itu berhenti tepat di balik pintu.Tidak ada bayangan yang jatuh ke lantai. Tidak ada siluet di celah cahaya. Hanya ruang gelap yang terbuka sedikit, seolah menahan sesuatu agar tidak sepenuhnya masuk.Tidak ada yang bicara.Arkan berdiri paling depan, bahunya kaku, tapi tidak mundur. Clarisa di sisi kirinya, satu langkah lebih belakang. Raka di kanan, jari-jarinya kembali menyentuh meja, mencari sesuatu untuk digenggam, meski tidak ada.Klik kecil terdengar.Pintu itu terbuka sedikit lagi. Engselnya berderit pelan, terlalu pelan untuk terasa alami dan di saat itulah udara di dalam ruangan berubah.Bukan dingin. Bukan panas.Lebih seperti padat seolah ada sesuatu yang menekan dari segala arah, membuat napas terasa lebih berat tanpa alasan yang jelas.Clarisa menarik napas pendek. “Arkan…”Arkan mengangkat tangannya sedikit tanpa menoleh. Diam.Langkah berikutnya terdengar.Dekat.
Last Updated: 2026-04-06
Chapter: 201 : Bayangan Masuk
“Jangan bergerak.”Suara Arkan nyaris tak terdengar, tapi cukup untuk membuat Raka yang sudah setengah berdiri membeku di tempatnya. Clarisa bahkan belum sempat menarik napas penuh sejak bayangan itu muncul di layar.Monitor kedua masih menyala. Feed kamera tetap stabil. Terlalu stabil dan bayangan itu masih ada. Tidak jelas bentuknya. Tidak sepenuhnya gela lebih seperti celah dalam cahaya. Sesuatu yang tidak seharusnya ada, tapi tetap tertangkap.Raka menelan ludah. “Kalau itu… kamera real-time, berarti—”“Jangan selesaikan kalimatmu,” potong Clarisa cepat.Ia tidak menoleh. Tatapannya terkunci pada layar, tapi bahunya menegang. Jari-jarinya menggenggam ujung meja terlalu erat sampai buku-buku jarinya memutih.Arkan perlahan berdiri. Kursinya bergeser sedikit. Suaranya kecil, tapi cukup membuat suasana terasa lebih padat. Ia tidak langsung melihat ke belakang. Matanya masih di layar.M
Last Updated: 2026-04-05
Chapter: 200 : Akun Tanpa Wajah
“Kau yakin mau buka itu sekarang?”Suara Clarisa tipis, nyaris tenggelam oleh dengung perangkat di ruangan. Tidak ada yang menjawab langsung. Hanya suara kipas CPU yang berputar stabil, dan kedipan kecil di sudut layar yang terasa seperti detak jantung kedua.Arkan tidak mengalihkan pandangan. “Kalau bukan sekarang, kapan?”Jarinya berhenti di atas touchpad. Tidak menekan. Tidak mundur. Seolah ada garis tak terlihat yang sedang ia timbang. Raka bersandar sedikit ke belakang, tapi matanya tetap menempel pada monitor. “Kalau itu jebakan, kita tidak akan punya kesempatan kedua.”“Kalau itu kebenaran?” Arkan membalas tanpa menoleh.Tidak ada yang langsung menyahut.Klik!File itu terbuka. Layar berubah perlahan, bukan dengan animasi biasa. Ada jeda. Sepersekian detik yang terasa terlalu lama untuk ukuran sistem secepat Horizon.Kemudian, muncul satu folder utama.PERSONAL_OVERRIDEDi bawahnya
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: 199 : Kunci Terbuka
Dering ponsel membelah sunyi malam. Arkan menatap layar dengan ekspresi tak terdefinisi. Nama pengirim? Sistem internal Horizon. Tidak ada suara, hanya getar yang terasa menekan. Ia menekan tombol angkat tanpa sepatah kata.“Arkan, kau… kau menerima akses itu?” tanya Clarisa di sebelahnya, suaranya bergetar tipis, seperti menahan sesuatu yang lebih besar daripada takut.Raka hanya menatap layar, wajahnya pucat, jari-jari mengetuk meja tanpa pola. “Ini bukan sekadar hak istimewa. Ini… itu seperti menerima kunci ke sesuatu yang bisa mengubah semua yang kalian tahu tentang perusahaan.”Arkan menelan ludah. Dadanya berdebar, bukan karena panik, tapi karena perasaan aneh: campuran antara kewenangan dan tanggung jawab yang tiba-tiba menekan. Ia tahu, kunci itu bukan untuk membuka pintu biasa.“Kalau aku sudah pegang akses ini… berarti semua yang tersembunyi bisa terbuka,” gumamnya pelan, hampir untuk diri
Last Updated: 2026-04-03
Chapter: 198 : Administrasi Nol
Hujan turun lagi malam itu. Bukan deras, tapi cukup untuk membuat kaca jendela dipenuhi garis-garis air yang bergerak lambat.Di ruang kerja utama, hanya layar monitor yang menyala. Raka duduk di depan sistem server internal, menelusuri jejak digital yang ditinggalkan oleh akun misterius itu. “Administrator-0 bukan akun biasa,” katanya tanpa menoleh. “Dia tidak muncul di daftar utama. Seperti tertanam di dalam struktur paling awal.”Arkan berdiri di belakangnya.“Backdoor?”“Lebih tua dari itu,” jawab Raka pelan. “Ini seperti fondasi sistem. Dibuat sebelum protokol keamanan generasi sekarang.”Clarisa bersandar di meja, memeluk dirinya sendiri.“Berarti ini dibuat saat ayah-ayah kita masih aktif.”Pak Surya tidak menyangkal.Ia hanya menatap layar dengan tatapan berat.“Aku tidak pernah menyetujui akun semacam itu.”Arkan menjawab tenang, “Mungkin bukan Ayah yang membuatnya.”Raka memperbesar satu log lama. Tanggalnya dua puluh lima tahun lalu.Nama pengunggah awal HZN-Core“Horizon C
Last Updated: 2026-04-03
Aku Mati di Pernikahanku

Aku Mati di Pernikahanku

Braelyn Wilson mati di hari pernikahannya sendiri diracun oleh tunangan dan sahabat yang paling ia percaya. Namun saat terbangun kembali tiga tahun sebelum tragedi itu terjadi, ia memutuskan untuk membalas semuanya. Kali ini, Braelyn tidak akan menjadi korban. Di tengah rencana balas dendamnya, muncul Eryx Caspian pria misterius yang seolah mengetahui masa depan yang sama dengannya. Semakin dekat dengannya, semakin banyak rahasia kelam terungkap—termasuk kebenaran tentang kematiannya sendiri.
Read
Chapter: Bayangan di Ujung Utara
"Siklus kedua..." bisik Braelyn lirih, matanya menatap nanar barisan teks merah terang yang terus berkedip di layar panel darurat yang hancur itu.Cahaya merah dari layar tersebut memantul di genangan air lantai beton, menciptakan garis-garis darah imitasi yang membentang ke arah tangga cahaya matahari pagi. Udara di dalam lorong pemeliharaan mendadak terasa jauh lebih dingin, seolah-olah seluruh sisa panas dari ledakan reaktor kereta sebelumnya tersedot habis oleh sistem darurat baru yang baru saja terbangun.Eryx perlahan bangkit dengan bertumpu pada lututnya, tangan kanannya meraba sisa-sisa sirkuit di bawah kulit lengannya yang masih memercikkan bunga api kecil. "Mesin itu bukan yang terakhir. Thomas Vance atau siapa pun faksi di baliknya sudah menyiapkan cadangan sebelum kereta utama kita hancurkan.""Bukan cuma cadangan, Eryx," suara Kael tiba-tiba memecah keheningan sambungan pelantang teli
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Gema di Lorong Bawah
"Lucien..." desis Braelyn, giginya berkatup rapat menahan getaran aneh yang merayap di sepanjang tulang belakangnya. Suara sintetis itu bukan sekadar rekaman; frekuensinya beresonansi langsung dengan sisa-sisa sirkuit emas di bawah kulit telapak tangannya yang melepuh.Sosok tinggi besar itu keluar sepenuhnya dari bayangan pipa air. Itu bukan manusia, melainkan sebuah rangka mekanis seukuran dua meter yang dilapisi kulit sintetis setengah meleleh, memperlihatkan kerangka baja hitam berkarat di bagian rusuk kirinya. Di tengah dadanya tertanam sebuah prisma safir ungu imitasi yang berdenyut lemah, memancarkan cahaya biru pucat yang menerangi dinding beton berlumut di sekeliling mereka."Dia bukan Lucien yang asli," potong Eryx cepat, otot-otot di lengan kokohnya menegang siap menerjang. Suara baritonnya terdengar rendah dan tajam di dalam ruang sempit itu. "Itu hanya cangkang memori otomatis yang diprogram buat menjaga brankas
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Lensa di Balik Cermin
"Jangan hancurkan unit itu secara fisik, Wilson! Sensor mereka terhubung langsung ke jaringan pusat Ardent!" teriak Kael melalui pelantang telinga yang berdesik keras.Braelyn menahan kepalan tangan kanannya yang sudah berada satu sentimeter di depan lensa robot pengintai pertama. Jari-jarinya bergetar hebat menahan dorongan amarah yang mendidih di dada. Sepasang mata otonom berwajah cermin itu memantulkan bayangan wajahnya yang berlumuran jelaga."Kalau nggak dihancurkan, mereka bakal nembak kita pakai proyektil laser penembus dinding!" balas Braelyn setengah berteriak.Eryx melangkah cepat mendekati robot di sisi kiri, mengabaikan luka robek di bahunya. Tangannya bergerak lincah merobek panel penutup dada robot pengintai tersebut menggunakan kuku jarinya. Percikan api pendek menyembur keluar dari sirkuit internal yang terpapar udara bebas."Pegang kabel data utama di
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Anomali Sektor Tujuh
"Keluar dari gerbong ini sekarang sebelum pintu daruratnya mengunci otomatis permanen!" teriak Kael melalui pelantang telinga dengan suara berkerincing kasar.Braelyn bangkit sambil membimbing Eryx melangkah melewati reruntuhan kabel reaktor yang masih berasap tipis. Udara pagi Distrik 4 menyergap paru-paru mereka begitu engsel pintu samping gerbong didorong terbuka lebar. Sepatu mereka menginjak beton peron Stasiun Pusat yang basah oleh sisa embun subuh."Kael, lu di mana sekarang?" tanya Braelyn menyipitkan mata menatap deretan pilar beton stasiun yang sunyi senyap."Gue di ruang kontrol utama jalur rel bawah," jawab Kael terengah-engah dari ujung sambungan. "Sistem The Archivist sudah total shutdown, tapi unit keamanan otonom stasiun baru saja mengaktifkan protokol pembersihan darurat sektor tujuh."Eryx mendengus pendek sambil menyeka pelipisnya yang berdarah dengan lengan jaket denim yang compang-camping. "Mereka belum menyerah meskipun generator utamanya sudah hancur berkeping-k
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Nol
SPARK!!!!!!!!!Tusukan batangan besi Braelyn menghancurkan sirkuit pengunci otomatis. Pintu geser baja itu membanting menutup dengan bunyi dentang yang memekakkan telinga, menjepit tameng salah satu agen hingga terbelah dan mengunci sisa pasukan The Archivist di bordes luar yang berangin kencang.Braelyn terengah-engah, punggungnya merapat pada dinding dalam gerbong yang bergetar hebat. Di dalam sini, suasananya persis seperti berada di dalam jantung badai siber. Ruangan gerbong logistik ini telah dikosongkan, menyisakan sebuah tabung reaktor silinder raksasa di tengahnya yang memancarkan pendaran cahaya ungu pekat. Cairan safir ungu mendidih di dalam pipa-pipa kaca siber, mendengung dengan frekuensi tinggi yang membuat telinga Braelyn berdenging dan pandangannya berkunang-kunang.[SINKRONISASI GLOBAL: 99% - ENKRIPSI AKHIR SEDANG BERJALAN]Proyeksi angka digital di dinding gerbong berkedip merah darah. Hanya tersisa enam
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Detak di Atas Atap Besi
Udara malam yang dingin menghantam wajah Braelyn seperti hantaman balok es saat tubuhnya melayang di udara bebas. Di bawah sana, puluhan meter dari ketinggian jembatan rel layang, lampu-lampu jalanan Distrik 4 tampak seperti garis-garis cahaya yang buram. Gravitasi terasa seolah sengaja menarik mereka jatuh ke dalam kegelapan aspal.Cengkeraman tangan Eryx yang kokoh menjadi penyelamat tunggal. Tangan kirinya berhasil menyambar anak tangga besi di buritan gerbong terakhir dengan sentakan yang sangat keras hingga terdengar bunyi derit sendi bahunya yang tertekan beban masif. Di saat yang sama, tangan kanannya tetap mengunci jemari Braelyn, menahan tubuh wanita itu agar tidak terlempar masuk ke dalam kolong roda kereta yang berputar beringas."Wilson! Pasang kaki lu di bordes!" teriak Eryx, suaranya nyaris tenggelam oleh gemuruh roda besi yang menghantam rel bawah tanah. Otot-otot lengannya menegang hebat, urat-urat di lehernya menonjol menahan bobot tubuh mereka berdua
Last Updated: 2026-07-22
You may also like
Satu Tahun Jadi Istrimu
Satu Tahun Jadi Istrimu
Romansa · Liani April
35.0K views
The Ex Brother
The Ex Brother
Romansa · Velmoria
34.9K views
Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Romansa · Mita Yoo
34.9K views
Andai Semua Berbeda
Andai Semua Berbeda
Romansa · Ayunina Sharlyn
34.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status