author-banner
qia
qia
Author

Romans de qia

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Pernikahan itu seharusnya menjadi penyelamat keluarganya—bukan penjara barunya. Keira Valen tidak pernah membayangkan akan berdiri di pelaminan dengan Nero Adhitya, pria yang paling ingin ia hindari di dunia. Dingin, jauh, dan menyimpan sesuatu yang tidak pernah bisa ia baca, Nero adalah simbol dari semua luka masa lalu keluarganya. Namun demi menyelamatkan bisnis yang runtuh, Keira dipaksa menikah… dan menyerahkan hidupnya pada pria yang tidak ia percayai. Hidup satu atap dengan Nero rasanya seperti berjalan di atas pecahan kaca. Hening, dingin, tegang, juga penuh rahasia. Hingga Keira merasa tidak tahan lagi dan memilih pergi darinya.
Lire
Chapter: Bab 174 : Serangan Sunyi
Bukan harga yang bergerak duluan pagi itu.Tapi notifikasi. Satu per satu.Vendor logistik utama menunda penandatanganan kontrak lanjutan. Dua bank meminta klarifikasi tambahan atas fasilitas kredit revolving. Seorang klien besar meminta pertemuan mendadak.Tidak ada yang dramatis. Tidak ada yang eksplosif. Tapi semuanya terjadi dalam rentang dua jam. Terlalu rapi untuk disebut kebetulan.Rhea menatap daftar email di tabletnya. “Ini bukan tekanan pasar. Ini tekanan ke operasional.”Armand mengangguk pelan. “Kalau mitra mulai ragu, narasinya bergeser: bukan lagi soal saham, tapi soal keberlanjutan bisnis.”Itu lebih berbahaya. Harga bisa dipulihkan. Kepercayaan mitra lebih sulit.Seeyana berdiri, memandang papan timeline integrasi di dinding.“Mereka tidak menyerang benteng,” katanya pelan.“Mereka memutus jalur suplai.”Pukul 10.20, ia duduk dalam panggilan video dengan klien utama.
Dernière mise à jour: 2026-03-13
Chapter: Bab 173 : Garis Loyalitas
Seeyana tidak menunggu rumor berkembang. Pukul 07.30, ia mengirim undangan rapat mendadak untuk seluruh direksi inti.Subjeknya sederhana.Sinkronisasi StrategisTidak ada yang suka undangan seperti itu.Ruang rapat terasa berbeda pagi itu. Tidak tegang secara terbuka. Tapi ada jarak tipis di antara kursi-kursi yang biasanya terasa dekat.Seeyana berdiri, bukan duduk.“Kita sedang diuji,” katanya langsung. “Bukan hanya strategi. Tapi soliditas.”Tidak ada yang menyela.“Saya dengar ada pendekatan dari luar. Saya tidak butuh nama. Saya butuh kejujuran.”Hening.Beberapa detik terasa lebih panjang dari biasanya. Lalu salah satu direktur operasional berdehem pelan.“Saya dihubungi,” katanya akhirnya. “Lewat konsultan. Tidak formal.”Semua mata beralih padanya.“Apa yang ditawarkan?” tanya Armand.“Pertemuan informal. Diskusi ‘masa depan perusahaan’ kalau terjadi perubahan kepemilikan.”Kalimat yang halus. Tapi maknanya jelas.Seeyana mengangguk pelan.“Dan?”“Saya menolak. Tapi… mereka
Dernière mise à jour: 2026-03-13
Chapter: Bab 172 : Retakan Pertama
Berita itu muncul pukul 06.12.Bukan di media besar.Bukan di headline utama. Hanya satu artikel opini di portal finansial yang cukup kredibel untuk menimbulkan keraguan.“Ekspansi Terlalu Agresif? Risiko Tersembunyi di Balik Akuisisi Terbaru.”Tidak menyebut nama secara gamblang. Tapi semua orang tahu siapa yang dimaksud.Rhea masuk ke ruangan dengan wajah tegang.“Artikel ini disebar masif lewat forum investor sejak subuh.”Armand sudah membuka grafik.Harga turun 3% dalam tiga puluh menit pertama perdagangan.“Timing-nya terlalu rapi,” gumamnya.Seeyana membaca cepat.Argumen dibuat seolah objektif. Target akuisisi dianggap overvalued.Potensi integrasi disebut berisiko.Beban utang masa depan disorot. Tidak ada tuduhan ilegal. Hanya cukup untuk menanamkan keraguan.Taktik klasik.“Ini bukan kebetulan,” kata Rhea. “Du
Dernière mise à jour: 2026-03-12
Chapter: Bab 171 : Harga yang Naik
“Targetnya ini?”Armand memutar layar ke arah Seeyana.Perusahaan logistik regional. Skala menengah. Infrastruktur rapi. Arus kas stabil. Tidak glamor—tapi strategis.“Kalau kita ambil ini,” lanjutnya, “rantai distribusi kita hampir terkunci penuh.”Rhea menambahkan, “Dan narasinya kuat. Kita bukan lagi defensif. Kita ekspansi.”Seeyana tidak langsung menjawab.Ia membaca laporan due diligence singkat yang baru masuk subuh tadi.Utang terkendali. Manajemen terbuka untuk negosiasi. Pemilik lama ingin exit sebagian.Terlalu pas? Atau memang waktunya tepat?Siang itu, pertemuan informal dengan dua pemegang saham minoritas berlangsung di lounge kantor.Tidak ada presentasi megah. Hanya diskusi.“Saya dengar ada minat dari luar,” kata salah satu dari mereka hati-hati.“Minat selalu ada kalau harga naik,” jawab Seeyana tenang.“Dan kalau tawarannya menarik?”“Perta
Dernière mise à jour: 2026-03-12
Chapter: Bab 170 : Titik Tekan
Rapat dewan dimulai lima belas menit lebih cepat dari jadwal.Itu jarang terjadi.Biasanya semua berjalan presisi. Tenang. Terkontrol.Hari ini tidak.“Valuasi kita naik terlalu cepat,” kata salah satu komisaris independen. “Pasar menyukai momentum, tapi volatilitas meningkat.”“Volatilitas bisa kita kelola,” jawab Seeyana.“Bukan itu saja,” lanjutnya. “Ada dua pemegang saham minoritas yang menanyakan kemungkinan ‘strategic exit’ jika ada tawaran premium.”Istilah yang sopan.Maksudnya jelas.Jual.Armand menoleh pelan ke arah Seeyana.Inilah yang diperingatkan Raka.Tekanan tidak selalu datang dari luar.Sore itu, Rhea masuk dengan wajah yang lebih serius dari biasanya.“Grup Singapura tidak menambah posisi,” katanya.“Tapi?”“Mereka mengirim utusan ke salah satu minoritas kita.”Ruangan terasa lebih dingin.“Langsung?” ta
Dernière mise à jour: 2026-03-11
Chapter: Bab 169 : Langkah Sunyi
Tidak ada pengumuman. Tidak ada kepanikan. Yang berubah hanya satu hal adalah volume pembelian meningkat 0,8% dalam dua hari. Kecil. Tapi terlalu konsisten untuk disebut kebetulan. “Nominee ini pakai kustodian berbeda,” lapor Rhea sambil menampilkan bagan kepemilikan. “Tapi aliran dananya mirip.” Armand menyipitkan mata. “Layering?” “Diduga.” Seeyana tidak langsung bicara. Ia hanya memperbesar timeline transaksi. Pola pembelian muncul setiap kali harga turun tipis. Disiplin. Terencana. “Seseorang sabar,” katanya pelan. Pukul 22.14, panggilan masuk. Raka. “Sudah lihat struktur nominee-nya?” tanyanya tanpa basa-basi. “Sudah.” “Itu bukan gaya mereka yang biasanya.” “Artinya?” “Mereka sedang menguji respons Anda.” Seeyana berjalan pelan
Dernière mise à jour: 2026-03-10
Rahasia Istri Yang Disakiti

Rahasia Istri Yang Disakiti

Seeyana Amaranth sangat yakin, cinta bisa menahan segala badai. Ia berusaha menjadi istri yang sabar, meski Ravent—suaminya— mulai berubah dan mulai pengabaian itu terus menyakiti hatinya. Rumah yang dulu hangat berubah jadi penjara sunyi yang membuatnya merasa begitu kesepian, bahkan saat pria itu ada di depannya. Seeyana berusaha bertahan melewati badai pertengkaran. Namun, semakin ia diam, semakin banyak yang ingin menjatuhkannya—termasuk mereka yang seharusnya menjadi keluarganya sendiri. “Apa perlu mempertahankan rumah tangga yang hanya kamu perjuangkan seorang diri?”.
Lire
Chapter: Bab 174 : Yang Tidak Terlihat
“Berhenti.”Suara Clarisa sendiri membuat Arkan menekan rem mendadak. Mobil berhenti dengan decitan tajam di tengah jalan sepi menuju kawasan industri barat.Arkan menoleh cepat. “Apa?”Clarisa menatap layar tablet di tangannya.Rekaman terakhir yang mereka tonton tadi yang menunjukkan gudang dan sandera—ia putar ulang dalam kecepatan lambat.“Ini,” bisiknya.Arkan mendekat.Di sudut layar, tepat sebelum video terputus, ada pantulan kecil di permukaan logam.Siluet.Bukan satu orang.Dua.Salah satunya memiliki postur dan potongan rambut yang sangat familiar.Jantung Clarisa berdetak lebih keras, “Itu bukan bibi,” katanya pelan.Arkan mengangguk. “Aku tahu.”“Tapi itu juga bukan direktur.”Arkan menatap lebih tajam.Clarisa memperbesar gambar.Wajah di kursi itu memang buram. Tapi garis rahangnya. Bentuk hidungnya.Terlalu
Dernière mise à jour: 2026-03-13
Chapter: Bab 173 : Pilihan Salah
Jam digital di layar ruang kerja menunjukkan 52:13.Waktu terus berjalan.Clarisa berdiri di depan meja kerja Arkan, membuka laci rahasia yang selama ini hanya ia lihat sekali. Tangannya bergerak cepat, tapi pikirannya jauh lebih cepat.“Kita tidak tahu lokasi asli bibi,” katanya tanpa menoleh. “Tapi kita tahu pola mereka.”Arkan berdiri di belakangnya, memantau layar tablet yang menampilkan pergerakan timnya. “Mereka ingin aku datang sendiri. Itu berarti sandera utama bukan direktur itu.”“Direktur hanya distraksi,” balas Clarisa. “Emosi kita diarahkan ke dua titik. Gudang pelabuhan dan rumah.”Arkan mengangguk tipis.“Kalau aku Raka,” lanjut Clarisa pelan, “aku akan memastikan kita memilih yang salah.”Sunyi sesaat.Lalu Arkan bertanya, “Menurutmu mana yang salah?”Clarisa menutup laci, menatapnya.“Pelabuhan.”Arkan terdiam.“Kenapa?”“Karena terlalu jelas
Dernière mise à jour: 2026-03-13
Chapter: Bab 172 : Tahap Dua
Ponsel Arkan berdering tepat ketika mereka turun dari mobil.Nama yang muncul di layar membuat rahangnya menegang.Rumah.Arkan langsung mengangkatnya. “Ya.”Suara di seberang terdengar panik. “Tuan… sistem keamanan rumah utama baru saja offline. Lima menit lalu. Kami tidak bisa mengakses CCTV.”Darah Clarisa seakan surut dari wajahnya.“Siapa yang bertugas?” tanya Arkan tajam.“Semua penjaga masih di pos, tapi jaringan seperti diputus dari dalam.”Diputus dari dalam.Arkan menutup telepon tanpa menjawab lebih lanjut.“Rumah?” tanya Clarisa pelan, walau ia sudah tahu jawabannya.Arkan mengangguk. “Tahap dua.”Tanpa membuang waktu, mereka kembali masuk ke mobil.Sepanjang perjalanan, tidak ada suara selain deru mesin dan napas yang ditahan.Clarisa menatap jalan di depan, pikirannya bekerja cepat.“Kalau mereka memutus dari dalam, berarti ada orang ki
Dernière mise à jour: 2026-03-12
Chapter: Bab 171 : Terlambat Sadar
“Duduk.”Suara Raka tidak keras, tapi cukup untuk membuat mantan direktur itu kembali terduduk dengan tangan gemetar.Clarisa tidak bergerak.Tatapannya justru tertuju ke luar jendela.Dua pria keluar dari mobil hitam dan berdiri di sisi kendaraan Arkan. Sikap mereka santai—terlalu santai untuk sekadar kebetulan.Ponsel di tasnya bergetar sekali.Sinyal pendek.Kode.Arkan masih mengendalikan situasi.Sedikit.“Kamu membawa suamimu ke dalam wilayah yang salah,” ujar Raka pelan, lalu duduk di kursi yang tadi ditempati direktur itu. Seolah posisi kekuasaan berpindah begitu saja.Clarisa akhirnya kembali duduk. “Wilayah siapa? Bukankah ini tempat umum?”Raka tersenyum tipis. “Tidak ada yang benar-benar umum di kota ini.”Ia menggeser flashdisk di atas meja dengan satu jari. “Kamu benar-benar percaya pria tua ini berniat membantumu?”Mantan direktur itu menelan l
Dernière mise à jour: 2026-03-12
Chapter: Bab 169 : Teror Bayangan
Brak!Pintu ruang kerja itu tertutup keras.Clarisa tersentak, bukan karena suara itu melainkan karena cara Arkan berdiri membelakanginya setelah panggilan tadi terputus. Bahunya kaku. Tangannya masih menggenggam ponsel terlalu erat.“Dia mau apa?” Clarisa akhirnya memecah sunyi.Arkan tidak langsung menjawab. Ia berjalan kembali ke meja, menekan tombol interkom. “Surya, batalkan semua jadwal malam ini. Dan minta tim keamanan cek rekaman CCTV kantor. Sekarang.”Nada suaranya datar, tapi justru itu yang membuat suasana terasa lebih mencekam.Clarisa melangkah mendekat. “Arkan.”Pria itu menoleh perlahan. Tatapannya tajam, penuh perhitungan. “Dia mengklaim punya salinan dokumen dari brankas pribadiku.”Dada Clarisa mengencang. “Itu tidak mungkin. Akses ke brankas itu—”“Hanya aku dan kamu,” potong Arkan.Kalimat itu menggantung di udara seperti tuduhan tak terucap.Clarisa membeku sepers
Dernière mise à jour: 2026-03-11
Chapter: Bab 167 : Jejak yang Diintai
Seeyana menutup pintu mobil dengan hati-hati, menatap ke sekeliling jalan yang sepi. Setiap suara deru kendaraan jauh, gemericik ranting pohon yang tertiup angin terasa lebih keras dari biasanya. Nalurinya berteriak, memberi tahu bahwa malam ini bukan sekadar malam biasa.Arlan duduk di sampingnya, tangan tetap menggenggam setir dengan tegang, matanya sesekali melirik ke spion. “Mereka pasti mengikuti,” katanya, tanpa perlu menatap Seeyana. Suaranya berat, penuh kepastian.Seeyana menghela napas, mencoba menenangkan diri, tapi jantungnya berdetak cepat. Ia menundukkan kepala, memeluk tasnya. “Kita harus kemana dulu?” tanyanya pelan.Arlan menggeser mobil pelan, menyalakan lampu jauh, dan menatap jalan yang gelap. “Ke tempat aman. Ada orang yang bisa kita percayai… tapi kita harus cepat. Sekalipun mereka tidak tahu persis, mereka sudah bergerak lebih cepat dari yang kita duga.”Setiap belokan, setiap lampu jalan yang menyala samar di malam hari mem
Dernière mise à jour: 2026-03-11
Vous vous intéresseriez aussi à
Baby Triplets Milik Om Tampan
Baby Triplets Milik Om Tampan
Romansa · Te Anastasia
176.0K Vues
ISTRI KEDUA TUAN CEO
ISTRI KEDUA TUAN CEO
Romansa · VIGIANI NURIKE
175.3K Vues
Suamiku Mualaf Kaya Raya
Suamiku Mualaf Kaya Raya
Romansa · Rira Faradina
174.6K Vues
Bukan Calon Kakak Ipar
Bukan Calon Kakak Ipar
Romansa · Bai_Nara
174.1K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status