แชร์

Bab 201

ผู้เขียน: Liazta
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-27 22:41:39

Membayangkan sosok Xavier yang tinggi tegap, dominan, dan bertubuh kekar itu berada di atas ranjang bersamanya... Liora mendadak ingin melarikan diri dan bersembunyi di dalam sumur tua belakang rumah saja!

Selain rasa takut yang kekanak-kanakan itu, ada hal lain yang membuat dadanya sesak. Liora mengerucutkan bibirnya tebal-tebal, menatap Xavier dengan pendar mata yang mendadak berubah menjadi sengit.

Bagaimana mungkin pria ini memutuskan tanggal pernikahan secara sepihak dengan Martin tanpa me
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 201

    Membayangkan sosok Xavier yang tinggi tegap, dominan, dan bertubuh kekar itu berada di atas ranjang bersamanya... Liora mendadak ingin melarikan diri dan bersembunyi di dalam sumur tua belakang rumah saja!Selain rasa takut yang kekanak-kanakan itu, ada hal lain yang membuat dadanya sesak. Liora mengerucutkan bibirnya tebal-tebal, menatap Xavier dengan pendar mata yang mendadak berubah menjadi sengit.Bagaimana mungkin pria ini memutuskan tanggal pernikahan secara sepihak dengan Martin tanpa meminta pendapatnya terlebih dahulu?! Apa dia pikir Liora ini hanya barang pajangan yang tinggal diangkut?!"Xavier! Kenapa kamu memutuskan sendiri tanpa bertanya padaku?!" protes Liora akhirnya, memberanikan diri menepis pelan tangan Xavier dari pipinya. "Memangnya yang mau menikah itu cuma kamu dan Papi?! Aku ini pengantin wanitanya! Kenapa aku sama sekali tidak diajak diskusi, hah?!"Xavier terpaku sejenak melihat naga kecilnya mendadak menyemburkan api. Bukannya marah, bibir pria itu justru me

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 200

    Melihat ekspresi cemberut Liora yang terlipat manis dengan bibir dikerucutkan, Xavier tak sanggup lagi menahan tawanya. Pria yang biasanya ditakuti di dunia bisnis itu kini tertawa renyah. Ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Liora, lalu mengangkat tubuh mungil gadis itu tanpa peringatan hingga kakinya mengayun di udara."Xavier! Turunkan!" jerit Liora kaget, refleks memeluk leher tegap Xavier."Tidak mau," goda Xavier gemas, mengecup pipi Liora yang merah merona. "Sebelum pemilik 'harta karun sumur' ini berjanji tidak akan bertingkah aneh-aneh lagi.""Jangan cium, banyak orang, aku malu!" Liora langsung memukul dada Xavier dengan wajah yang kian memerah. "Lagi pula aku tidak bertingkah aneh! Itu namanya taktik penyamaran aset secara low profile!" sahut Liora tidak mau kalah, menatap Xavier dengan mata bulatnya yang berbinar polos.Bibi Nina yang memperhatikan dari teras belakang menggeleng-gelengkan kepala seraya tertawa geli. "Sudah, Liora... nurut saja sama calon suamimu. Bi

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 199

    Proses pengiriman puluhan kilogram emas murni itu berjalan sangat ketat. Armada pengawalan berasuransi yang dipesan Liora mengantar barang bernilai fantastis itu langsung ke alamat rumah Bibi Nina. Xavier yang masih belum hilang rasa paniknya ikut mengawal dari belakang bersama jajaran pengawal pribadinya.Setibanya di rumah, para petugas pengawal meletakkan kotak-kotak baja berisi emas batangan tersebut di ruang tamu. Manajer pengiriman menghela napas lega setelah Liora menandatangani berkas serah terima."Nona Liora, barang sudah diserahterimakan dengan aman," ujar salah satu pengawal berasuransi dengan sopan sebelum akhirnya pamit mundur.Begitu para pengawal pergi, Xavier langsung berdiri mengawasi kotak-kotak baja bernilai puluhan miliar itu dengan dahi berkerut tajam.Liora menyunggingkan senyum polosnya, lalu melambaikan tangan mengajak Xavier dan Bibi Nina mengikutinya ke halaman belakang rumah. Di sana terdapat sebuah sumur tua yang sudah tidak terpakai, lengkap dengan timba

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 198

    Pagi itu, Liora melangkah dengan penuh semangat membelah area pusat perbelanjaan mewah. Di sampingnya, Bibi Nina berjalan dengan langkah agak ragu. Wajah wanita paruh baya itu tampak pucat pasi, matanya sibuk melirik ke kanan dan ke kiri melihat jajaran pengawal yang bertugas di depan butik perhiasan dan emas batangan ternama di mal tersebut."Liora... kamu beneran mau beli emas sebanyak itu hari ini?" bisik Bibi Nina bergetar, meremas tali tasnya erat-erat. "Bibi mendadak jantungan. Uang yang kamu bawa ini tidak main-main. Kalau ada perampok atau orang jahat bagaimana?"Liora justru menoleh dan menyunggingkan senyum polos yang amat manis. "Tenang saja, Bi. Aku sudah memperhitungkan semuanya kok."Namun, rasa cemas Bibi Nina sudah mencapai puncaknya. Secara sembunyi-sembunyi saat Liora memandangi etalase kaca, Bibi Nina merogoh ponselnya dan mengirimkan pesan singkat pada Xavier.Tuan Xavier, tolong! Liora nekad mau beli emas dalam jumlah sangat besar hari ini di butik utama. Saya san

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 197

    Suasana di ruang kerja pribadi Martin terasa begitu menyesakkan. Di atas meja kerjanya, setumpuk dokumen, laporan keuangan, dan berita-berita miring tentang skandal di restoran malam itu berserakan tanpa arah. Wajah Martin tampak kuyu, matanya cekung, dan rambutnya yang sudah mulai beruban terlihat berantakan. Hidupnya benar-benar hancur dalam sekejap.Brak!Pintu kayu jati berukuran besar itu terbuka tanpa diketuk.Martin terlonjak kaget dari kursi kebesarannya. Napasnya tercekat manakala melihat sosok pria dengan setelan jas hitam rapi melangkah masuk dengan aura dominan yang langsung mencengkeram seisi ruangan. Xavier Dominic.Tanpa dipersilakan, Xavier langsung menarik kursi di hadapan meja Martin dan mendudukkan diri dengan angkuh. Pria itu menyilangkan kaki, menatap Martin dengan manik mata elang yang dingin setajam silet."Kamu..." suara Martin tercekat di tenggorokan. "Xavier, ada urusan apa kamu menerobos masuk ke ruanganku?!"Martin memandang calon menantunya itu dengan kesa

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 195

    Liora menatap Bibi Nina dengan pendar mata mengagumi. "Bibi... kok pintar sekali, sih?"Bibi Nina terkekeh halus. "Bibi memang tidak pernah duduk di bangku sekolah , apalagi kuliah tinggi seperti kamu, Liora. Tapi pengalaman hidup itu juga sebuah sekolah."Liora menyunggingkan senyum tulus. "Berarti selama ini Bibi sudah memikirkan semua hal ini untukku?""Tidak semuanya...""Terus?""Bibi cuma tahu satu prinsip dasar.""Apa itu, Bi?""Uang yang sangat banyak, kalau tidak dijaga dengan akal sehat, bisa habis lebih cepat daripada yang kamu bayangkan."Senyum manis Liora perlahan surut, berganti dengan raut kepahaman yang mendalam. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia menyadari secara utuh bahwa memiliki kekayaan berlimpah bukanlah tentang kebebasan membeli apa saja yang diinginkan. Justru semakin besar harta yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab moril untuk menjaga dan mengelolanya dengan bijak."Jadi..." Liora kembali menatap layar ponselnya dengan sudut pandang baru. "Aku

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 48

    ​Liora melangkah kembali ke ruang makan dengan penampilan yang jauh lebih segar. Gaun berpotongan anggun pemberian Dion semalam kini melekat pas di tubuhnya. Liora sengaja memakainya pagi ini bukan karena ia mendadak menyayangi kakaknya, melainkan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian Dion yang

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 35

    Seketika itu juga, hawa di dalam mobil mendadak turun drastis menjadi sedingin es.Xavier melirik spion tengah dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk. "Jika kau tertawa sekali lagi, bonus tahunanmu akan aku potong habis!"Satu kalimat ancaman itu meluncur dengan nada sangat datar, namun efeknya

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 23

    Pagi-pagi sekali Liora sudah bangun.Langit bahkan masih sedikit gelap ketika gadis itu membuka mata.Kebiasaan itu sudah melekat sejak lama. Sejak tinggal di desa bersama Bibi Nina. Dan semakin tertanam ketika ia berada di dalam tahanan.Di sana— terlambat bangun satu menit saja bisa menjadi masal

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 20

    Liora melangkah masuk ke dalam rumah dengan tenang.Suasana mansion itu sangat sunyi.Terlalu sunyi.Ia membuka pintu perlahan sambil melepas heels yang sejak tadi membuat kakinya tidak nyaman.Namun—Brak!Sebuah asbak rokok melayang cepat ke arahnya.Liora bahkan belum sempat bereaksi.Seseorang

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status