Share

Bab 200

Author: Liazta
last update publish date: 2026-08-27 22:41:05

Melihat ekspresi cemberut Liora yang terlipat manis dengan bibir dikerucutkan, Xavier tak sanggup lagi menahan tawanya. Pria yang biasanya ditakuti di dunia bisnis itu kini tertawa renyah. Ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Liora, lalu mengangkat tubuh mungil gadis itu tanpa peringatan hingga kakinya mengayun di udara.

"Xavier! Turunkan!" jerit Liora kaget, refleks memeluk leher tegap Xavier.

"Tidak mau," goda Xavier gemas, mengecup pipi Liora yang merah merona. "Sebelum pemilik 'harta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 219

    Kehadiran Xavier di dalam mobil jemputan itu jelas menabrak aturan adat dan tradisi pernikahan. Secara tata cara yang umum, sebelum prosesi ijab kabul dan akad nikah diresmikan, pengantin pria dan pengantin wanita seharusnya berada di kendaraan terpisah. Mereka baru diperbolehkan bertemu secara resmi setelah kata sah berkumandang di hadapan penghulu.Namun, aturan standar mana yang sanggup mengikat seorang Xavier Dominic? Pria berkuasa yang terkenal keras kepala dan selalu memegang kendali penuh itu sama sekali tidak peduli pada tradisi kaku jika hal itu menyangkut calon istri kecilnya.Ketika pintu mobil sedan mewah itu dibukakan oleh John, Liora seketika mematung di pekarangan rumah. Matanya melotot bulat melihat sosok tegap nan rupawan duduk santai di kursi penumpang belakang seraya menatapnya penuh binar pemujaan.Beberapa hari tidak bertemu dengan pria pujaan hatinya karena kesibukan persiapan pernikahan tentu saja menyemaikan rasa rindu yang teramat dalam di dada Liora. Dan kini

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 218

    Begitu pintu kamar terbuka, langkah Liora terhenti. Di ruang tamu yang luas, Martin, Leon, dan Deon sudah berdiri menunggunya. Ketiga pria bertubuh tegap dalam balutan jas resmi itu seketika mematung saat menatap Liora yang melangkah keluar.Martin memandang putri bungsunya dengan mata yang perlahan berkaca-kaca. Dada pria paruh baya itu terasa sesak luar biasa, bagaikan dihantam batu besar. Rasa bersalah yang teramat dalam mencengkeram jantungnya tanpa ampun. Ia merasa menjadi sosok ayah yang sangat buruk dan tidak berguna—bahkan ia tega mendorong putrinya yang baru berusia sembilan belas tahun ke dalam sebuah pernikahan di usia yang sangat muda.Namun, melihat kebahagiaan Liora sekarang serta ketulusan Xavier yang begitu luar biasa mencintai adiknya, ada sedikit rasa lega yang menyusup di hati Martin. Kendati demikian, penderitaan yang pernah ia goreskan pada Liora tak akan pernah bisa terhapus begitu saja."Liora... maafkan Papi, Nak..." Martin tak kuasa lagi menahan air matanya. A

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 217

    Tepat pukul lima pagi, seorang wanita, perias pengantin ternama sudah tiba di rumah Bibi Nina. Namun, sang calon pengantin tampaknya masih enggan berpisah dengan mimpi indahnya."Liora... MUA-nya sudah datang, Ayo bangun, Nak," panggil Bibi Nina seraya mengguncang pelan bahu Liora."Bibi... aku masih sangat mengantuk..." gumam Liora tanpa membuka mata. Bukannya duduk, ia justru menarik selimutnya makin tinggi hingga menutupi seluruh kepala."Liora, hari ini hari pernikahanmu dengan Xavier! Ayo cepat bersiap, nanti waktunya tidak keburu!"Kata Xavier dan pernikahan seketika menyengat kesadaran Liora. Matanya langsung terbuka lebar, menatap Bibi Nina dengan napas tertahan."Eh? Iya, Bibi! Aku mandi sekarang!" Liora mendadak terperanjat dan buru-buru meloncat dari tempat tidur."Liora, mandinya sebentar saja, ya! Ingat, punggung tangan dan kaki jangan digosok terlalu keras, nanti ukiran hennanya hilang!" wanti-wanti Bibi Nina setengah berteriak dari luar."Iya, Bibi!"Liora melangkah mas

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 216

    Liora merasakan jantungnya berdebar kencang tanpa henti. Malam ini, di malam terakhir sebelum statusnya berubah menjadi seorang istri, ia memilih untuk tidur bersama Bibi Nina."Bibi... aku gugup sekali," bisik Liora pelan, merapatkan selimut ke dadanya.Bibi Nina tersenyum hangat, lalu mengusap lembut rambut halus Liora. "Wajar, Sayang. Semua calon pengantin pasti merasakan hal yang sama.""Bibi... sebenarnya jadi seorang istri itu seperti apa, sih? Apa yang harus aku lakukan nanti setelah menikah?" tanya Liora polos.Bibi Nina menatap wajah cantik di sampingnya. Usia Liora baru sembilan belas tahun. Sangat wajar jika gadis ini belum sepenuhnya paham tentang seluk-beluk kehidupan berumah tangga, apalagi selama ini Bibi Nina sangat menjaga dan membimbingnya dengan ketat."Bibi, jadi istri itu ribet tidak, sih?" lanjut Liora penasaran.Bibi Nina terkekeh pelan. "Semuanya tergantung sama pasangan kita, Liora. Sebagian suami menjadikan istrinya ratu, tapi sebagian lagi... malah menjadika

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 215

    Wajah Cynthia tampak sangat bahagia setelah mendapatkan telepon dari orang suruhannya. Binar kejahatan terpancar jelas dari matanya yang dipenuhi dendam."Apa katanya?!" desak Leli dengan wajah sangat serius. Wanita paruh baya itu sudah tidak sabar menunggu laporan dari orang yang diperintahkan oleh putrinya."Dia berhasil, Mami!" pekik Cynthia dengan tawa puas yang melengking. "Besok kita harus datang cepat-cepat ke acara pernikahan Liora. Aku sangat ingin melihat seperti apa wajah hancur si anak pembawa sial itu! Atau jangan-jangan... Liora malah tidak berani datang sama sekali? Dan pada akhirnya, demi menghilangkan rasa malu serta mempertahankan harga diri keluarga Dominic, Xavier sibuk mencari pengantin wanita pengganti! Dan saat itulah... aku yang akan maju menjadi pengantinnya!" ujar Cynthia dengan penuh percaya diri tanpa tahu diri.Leli mengangguk-angguk gembira, matanya berbinar penuh semangat. "Kalau begitu kamu harus mempersiapkan semuanya dari sekarang! Kamu harus berdanda

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 214

    Kabar yang ditunggu-tunggu Cynthia akhirnya tiba. Lewat sambungan telepon tersembunyi, pria sewaan yang sebenarnya telah diintimidasi oleh orang-orang Xavier itu melaporkan sesuai skenario palsu—bahwa ia telah berhasil mencekoki Liora dengan jus stroberi beracun hingga habis tak tersisa."Bagus! Kerjamu sangat memuaskan!" desis Cynthia dengan nada suara yang bergetar hebat akibat luapan rasa puas yang tak terbendung.Tanpa buang waktu, Cynthia langsung mentransfer sisa uang puluhan juta yang telah dijanjikannya. Cara kerjanya teramat licik dan rapi. Ia tidak menggunakan rekening pribadinya, melainkan memanfaatkan outlet pengiriman uang tunai anonim atas nama orang lain agar tidak meninggalkan jejak digital sedikit pun.Dalam otak piciknya, Cynthia merasa langkahnya sangat sempurna. Pria sewaan itu bahkan tidak pernah tahu siapa nama aslinya, dan transaksi tunai ini tidak akan bisa melacak keberadaannya. Ia merasa benar-benar berada di atas angin, tak tersentuh oleh hukum mana pun."Ma

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 35

    Seketika itu juga, hawa di dalam mobil mendadak turun drastis menjadi sedingin es.Xavier melirik spion tengah dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk. "Jika kau tertawa sekali lagi, bonus tahunanmu akan aku potong habis!"Satu kalimat ancaman itu meluncur dengan nada sangat datar, namun efeknya

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 23

    Pagi-pagi sekali Liora sudah bangun.Langit bahkan masih sedikit gelap ketika gadis itu membuka mata.Kebiasaan itu sudah melekat sejak lama. Sejak tinggal di desa bersama Bibi Nina. Dan semakin tertanam ketika ia berada di dalam tahanan.Di sana— terlambat bangun satu menit saja bisa menjadi masal

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 20

    Liora melangkah masuk ke dalam rumah dengan tenang.Suasana mansion itu sangat sunyi.Terlalu sunyi.Ia membuka pintu perlahan sambil melepas heels yang sejak tadi membuat kakinya tidak nyaman.Namun—Brak!Sebuah asbak rokok melayang cepat ke arahnya.Liora bahkan belum sempat bereaksi.Seseorang

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 14

    Xavier memandang Liora beberapa saat tanpa berbicara.Sorot matanya tenang. Namun tajam. Seolah sedang mencoba membaca isi kepala gadis di depannya.“Jadi,” ucapnya pelan, “apa kau benar-benar siap menjadi istriku?”Xavier bertanya sekali lagi, hanya untuk memastikan.“Iya.”Jawaban Liora singkat.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status