Share

Bab 17

Author: Hibatillah S.
last update Petsa ng paglalathala: 2024-03-23 08:16:22

Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 6x + 2y = 4 dan 5x + 3y = -6 adalah...

Bella memgusak rambutnya dengan frustasi.

"Ya, Ampun ini soal apa ujian hidup sih, beban banget!"

Jika P(x) = 3x4-(m-1)x3+2(n-1)x+6 dan Q (x) = ax4-bx2+6x+c maka nilai dari m+n adalah...

"Apa lagi yang ini. Soalnya aja nggak mudeng apa lagi jawabannya. Huwaaa... Ada nggak sih ujian hidup yang lebih ringan daripada ngerjain soal matematika?"

Sudah satu jam Bella duduk di meja belajar. Tapi lima butir soal itu sama
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 112

    Dua pekan setelah kejadian pertempuran dengan para mafia itupun hari kelulusan di SMA swasta diumumkan. Hari itu Gara, Edo, dan Sabia resmi lulus bersama-sama."Gila! Akhirnya kita lulus juga ya Ra. Padahal kayak baru kemarin aja daftar di sekolah ini," ucap Edo bahagia."Itu perasaanmu aja kali Do," jawab Gara.Meskipun begitu ia juga merasa senang karena berhasil lulus dengan nilai terbaik."Waahhh... Kak Gara, Kak Edo, Kak Sabia tiba-tiba udah lulus aja. Selamat ya Kak," ucap Vano."Iya Kak. Selamat ya. Selamat berpisah setelah ini," imbuh Vanilla."Iya, titip Bella ya kalau aku udah nggak di sekolah ini.""Beres," sabut Vano sambil mengacungkan jempolnya."Selamat lulus untuk semuanya." Bella jadi orang yang paling akhir tiba. Ia membawa tiga buket besar di pelukannya sampai tampak kesusahan sekali saat dibawa."Loh, loh, repot-repot aja sih Bel," kata Edo. Ia langsung mengambil alih dua buket itu sebelum Bella menyerahkan. Memang dimanapun tingkah Edo benar-benar tidak masuk akal

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 111

    "Tiidddakkkk!!! Kembalikan kakiku menjadi normal seperti sempurna. Aku nggak mau jadi cacat seumur hidup!!!"Grep!Sonya menarik kerah dokter yang menanganinya."Buat kakiku normal lagi. Berapapun biayanya aku pasti akan bayar!"Dokter itu terlihat ketakutan."Tapi... ""Tapi apa? Kau dibayar untuk menyembuhkanku kan? Apa lagi yang kau tunggu. Sembuhkan kakiku atau aku akan menghabisimu dan seluruh keluargamu!" Ancam Sonya berang."Tapi ini sudah tidak bisa dipulihkan Nona. Cedera akibat peluru itu begitu fatal. Tulang kering Nona telah hancur dan itu akan menyebabkan Nona cacat seumur hidup," terang dokter itu."Aaarrgggghhh!!! Bukan itu yang ingin aku dengar!!!"Sonya mendorong tubuh dokter itu.Bbrakakk!!!Prraannngggg!!!Dokter itu jatuh menimpa alat-alat medis."Dokter tidak berguna. Untuk apa kau menerima uang dari keluarga Rudolf jika kinerjamu buruk sekali!""Nona, ini sudah di luar kemampuan manusia untuk menyembuhkan Nona. Terlalu mustahil untuk membuat cedera Nona pulih sep

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 110

    Gara dan Edo sedang berada di IGD untuk menerima perawatan medis."Gara!" Tiba-tiba Gara mendengar suara familiar yang menyebut namanya. Gara pun menoleh.Grep!Bella langsung memeluk Gara dengan eratnya."Kok lari-lari sih Bel. Ini rumah sakit loh," ucap Gara memperingatkan istrinya."Nggak perduli. Aku khawatir sama kamu."Gara tersenyum. Ia pun membalas pelukan istrinya. Melihat adegan suami istri yang saling pelukan itu Leo langsung pergi yang tak lama kemudian diikuti Pak Freddy. Padahal sejak tadi ia setia menemani Gara bersama dengan Pak Freddy. Tapi sekarang moodnya mendadak rusak.Rasa cinta itu memang tidak salah. Tapi mencintai istri orang justru benar-benar salah. Leo sadar akan hal itu. Jadi biar bagaimanapun Leo akan tetap mencintai Bella tanpa perlu merusak hubungannya dengan Gara. Leo sepenuhnya percaya yang ditakdirkan untuknya akan menemukan caranya untuk kembali pada Leo."Ra, bisa-bisanya kamu terlibat dalam pertempuran brutal para mafia begini.""Yang penting jang

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 109

    "Edo!" Gara mengguncang tubuh Edo dengan keras. Tapi tetap saja tidak ada respon apapun. Akhirnya Gara menyadari jika Edo tidak sedang bercanda. Ia sepertinya dalam kondisi yang serius. Gara cemas seketika."Bagaimana bocah? Sudah ingin menyerah?" Tanya salah seorang anggota mafia Black Dragon.Satu truk penuh anggota mafia Black Dragon telah datang. Gara benar-benar dalam kondisi kebingungan. Tanpa senjata yang memadai dia pasti akan dikalahkan dengan mudahnya."Kalau memang hari ini menjadi hari kematianku tak mengapa. Tapi sampai kematian itu benar-benar tiba aku menolak untuk menyerah!" Ucap Gara dengan lantang."Kau memang keras kepala seperti yang dikabarkan," ejek orang itu lagi.Gara tak menghiraukan. Ia memilih meraih shotgun yang tadi digunakan Edo, bersiap untuk menghadapi musuh-musuhnya.Semua orang juga bersiap untuk membunuh Gara. Dalam posisi sekarang Gara memang benar-benar terjepit di tengah-tengah musuh. Sementara musuh semakin berdatangan tapi Gara tak satupun mene

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 108

    "Ra, bangun Ra!" Edo menggoyangkan bahu Gara setelah beberapa saat lamanya bocah itu diam saja tak bergerak. Sepertinya Gara sempat pingsan setelah senggolan keras tadi. Beruntungnya ia terlindungi oleh airbag. Kalau tidak mungkin kepalanya bisa saja pecah mengahantam kemudi."Apa kita udah ada di alam baka Do?" Tanya Gara sambil mengusap kepalanya yang pening."Wkwk... Ngelawak kamu Ra?" Edo malah tertawa."Kita masih di dunia, tapi kalau bentar lagi nggak tau deh."Edo berkata demikian karena ia menyadari ada satu mobil lagi yang datang dari arah berlawanan. Dari mobil yang baru saja datang itu keluar orang-orang bertubuh besar dengan menyandang shotgun di tangannya.Gara melirik dari kaca spion. Lalu memeriksa peluru pistolnya yang tinggal dua butir saja."Sial! Ini tidak cukup," kata Gara."Hei, mau kemana?" Tanya Edo menarik lengan baju Gara saat bocah itu akan keluar dari mobil."Menghadapi musuh tentu saja," jawab Gara."Kita bisa mati konyol dengan lawan yang tidak berimbang R

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 107

    Aksi kejar mengejar antara mobil Gara dengan mobil hitam di belakangnya tanpak sengit. Pasalnya saat Gara membawa mobilnya melesat cepat diantara kendaraan-kendaraan lain mobil pengejar itu juga pandai mengikuti aksi Gara."Siapa sih Ra mereka?" Tanya Edo. Ia sudah berpengalaman erat-erat takut kalau-kalau Gara oleng dikit terus menghantam pembatas jalan atau menabrak kendaraan lain."Sepertinya para anak buah papa mertuamu," jawab Gara sebisa mungkin tetap fokus pada jalanan yang padat ini."Aku bahkan belum diakui sebagai menantunya tau, anaknya aku bawa kawin lari," kata Edo.Gara melirik mobil di belakangnya yang semakin dekat jaraknya."Dasar menantu durhaka," ejek Gara.Edo tidak menjawab lagi. Ia takut obrolannya justru membuat konsentrasi Gara pecah.Ttinnnn!!! Tiiiiinnnnnnn!!!Gara menekan klakson tidak sabaran menyuruh mobil-mobil lain menyingkir."Sial! Sial! Minggir!" Gerutu Gara.Di depan Gara justru ada mobil sivel dengan sebuah kertas menempel di bagian kaca belakang. T

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 103

    "Udah?" Tanya Gara begitu Bella kembali ke ruang Kepsek."Udah," jawab Bella singkat."Terus, Bu Anjar mana?""Masih di belakang."Setelah percakapan itu suasana di dalam ruang Pak Kepsek menjadi hening. Mereka menunggu Bu Anjar membawa bukti yang mungkin bisa meringankan beban sanksi Bella dan Gara.Akh

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 102

    SMA swasta pagi ini benar-benar gempar dengan berita pengakuan Gara di acara dance kompetition bahwa laki-laki yang memiliki banyak penggemar itu telah menikah dengan Bella.Kini Gara dan Bella duduk ruang kepala sekolah berhadapan dengan kepala sekolah beserta empat wakilnya."Jadi, tolong jelaskan b

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 101

    "Kamu keren banget hari ini," puji Edo pada istrinya karena perempuan itu berani mengatakan hal sebenarnya di acara dance competition."Eh???" Sabia mendadak jadi blushing. Nggak biasa-biasanya Edo memuji dirinya."Beneran?" Tanya Sabia malu-malu."Bener." Edo berlutut di depan Sabia yang sedang duduk

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 100

    "CUKUP!!!" Teriakan keras itu membungkam mulut semua orang seketika."Gara?" Tanya Sabia yang sejak tadi diam saja di kursi penonton.Gara naik ke atas panggung. Ia berhenti di depan Bella."Ra..." Air mata Bella sudah tumpah. Trofi dan hadian di tangannya terlepas begitu saja. Saat ini hal yang ingin

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status