Share

Bab 62

Author: Hibatillah S.
last update Petsa ng paglalathala: 2024-04-08 21:55:12

Sabia terbangun sembari memegangi kepalanya.

"Ya ampun pusing banget," kata Sabia. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi pada dirinya semalam. Sayangnya yang Sabia ingat terakhir kali hanya bersaing minum wine dengan Bella. Setelahnya ia benar-benar tidak ingat apapun lagi. Berarti ia benar-benar mabuk parah.

"Sialan si Bella. Sampai bikin aku semabuk ini."

Sabia turun dari ranjang. Ia berniat ke toilet untuk membasuh wajahnya. Namun di tengah jalan langkahnya terhenti karena melihat sese
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 132

    Setelah satu minggu lebih terus menerus tak sadarkan diri hari ini pukul tujuh pagi tepat, saat hujan mengguyur bumi Leo membuka matanya. Laki-laki pemilik wajah baby face itu terbengong untuk beberapa saat lamanya. Ia telah sadar dari tidur panjang yang mengkhawatirkan nyawanya lunas. "A-aku..." Suara Leo begitu lemah. Tapi meskipun lemah suara mampu di dengar oleh Lina. Melihat Leo yang sudah sadarkan diri wanita itu tersenyum. Wajahnya begitu sumringah seolah tak bisa membendung perasaan bahagianya. Lina segera memanggil Dokter Sean untuk mengecek kondisi Leo. "Sudah kubilang sama Dokter bahwa anak ini akan siuman kembali. Dia terlihat kuat dengan cidera seperti itu mana mungkin ia akan berakhir tanpa pernah membuka matanya lagi," celoteh Lina panjang begitu Dokter Sean masuk ke ruangan Leo. Dokter itu hanya menanggapi dengan senyuman sekilas saja. Ia segera mengecek tanda-tanda vital Leo, mulai dari suhu tubuh, detak jantung, tekanan

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 131

    Gara baru saja keluar dari lift. Ia berjalan gontai menuju pintu apartemennya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kedatangannya ke apartemen ini tidak lagi membuatnya bersemangat. Pikiran Gara penuh dengan masalah-masalah yang rasanya hampir membuat kepalanya meledak."Huuuffftttt..." Berkali-kali Gara menghembuskan nafas panjang.Ceklek!Gara memutar kenop pintu. Ia masuk ke apartemen dan langsung menuju ke arah balkon. Laki-laki itu membuka jendela sedikit agar udara bisa masuk. Namun Gara tak sengaja mendengar obrolan serius Leticia dengan seseorang melalui telepon. Gadis itu sedang berada di balkon apartemennya yang memang bersebelahan dengan balkon apartemen Gara."Sudah kulakukan dengan baik Sonya. Yah, sepertinya aku mendapatkan keberuntungan. Karena hanya dengan salah paham sedikit saja mereka jadi bertengkar hebat hahahaha..."Gara menajamkan pendengarannya."Sonya? Maksudnya Sonya Rudolf?" Tanya Gara bermonolog di dal

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 130

    Gara masuk ke salah satu toko bunga terbesar di kota ini."Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang karyawan toko bunga bergigi gingsul itu dengan senyuman ramah."Berikan aku bunga anyelir merah muda dengan kualitas terbaik untuk sutu buket yang besar," perintah Gara."Baik Kak. Mohon ditunggu ya. Pesanan Kakak akan segera kami siapkan. Apakah Kakaknya mau menulis pesan khusus?" Tanya pegawai tersebut.Gara menggeleng."Tidak usah," tolak Gara."Baik, terimakasih Kakak. Ditunggu ya."Gara mengangguk. Sambil menunggu bunga pesanannya disiapkan dia mengambil gawainya. Gara mencari nomor telepon Bella untuk di telepon.Beberapa saat kemudian jelas terdengar kalau panggilan Gara berdering tapi Bella tak mau mengangkat. Sampai sini Gara paham bahwa Bella masih marah padanya."Kakak, ini bunga pesanan Kakak. Totalnya delapan ratus ribu. Pembayaran mau cash atau..."Sebelum pegawai it

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 129

    Ting Tong! Gara berdiri di sebuah pintu apartemen. Sang pemilik apartemen yang tadi sibuk bergurau dengan istrinya bangkit dari sofa untuk membukakan pintu. "Yank, Gara dah dateng keknya. Aku bukain pintu dulu," ucap Edo. "Oke sayang," jawab Sabia dengan senyuman lebar. Kelihatannya pasangan suami istri itu kian hari kian bahagia dan romantis. Apalagi tak kan lama mereka akan segera menyambut kelahiran anak pertama mereka yang mana hal itu seolah menjadi pelengkap kebahagiaan mereka. Ceklek! Edo membuka pintu. "Wehhh... Baru pulang dari Paris Ra?" Sapa Edo dengan wajah sumringah. Tapi yang disapa sama sekali tidak menunjukkan wajah senang. Senyum pun tidak. Wajah Gara terlihat lesu. "Kenapa Ra?" Tanya Edo melihat wajah Gara tak secerah biasanya. "Bisa nggak tamu tuh disuruh masuk dulu? Bukannya diintrogasi di depan pintu?" Tanya Gara. "Wkwkwk... Masuk deh masuk." Edo membukakan pintu lebar-lebar agar Gara bisa masuk. Saat Gara mau masuk ia melihat sekilas Sabia berj

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 128

    PLLLAAAAKKKK!!!Gara memegangi pipinya. Sesudahnya ia menunduk, menyesali perbuatannya."Ceritakan sejujurnya pada Ibu apa yang sudah kamu lakukan terhadap istri dan anakmu!" Desak Ibunya Gara.Saat ini Gara ada di kediaman rumah Rihanda. Ibunya memaksa Gara untuk pulang ke rumah sebelum menemui Bella.Gara mengangguk lemah."Ya, Gara yang salah. Gara membiarkan Bella terlantar di luar apartemen karena Gara sibuk berkuda dengan teman-teman Gara. Saat Gara pulang Bella melihat Gara sedang bersama Leticia,, tetangga apartemen Gara. Itulah kenapa Bella menjadi salah paham.""Lalu kenapa kamu membiarkan istrimu pulang sendiri?""Itulah kesalahan Gara Bu. Sebabnya Gara cemburu buta dengan orang kepercayaan keluarga Hyuugo, Gara membiarkan Bella pulang. Mengabaikan dirinya. Saat itu Gara belum tahu jika Bella sedang mengandung anak Gara..." Gara tidak sanggup melanjutkan perkataannya. Jika boleh dikatakan menyesal ia sangat menyesal sekali. Berita kebahagiaan tentang dirinya akan menjadi Pa

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 127

    Setelah kalang kabut di jalanan Gara akhirnya tiba di bandara. Laki-laki berlari sambil terus menerus menelepon Bella. Sayangnya mau berapa puluh kali pun Gara menelepon ia tetap tak bisa menghubungi Bella.Gara berhenti di depan lobby keberangkatan. Ia mengusap wajahnya dengan frustasi. Kemudian ia berjalan ke pinggir tempat sepi. Gara menyandarkan punggungnya di tembok.Ia menyadari jika telah terlambat mengejar Bella. Istrinya itu mungkin saja sudah pulang ke tanah air saat ini karena memang sudah beberapa jam sejak kepergian Bella dari apartemen Gara."Apa yang harus kulakukan sekarang?" Tanya Gara."Bella sedang hamil. Mungkinkah kejutan itu yang ingin ia tunjukkan kepadaku? Sesuatu yang selama ini aku tunggu-tunggu. Tapi saat hal itu tiba aku mengacaukan momen ini."Tanpa sadar Gara pun mulai menitikkan air matanya. Sekarang ini Gara benar-benar tidak bisa tenang."Bella sedang mengandung anakku tapi bodohnya aku malah menuduhnya yang tidak-tidak soal Leo. Harusnya aku mengerti

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 49

    "Kita nggak malam mingguan?" Tanya Bella yang sedang duduk di atas ranjangnya sambil memeluk si Putih."Kamu mau kemana?" Tanya Gara."Nggak tau. Kemana aja sih yang penting sama kamu."Gara melihat istrinya hanya mengenakan croptop memamerkan perutnya yang rata dan hotpants yang begitu pendek."Ganti p

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 46

    "Robek lagi bibirmu Ra?" Tanya Bella yang memperhatikan wajah suaminya."Besok-besok aku bakal bilang ke Pak Freddy deh biar nggak terlalu kasar kalau ngelatih kamu."Gara menggeleng."Nggak apa-apa. Kalau Pak Freddy serius aku kan jadi lebih sungguh-sungguh latihannya. Berasa memang menghadapi musuh y

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 44

    Gara, Edo, Bella dan keluarga Revan menjadi orang yang paling akhir meninggalkan pemakaman. Rasanya mereka masih tidak percaya jika jasad yang baru saja dikebumikan itu adalah Revan.Ribuan tetes air mata mengiringi kepergiannya. Tak perduli bahkan jika mata telah menjadi sembab karenanya. Seolah tan

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 43

    Gara dan Bella baru datang ke rumah sakit saat Edo tertunduk lesu bersama Mamanya Revan."Tante," panggil Gara. Bocah itu kemudian menyalami Mamanya Revan bergantian dengan Bella.Gara memperhatikan kondisi Revan yang masih terpejam erat."Gimana dengan Revan, Do?"Edo menggeleng sambil meremas rambutny

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status