Teilen

Bab 87

last update Veröffentlichungsdatum: 20.04.2024 19:49:36

Dengan telaten Bella membantu suaminya melepaskan jas yang dipakainya.

"Kamu mau pakai baju yang mana biar aku ambilkan," kata Bella.

"Tidak usah. Aku begini saja," ucap Gara sambil menarik Bella mendekat.

"Kamu sedang sakit Ra. Jangan maksain diri. Aji mumpung banget."

Hanya dengan melihat wajah Gara saja Bella langsung tau isi otak mesum suaminya itu.

"Aku nggak sakit-sakit amat kok Bel," kilah Gara.

Gara melepaskan tangan Bella. Ia memilih duduk di sofa sambil menyenderkan kepalanya. Bella p
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 132

    Setelah satu minggu lebih terus menerus tak sadarkan diri hari ini pukul tujuh pagi tepat, saat hujan mengguyur bumi Leo membuka matanya. Laki-laki pemilik wajah baby face itu terbengong untuk beberapa saat lamanya. Ia telah sadar dari tidur panjang yang mengkhawatirkan nyawanya lunas. "A-aku..." Suara Leo begitu lemah. Tapi meskipun lemah suara mampu di dengar oleh Lina. Melihat Leo yang sudah sadarkan diri wanita itu tersenyum. Wajahnya begitu sumringah seolah tak bisa membendung perasaan bahagianya. Lina segera memanggil Dokter Sean untuk mengecek kondisi Leo. "Sudah kubilang sama Dokter bahwa anak ini akan siuman kembali. Dia terlihat kuat dengan cidera seperti itu mana mungkin ia akan berakhir tanpa pernah membuka matanya lagi," celoteh Lina panjang begitu Dokter Sean masuk ke ruangan Leo. Dokter itu hanya menanggapi dengan senyuman sekilas saja. Ia segera mengecek tanda-tanda vital Leo, mulai dari suhu tubuh, detak jantung, tekanan

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 131

    Gara baru saja keluar dari lift. Ia berjalan gontai menuju pintu apartemennya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kedatangannya ke apartemen ini tidak lagi membuatnya bersemangat. Pikiran Gara penuh dengan masalah-masalah yang rasanya hampir membuat kepalanya meledak."Huuuffftttt..." Berkali-kali Gara menghembuskan nafas panjang.Ceklek!Gara memutar kenop pintu. Ia masuk ke apartemen dan langsung menuju ke arah balkon. Laki-laki itu membuka jendela sedikit agar udara bisa masuk. Namun Gara tak sengaja mendengar obrolan serius Leticia dengan seseorang melalui telepon. Gadis itu sedang berada di balkon apartemennya yang memang bersebelahan dengan balkon apartemen Gara."Sudah kulakukan dengan baik Sonya. Yah, sepertinya aku mendapatkan keberuntungan. Karena hanya dengan salah paham sedikit saja mereka jadi bertengkar hebat hahahaha..."Gara menajamkan pendengarannya."Sonya? Maksudnya Sonya Rudolf?" Tanya Gara bermonolog di dal

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 130

    Gara masuk ke salah satu toko bunga terbesar di kota ini."Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang karyawan toko bunga bergigi gingsul itu dengan senyuman ramah."Berikan aku bunga anyelir merah muda dengan kualitas terbaik untuk sutu buket yang besar," perintah Gara."Baik Kak. Mohon ditunggu ya. Pesanan Kakak akan segera kami siapkan. Apakah Kakaknya mau menulis pesan khusus?" Tanya pegawai tersebut.Gara menggeleng."Tidak usah," tolak Gara."Baik, terimakasih Kakak. Ditunggu ya."Gara mengangguk. Sambil menunggu bunga pesanannya disiapkan dia mengambil gawainya. Gara mencari nomor telepon Bella untuk di telepon.Beberapa saat kemudian jelas terdengar kalau panggilan Gara berdering tapi Bella tak mau mengangkat. Sampai sini Gara paham bahwa Bella masih marah padanya."Kakak, ini bunga pesanan Kakak. Totalnya delapan ratus ribu. Pembayaran mau cash atau..."Sebelum pegawai it

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 129

    Ting Tong! Gara berdiri di sebuah pintu apartemen. Sang pemilik apartemen yang tadi sibuk bergurau dengan istrinya bangkit dari sofa untuk membukakan pintu. "Yank, Gara dah dateng keknya. Aku bukain pintu dulu," ucap Edo. "Oke sayang," jawab Sabia dengan senyuman lebar. Kelihatannya pasangan suami istri itu kian hari kian bahagia dan romantis. Apalagi tak kan lama mereka akan segera menyambut kelahiran anak pertama mereka yang mana hal itu seolah menjadi pelengkap kebahagiaan mereka. Ceklek! Edo membuka pintu. "Wehhh... Baru pulang dari Paris Ra?" Sapa Edo dengan wajah sumringah. Tapi yang disapa sama sekali tidak menunjukkan wajah senang. Senyum pun tidak. Wajah Gara terlihat lesu. "Kenapa Ra?" Tanya Edo melihat wajah Gara tak secerah biasanya. "Bisa nggak tamu tuh disuruh masuk dulu? Bukannya diintrogasi di depan pintu?" Tanya Gara. "Wkwkwk... Masuk deh masuk." Edo membukakan pintu lebar-lebar agar Gara bisa masuk. Saat Gara mau masuk ia melihat sekilas Sabia berj

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 128

    PLLLAAAAKKKK!!!Gara memegangi pipinya. Sesudahnya ia menunduk, menyesali perbuatannya."Ceritakan sejujurnya pada Ibu apa yang sudah kamu lakukan terhadap istri dan anakmu!" Desak Ibunya Gara.Saat ini Gara ada di kediaman rumah Rihanda. Ibunya memaksa Gara untuk pulang ke rumah sebelum menemui Bella.Gara mengangguk lemah."Ya, Gara yang salah. Gara membiarkan Bella terlantar di luar apartemen karena Gara sibuk berkuda dengan teman-teman Gara. Saat Gara pulang Bella melihat Gara sedang bersama Leticia,, tetangga apartemen Gara. Itulah kenapa Bella menjadi salah paham.""Lalu kenapa kamu membiarkan istrimu pulang sendiri?""Itulah kesalahan Gara Bu. Sebabnya Gara cemburu buta dengan orang kepercayaan keluarga Hyuugo, Gara membiarkan Bella pulang. Mengabaikan dirinya. Saat itu Gara belum tahu jika Bella sedang mengandung anak Gara..." Gara tidak sanggup melanjutkan perkataannya. Jika boleh dikatakan menyesal ia sangat menyesal sekali. Berita kebahagiaan tentang dirinya akan menjadi Pa

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 127

    Setelah kalang kabut di jalanan Gara akhirnya tiba di bandara. Laki-laki berlari sambil terus menerus menelepon Bella. Sayangnya mau berapa puluh kali pun Gara menelepon ia tetap tak bisa menghubungi Bella.Gara berhenti di depan lobby keberangkatan. Ia mengusap wajahnya dengan frustasi. Kemudian ia berjalan ke pinggir tempat sepi. Gara menyandarkan punggungnya di tembok.Ia menyadari jika telah terlambat mengejar Bella. Istrinya itu mungkin saja sudah pulang ke tanah air saat ini karena memang sudah beberapa jam sejak kepergian Bella dari apartemen Gara."Apa yang harus kulakukan sekarang?" Tanya Gara."Bella sedang hamil. Mungkinkah kejutan itu yang ingin ia tunjukkan kepadaku? Sesuatu yang selama ini aku tunggu-tunggu. Tapi saat hal itu tiba aku mengacaukan momen ini."Tanpa sadar Gara pun mulai menitikkan air matanya. Sekarang ini Gara benar-benar tidak bisa tenang."Bella sedang mengandung anakku tapi bodohnya aku malah menuduhnya yang tidak-tidak soal Leo. Harusnya aku mengerti

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 36

    Ceklek!Bella membuka pintu rumahnya. Tiba-tiba Gara yang mengekor langsung memeluk Bella dari belakang."Ngapain sih Ra?" Tanya Bella heran melihat kelakuan suaminya.Gara meletakkan kepalanya di atas bahu Bella."Aku nggak mau kalah dari Edo," jawab Gara kayak bocah.Bella menoleh sambil mengusap lembu

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 35

    Di atas jembatan ada mobil hitam yang sedang memantau perkelahian pelajar dari 2 sekolah tersebut. Tak berapa lama setelah geng SMA negeri bubar mobil tersebut juga tampak melaku meninggalkan area jembatan menuju suatu tempat.Gerak gerik dari mobil tersebut amat mencurigakan.Gara menoleh."Kok kamu d

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 34

    Gara dan Bella baru saja tiba dirumah ketika gawainya berdering. Gara melihat nama yang muncul di layar gawainya adalah Edo."Ya, Do?" Tanya Gara begitu ia mengangkat telepon."Ra! Revan Ra! Revan!" Edo langsung terteriak kencang begitu telepon tersambung bahkan nada Edo terdengar panik."Kenapa dengan

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 32

    Gara masih menggandeng tangan Bella saat mereka melewati wahana ice skating. Gara menoleh."Mau nyoba main?" Tanya Gara."Aku nggak bisa Ra. Nanti malah jadi tontonan orang. Malu-maluin yang ada.""Aku ajarin.""Kamu bisa?""Dikit." Gara main tarik tangan Bella saja. Mereka berbelok ke wahana itu."Duduk

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status