Home / Romansa / Terpaksa Menjadi Istri Pengganti / Bab 96. Keputusan Pengadilan

Share

Bab 96. Keputusan Pengadilan

Author: Tina Asyafa
last update Huling Na-update: 2025-09-19 13:56:31

--Happy Reading--

Satu minggu telah berlalu.

Akhirnya, pengadilan telah menjatuhkan keputusan untuk hukuman yang akan diterima oleh Satria dan Arumi. Mereka akan menjalani masa tahanan selama dua tahun lamanya, karena terbukti telah memanipulasi surat wasiat dari Almarhum Doni Kusuma.

Sementara Juan dan Rolland, akan menerima hukuman tahanan selama satu tahun lamanya. Dan, karena mereka sudah mau bersaksi untuk kejahatan yang dilakukan oleh Arumi dan Satria, pengacara Aryo dan Adam pun mengajukan banding untuk adik dan pegawainya itu, agar masa tahanan mereka bisa dikurangi.

Pihak pengadilan pun akhirnya, menerima naik banding tersebut, hingga masa tahanan Juan dan Rolland menjadi enam bulan lamanya. Mereka pun bersyukur dan berterima kasih atas kebaikan pengacara Aryo dan juga Adam.

Surat wasiat yang asli pun telah ditemukan, setelah petugas polisi menyisiri seluruh ruangan kediaman Arumi dan Satria. Ternyata, isi dari surat wasiat yang asli memang sama dengan isi dari surat wasiat
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terpaksa Menjadi Istri Pengganti   Bab 116. Memelihara Ular

    Asmara sangat menyayangkan kesempatan untuk membuat adiknya cemburu, ke depannya ia akan lebih berhati-hati lagi. Ia merasa kalau adik iparnya tersebut sudah menaruh curiga terhadapnya, karena gelagat yang selalu terbaca setiap apa yang hendak ia lakukan.Untuk beberapa hari ke depan, Asmara akan berpura-pura bersikap baik dan ramah kepada seluruh penghuni di mansion itu. Tanpa terkecuali, termasuk bersikap ramah terhadap kepala pelayan yang membuatnya jengkel setengah mati.Asmara merasa hanya dengan cara itu lah, keberadaannya akan diterima dan dipandang oleh Adam, pastinya. Ya, hanya itu yang terlintas dalam pikirannya untuk merebut hati seorang Adam Kusuma Wardana. Bahkan, Asmara harus mengorbankan adiknya sendiri untuk menghalalkan segala cara.“Apa yang sedang mereka lakukan di sana? Sebenarnya itu ruangan apa?!” gumam Asmara bertanya-tanya dengan rasa penasaran.Ya, selepas sarapan tadi, Asmara memang mengikuti dari kejauhan langkah kaki mereka yang masuk ke ruangan itu. Sudah

  • Terpaksa Menjadi Istri Pengganti   Bab 115. Kesepakatan Bersama

    Anna terus menatap cukup lama dalam diam antara suami dan kakaknya. Ada yang ia lewatkan, karena tanpa menyadari mereka pulang bersamaan. Meskipun diam, tetap saja dalam isi kepalanya begitu berisik layaknya berada di keramaian.“Ada apa memangnya, Kak Asma?” tanya Anna menyelidik, lalu menatap bergantian ke arah suaminya. “Memangnya Mas Adam sudah melakukan apa, huem?!” tanyanya juga penasaran.Asmara hendak membuka mulutnya, ketika pertanyaan dilontarkan oleh adiknya. Namun, langsung dipotong cepat oleh Adam. “Kak…..”“Tidak ada apa-apa, Sayang,” sela Adam berusaha untuk meyakinkan istrinya. “Hanya incident kecil, yang tidak cukup berarti,” jelas Adam sambil menatap sinis seperkian detik ke arah kakak iparnya tersebut.Beruntung kakak iparnya langsung bungkam, dengan kata-kata Adam. Kalau tidak, istrinya bisa salah paham dan cemburu kepadanya.‘Sialan…., Mas Adam bisa membaca pikiranku,’ dengkus Asmara dalam hatinya dengan tatapan memerah saking kesalnya. Kedua tangannya mengepal k

  • Terpaksa Menjadi Istri Pengganti   Bab 114. Memancing Masalah

    Karena belum juga istrinya ketemu, Adam berinisiatif untuk menghubungi ponsel istrinya dengan meminjam ponsel Asmara. Namun, Asmara mengatakan tidak membawa ponsel saat ini. Adam menghela napas berat, panic mulai menguasai pikirannya. Sementara Asmara mencoba menenangkannya dengan pikiran-pikiran positif, meskipun tidak dalam hatinya. “Tidak bisa, Kakak ipar. Aku tidak bisa tenang, kalau semua hal yang menyangkut istriku.” Adam menggeleng dengan penolakan. “Bodohnya aku, kenapa lupa membawa ponsel tadi,” umpatnya penuh sesal. ‘Aku harap, Anna hilang atau diculik saja,’ gumam Asmara dalam hatinya sambil mengulum senyum, melihat adik iparnya yang nampak frustasi. Namun, ia tetap mencoba perhatian dan merasa perduli dengan adiknya. Hening…. “Apa mungkin Anna sudah pulang duluan, Mas…,” ujar Asmara, memecah keheningan. Adam menoleh sekilas, mencoba memikirkan apa yang dikatakan oleh kakak iparnya itu. ‘Kenapa aku tidak kepikiran sampai situ? Bisa jadi, Anna pulang lebih dulu. Tapi…,

  • Terpaksa Menjadi Istri Pengganti   Bab 113. Berpura-pura Pingsan

    Anna membuka layar ponselnya, mencoba menghubungi sang suami. Sudah cukup lama ia menunggu, namun suaminya belum kembali juga.“Angkat dong, Mas!” gumam Anna sambil menghembuskan napas berat, karena suaminya tak kunjung menjawab.Sudah lebih dari dua kali Anna menghubungi nomor suaminya, kendati tetap tak ada jawaban. “Kamu di mana sih, Mas? Apa jangan-jangan kamu tidak membawa ponsel?” Anna nampak cemas.Akhirnya Anna memutuskan untuk pulang ke mansion saja, sambil menunggu suaminya kembali.Sesampainya di mansion, Anna tidak menemukan suami dan juga kakaknya. Pak Surip pun berkata jika mereka belum kembali pulang, justru Anna yang pertama kembali sejak pergi pagi tadi.“Apa Pak Surip tahu, Kak Asma pergi ke mana?!” tanya Anna sedikit penasaran.Pak Surip menggeleng lirih, karena Asmara tidak mengatakan mau pergi kemana pagi tadi. “Saya tidak tahu, Non,” jawabnya jujur.Anna nampak terdiam sejenak, detik berikutnya mencoba bertanya kembali. “Memangnya Pak Surip tidak bertanya? Atau,

  • Terpaksa Menjadi Istri Pengganti   Bab 112. Lari Pagi

    Pagi hari ini, Adam dan Anna sudah bangun seperti biasanya. Meskipun di hari minggu, mereka tetap membiasakan diri untuk tidak bangun siang.Selepas mandi dan sholat shubuh, kebiasaan Adam selalu mengajak istrinya untuk olah raga santai tidak jauh dari taman di sekitaran mansion. Namun, sejak istrinya positif hamil, Adam memutuskan untuk menghentikan kebiasaan tersebut, karena ia khawatir akan berdampak dengan kondisi bayi dalam kandungannya.“Mas…, ayo kita jalan-jalan pagi!” ajak Anna dengan penuh semangat, setelah melipat peralatan sholatnya.Adam tersenyum tipis, lalu menggeleng lirih menatap istrinya. “Sepertinya, mulai hari ini kita tidak jalan-jalan ke luar dulu, Sayang.”Alis Anna mengernyit heran, padahal ia sudah sangat siap untuk pergi mencari udara pagi yang menyegarkan tubuh. “Kenapa, Mas?” Anna seolah membaca isi pikiran suaminya. “Apa karena Anna…, sedang hamil?!” tebaknya.“Heem…, iya, Sayang.” Adam mengangguk mantap dengan senyuman tipis. “Mulai dari sekarang, Mas, ol

  • Terpaksa Menjadi Istri Pengganti   Bab 111. Film Horror

    Sepanjang makan malam, Anna dan Adam nampak menikmati dengan caranya mereka sendiri. Mereka terlihat asik dan santai, sesekali menyapa Asmara meskipun raut wajahnya nampak jelas tak suka. Adam yang tak sungkan menunjukkan rasa sayang dan cintanya terhadap Anna, membuatnya merasa malu dan tak enak hati. “Mas…, malu ih, ada Kak Asma juga,” tegurnya berbisik lirih sambil melirik ke arah kakaknya dengan senyum malu-malu. Adam terkekeh pelan, lantas berbisik di telinga istrinya, “Untuk apa harus malu, Sayang…., dia ‘kan bagian dari keluarga kita. Kalau dia merasa terganggu, salah sendiri kenapa mau tinggal bersama kita…?” Anna tergelak, bahwa sang suami bisa-bisanya berkata seperti itu. “Ish…, parah nih, Mas Adam….,” rutuknya. Sementara Asmara, harus menahan rasa kesal dan dongkol yang bercokol dalam hati dengan kondisi yang tidak berpihak kepadanya. ‘Kamu masih bisa tertawa dan bahagia malam ini, Anna. Tapi, tidak untuk malam-malam berikutnya. Kita lihat saja, sampai kapan kamu akan be

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status