Share

133

Penulis: Peach.peachies_
last update Tanggal publikasi: 2026-09-24 09:26:12

Jarum jam di dinding ruangan kini menunjukkan pukul 11 pagi. Keringat dingin tak henti-hentinya mengucur dari pelipis Nabila yang terus mengerang menahan sakit.

"Masih belum nambah bukaan nya, Bu? Ini udah jam sebelas," tanya Dewa dengan suara parau kepada bidan yang baru saja selesai memeriksa.

"Belum, Pak Dewa, masih di bukaan enam. Dinikmati dulu kontraksinya ya, Bu Nabila, jangan terlalu dibuat stres," jawab sang bidan ramah sebelum kembali keluar.

"Sabar ya, Sayang. Capek banget ya?" bisik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
yeaayyy lahiran.... congrats mama Nabila dan papa dewa <3
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   151

    Hari berlalu begitu cepat hari ini adalah hari pertama Nevan mpasi. Semua anggota keluarga sangat senang dan menunggu momen ini sejak Nevan lahir."Di suapnya sedikit-sedikit aja, Bil." Ucap Mama Saras yang menginap di rumahnya sejak kemarin karena tau Nevan akan mulai makan hari ini."Aduhhh, aduhhh cucu Opa makannya doyan ya," suara Papa Wira yang sama senang nya melihat cucunya itu lahap."Ihhh lucu bangett, Nevannn, manyun-manyun gitu bibirnya" girang Diana yang sejak awal siap mendokumentasikan dengan kamera handphone nya.Suapan demi suapan Nevan makan dengan lahap sampai tak bersisa di mangkuk kecilnya."Udah habiss yeeeyyyy...." Ucap Nabila sambil di iringi tepukan tangan dari seluruh anggota keluarga."Yaampun lucunya anak ayah, duhh jadi pengen punya anak bayi lagi deh sayang," celetuk Dewa yang langsung mendapati jeweran di telinganya dari Mama Saras."Anak baru 6 bulan kok ya kepikiran tambah anak lagi, Dewa, Dewa kamu pikir hamil itu gampang hah...""Aduhh.. Ma sakit loh

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   150

    Dan saat mereka sampai di pekarangan rumahnya Nabila di buat takjub melihat dekorasi seperti acara pernikahan terlihat di sana."Ini acara apaan sih?" Tanya Nabila yang mengerutkan keningnya."Mana Mas Tau." Jawab Dewa cepat."Kamu mau nikah lagi Mas,""Astaghfirullah sayang, mulutnya. Mana ada Mas kepikiran begitu. Ini kerjaan siapa sih sumpah Mas gak tau,"Diana yang melihat itu senyum-senyum sendiri karena semua ini dia sendiri yang menyiapkan sebagai hadiah untuk Mama sambungnya sekaligus sahabat sejak hari pertama kuliah."Udah, udah jangan ribut mending ayo kita masuk ke rumah. Nevan nanti aku aja yang gendong. Lagian Mama kok bisa-bisanya kepikiran ayah Nikah lagi sih, ini tuh aku yang siapin buat kelulusan Mama.""Ya itu dekorasinya kaya dekorasi orang mau nikahan.""Ah, iya juga ya." Ringis Diana menggit bibirnya ia memang sengaja membuat kejutan ini supaya Mama nya senang tapi malah membuat Mama sambungnya overthinking."Nah tuh kan Diana aja merasa gitu.""Udah-udah gak usa

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   149

    Pagi harinya, Nabila sudah selesai menyusui Nevan langsung bergerak cepat mandi dan makeup sendiri."Mas itu Nevan tolong di ajak main dulu lah, jangan malah lihatin aku gitu." Ucap Nabila menahan rasa kesalnya karena sejak tadi suaminya itu terus menatapnya yang sedang makeup."Kan ada kakaknya sayang, biar aja Nevan main sama Diana.""Ya terus kamu mau lihatin aku terus gitu?" Sinis Nabila yang menghentikan sejenak kegiatannya membingkai alis."Ya memangnya kenapa? Kamu grogi ya?""Grogi apanya? Aku tuh risih, Mas! Muka aku lagi bentol-bentol kena sisa bedak, belum selesai di-blend, kamu ngeliatinnya kayak mau ngerampok," semprot Nabila tanpa menoleh, tangannya kembali lihai memoleskan beauty blender ke pipinya.Dewa malah tertawa kecil. Ia beranjak dari tepi tempat tidur, berjalan perlahan mendekati meja rias, lalu menyandarkan kedua tangannya di sandaran kursi tempat Nabila duduk. Wajahnya menunduk, menyejajarkan posisinya tepat di samping telinga Nabila lewat pantulan kaca."Ngap

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   148

    Dengan hati-hati, Dewa membaringkan Nabila di sisi ranjang yang kosong, tepat di samping Nevan yang masih terlelap tenang berpagarkan bantal."Masih lemes banget, Hm?" bisik Dewa seraya menyibak beberapa helai rambut yang menempel di dahi Nabila akibat keringat."Pikir aja sendiri. Kamu tadi kesetanan banget, tau gak?" omel Nabila dengan suara seraknya. Ia menarik selimut hingga sebatas dada, mencari posisi paling nyaman untuk memejamkan mata."Ya udah tidur, Mas juga mau tidur atau kamu pengen Mas peluk lagi sampai pagi, hmmm..""Mas udah ya jangan banyak omong tidur aja sana, pokonya aku gak mau tau kalo Nevan bangun nanti malam kamu yang urus ya.""Iya sayang ku." Dewa mengecup kening istrinya.Saat jam 2 pagi Nevan rewel membuat Dewa bingung sudah di gendong, di kasih susu tapi tetep saja Nevan nangis."Sayang, bangun dulu dong ini gimana Nevan kok nangis terus dari tadi sayang," Dewa membangunkan Nabila yang tertidur lelap.Nabila pun yang mendengar suara langsung bangun."Kenapa

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   147

    Ciuman itu awalnya terasa lembut, hanya kecupan-kecupan ringan yang menggoda. Namun, saat Nabila membalas rentetan kecupan itu, Dewa langsung menahan tengkuk istrinya, memperdalam ciuman mereka dengan penuh tuntutan.Nabila membelalakkan matanya sesaat sebelum akhirnya perlahan terpejam. Tangan mungilnya yang tadi berada di depan dada Dewa, kini merambat naik, mencengkeram erat kerah piyama suaminya.Dewa tidak memberinya celah sama sekali. Ia melumat bibir Nabila dengan gairah yang sudah ia tahan sejak sore tadi. Lidahnya menyapu rongga mulut Nabila. Ciuman Dewa semakin menuntut, memanas, hingga membuat tubuh Nabila terasa meleleh."Mmphh... Mas..." Nabila memukul pelan dada Dewa, dadanya naik turun dengan cepat. Ia benar-benar kehabisan napas karena ciuman suaminya yang seolah tidak memberinya ruang untuk menghirup oksigen.Merasakan pukulan kecil itu, Dewa melepaskan tautan bibir mereka secara perlahan. Dewa menatap lekat wajah Nabila yang kini memerah padam, dengan mata sayu dan b

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   146

    Jam 8 malam, setelah selesai makan malam Diana sempat bermain dengan Nevan dan saat Nevan tidur Diana kembali ke kamarnya. Nabila sudah merapihkan alat make-up dan juga kebayanya untuk acara besok pagi."Udah, gak perlu pusing Mama, besok Ayah bangunin biar kamu langsung mandi, make-up, Nevan biar Ayah yang urus ya anak ayah," ucap Dewa yang sedang menimang Nevan yang baru saja terbangun lagi."Halah, kamu tuh mesti ada mau nya itu." Balas Nabila sambil duduk di pinggiran ranjang."Ya emang kan pengen cobain itu," Dewa tersenyum dagunya menunjuk sofa tantra."Jam segini Nevan aja belom tidur Mas, aku gak mau ya malam ini begadang.""Iya gak sampe malam janji. Sebentar doang kok.""Itu matanya Nevan masih kinclong kaya gitu sih lama tidurnya Mas,""Ya kamu susuin aja deh sayang biar bisa langsung tidur.""Ya mana bisa gitu Mas. Udah ah aku mau tidur bentar aja kalo Nevan nangis mau nyusu bangunin aja ya Mas,"Nabila memiringkan posisinya di atas kasur hotel yang empuk, membelakangi Dew

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 2

    Dua Minggu berlalu sejak malam itu. Nabila selalu mencoba menjalani hari-harinya seperti biasa kuliah lalu di lanjut bekerja, namun tubuhnya seolah berkhianat.Setiap pagi, Nabila selalu di sambut mual yang hebat. Aroma kopi, parfum menyengat, Bahkan aroma kantin kampus yang biasanya ia sukai kini

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 1

    "Ahhh... Om, jangan..." desis Nabila dengan napas yang memburu. Tangannya berusaha mendorong dada bidang Dewa yang menghimpitnya. Di balik aroma alkohol yang tercium dari tubuh pria berusia 41 tahun itu, ada intensitas yang membuat pertahanan Nabila goyah. Dewa menatapnya dengan pandangan yang dal

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 4

    Pintu kamar rawat inap VVIP itu tertutup rapat, menyisakan kesunyian yang begitu mencekam di antara mereka berdua. Begitu perawat selesai memasang infus dan meninggalkan ruangan, Nabila langsung menatap Dewa dengan tatapan seolah ingin membunuhnya.Matanya yang sembap menyalang merah, menahan amara

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 3

    Jam digital menunjukkan pukul 21:00 saat Nabila terpaksa masuk ke mobil sedan mewah milik Dewa demi menghindari sorotan rekan kerjanya di lobi hotel.Suasana kabin terasa mencekam. Dewa membawa mobilnya menepi di area parkir sepi sebuah apotek 24 jam, lalu menyodorkan kantong berisi tiga merek test

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status