Chapter: bab 68Sesampainya di restoran Khas Sunda mereka duduk di meja lesehan dengan Nabila duduk di sebelah Diana. Selama menunggu pesanan mereka datang Dewa tersenyum saat melihat anak dan istrinya itu akur dan sudah saling bertukar cerita satu sama lain."Please panggil kaya biasa aja Di, gapapa banget loh gak harus panggil gue pake Mama segala." ucap Nabila yang merasa tidak enak karena Diana mulai memanggilnya dengan sebutan 'mama'."Gapapa, biar nanti kalo adek udah lahir aku udah biasa manggil kamu Mama. Tapi ya mungkin nanti kalo kita lagi santai nongkrong aku panggil Nama aja gapapa kali ya Bil?" Balas Diana sambil tersenyum tipis.nabila menghela nafasnya."Ya udah lah terserah kamu. Kamu sama Ayah mu itu sama aja kalo di bilangin susah banget di aturnya." Gerutu Nabila."Ya namanya juga anak sama Ayah, sayang. Nanti adek bayi juga sama lah. Kamu mesti siap-siap kesabaran aja, ya nanti nya." Kata Dewa yang hanya di balas delikan mata Nabila kerena kesal."Aku mau ke toilet dulu, ya?" Dian
Last Updated: 2026-07-25
Chapter: bab 67Selang beberapa menit kemudian, mobil Dewa berhenti di depan sebuah gedung perkantoran tempat Diana magang. Di seberang lobi utama, tampak sosok Diana berdiri gelisah memegang tali tas Selempang nya, mengenakan pakaian kasual rapi.Dewa menurunkan kaca mobil bagian pengemudi."Diana!" panggilnya pelan namun cukup jelas.Diana menoleh cepat. Begitu melihat mobil ayahnya, ia langsung melangkah mendekat. Namun, langkahnya seketika terhenti saat melihat Nabila duduk di kursi depan melalui jendela mobil yang terbuka. Wajah Diana berubah kaku, ada keraguan yang jelas terpancar di matanya.Nabila yang menyadari keengganan Diana langsung membuka pintu mobil bagian penumpang depan, lalu turun menghampiri anak tirinya itu.Diana tertegun, berdiri mematung saat Nabila sudah berdiri tepat di hadapannya."Diana..." sapa Nabila pelan dengan senyuman tulus di bibirnya."Mau langsung pulang kerumah, kan?"Diana menunduk sejenak, menggigit bibir bawahnya, lalu perlahan mendongak menatap Nabila dengan
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: bab 66Pukul setengah lima sore, suasana di lantai empat kantor mulai lengang. Nabila dan Tria sedang membereskan meja kerja mereka masing-masing sebelum bersiap pulang."Bil, lo jadinya ikut Pak Dewa jemput Diana?" tanya Tria sambil memasukkan beberapa buku catatan ke dalam tasnya."Iya. Kasian Diana kalau terus-terusan menghindar," jawab Nabila sambil merapikan meja kubikelnya."Semoga Diana ngerti dan kita bisa kumpul bareng-barenglagi kaya biasanya." Ucap tulus Tria."Iya, doain aja semuanya lancar ya."Tiba-tiba, ponsel Nabila yang berada di atas meja bergetar. Sebuah pesan singkat dari Dewa muncul di layar.Mas Dewa: Sayang, saya sudah di lantai bawah parkiran khusus. Kamu turun sekarang, ya? Jangan lama-lama.Nabila mendengus pelan membaca pesan itu, tanpa ingin membalasnya. Ia memasukkan ponselnya ke dalam tas, lalu menatap Tria."Tria, suami gue udah di bawah. Gue duluan ya, pamit.""Wih cie, cie yang mau pulang bareng suami. Kemarin-kemarin aja pulang bareng supir terus. Ada kemaju
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: bab 65Nabila membeku di dekat kubikelnya. Suara tawa pelan dan bisikan-bisikan sumbang dari beberapa rekan sekantor menusuk telinganya."Ih, sumpah demi apa? Coba lu perhatiin deh perutnya agak buncit gitu kan kaya orang hamil?" ujar Shinta, salah satu karyawan senior, dengan nada mengejek yang sengaja dikeraskan."Pantesan kelihatan banget cari mukanya tadi waktu meeting sama petinggi. Padahal cuma anak magang, tapi gayanya selangit. Jangan-jangan..." sahut Reni, menyambung gosip itu dengan seringai sinis."Sssst, pelan-pelan! Tapi ya, kasihan juga kalau benar dihamili sama om-om tua yang biasa danai kehidupan dia. Ihh malu banget sih kalo gue jadi dia."Tria yang baru saja kembali dari pantri langsung meletakkan mapnya dengan kasar ke atas meja. Wajahnya memerah karena emosi."Permisi, Mbak, kalau ngomong jangan sembarangan! Punya bukti apa nuduh-nuduh Nabila kayak gitu?!" sergah Tria tajam, membela sahabatnya.Shinta memutar bola matanya malas. "Yaelah, kamu baper banget sih. Kita kan cu
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: bab 64Keesokan harinya. Nabila mengerjap, mendapati dirinya dalam dekapan hangat Dewa. Ia bergeser perlahan, namun tangan suaminya sigap menariknya kembali. "Mau kemana, hmmm?" suara serak bangun tidur Dewa terdengar di telinganya. "Mau siap-siap. Hari ini ada meeting penting sama direksi jam delapan," jawab Nabila pelan. Dewa mengecup pucuk kepala istrinya. "Sebentar lagi, masih jam enam lewat." "Gak bisa gitu, Mas. Aku harus siap-siap biar gak telat ke kantor takutnya jalan macet," protes Nabila, lalu melepaskan diri. "Ingat kesepakatan kita semalam. Di ruang meeting nanti, Mas harus profesional. Kali ini Mas gak boleh tiba-tiba lupain kesepakatan kita." Dewa tersenyum geli. "Tenang aja. Suami kamu ini sangat profesional. Gak akan ada yang tahu kalau perempuan magang di kantor saya itu istri sah CEO-nya." "Bagus. Jangan sampai bikin aku malu," timpal Nabila sebelum masuk ke kamar mandi. Pukul 07.50, ruang rapat utama telah dipenuhi jajaran direksi. Nabila duduk berdampi
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: bab 63Jam menunjukan sudah setengah sepuluh Dewa sampai Rumah. Ia perlahan membuka pintu kamar nya takut mengganggu Nabila yang sudah tidur. Namun saat pintu terbuka Dewa menatap Nabila yang masih melek menonton Drama di TV."Loh sayang kok belum tidur, ini udah malam."Nabila menoleh sekilas ke arah pintu, lalu kembali fokus pada layar televisi dihadapannya dengan remote control yang ada di genggamannya."Belum ngantuk, Mas," jawab Nabila dengan nada datar, meski matanya terlihat agak sayu menahan kantuk.Dewa melangkah mendekat, meletakkan kunci mobil dan dompetnya di atas nakas, lalu langsung mendudukkan diri di tepi ranjang. Ia meraih tangan istrinya yang terasa sedikit dingin."Belum ngantuk atau memang sengaja nungguin saya pulang?" selidik Dewa dengan senyum tipis, mencoba mencairkan suasana.Nabila menarik tangannya pelan, lalu membuang muka ke arah jendela."Ge-er banget. Siapa juga yang nungguin Om? Aku kan tadi asyik nonton drakor.""Tuh kan, panggil 'Om' lagi," protes Dewa, mesk
Last Updated: 2026-07-22