author-banner
Peach.peachies_
Author

Novels by Peach.peachies_

Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku

Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku

Nabila harus menanggung konsekuensi fatal dari ketidak sadaran Dewa, Ayah sahabatnya karena pengaruh Alkohol. Pria yang ia hormati itu merebut paksa kesuciannya. Demi tanggung jawab dan cinta yang terpendam, Dewa bersikeras menikahi Nabila. Nabila merasa dilema karena ia berfikir dengan menerima Dewa berarti menghancurkan persahabatannya dengan Diana, putri Dewa. Diawal pernikahan mereka Diana sangat menentang pernikahan Ayah dan Sahabatnya. Perjuangan Dewa dimulai. Ia harus meyakinkan Anaknya berulang kali untuk bersikap baik pada istrinya dan menaklukkan hati Nabila yang terluka dan mengubah status pernikahan di atas kertas menjadi ikatan cinta sejati. Akankah Dewa berhasil membatalkan perjanjian itu, atau Nabila akan meminta Dewa untuk menceraikan nya?
Read
Chapter: 121
Dewa tak bisa menahan senyum tipisnya. Ia mengecup kedua mata Nabila bergantian, lalu mendaratkan kecupan hangat di hidung istrinya yang memerah."Kamu tetep cantik di mata Mas,""Bohong..." cibir Nabila pelan, berusaha memalingkan wajah."Pasti kamu cuma mau nenang-nenangin aku aja kan? Laki-laki mana coba yang betah liat istrinya segendut ini?"Dewa memegang dagu Nabila lembut, memaksa sang istri kembali menatap matanya."Mas enggak pernah bohong. Kamu gemuk karena apa? Karena di dalam sini ada anak kita yang lagi tumbuh," ucap Dewa seraya mengusap perut buncit Nabila dengan penuh kasih sayang."Ini bukan lemak, Sayang. Ini tanda kalau kamu lagi berjuang jadi seorang ibu. Mas justru makin sayang dan makin kagum sama kamu setiap hari.""Beneran?"Dewa mengangguk."Kamu tuh makin cantik tau, badan berisi gini semok, enak banget kalo di peluk belom lagi goyangan nya beh mantap betul,"Mata Nabila seketika membelalak lebar mendengar ucapan suaminya. Tangannya yang bebas refleks memukul
Last Updated: 2026-09-12
Chapter: bab 120
Selama perjalanan pulang, Nabila menyandarkan punggungnya dengan mata terpejam, mencoba mengatur napas untuk meredakan kram yang kembali melilit perutnya. Mama Saras yang duduk di sampingnya terus mengusap telapak tangan Nabila yang terasa sedikit dingin."Tahan sebentar ya, Bil. Sebentar lagi kita sampai rumah, nanti langsung istirahat total. Kalau masih sakit, nanti baru ke dokter," ucap Mama Saras cemas."Iya, Ma... makasih ya," jawab Nabila dengan suara lirih.Tak lama kemudian, mobil mewah itu memasuki halaman rumah dan berhenti tepat di depan pintu utama. Belum sempat Mama Saras turun sepenuhnya, pintu rumah terbuka dan sesosok pria berjas rapi dengan dasi yang sedikit longgar muncul dengan langkah tergesa-gesa.Dewa!Pria itu langsung menghampiri pintu mobil bagian Nabila begitu melihat sang istri turun dengan wajah yang tampak pucat."Sayang! Kamu kenapa, Sayang?" panik Dewa, langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukan hangatnya. Tangannya dengan sigap meraba lembut per
Last Updated: 2026-09-11
Chapter: 119
Suasana restoran terasa begitu sejuk dan menenangkan. Di meja dekat jendela, Mama Saras dan Diana sudah asyik melihat-lihat menu makanan, sementara Nabila memegangi perutnya yang mendadak terasa sedikit menegang."Ma, Diana, aku ke kamar mandi sebentar ya... kebelet pipis," pamit Nabila halus sambil perlahan menegakkan tubuhnya dari kursi."Oh iya sayang, pelan-pelan jalan nya ya. Perlu Diana temenin gak?" tanya Mama Saras penuh perhatian."Enggak usah Ma, cuma sebentar kok," tolak Nabila lembut disertai senyuman manis.Nabila berjalan perlahan menuju area toilet restoran. Begitu masuk ke dalam kubikel toilet dan mengunci pintu, Nabila menghela napas panjang. Ia mengelus perut buncitnya yang terasa agak mengeras."Duh, Adek... jangan begini dong sayangnya Mama," bisik Nabila pelan pada perutnya sendiri. Usai menuntaskan hajatnya, ia berdiri di depan wastafel, menatap pantulan dirinya di cermin.Nabila membasuh wajahnya tipis-tipis, lalu mencoba merapikan riasan dan mengatur napas."Ga
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: 118
Perjalanan menuju butik dipenuhi dengan obrolan ringan dan tawa riang Diana yang semangat menceritakan rencananya membeli baju-baju lucu untuk calon adik nya. Tak terasa, mobil mereka sudah terparkir rapi di depan sebuah butik megah bernuansa modern elegan."Selamat pagi Bu Saras!" sapa seorang wanita berpenampilan modis yang langsung menyambut mereka di pintu masuk."Pagi Mbak Mia. Ini nih calon ibu yang mau kita dandanin buat Sabtu besok," pamer Mama Saras bangga sambil merangkul pundak Nabila."Aduh, cantik banget menantunya Bu Saras. Perutnya juga makin kelihatan lucu ya," puji Mbak Mai ramah."Mari masuk, bajunya sudah disiapkan di ruang ganti utama."Mereka bertiga melangkah menuju area VIP. Di sana, sebuah gaun panjang berwarna hijau sage yang amat cantik sudah terpajang anggun di patung manekin. Potongannya sangat mewah dengan payet-payet halus di bagian dada."Wah, cantik banget Oma bajunya! Mama pasti kelihatan cantik kalau pakai ini," puji Diana berbinar-binar."Pilihan Mam
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: 117
Jam 8 pagi, dewa belum juga berangkat ke kantor. Penyebabnya adalah karena Nabila tadi sempat mengeluh perutnya terasa kram."Udah lah Mas kamu berangkat aja kantor. Aku udah gak apa-apa.""Kamu jadi pergi sama Mama hari ini?""Ya jadi lah. Kan udah janjian dari kemarin,Diana juga ikut kok.""Beneran perutnya udah nggak kram lagi?" Dewa mengusap perut istrinya."Udah enggak. Mungkin tadi itu gara-gara kamu terlalu sering minta jatah."Dewa langsung tertawa mendengarkan ucapan Nabila yang frontal itu. Ia memajukan wajahnya, merapatkan dahinya ke dahi Nabila dengan senyuman jahil yang mengembang sempurna."Lho, kok disalahin ke situ lagi sih, Sayang? Kan kamu juga menikmati, malah akhir-akhir ini kamu sering minta nambah kalau Mas gak salah ingat," bisik Dewa goda."Mas Dewa! Jangan diperjelas bisa nggak sih?!" Nabila menepuk dada Dewa cukup keras, wajahnya langsung merona merah sampai ke telinga. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling lorong depan kamar, takut-takut ada asisten rumah
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: 116
Nabila yang berjalan menuju ruang tengah melihat disana Ada Mama mertuanya bersama Diana sedang mengobrol."Waduh, lagi ngomongin apa nih kayaknya seru banget." Ucap Nabila yang baru masuk ke ruangan tengah."Hmmm... Pantesan ada si biang keroknya, tadi Mama teriak-teriak sampe gedor-gedor kamar kamu kok ya gak ada suara sama sekali, kalian berdua tuh ngapain sih."Nabila dan Dewa matanya saling beradu."Ketiduran tadi Ma kita, ini aja tadi baru bangun terus mandi. Mama udah lama disini sama Diana?" Kata Dewa sambil menatap Nabila yang dianggukki oleh Nabila."Baru aja sepuluh menit yang lalu Mama disini. Asyik banget ya kalian, dunia rasanya milik berdua, yang lain mah ngontrak!" sahut Mama Saras dengan nada jenaka, melirik Dewa yang mengekor di belakang menantunya dengan senyum tanpa dosa.Dewa terkekeh kecil, lalu mendudukkan diri di samping Nabila yang sudah mengambil tempat di sofa."Nabila lagi manja-manja nya Ma sekarang." bela Dewa santai.Nabila yang mendengar itu langsung me
Last Updated: 2026-09-07
You May Also Like
Cinta Sang Bodyguard
Cinta Sang Bodyguard
Romansa · Tabina Carra
14.0K views
Mantan Oh Mantan
Mantan Oh Mantan
Romansa · Erna W
14.0K views
IPAR GAK ADA AKHLAQ
IPAR GAK ADA AKHLAQ
Romansa · Yunitaindrynt
14.0K views
BENIH KAKAK IPAR
BENIH KAKAK IPAR
Romansa · INDAH PERMATA
14.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status