Share

Bab. 9 Hutang?

Membayangkan kejadian malam tadi berjalan sempurna, membuat Nico di pagi hari ini begitu segar di sekujur tubuhnya.

Ia berkaca sambil menyisir rambutnya yang sudah sebagian putih, ditemani senyum manis yang merias raut wajahnya.

"Sebentar kita menikah, Helena. Sudah pasti Ezra kalah dalam permainan ini!"

Ting!

Terdapat notifikasi masuk dalam ponsel, ia bergegas mengambilnya yang tergeletak di atas ranjang.

[Maaf, Tuan. Tadi malam kami tidak berhasil menculik nona Helena]

Ia remas ponsel yang di genggamnya, dengan netra yang mendadak merah.

"Sial!" umpat Nico. Deru nafasnya kembali memburu setelah membaca pesan dari salah satu asistennya.

[Dasar goblok! Lalu, sekarang kemana Helena pergi?]

Tak lama seseorang itu membalas pesannya.

[Kami tidak tahu.]

Nico yang kelabakan karena saling takutnya kehilangan Helena, ia langsung menelepon kekasihnya.

Tuut!

Tuut!

Tuut!

"Astaga!" Tak sampai di situ, Nico pun bergegas mengirim pesan padanya.

[Helena. Cepat kamu datang ke rumahku. Jangan salahk
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status