Share

Bab 60. Pesta Dansa, Please!

Penulis: Dera Tresna
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-29 09:27:49

Sayangnya karena pengalaman Catelyn belum terlalu baik dan dia bukan negosiator yang handal, dia menyerahkan bagian akhir dan eksekusinya pada Jones. Hal itulah yang membuat mereka menjadi rekan kerja yang kompak dan menghasilkan banyak uang.

“Aku juga butuh liburan,” balas Catelyn. Mata Aaron langsung berbinar senang mendengar jawaban wanita itu.

Aaron kemudian mengambil tiket kapal pesiar dari laci dan menaruhnya di pangkuan Catelyn. “Aku ingin pergi dengan ini dan berlayar bersamamu,” ujar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 208. Cukup Mengejutkan Saat Tahu Hamil

    Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil meninggalkan halaman rumah. Faine segera berlari ke jendela dan menatap kepergian Drew dari balik jendela kamar. Setelah mobil pria itu tidak terlihat lagi, dia mencari alat tulis yang dia temukan di ruang kerja Drew. Dia segera menulis surat untuk pria itu dan meletakkan surat tersebut beserta sertifikat yang Drew berikan padanya di atas meja kerja milik pria itu. Setelah itu, bergegas pergi dari rumah sebelum Drew kembali. Kini Faine berada di dalam kereta api yang entah akan membawanya ke mana. Dia menatap ke luar jendela dan memandang rumput hijau yang terbentang luas seperti permadani menutupi bumi. Ketika kereta berhenti di stasuin terakhir, dia merasa pelariannya sudah sangat jauh, dia pun turun dan berjalan tak tentu arah. Dengan langkah terseok dia menyusuri jalan tanpa tujuan yang jelas. Dia pergi tanpa persiapan dan tidak membawa banyak uang karena memang tabungannya tid

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 207. Rasa Sakit untuk Semua Orang

    Drew yang tidak menghindar, hanya bisa bertahan dari pukulan yang Vincent lakukan padanya tanpa membalas. Namun dia tidak mungkin berdiam saja, dia bisa mati di tangan Vincent. Dengan sisa tenaganya, dia mendorong dan menendang Vincent sampai pria itu jatuh dan menabrak meja di belakangnya, menimbulkan bunyi praaaaangggg ... keras ketika meja itu ambruk dan menumpahkan semua isinya. Mendapat kesempatan untuk menghindar, Drew langsung berdiri. “Cukup Vincent! Aku tidak ingin berkelahi lagi denganmu. Mulai detik ini aku tidak akan mengganggumu lagi. Serahkan hakku dan kita tidak akan berhubungan lagi. Lupakan jika kamu memiliki saudara sepertiku,” ucap Drew. “Di mana Faine? Aku akan menyerahkan apa yang kamu mau asal kamu memberitahuku di mana Faine berada? Aku yakin kamu telah mempengaruhinya untuk menjauhiku,” kata Vincent. “Faine wanita dewasa, dia bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Untuk a

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 206. Pengkhianatan Besar

    Percintaan panas Vincent dengan Faine membuat pria itu tidur terlelap seperti orang pingsan. Keduanya kelelahan dengan kegiatan mereka sepanjang malam. Malam ini memang berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Faine sebisa mungkin mengimbangi gerakan Vincent bahkan meminta lebih. Dia benar-benar menekan rasa malunya dan menjadi wanita liar untuk menyenangkan pria yang dia cintai. Sebelum matahari terbit, Faine membuka mata dan bangun dengan perlahan, seluruh tubuhnya terasa pegal. Dia merenggangkan tubuhnya untuk mengurangi rasa pegal tersebut. Tangan Vincent yang melingkar posesif di pinggangnya, membuatnya tidak bisa bergerak. Dia menyingkirkan tangan itu menjauh dari pinggangnya. Sebelum bangun dari ranjang, Faine menatap wajah pria itu untuk waktu yang lama. Tiba-tiba saja air mata jatuh melembabkan pipinya. Tidak ingin membuat Vincent terbangun, dia menjauh dari ranjang dan mengitarinya berdiri di samping tempat Vincent

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 205. Melewati Malam Terakhir yang Panas

    “Aku tidak bisa membantumu untuk mendapatkan uang yang kamu butuhkan atau menyelesaikan masalah yang sedang kamu hadapi, tapi paling tidak aku bisa membuatmu senang di malam hari dan membantumu melupakan masalahmu untuk sejenak,” Faine memberi alasan. Vincent merasa senang dengan jawaban tersebut, dia mencium bibir Faine dengan intens, lidahnya menyapu bibir manis wanita itu dan menelusup masuk ke rongga mulut Faine, mengabsen gigi rapi dan memilin lidah wanita itu, mengajaknya menari bersama. Desahan terlepas dari bibir Faine membuat Vincent tersenyum mendengarnya. Dia semakin bersemangat mengecap bibir Faine hingga membuatnya bengkak. Tangannya menelusup masuk ke balik jubah mandi Faine dan terkejut mengetahui jika wanita itu tidak mengenakan apa pun di balik jubah mandinya. “Apakah kamu sengaja menggodaku?” geram Vincent dengan gairah yang tersulut. “Aku ingin menjadi wanita dewasa

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 204. Menjadi Wanita yang Menggoda

    Paginya Vincent bangun dengan kepala berdenyut sakit, handuk basah dan hangat ada di keningnya. “Apa ini?” tanya Vincent sambil mengambil handuk tersebut. Faine yang mendengar Vincent sudah bangun segera mendekati ranjang dan meletakkan kembali handuk yang Vincent ambil dari keningnya. “Menjelang pagi kamu demam dan tubuhmu menggigil, hari ini suhu tubuhmu masih sedikit panas. Aku mengompresmu agar suhu tubuhmu bisa turun dan kamu merasa nyaman.” “Siapa yang membawaku pulang?” “Drew yang membawamu pulang dalam keadaan mabuk. Apakah boleh aku tahu kenapa kamu sampai mabuk berat semalam?” “Aku membatalkan pinjaman yang orang itu tawarkan. Bunganya sangat tinggi dan mencekik, rasanya sangat tidak masuk akal, membuatku tidak akan mampu mengangsurnya. Saat pulang, aku merasa marah dan mampir ke bar di pinggir jalan untuk melampiaskan kemarahanku. Aku menghabiskan beberapa gelas minuman dan tidak sadar jika ak

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 203. Menghadapi Pilihan Sulit

    Faine menunggu Vincent pulang dari ladang hingga jam makan siang tiba. Dia merasa sangat khawatir karena langit begitu gelap, sepertinya hujan akan segera turun. Suhu udara pun turun dengan drastis hingga membuatnya merasa kedinginan. Sambil menunggu Vincent pulang, dia menyalakan perapian, menghangatkan ruangan untuk menyambut kepulangan pria itu agar tidak kedinginan. Jika sampai jam makan siang Vincent belum pulang maka dia benar-benar akan menyusul kekasihnya itu dan membawakannya makan siang, bahkan Vincent tidak sarapan pagi tadi. Benar saja, saat jam berdentang menunjukkan jam makan siang tiba, Vincent belum juga pulang. Faine segera beranjak dari depan perapian dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang pria itu, menatanya rapi di dalam tas makan. Dia kemudian memakai mantel tebal untuk segera berangkat ke ladang. Baru saja Faine keluar dari dapur sambil menenteng tas makanannya, pintu rumah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status