Beranda / Romansa / Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh / Bab 203. Menghadapi Pilihan Sulit

Share

Bab 203. Menghadapi Pilihan Sulit

Penulis: Dera Tresna
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-11 05:52:41

Faine menunggu Vincent pulang dari ladang hingga jam makan siang tiba. Dia merasa sangat khawatir karena langit begitu gelap, sepertinya hujan akan segera turun. Suhu udara pun turun dengan drastis hingga membuatnya merasa kedinginan.

Sambil menunggu Vincent pulang, dia menyalakan perapian, menghangatkan ruangan untuk menyambut kepulangan pria itu agar tidak kedinginan.

Jika sampai jam makan siang Vincent belum pulang maka dia benar-benar akan menyusul
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 204. Menjadi Wanita yang Menggoda

    Paginya Vincent bangun dengan kepala berdenyut sakit, handuk basah dan hangat ada di keningnya. “Apa ini?” tanya Vincent sambil mengambil handuk tersebut. Faine yang mendengar Vincent sudah bangun segera mendekati ranjang dan meletakkan kembali handuk yang Vincent ambil dari keningnya. “Menjelang pagi kamu demam dan tubuhmu menggigil, hari ini suhu tubuhmu masih sedikit panas. Aku mengompresmu agar suhu tubuhmu bisa turun dan kamu merasa nyaman.” “Siapa yang membawaku pulang?” “Drew yang membawamu pulang dalam keadaan mabuk. Apakah boleh aku tahu kenapa kamu sampai mabuk berat semalam?” “Aku membatalkan pinjaman yang orang itu tawarkan. Bunganya sangat tinggi dan mencekik, rasanya sangat tidak masuk akal, membuatku tidak akan mampu mengangsurnya. Saat pulang, aku merasa marah dan mampir ke bar di pinggir jalan untuk melampiaskan kemarahanku. Aku menghabiskan beberapa gelas minuman dan tidak sadar jika ak

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 203. Menghadapi Pilihan Sulit

    Faine menunggu Vincent pulang dari ladang hingga jam makan siang tiba. Dia merasa sangat khawatir karena langit begitu gelap, sepertinya hujan akan segera turun. Suhu udara pun turun dengan drastis hingga membuatnya merasa kedinginan. Sambil menunggu Vincent pulang, dia menyalakan perapian, menghangatkan ruangan untuk menyambut kepulangan pria itu agar tidak kedinginan. Jika sampai jam makan siang Vincent belum pulang maka dia benar-benar akan menyusul kekasihnya itu dan membawakannya makan siang, bahkan Vincent tidak sarapan pagi tadi. Benar saja, saat jam berdentang menunjukkan jam makan siang tiba, Vincent belum juga pulang. Faine segera beranjak dari depan perapian dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang pria itu, menatanya rapi di dalam tas makan. Dia kemudian memakai mantel tebal untuk segera berangkat ke ladang. Baru saja Faine keluar dari dapur sambil menenteng tas makanannya, pintu rumah

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 202. Anak di Luar Nikah

    Vincent meletakkan Faine ke atas ranjangnya lalu menarik selimut menutupi tubuh wanita itu. Dia kemudian berjalan mengitari ranjang dan naik ke atasnya. Berbaring di samping Faine dan masuk dalam selimut yang sama dengan wanita itu. “Maafkan aku,” ucap Vincent dengan nada yang lebih lembut, sambil membawa Faine ke dalam pelukannya. “Jika kamu berada dalam masalah, aku berharap kamu bisa mengatakannya padaku dan kita bisa berbagi bersama, bukan hanya masalah ranjang tapi juga berbagi suka dan duka,” ucap Faine. “Aku tidak pernah menjalani hubungan seperti yang apa yang kamu mau tapi aku akan belajar seperti apa yang kamu mau,” ujar Vincent memutuskan untuk tidak bersikap egois karena perasaannya pada Faine berbeda dengan perasaan yang dia rasakan pada para wanitanya dulu. “Apa yang sebenarnya terjadi dengan peternakan dan ladangmu? Drew berkata jika sedang ada masalah di sana,” tanya Faine mencoba mencari

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 201. Komunikasi Belum Terbangun

    Satu tangan Faine menggandeng lengan Vincent sedangkan satu tangan yang lain menahan ikatan selimutnya agar tidak merosot dan terlepas. Vincent membuka pintu dan terkejut melihat Drew sudah berdiri di pintu kamarnya, Faine lebih terkejut lagi. “Anda sudah terlambat sepuluh menit dari jadwal. Saya baru saja akan mengetuk pintu kamar Anda untuk menjemput Anda,” ucap Drew dengan nada datar yang terkesan dingin. “Aku ada urusan sedikit,” kata Vincent sambil menatap Faine, membuat Faine salah tingkah karena tidak enak hati di depan Drew. “Ayo kita berangkat,” kata Vincent mengajak Drew lalu berjalan mendahului pria itu. Drew tidak langsung mengikuti kepergian Vincent. Matanya menatap tubuh Faine yang hanya terlilit selimut. Dia tahu pasti jika wanita itu tidak mengenakan apa pun di balik selimut. Rahang Drew mengeras melihat banyak tanda kepemilikan Vincent di leher dan atas dada Faine, belum lagi rambut Fain

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 200. Gairah yang Tidak Padam

    Mata Vincent beralih ke bawah dagunya, menatap wanita yang tidur di pelukannya dengan pipi kemerahan yang melekat di dada telanjangnya. Hembusan nafas wanita itu menyapu permukaan kulitnya membuatnya mengerang karena reaksi kimia yang bergejolak di dalam tubuhnya. Hormon tubuhnya memompa dengan cepat hingga membuat miliknya berdenyut sakit menginginkan pelepasan. “Jangan bertingkah pagi-pagi! Dia sudah memuaskanmu semalam,” gerutu Vincent memarahi asetnya sendiri. Tangannya mengusap lengan telanjang Faine, membuat tubuh wanita itu menggeliat karena terganggu dengan gerakan yang dia lakukan. Faine bergumam tidak jelas lalu menjauh dari pelukannya, membalikkan tubuhnya dan tidur tertelungkup di sampingnya. Mata Vincent langsung dihadapkan pada punggung seputih susu yang sangat halus dan menggoda, bibirnya terasa gatal ingin mengecapnya. Sebelum melancarkan aksinya, dia mengusap punggung itu dengan lembut,

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 199. Menjadi Milikku Seutuhnya

    Kedua tangan Faine terangkat dan menyentuh kepala Vincent yang terbenam di dadanya. Dia berniat untuk menjauhkannya, tapi yang terjadi bukannya menjauhkannya tapi malah menekannya hingga membuat Vincent semakin puas menjelajahinya. Ingin merasakan yang lain, Vincent mendorong tubuh Faine hingga jatuh terlentang di atas ranjang. Faine sedikit panik ketika Vincent menarik lepas bagian bawah pakaiannya dan membuatnya telanjang bulat di depan pria itu. “Vincent jangan, aku mohon!” pinta Faine ketika bibir Vincent terus bergerak turun. “Apakah kamu ingin aku berhenti? Apakah kamu sedang menolakku?” tanya Vincent menahan segala egonya karena jika Faine bilang berhenti, maka dia akan berhenti. “Aku tidak sedang menolakmu, tapi hal itu rasanya sangat memalu ...” “Luar biasa,” potong Vincent dengan cepat membuat Faine tidak melanjutkan perkataannya karena tahu apa yang akan Faine katakan. “Aku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status