LOGINAlpha Kai has no intention of choosing a mate. He prefers taking a different woman to his bed every night. Things are going great for the Dark Moon Wolf Pack until he gets a call from Alpha Jake from the Red River Pack. He has a problem with two of his warriors and needs to relocate one. Alpha Kai can always use another warrior. The new wolf Beta Finn has a wife, Alaska, and she is the woman of Alpha Kai's dreams. Alpha Kai wants Alaska to be his mate, and he will stop at nothing to have her.
View More"Capek banget!"
Cakra duduk menggelosor di bawah pohon jengkol dengan nafas tersengal-sengal. Ia biasa menggunakan ballpoint untuk menulis di atas kertas, pada saat menggunakan cangkul untuk bekerja di atas lahan tentu saja ia keteteran. "Sekarang kau merasakan sendiri perjuangan mencari sesuap nasi itu sangat berat!" Abah tertawa melihat anaknya sangat kepayahan, padahal baru sebentar bekerja. Abah adalah petani kecil, tinggal di rumah bilik di kaki gunung, dengan beberapa tetangga bernasib sama. Bedanya petani ini mampu menelurkan anak jadi sarjana. Wisuda bulan kemarin adalah pengukuhan Cakra jadi seorang pengangguran. Cakra sudah melayangkan lamaran ke beberapa kantor perusahaan di kota, tapi belum ada panggilan. Untuk sementara, ia mencangkul di ladang membantu ayahnya. Abah satu-satunya warga kampung yang bahagia jadi orang miskin. Hidup dalam keterbatasan membuatnya nyaman. Sungguh orang tua aneh, sebab durhaka untuk disebut gila. "Cita-cita Abah akhirnya kesampaian," kata Ambu suatu kali. "Hidup tenang jadi orang miskin." "Jadi orang miskin kok tenang?" protes Cakra. "Aku benci tiap hari makan petai." "Kau bisa makan jengkol kalau tidak suka petai." "Sama saja! Baunya sekompleks!" Konon Abah keturunan bangsawan. Ia seorang saudagar kaya raya. Hartanya dihibahkan ke orang kepercayaan sejak Cakra lahir, dan memilih tinggal di kaki gunung. Cerita ini membuat Cakra menyesal lahir ke dunia. "Abah itu sangat sayang padamu," ujar Ambu melihat muka Cakra dilipat kayak kardus bekas. "Maka itu Abah menyerahkan hartanya pada Erlangga. Ia memilih tinggal di kampung jadi petani sederhana." "Sayang sama anak bukan begitu," bantah Cakra. "Abah membuat anak sengsara seumur-umur." "Masa depanmu makin suram kalau bergelimang harta." Ucapan itu terdengar aneh di telinga Cakra. Orang banyak harta masa depannya pasti cemerlang. Kekayaan adalah jaminan nomor satu, tanpa harta masalah gampang datang. Ambu kebanyakan makan ubi bakar sehingga otaknya sulit berpikir jernih. "Kamu tidak tahu apa yang dikhawatirkan orang tua," ucap Ambu dengan wajah berkabut. "Apalah artinya harta kalau kami mesti kehilangan anak satu-satunya." Cakra makin bingung. Ia curiga Abah memperoleh harta lewat pesugihan, maka itu disedekahkan agar anaknya tidak jadi tumbal. Pesugihan apa kredit rumah bisa over alih? "Kau adalah turunan kedelapan dari Raden Mas Arya Bimantara." Ambu memandang anaknya dengan sinar mata menabur misteri. "Leluhurmu itu mengadakan perjanjian dengan penguasa kerajaan di tatar selatan Sunda...." Kemudian mengalir cerita turun-temurun pada abad empat belas lampau. Raden Mas Arya Bimantara adalah bangsawan terkemuka di jaman Kerajaan Sunda. Alkisah, ia ikut rombongan Prabu Linggabuana mengantarkan puteri Dyah Pitaloka Citraresmi untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. Rombongan diterima di pesanggrahan Bubat. Gajah Mada mendesak raja Majapahit untuk menerima puteri mahkota sebagai upeti, bukan calon permaisuri. Sebelum Hayam Wuruk mengeluarkan titah, mahapatih Majapahit telah mengerahkan pasukan ke pesanggrahan Bubat. Raja Sunda merasa terhina dan memutuskan untuk melawan meski membawa prajurit sedikit. Rombongan Prabu Linggabuana dikabarkan tewas semua, termasuk Dyah Pitaloka yang memilih mengakhiri hidup dengan menancapkan tusuk konde ke jantung. Raden Mas Arya Bimantara berhasil diselamatkan Nyi Ratu Suri, penguasa kerajaan tatar selatan. Sejak itu ia berikrar untuk mempererat hubungan antar keturunan mereka, di mana dalam setiap generasi ada pasangan terpilih untuk menjadi suami istri. Pada generasi kedelapan, Cakra terpilih untuk mewakili klan Bimantara. "Ambu tahu dari mana kalau aku calon terpilih?" tanya Cakra di akhir dongeng ibunya. "Kamu satu-satunya lelaki dari generasi kedelapan klan Bimantara," jawab Ambu. "Lalu apa hubungannya dengan harta yang dihibahkan sama Erlangga?" selidik Cakra ingin tahu. "Orang itu beruntung sekali." Erlangga pasti hidup enak, dikelilingi perempuan dengan minuman anggur terkenal dari Perancis. "Abah bertanya pada orang pintar bagaimana mengelabui perjanjian itu, katanya Abah harus merubah nasib jadi orang miskin. Dengan begitu kau lolos dari perjanjian leluhur." "Pasti ada konspirasi," kata Cakra curiga. "Paranormal itu pasti orangnya Erlangga." "Kita lihat saja, apakah ada yang menjemputmu?" "Siapa yang sudi menjemputku? Bryan saja benci melihat cowok miskin. Hampir tiap hari aku diseruduk." Bryan adalah kerbau semata wayang untuk membajak sawah, sahabat pemarah setiap kali mendengar keluh kesahnya. Cakra sebenarnya ingin unfriend, tapi tidak punya teman lagi di dunia ini. Ada pacar satu, namanya Priscillia, tapi tidak direstui orang tua karena perbedaan kasta. "Kalau sudah tiba waktunya, utusan kerajaan datang di malam purnama untuk menjemput calon terpilih, seperti yang terjadi pada Paman Wikudara, generasi ketujuh. Ia dijemput empat orang berpakaian mewah dengan modus mengajak makan malam. Sejak itu ia tidak pernah kembali lagi." "Tahunya utusan kerajaan dari mana?" tanya Cakra. "Bisa saja Paman Wiku diculik orang suruhan kompetitor bisnis." "Kejadiannya begitu di setiap generasi," jawab Ambu. "Aku tahu dari nenekmu sebelum meninggal." Selaku kid jaman now, Cakra tidak percaya dengan cerita turun-temurun itu. Yang jelas, memberikan harta secara cuma-cuma pada orang lain adalah sebuah kebodohan. Jaman now banyak terjadi pertumpahan darah gara-gara uang receh. "Aku curiga orang tuaku mengarang cerita agar aku tidak kecewa dengan namaku," keluh Cakra sambil mengusap tanduk kerbau. "Cakra Agusti Bimantara...nama itu terlalu mewah untuk orang miskin. Bagaimana menurutmu, Bryan?" Kerbau melenguh keras sampai lidahnya terlihat, dan menanduk Cakra. Pemuda yang berjongkok di pematang itu spontan jatuh terjengkang ke sawah. "Kau juga ternyata tidak setuju," gerutu Cakra seraya membersihkan tubuh yang belepotan lumpur. "Namaku diganti saja jadi Cakra...duh gusti blangsak tiara tara!" Kerbau kembali menerjang. Cakra lagi-lagi jatuh terduduk di lumpur. "Kau benci aku ngomong blangsak, Bryan?" geram Cakra keki. "Kau benci aku jadi orang miskin? Aku juga benci!" Kerbau menundukkan kepala siap-siap menyeruduk lagi. Cakra bangkit dan berlari menghindar. Binatang itu mengejar. Bokongnya kena seruduk dan jatuh nyungsep ke sawah. Mukanya belepotan lumpur. "Sudah, Bryan!" sergah Abah yang duduk beristirahat di dangau. "Kasihan anakku!" Ajaib. Kerbau berhenti mengejar dan duduk santai di lumpur. Abah kelihatan berwibawa di hadapan binatang itu, namun receh dalam kehidupan. Ia sudi bersusah payah mengolah lahan untuk mencari sesuap nasi, padahal bisa ongkang-ongkang kaki jika mengambil sebagian harta yang diberikan pada Erlangga. "Ada satu pertanyaan mengganjal di hatiku," kata Cakra selesai membersihkan tubuh di pancuran, duduk di sisi ayahnya. "Mengapa Paman Wiku yang terpilih mewakili generasi ketujuh? Apa ia lebih ganteng dari Abah?" "Aku bangsa manusia," sahut Abah. "Jadi tidak tahu kriteria calon suami untuk puteri mahkota dari bangsa Incubus." "Susah banget mengakui kalau Abah lebih jelek dari Paman Wiku." "Jangan menghina ayahmu." "Maka itu tetangga menyebutku kid slebew lantaran kurang ajar, konyol, slengean...." "Aku adalah ayahmu." "Yang bilang bapaknya kerbau siapa?" "Aku membawamu sejak lahir ke kampung ini untuk menyelamatkan dirimu dari perjanjian leluhur, bukan untuk meledekku di saat besar." Barangkali hanya kerbau yang percaya kisah takhayul itu, sebab di sawah cuma ada mereka bertiga. Cakra jadi ingin pergi ke kota untuk menyelidiki Erlangga. Ia curiga cerita ini berasal dari keluarga mereka sehingga Abah terperdaya! "Kesalahan besar kalau kamu tidak mempercayai cerita ini," ujar Abah. "Penjemputan calon terpilih sudah terjadi di setiap generasi." "Kesalahan terbesarku adalah lahir dari keluarga takhayul sehingga tercipta kisah takhayul." Cakra jadi penasaran untuk menunggu purnama tiba. Ia berharap utusan itu benar-benar datang dan akan dimintai bantuan untuk bikin surat sakti agar diterima kerja! "Jangan anggap bercanda cerita ini, anakku," tegur Abah dengan wajah muram. "Aku sudah berkorban segalanya untuk mempertahankan dirimu." Cakra tidak bercanda, ia tidak percaya!Alaska POVThere are times when I think life with Alpha Kai could not be any better, and then he surprises me. We have been married for seven months, and he tries to remind me how much I am loved every day. Kai is compassionate, kind, and doting. Soon we will add a baby to our lives. The pack is excited as well as Beta Baily and Finn. I have to admit watching Finn dot on Beta Bailey and being in love makes my heart soar for both of them. Finn and Bailey deserve beautiful lives. I was afraid the two of them would leave for a pack in the northern territories, but Finn knew how much Beta Bailey loved the dark moon pack. He stayed for her. Alpha Kai gave Finn back his rank as Beta soon after Bailey announced their engagement. It was his gift to the couple. Well, the status of Beta and a new cabin away from the pack house. It was my idea. I did not want Bailey to have to be in a home Finn shared with me once. I know Beta Bailey is a strong woman, but I never wanted my presence with Finn
Alaska POVThere is not enough time in the night to satisfy my longing for Kai. I want him in every way, and I cannot seem to control my hunger for him. He takes me to the highest point of passion, makes me cum, and I crave more. No matter how much my body aches or how sore I am, I want him inside me. Our mate bond is growing, and my lust for him is all-consuming. Alpha Kai lies beside me. He is exhausted, and I crave more from him. "I cannot seem to satisfy my bride tonight," Kai says. He touches me, guiding his fingers over my body. I lean up and kiss his lips. "I am satisfied; I just want more of you," I say. Every time he makes me cum, I need more. I have never wanted anything as much as I want him right now. His hand slides behind my neck, pulling me closer to him. He kisses my lips. We are both hot, wet, and covered in sweat. "I want you inside me again. Fuck me, Kai, fuck me until it hurts," I moan. His tongue slides into my mouth, and his body is on top of me again. His ro
Alpha Kai POVWedding Day I stand before my pack, waiting for Alaska. I am about to explode with the excitement that she will be my wife and my Luna by the end of this day. I did not know I could feel like this. Alaska brings out the best in me. She is kind, loving, understanding, and everything I need to be the best Alpha for my pack and the best mate for her. Just when I think I cannot take it any longer, I look to see a vision of white coming toward me. The rest of the room fades away. It is only Alaska and me. No one else matters as I take her hand. We listen to the elder speak the words of our vows. We pledge our lives to one another, and then she commits her life to the pack as the pack Luna. "My wife, My Luna, My everything," I say to her as I lift her veil and take her lips. I can feel every ounce of love and the electricity of our mate bond as we become one. I let go of her and look into her eyes. "You are mine forever," Alaska says, smiling and happy. Standing before me
Alaska POVBeta Bailey is now in charge of my wedding and all the plans. After being checked out by Doctor James, everything with me and the baby is fine. I am healthy, and so is the baby. Beta Bailey and Alpha Kai did not want me to stress out over the wedding, so Beta Bailey took over wedding planning for me. Besides, she knows more about the pack traditions than I do. Between the Luna ceremony, getting to know my duties within the pack, and finding out that I am having a baby, it has been a lot to take in, but I am managing with all of it. I honestly could not do it without Beta Bailey. She has become like a sister to me. She was honest with me about her past with my mate, and I know there is nothing between them now. Finn is awake and moving around. Doctor James seems to think he will make a full recovery. I still worry that I am carrying his child. It weighs on my mind a lot. I am unsure how I feel about that or how Alpha Kai feels about it. Alpha Kai says no matter what, this
Alaska POVI sit on the side of the bed with Finn beside me. I hold his hand in case someone is watching, plus it feels nice to have someone I know comfort me right now. I want to ask him about the girl who escaped, but I am unsure if I can. "How did you find me, Finn?" I ask him. He smiles and leans
Alaska POVIt is strange to have Alpha Kai in my head all the time. Especially since I think about Finn often, it is not that I loved him or love him now; it is that I feel like I owe him. I do owe him, to be blunt about it. I owe him my life. I would not be here with Alpha Kai if it were not for Fin
Alaska Point Of ViewAlpha thinks he is being slick by sending my husband on a training trip and putting me to work in the pack house. I am sure he wants me to work on him, but it will never happen. I know what my wolf is screaming but I cannot and will not screw this up. I have to marry Finn. I ha
Alpha Kai POVFirst things first, I have to get rid of Beta Finn for a few days. Just long enough to see if this fire between Alaska and I is real. I know it is, but I need her to see it. I cannot believe that she cannot feel this... this powerful fire burning inside me. The way she smiled at me..
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.