LOGINMy heart shattered the second I walked into that bar and saw my boyfriend of three years making out with who I thought was my best friend. My boyfriend, the one who had just talked to me about getting married to me a few nights ago. In a night of heartbreak and alcohol, I bowed to forget about him. But fate threw me a curve ball when I woke up in bed with the person I least expected... Dad's partner and the same man that I had lost my virginity to when I was younger, Daniel Halloway. To make matters worse, we were married, and he refuses to annul our marriage. "I'll give you a divorce, but only after our contract is over. After that, you're free to go." he corners me back to the wall making me feel like a small prey, waiting to be devoured by its hunter. "But until then... You're mine, and I will do with you as I so damn well please." he whispers in my ear, sending shivers up my spine.
View More"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNGLayla ( four years later) “Listen, I'll call you back, ok? I need to tend to a few things. No, I should be off soon, we'll meet you out there.” Danny has been acting weird lately. It's worrying me. It hasn't been long since we got married. Did he really get tired of me so soon? I mean I gave him two beautiful kids, and I have done my best to make him happy. I get it, I have been so busy with everything around the house and kids that, maybe, he feels I don't pay him much attention anymore. “Danny, dinner is ready,” I say, softly, trying to hold back tears as thoughts of the possibility of an infidelity could be at bay. “Thanks, ladybug. I'm not very hungry. I might be here late.” he says as he sits in his office at home, going through piles of paperwork. He's been expanding his restaurants throughout the southern regions of California, and he's been planning on opening a new restaurant in the northern parts. This means he will probably be at home less. “Are you sure? Maybe I can bri
Layla (A few months Later)Today, Danny called me right around noon to tell me the good news. He's been on top of the Alejo case. I am happy to say that it is finally over. Vincent and Trevor were both sentenced to jail for a very long... Long, long time. Vincent was given fifty-five years in prison, with no chance for parole. When the media became aware of what was happening, they went crazy. The news was all over the radio, magazines, and tv news. The more they talked about it, the more women came forward, willing to testify against Vincent. There was no way they would get away this time. Plus, Vincent's dad was not willing to help him this time. Mr. Alejo was on Heather and Lisa's side this time. Thanks to his help, Lisa and Heather were well taken care of. He made sure that Vincent's goons were kept far away from the girls and them. If they threatened them in any way, he promised to visit them if he saw the slightest trace of harm.As for Trevor, he was given twenty years before
LaylaI woke up feeling light for the first time in a long time. It was like a big weight had been lifted off my shoulders. I decided it was a good time to go downstairs to begin breakfast, so I got up and washed up first, placed my slippers on, and made my way out of the room. But, maybe I should check on my little Zoey first. I didn't see Danny in bed, so I figured he was probably downstairs working out or something. "Zoey... Time to wake up, baby." I said while opening the door slowly. I looked at her bed, but it was empty. Her bathroom was empty as well, and her closet was dark, so she couldn't be in there. "Huh? Where is my little cutie-pie?" I wondered, placing my hands on my waist. That's when I realized. There was music playing, and it sounded like it was coming from downstairs. I smiled and made my way down. As I made my way, the music just got louder, but not enough to bother your ears. I could hear the beat of the song as Queen begins with the song, Another One Bites t
LaylaI sat at the kitchen island, waiting for Danny to get home. I was a nervous wreck because I haven't heard anything from him since I called him and sent him what was in that envelope. But- I'm still saving the best part for when he gets home.After I had gone back to the office, I got a call from, Heather. She wanted me to go and meet her. Well, I was reluctant at first, but the girl has gone through so much! So I decided, why not? So, I told my dad I would be leaving early, and I made my way to see her at the hospital. Heather was finally going to be allowed to go home, but what caught me off guard was that Vincent’s ex was also there. But the way that she was talking to her and holding her so delicately, making sure not to hurt Heather... It gave me love vibes. Yes, you heard me right. I think Vincent’s ex is falling for Heather, but I am not sure if she caught on yet. Oh... I hope that she is in love with her. I hardly doubt Heather goes that way, but hey, you never know! May






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore