ログイン"No! Let me go!!" I screamed, thrashing and kicking as hard as I could. "I'll let you go," Carlisle said, his breath ragged, warm against my skin, "but only if you stop making a scene and accept your place in this pack." My chest heaved, my breath coming in shaky bursts, but I didn’t waver. "Why would I? I want out!" I spat, defiance burning in my tear-streaked eyes. Carlisle’s jaw clenched, his expression darkening. "Victoria, don’t push your luck." "No, Carlisle, I’ve had enough," I whispered, my voice barely above a breath. "My body and mind can’t take this torture anymore. Please… just let me go. Your father wouldn’t have wanted this." "Don't you dare!!" he roared, his voice thundering through the room. His chest rose and fell with barely contained fury. In an instant, his grip tightened and his hand seized my chin, forcing me to meet his furious gaze while his hold on my legs loosened. "You dare mention my father?" he growled, his fingers tightening. "You know damn well why he died, and yet you have the audacity to say his name in front of me? Before that decaying mate bond claims your life, I might just kill you myself.” ************************** Victoria spent years tending to the Redmoon Pack while her mate Alpha Redmoon, was off fighting against the vampires who threatened to lay waste to their lands. However, Tori's whole world comes crumbling when Carlisle, her mate, returns with another woman and breaks their mate bond. To him, Tori was nothing but a wolf-less omega and unfit to continue as the Pack's Luna and not just Alpha Redmoon—the entire Red Moon Pack thinks so. But ultimately, fate had other plans.
もっと見る"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNGBack at the Royal Palace, Victoria walked beside her father through the quiet marble corridors after another long court meeting.She looked up at him with a hopeful smile.“Father, may I join the border patrol again?”The Alpha King glanced at her.“The border patrol?”Victoria nodded.“I heard I used to patrol with the Royal Warriors before everything happened. Maybe going back there will help me remember something. Even if it doesn’t, I don’t want to keep sitting around all day. I should train and rebuild my strength.”As she spoke, she tilted her head and looked at him with wide, innocent eyes.It was the exact expression her sons always used whenever they wanted something from her.It never failed to soften her heart.She was secretly hoping it would have the same effect on her father.The Alpha King studied her for a long moment.“Are you certain your body is ready for that?” he asked quietly.There was obvious concern in his voice.Ever since Victoria returned, her days had sett
Normally, magic bags like these were almost impossible to obtain.Only traveling merchants who traded between different races carried them, and their prices were so outrageous that most Alphas never even considered buying one. Even after Carlisle negotiated trade agreements with the dwarves and secured a generous discount, a single magic bag still cost about as much as an entire year’s grain supply for an average pack.Fortunately, money was one thing Carlisle no longer lacked.Years ago, he had looked beyond the werewolf kingdom and established trade with both the dwarves and the elves. Those agreements had brought rare goods into the Red Moon Pack, and the profits from selling them had transformed the pack’s economy. Despite being pushed aside politically by the Alpha King, the Red Moon Pack had quietly become one of the richest territories in the kingdom.Under normal circumstances, an Alpha summoned to the Royal Palace received notice at least a month in advance. That gave every p
The former Luna went completely still.The color drained from her face, and her lips pressed tightly together. She hadn’t expected Carlisle to speak to her like that, especially not in front of everyone.Beside her, Raquel quickly reached out and rubbed the older woman’s back, wearing a gentle smile filled with concern. It was a convincing performance, but only at first glance. Her hands were trembling, and her palms were so cold they barely held any warmth.No matter how hard she tried, she couldn’t hide that she was frightened too.The former Luna hardly noticed the gesture.She was staring at her son, unable to believe what had just happened.Never, not once in her life, had she seen Carlisle defend anyone so fiercely.The look in his eyes unsettled her.It was the kind of protectiveness she expected from a man defending his fated mate.Not a chosen one.The thought left a bitter taste in her mouth.Instead of questioning why Carlisle felt that way, she blamed the one person she ha
As for Carlisle, he had already been pushed to the edge politically.The council had all but isolated him, so one more mistake meant very little now, as long as Victoria wasn’t involved. It wasn’t the smartest decision. It went against everything he had planned. He still wanted to build enough power to protect Victoria if the Alpha King ever came looking for her.But that was a problem for another day.Right now, he was still the Alpha of the Red Moon Pack.And no Alpha would allow someone to openly challenge his authority inside his own territory.Raquel understood that better than anyone.She had survived this long because she knew when to push and when to step back. The moment she realized she wouldn’t win this confrontation, she gave in with remarkable grace. She rose from the Luna’s seat without protest, her gentle smile never leaving her face. To everyone watching, she looked less like a defeated woman and more like someone making a generous compromise.Only Raquel knew she was
Tori’s POV I immersed myself in my work, hoping it would help numb the pain slowly consuming my heart. As night descended, no one reached out to me or even sent a mindlink, leaving me feeling utterly isolated, as if I had been cut off from everyone. But I pushed those thoughts aside and focused o
Victoria's POV Raquel didn't need to complete her statement. The unspoken words hung in the air, allowing everyone to fill in the blanks with their own assumptions. Speculation spread like wildfire through the hall. What Raquel truly wanted was for everyone to believe that, as Carlisle’s curren
Tori’s POV As instructed, I put on something nice, a dress I had been holding onto, hoping for the day I could wear it in front of Alpha Carlisle, sharing a quiet dinner together. I never imagined that day would come so soon. After washing up and dressing, I applied light makeup to conceal the exh
Tori’s POV The next day, the sun glaringly pierced through the curtains. I couldn't remember when I had fallen asleep the night before, but as far as I recalled, I dozed off in the woods after crying the entire night. But now... I looked around and saw that I was back in the Alpha suite. I was






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.